Allah swt telah memberikan kemuliaan kepada baginda nabi saw dan ini sudah menjadi kebesaran baginya. Karena Rasulullah saw adalah teladan kita dan contoh yang harus kita ikuti, tentu bukan seuatu yang tidak mungkin kemuliaan itu bisa terpercik kedalam diri kita. Maksudnya, kita juga bisa memperoleh kemulian itu. Nah, sekarang yang menjadi bahan yang akan dikaji adalah apa latar belakang kemuliaan Rasulullah dan instrumennya apa untuk mencapai kemuliaan itu.
Ternyata jawaban pertama yaitu akhlak. Hal ini telah disebutkan oleh Allah swt dalam al-Qur'an.
Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:
وَاِ نَّكَ لَعَلٰى خُلُقٍ عَظِيْمٍ
"Dan sesungguhnya engkau benar-benar, berbudi pekerti yang luhur."
(QS. Al-Qalam 68: Ayat 4). https://quran-id.com.
Adapun kata عَظِيْمٍ bisa bermakna agung dan mulia. Sehingga sejak muda beliau dipuji-dipuji oleh para penduduk jazirah arab waktu itu. Sungguh akhlak merupakan perkara atau amalan yang sangat mulia.
Terkait akhlak, Rasulullah saw telah menyebutkan bahwa "aku diutus untuk menyempurnakan akhlak" artinya Rasulullah diutus untuk memuliakan manusia disisi Allah swt. Tapi, ini bukan pekerjaan mudah. Walaupun begitu, bukan berarti tidak bisa.
Pertanyaan kedua mengenai instrumen kemuliaan akhlak Rasululllah saw terletak pada apa?. Ternyata, Istri Nabi Saw Aisya ra. Memberitahukan kepada kita. Ini terungkap ketika sahabat nabi saw bertanya mengenai latar kemuliaan akhlak Rasulullah. Jawaban Aisya ra waktu itu simpel saja. "Kaana Khulukuhul Qur'an" akhlak Rasulullah saw adalah al-Qur'an.
Artinya, jika kita menginginkan kemuliaan, maka al-Qur'an adalah tempatnya. Dan memang al-Qur'an adalah kitab yang sangat mulia, diturunkan pada bulan yang mulia, dihari yang mulia, pada malam yang mulia, dan kepada orang yang mulia. Maka orang yang senantiasa membacanya, memahami maknanya, dan mengamalkannya insya Allah diberikan kemuliaan juga oleh Allah swt.
