Thursday, 5 August 2021

Mad Wajib Muttashil dan Mad Jaiz Munfasil

 CABANG (M[A]D) FARI'


1. Mad Wajib Muttashil

Adapun arti mad wajib adalah bacaan yang wajib dibaca panjang. sedangkan Muttashil berarti tersambung. Artinya, mad dan hamzah tidak terpisah keduanya berada dalam satu  kosa kata. Jatuhnya hukum bacaan mad wajib muttashil ini, yakni ketika ada bacaan mad yang bertemu dengan hamzah (ء) dalam satu kata atau kalimat. Hukumnya ditahan selama enam harokat atau  ukuran panjangnya tiga alif dan bisa dibaca lima harokat atau bisa pula empat harokat. Maksudnya enam ketukan atau tiga alif. Perhatikan contoh di bawah ini. pada kata yang digaris bawahi.

وَا لسَّمَآءِ وَا لطَّا رِقِ 

خُلِقَ مِنْ مَّآءٍ دَا فِقٍ 

وَا لسَّمَآءِ ذَا تِ الرَّجْعِ 

اٖلٰفِهِمْ رِحْلَةَ الشِّتَآءِ وَا لصَّيْفِ 


2. Mad Jaidz Munfasil

Maksud mad jaidz Munfashil yaitu apabila ada mad  asli (thobi’i) yang bertemu dengan huruf hamzah dilain kalimat. Artinya, hamzah yang tidak tergabung dalam satu kata tapi pada kata yang berbeda. Bunyinya ditahan selama lima ketukan atau lima harokat atau dua setengah alif. Perhatikan contoh yang digaris bawahi.

اِنَّاۤ اَعْطَيْنٰكَ الْكَوْثَرَ 

اِنَّاۤ اَنْزَلْنٰهُ فِيْ لَيْلَةِ الْقَدْرِ

وَمَاۤ اَدْرٰٮكَ مَا لَيْلَةُ الْقَدْرِ 

* Via Al-Qur'an Indonesia https://quran-id.com



Thursday, 29 July 2021

Bacaan Mad (panjang) dan hukum bacaan Mad Thobi'i (Asli)



Pengertian Mad

Mad secara bahasa artinya panjang. Adapun pengertian lainnya, mad adalah memanjangkan suara huruf mad. Dapatpula dipahami sebagai bunyi huruf yang dibaca panjang sesuai ketentuan madnya dua harokat atau empat harokat.

Pembagian Mad

Mad terbagi dua hukum bacaan. Yaitu; Mad Thabi’i (mad asli) dan mad fari’ (cabang mad atau turunan mad).

Mad Thabi’i 

Mad thabi’i ditandai dengan huruf alif ا, ya’ ي dan wawu و. Adapun bacaan mad alif jatuh setelah harokat fathah. Contohnya, مَا دَانَا . Sedangkan  ya’ ي jatuh setelah kasroh dan yanya dalam posisi sukun (mati).  Contohnya, بِيْنَا   ثَقِيْلَ  نَصِيْرَ  دَلِيْلَا كَرِيْماَ.  Kemudian wawu وَ sukun (mati) jatuh setelah dhomma. Contohnya,  أُوْتِيَ   نُوْ حِيْحَ   قُوْتِلَ.

Bacaan mad thobi’i ini, melahirkan cabang bacaan mad yang disebut sebagai mad fari’. Hal ini terjadi karena sebab-sebab atau pegaruh-pengaruh tertentu. Mad fari’ juga terbagi beberapa mad, semua terdiri empat belas bacaan mad. Insya Allah sebagian saya telah uraikan pada link https://www.aninlihi.com/2021/07/pengertian-bacaan-mad-panjang-dan-mad.html

Wednesday, 28 July 2021

Hukum AL Ta'rif dan Hukum Membaca Lam Jalaalah dan Ro' (Agar tidak salah membaca kalimat Allah dan alif Lam)




Hukum al-Ta’rif

Adapun maksud al-Ta’rif yaitu jika al-Ta’rif yang bersambung dengan kalimat isim (kata benda). Maka akan timbul dua bacaan. Bacaan tersebut adalah sebagai berikut:

Idgham Syamsiyyah

Apabila ada al-Ta’rif yang sambung dengan huruf syamsiyyah di bawah ini. Maka itulah yang dimaksud idgham syasiyyah.  Inipula yang dimaksud alif lam Samsiyyah.

ت ث د ذ ر ز س ش ص ض ط ظ  ل ن

Contoh dapat dilihat di bawah ini.

وَالْتِّبْنِ     اَلدُّ نْيَا  وَالصَّلَاةُ  اَلصَّلَوَاةُ   والشَّمْسُ    


Perhatikan pada alif dan lamnya.

Idzhar Qamariyyah.

Adapun maksud dari idzhar qomariyyah yakni ketika al-Ta’rif yang bersambung dengan huruf qamariyyah. Ini yang dimaksud alif lam Qamariyyah.

ب ج ح خ ع غ ف ق ك م و ه ء ي


اَلْحَمْدُ  وَالْحَمْدُ وَالْقَمَرُ  وَالْبَرَدُ  اَلْغَفُوْرُ اَلْقَوِيُّ  وَالْبَصَرُ 




Hukum Lam Jalaalah dan Ro’

Hukum Lam Jalaalah

Adapun yang dimaksud dengan lam jalaalah adalah lafadz Allah الله. Hukum ini terbagi dua model bacaan, yaitu dibaca tebal dan tipis. Simak penjelasan detailnya.

Dibaca tafkhim (tebal)

Dibaca tebal biasa kita kenal dengan kata tafkhim dalam bahasa arab. Lam jalaalah dibaca tafkhim (tebal) ketika didahului harokat fathah dan dhommah.

Misalnya: 

Ketika didahului harakat fathah

وَاللهِ   تَ اللهِ إِلَّاللهِ   شَفَكَ اللهِ 

 إِنَّ اللهِ


Ketika didahului harokat dhommah

دِنُ اللهِ  نَصْرُ اللهِ   رُحُ اللهِ


Ingat, yang harus diperhatikan adalah huruf yang berharakat fathah atau dhommah bertemu dengan kalimat Allah.

Dibaca Tarkik (tipis)

Adapun bacaan lam jalalah secara tarkik (tipis) yakni ketika kalimat Allah didahului harokat kasroh. Misalnya lillaahi. Lihat contoh pada tabel dibawah ini:

Ketika didahului harakat kasrah

لِ اللهِ  فِ اللهِ  بِ اللهِ  




Hukum Ro’ terbagi dua, yaitu Ro’ tafkhim dan Ro’ tarkik.

Ro’ tafkhim (ro’ yang dibaca tebal)

Ro’ yang berharokat fathah atau fathahtain. Contohnya, .أَلَمْ تَرَ  رَبَّنَا  خَيْرًا

Ro’ yang berharokat Dhommah atau dhommatain. Contohnya,كَبِيْرٌ  اَلْكَبِيْرُ   .

Ro’ Sukun yang didahului fathah atau dhommah. Contohnya, مَرْسَلَ مَرْحَلَ   أَرْسَلَ  .

Ro’ Sukun yang didahului kasroh dan Dhommah. Contohnya

Ro’ sukun yang yang didahului kasroh yang bertemu huruf-huruf isti’la’. Adapun huruf isti’la’ adalah sebagai berikut; خ ص  ض غ ط ق ظ.

Ro’ yang dibaca tarkik (tipis)

Simak penjelasannya di bawah ini:

 Ro’ yang berharokat kasroh atau kasrotain. Contohnya, 

رِحْلَهْ   خُسْرٍ  رِجْسٌ

Ro’ sukun yang didahului kasrah dalam satu kalimat yang tidak bertemu dengan huruf isti’la’. Artinya selain huruf isti’la’.   Contohnya,

 مِرْفَقَ  مِرْوَحْ   فِرْعَوْنَ  

 Ro’ mati karena waqof yang didahului ya’ mati. Contohnya, خَيْرٌ   بَصِيْرٌ  نَصِيْرٌ 

Semua Ro’ yang mati (karena waqaf) baik Ro berharokat fathah, dhommah atau kasroh selama tidak jatuh setelah fathah atau dhommah. Contohnya,

  سِحْرُ  سَرَاءِرْ 

 Ro’ mati jatuh setelah harokat kasroh meskipun bertemu dengan huruf isti’la’ tetapi bukan dalam satu kalimat. Contohnya,

 وَلَاتُصَعِّرْخَدّكَ

Tuesday, 27 July 2021

Hukum Qalqalah, Hukum Ghunnah dan Hukum Idgham,





 Hukum Qalqalah

Adapun arti qalqalah yaitu memantulkan bunyi huruf qalqalah ketika dalam keadaan sukun (mati). Huruf qalqalah ada enam yaitu ق  ط  ب   ج  د . qalqalah terbagi dua, kubra dan shughra. Penjelasannya sebagai berikut:

Qalqala Kubra (besar)

Apabila huruf qalqalah sukun (mati) karena bertemu dengan waqaf. 




Qalqalah shughra (Kecil)

Arti qalqalah sughra yaitu huruf qalqalah yang belum bertemu dengan waqaf. Biasanya masih berada dalam bagian tengah kata atau kalimat.

Contohnya:

 

يَقْرَأُ  يَبْصَرُ  يَبْخَلُ   يَطْهَرُ   يَجْعَلُ     يَدْعَرُ


مَدْ رَسَةٌ    أَبْ وَابٌ  إِجْأَلْ



Hukum Ghunnah

Adapun maksud dari Ghunnah yaitu membunyikan suara huruf disertai dengan dengung. Hurufnya ada dua yakni nun dan mim yang bertasydid. Contohnya nun dan mim.

( نّ   مّ )       أَنَّ  إِنّ أُنَّ    ثُمَّ  هُمَّ  كُمَّ   كُنَّ 

Hukum Idgham

Adapun arti idgham yaitu bercampurnya dua huruf yang sama. Yang pertama hurunya mati yang kedua hidup. Sehingga kedua huruf itu seperti satu huruf yang bertasdid.

Bacaan idgham ini terbagi tiga hukum. Yaitu sebagai berikut:

Idgham Mutamastilain

Yakni memasukan dua huruf yang sama. Huruf pertama mati dan huruf kedua hidup. Maksudnya, apabila ada dua huruf yang sama baik maghraj dan sifatnya.

Contoh: 

إِضْرِبْ بِعَصَاكَ،   يُسْرِفْ فِ الْقَتْلِ ،

وَقَدْ دَخَلُوْا،   رَبِحَتْ تِجَارَتُهُمْ


Ingat, perhatikan pada huruf yang digaris bawahi. Itulah yang dimaksud idgham mutamatsilain.

Idgham Mutaqarribain

Adapun yang dimaksud dengan Idgham Mutaqarribain yaitu memasukan dua huruf yang saling berdekatan. Maksudnya apabila ada dua huruf yang berdekatan baik maghraj maupun sifatnya. Artinya, tempat keluar hurufnya sama dan bunyi sifatnya juga sama.

Contoh:

ق-ك  =    أَلَمْ نَخْلُقْكُمْ             ل-ر =  قُلْ رَبِّ


Ingat, perhatikan pada huruf yang digaris bawahi. Itulah yang dimaksud idgham mutaqarribain.

Idgham Mutajannisain

Arti pembahasan ini yaitu memasukan dua huruf yang sejenis tapi tak sama. Maksudnya, ketika ada huruf yang maghrajnya sama, tetapi sifatnya berbeda.

ت-ط  =   قَالَتْ طَائِفَةٌ   ط-ت = لَئِنْ بَسَطْتَ

ت-د  =  أَثْقَالَتْ دَعْوَتُ


Monday, 26 July 2021

MIM MATI dan HUKUM-HUKUM BACAANNYA (idgham mimy, ikhfa syafawi dan idzhar syafawi)


 Mim Sukun (Mati)

Hukum mim mati terbagi atas tiga model bacaan. Sebagaimana akan saya uraikan pada pembahasan di bawah ini.

 Idgham mimy

Arti idgham mimy adalah memasukan mim sukun disertai dengan dengung. Hukum bacaan ini dibunyikan ketika mim sukun bertemu dengan mim.

مْ      ketemu      م

Contoh

لَهُمْ مَا يَتَّقُوْن        كُنْتُمْ مُسْلِمِيْنَ



Ikhfa Syafawi

Adapun pengertian ikhfa syafawi yaitu menyamarkan suara mim mati مْ  yang disertai dengung. Ditandai mim mati ketemu baب . Adapun bunyi bacaan ini ditahan selama dua harokat atau dua ketukan. Mulut agak terbuka.

مْ    ketemu   ب

Contoh

وَمَاهُمْ بِخَارِجِيْنَ   وَزَوَّجْنَهًمْ بِحُوْ رٍ عِيْنَ  تَرْمِيْهِمْ بِحِجَارَةٍ    فَبَشِّرْهُمْ بِعَذَابٍ عَلِيْمٍ


 Idzhar Syafawi

Adapun arti idzhar syafawi adalah membunyikan suara mim sukun yang bertemu dengan huruf selain mim dan ba’. Tetap dibaca jelas.


Contoh

هُمْ نَا ئِمُوْنَ    أًنْتُمْ دَا خِرُوْنَ   أَمْ لَمْ تُنْذِرْهُمْ


Hukum Nun Sukun dan Tanwin (Idgham bighunna dan bilaguunna, Iqlab, idzhar dan ikhfa'


Hukum nun sukun dan tanwin terbagi menjadi lima model bacaan. Inilah yang kami maksud sebagai ahkam al-huruf. Yaitu; Idgham bighunna, Idgham Bilaghunna, Iqlab, Idzhar, dan Ikhfa’. Masing-masing kelima hukum bacaan ini tertimbang dengan nun sukun dan tanwin. 

Sumber gambar: Masyadi.com


Jadi, apabila ada nun sukun dan tanwin bertemu dengan idgham bighunna maka dibaca dengan mendengung, kalau idgham bila ghunna tidak boleh mendengung, kalau iqlab membalik, kalau idzhar dibunyikan dengan jelas, dan ikhfa dengan samar. Adapun penjelasan detailnya ada di bawah ini:

Idgham Bighunna

Idgham bighunna artinya memasukan huruf yang disertai dengan dengung. Hurufnya terbagi empat, ada م , ن ,ي , .وJika keempat huruf ini didahului oleh nun sukun dan tanwin atau dengan kata lain apabila nun sukun dan tanwin bertemu dengan salah satu dari ketiga huruf ini م , ن ,ي,و  maka bunyi bacaannya didengungkan. Bunyinya ditahan selama dua harokat atau dua ketukan.

 

(نْ /


Bertemu dengan


م , ن ,ي, و 



Contoh: 


فَتْحًا مُبِيْنًا                    =

   قُوَّةٍ وَلَا نَا صِرْ         

  وُجُوْهٌ يَوْمَ إِذٍ نَّاءِمَةٌ      



لِمَنْ يَرَى   =  نْ


Ingat, yang diperhatikan adalah nun sukun atau tanwin bertemu dengan keempat huruf yang sudah saya uraikan dan tuliskan pada contoh di atas.

Idgham bilaghunna

Arti dari hukum ini yakni memasukkan bunyi huruf tanpa disertai dengan dengung. Hurufnya ada dua .ل  ر  Apabila nun sukun atau tanwin bertemu dengan kedua huruf ini. Maka tidak boleh didengungkan. Seakan-akan langsung masuk ke hurufnya. Artinya, hanya bunyi huruf lam dan ro saja yang terdengar.


(نْ /


Bertemu dengan


ل  ر


Contoh: 


مِنْ لَدُ نْكَ ذُرِّيَّةً   =  نْ

  =  غَفُوْ رٌرَحِيْمِ           



Ingat, yang diperhatikan adalah nun sukun atau tanwin bertemu dengan kedua huruf yang sudah saya uraikan dan tuliskan sebagaimana contoh yang saya garis bawahi.

Iqlab 

Iqlab Arti harfiahnya membalik. Arti lainnya adalah membunyikan huruf nun sukun atau tanwin dengan bunyi mim yang disertai dengung. Hurufnya ada satu .ب Bunyinya dapat dilakukan ketika nun sukun atau tanwin bertemu dengannya. Dibaca dengan cara menutup bibir dan ditahan selama dua harakat atau dua ketukan.


(نْ /


Bertemu dengan

ب


Contoh: 


مِنْ بَعْدِهِمْ  نْ   =

  =  مِنْ بَأْسٍ             

=   عَلِمٌ بِذَاتِ الصُّدُورِ

             =أَوَّلَ كَا فِرٍ بِهِ         



Idzhar 

Secara harfiah izhar berarti jelas. Arti lainya yaitu membunyikan huruf dengan suara jelas tanpa disertai dengan dengung. Huruf idzhar yaitu semua huruf yang ada di tenggorokan أ ه ح ع غ خ   terdiri enam huruf.


(نْ /


Bertemu dengan

أ ه ح ع غ خ   


Contoh: 


   مَنْ أ مَنَ    =  نْ

  =  غَفُوْرٌحَلِيْمٌ               




Ikhfa’

Arti harfiahnya bermakna samar. Arti lainnya yakni menyamarkan bunyi nun sukun atau tanwin dengan disertai dengung.


(نْ / 


Bertemu dengan

      ت ث ج د ذ ز س ش ص ض ط ظ ف ق ك


Contoh: 


وَأَنْتُمْ مُسْلِمُوْنَ   =  نْ

عَلَيْكَ قَوْلًاثَقِيْل      

     مَنْ جَا ءَ بِ الْحَسَنَةِ

عِنْدَ رَبِّك         

      غَفُوْرٌشَكُوْرٌ=      

يَتِيْمًا ذَا مَقْرَبَةٍ          =

Lagi-lagi yang harus diperhatikan adalah nun suku atau tanwin yang bertemu dengan beberapa huruf ikhfa’ di atas.

Pengertian Ahkam Al-Huruf, nun sukun dan tanwin

 Yang dimaksud dengan ahkam al-Huruf adalah hukum-hukum membaca huruf. Dengan kata lain, yakni hukum membaca al-Qur’an. Sehingga bunyi bacaan al-Qur’an menjadi indah. 

Ahkam tidak bisa dipisahkan dengan maghraj al-huruf. Keduanya saling berkait. Jadi tidak dibenarkan seseorang hanya mempelajari hukum lalu tidak mau mempelajari makhrojnya.

Ahkamul huruf terbagi atas beberapa hukum bacaan, masing-masing sudah sesuai dengan rumusnya. 


 nun sukun dan Tanwin

Nun sukun dan tanwin ada dalam melafalkannya. Bukan pada tulisannya. Walaupun, tulisan penting dari sisi simbol untuk mempermudah kita dalam mengingat bacaan nun sukun dan tanwin. 

Nun sukun dan tanwin

Lebih detailnya kedua pengertian di atas, akan dibahas dalam artikel Hukum nun sukun dan tanwin pada pembahasan selanjutya.

Sunday, 25 July 2021

Sifat-Sifat Huruf : Pengertian Umum dan Khusus disertai Contoh




 Sifat al-Huruf

1. Pengertian sifat al-huruf  Secara Umum

Sifat menurut bahasa adalah sesuatu yang melekat atau menetap pada sesuatu yang lain. Sifat huruf sangat berhubungan erat dengan makhraj.  Sebab makhraj merupakan standar penentuan sifat huruf.

2. Pengertian sifat-sifat al-huruf

a. Al-jahr (Tampak atau terang)

Cara membacanya Nafas tertahan ketika mengucapkan huruf. Karena kuatnya tekanan huruf pada makhrajnya.

Huruf

Contoh


عَظُمَ وَزْنُ قَا رِ ئٍ ذِيْ غِض جِدَّ طَلَبَ

ق   =  بَقْ

ج   =  بَجْ

ظ   = بَظْ



b. Al-Hams (Samar atau tidak terang)

Cara membacanya Nafas terlepas atau berjalan ketika mengucapkan huruf karena lemahnya tekanan huruf pada makhrojnya.



Huruf

Contoh


فحثه شخص سكت

س   =  بَسْ

ص   =  بَصْ

ش  =  بَشْ



c. As-Syiddah (Kuat)

Suara tertahan atau tidak berjalan ketika mengucapkan huruf karena sempurnanya tekanan huruf pada makhrojnya.


Huruf

Contoh


أجد  بكت   قط

ح    =  بَحْ 

غ   =  بَغْ

ك   =  بَكْ



d. Ar-Rokhowah (Lemah kendor)

Suara terlepas atau berjalan bersama huruf, karena lemahnya tekanan huruf pada makhrojnya.

Huruf

Contoh


خُذْ غِثَّ حَظَّ فُضَّ شَوْ صَ  زِيْ سَاهٍ

خ  =  بَخْ 

غ  =  بَغْ 

ذ  =  بَذْ



e. At-Tawassut (Tengah atau sedang).

Suara tengah-tengah antara syiddah dengan rokhowah atau antara tertahan dengan terlepas ketika mengucapkan huruf.

Huruf

Contoh


لن عمر

ع  =  بَعْ

ل  =  بَلْ

ن  =  بَنْ



f . Al-Isti’la’ (Naik atau terangkat)

Lidah terangkat naik ke langit-langit mulut ketika mengucapkan huruf.

Huruf

Contoh


خُصَّ  ضَغْطٍ قِظْ

خ  =  بَخْ

ض  =  بَضْ

ق  =  بَقْ



g. Al-Istifaal (menurun)

Lidah ke bawah atau turun ke dasar mulut ketika mengucapkan huruf.

Huruf

Contoh


ثَبَتَ عِزُّ مَنْ يُجَوِّدُ حَرْفَهُ إِذْ سَلَّ شَكَا

ص  =  بَصْ

ذ  =  بَذْ

ث  =  بَثْ


h. Al-Ithbaq (Melekat atau bertemu)

Pangkal lidah dan lidah bagian tengah bertemu dengan langit-langit mulut ketika megucapkan huruf.



Huruf

Contoh


صَ  ضَ طَ  ظَ

مطبقة

ص   =   بص

ض    =   بض  

ط    =  بط


i. Al-Infitah (Terpisah)

Lidah merenggang dari langit-langit mulut ketika mengucapkan huruf sehingga  angin atau nafas keluar lewat bagian tengah mulut.

Huruf

Contoh


مَنْ أَخَذَ    وَجَدَ سَعَةً     فَزَكَا حق  لَهُ شُرْ  غِيْثٍ

ج    =  بج

س   =  بس 



j. Al-Idzlaaq (Ujung)

Keluar dari ujung lidah atau ujung bibir, karenanya cepat terucapkan.

Huruf

Contoh


فِرْ مِنْ لُوْبٍ

ل   =  بل

ن    =   بن

م   =   بم



k. Al-Ismaats (Terpisah)

Lawan dari idzlaq, tiap perkataan Arab yang huruf asalnya lemah kendor dan tengah sedang.



Huruf

Contoh


ج 

ص

ع

ج   =  بج

ص  =  بص

ع   =   بع



k. As-Sofiir (Desis atau seperti siul ular)

Berdesis atau bersiul.

Huruf

Contoh


ص

ز

ص   =  بص

ز   =  بز



l. Al-Qalqalah (Guncang, bergerak dan pantul)

Makhraj terguncang ketika mengiucapkan huruf, sehingga terdengar pantulan suara yang kuat.

Huruf

Contoh


قطبجد

ط  =  بط

ق   =   بق

ب  =  بب


m. Al-Layyin (lembut/lunak)

Mengeluarkan huruf dengan lembut atau lunak tanpa paksaan.



Huruf

Contoh


و

ي

و  =  بو

ي  =  بي



n. Al-Inhiraaf (Goncang)

Hurufnya condong setelah keluar ke ujung lidah. Lam condong ke ujung lidah, Ro’ condong ke punggung lidah serta sedikit ke arah lam.

Huruf

Contoh


ل 

ر

ل  =  بل

ر  =  بر



o. At-Takriir (terulang-ulang atau bergetar)

Ujung lidah bergetar sedikit ketika mengucapkan huruf Ro’.


Huruf

Contoh


ر

ر  =  بر



p. At-Tafasyii (Meluas atau tersiar)

Meratanya angin dalam mulut ketika mengucapkan huruf syin hingga bersambung dengan makhraj dzal.

Huruf

Contoh


ش

ش  =  بش



q. Al-Isthithoolah (memanjang)

Memanjangkan suara Dhod pada makhrajnya. Yaitu permulaan tepi lidah hingga penghabisannya (sambung dengan makhraj lam).

Huruf

Contoh


ض

ض  =  بض



r. Al-Ghunnah (Dengung)

Suara dengung. Anak hidung tersusun dalam tubuh nun dan mim. Ini adalah sifat yang tetap bagi kedua huruf ini. Hanya saja ketika idgham lebih kuat dari sukun, ketika sukun lebih kuat daripada saat huruf hidup.

Huruf

Contoh


نّ

إِنَّ   ظَنَّ  بمْمَّ


مّ

إِمَّ  

ثُمَّ


Makhaarijul Huruf. Tentang Asyfatain (dua bibir) dan al-Khousyu (Janur Hidung). Pembahasan Ke 3 dan 4

 Oleh Anin Lihi

Sumber Gambar: Akurat.com

Al-Syafatain (Dua Bibir)

Terdiri empat huruf ( ف م ب و) Huruf yang keluar dari kedua bibir terbagi atas dua tempat. Dua tempat tersebut adalah sebagai berikut:

Fa’ (ف) keluar dari dalamnya bibir bagian bawah bekerjasam dengan dua gigi depan bagian atas. Posisi bibir agak mundur ke belakang kemudian maju ke depan dan kedua bibir menempel.

فَافًا وَلِفَفْنَ مِنَ الْمُفْنِ مَفِيْفًا فَنِفَا

Bacalah berulang-ulang sampai mahir dan dihapal.

Wawu (و), Ba (ب) dan Mim (م) keluar dari penguncapannya mirip dengan huruf fa’ keluar dari antara dua bibir. Huruf Wawu (و) dengan bibir terbuka. Sedangkan Ba (ب) dan Mim (م) dengan bibir membungkam.

بَابًا وَلِبَبْنَ مِنَ الْمُبْنِ مَبِيْبًا بَنِبَا

Bacalah berulang-ulang sampai mahir dan dihapal.

مَامًا وَ لِمَمْنَ مِنَ الْمُنْنِ مَنِيْنًا نَنِنَا

Bacalah berulang-ulang sampai mahir dan dihapal.

وَوًا وَلِوَوْنَ مِنَالمُنْوِ مَوِيْوًا وَنِوَا

Bacalah berulang-ulang sampai mahir dan dihapal.

Al-Jauf (Lubang Mulut) yaitu tempat keluarnya huruf mad. Alif (أ) jatuh setelah fathah (َ), wawu mati (وْ) setelah dhommah (ُ) dan ya’ (يْ) mati setelah kasrah (ِ), tempat keluar huruf-huruf ini di bagian tengah mulut.

Ayo latihan: 

alif (أ) jatuh setelah fathah (َ)

بَا بَا بَا     تَا تَا تَا      نَا تَا نَا      نَا ما يَا    لَا مَا كَا

coba buat contoh dengan huruf yang lain kemudian baca sesuai contoh di atas.

wawu mati (وْ) setelah dhommah (ُ)

أُوْ بُوْ    تُوْ بُوْ   مُوْلُوْ  مُوْكَ مُوْ   قُوْ لُوْ   سُوْ يُوْ

Coba buat contoh dengan huruf yang lain kemudian baca sesuai contoh di atas.

ya’ (يْ) mati setelah kasrah (ِ)

إِيْبِيْ  لِيْلِيْ  إِيْنِيْ   نِيْنِيْ  مِيْمِيْ  مِيْنِيْ  كِيْكِيْ حٍيْحِيْ

coba buat contoh dengan huruf yang lain kemudian baca sesuai contoh di atas.

Ketiga huruf menjadi timbangan atau rumus penggunaan mad. Atau dengan kata lain disebut mad ashli.

Sumber Gambar: https://belajaralquran.id

Al-Khoisyum (Janur Hidung)

Bacaan al-Khoisyum berfungsi untuk mengeluarkan huruf ghunnah (dengung). Yaitu: Mim (م), Nun (ن), dan tanwin (        ). Bunyinya akan jelas ketika dipakai untuk membaca bacaan ikhfa dan idgham ma’al ghunna.

Demikianlah beberapa penjelasan tentang makhaarij al-Huruf. Semoga Allah SWT memberikan kita kemudahan dalam mempelajari huruf-huruf dalam al-Qur’an. Dan senantiasa terbimbing dalam kebenaran membacanya.

Makhaarijul Huruf (tempat-tempat keluarnya huruf) Tentang Harful Lisan (Huruf yang keluar dari lidah). Pembahasan ke 2.

Oleh: Anin Lihi

Huruf yang keluar dari lidah terdiri 18 huruf dan dibagi menjadi empat tempat keluar.

 

Sumber gambar: https://nyamankubro.com/makhorijul-huruf/

Aqsha al-Lisaan 

Huruf yang keluar dari pangkal, pokok atau pondasi lidah. Hurufnya ada qof ق dan kaf  ك.

Huruf qaf keluar dari pokok lidah mengarah ke atas (telak lidah) dan dekat dengan tenggorokan. Bunyi hurufnya membulat. Kaf keluar dari pokok lidah mengarah ke bawah. Ia dibawah qof. Bunyi hurufnya merata. 

Ayo latihan:

قَا قًا وَ لِقَقْنَ مِنَ الْمُقْنِ  مَقِيْقًا قَنِقَا

Bacalah berulang-ulang hingga mahir.

كَا كًا وَ لِكَكنَ مِنَ الْمُكْنِ مَكِيْكًا كَنِكَا

Kedua huruf ini disebut lahwiyyah (sebangsa telak lidah).

Wasath al-Lisaan (tengah lidah)

Terdapat tiga huruf, yakni: Jim ج, Syin ش, Ya’ ي. Ketiga huruf ini, keluar dari bagian tengah lidah dan mengarah atau menempati telak atas.

Ayo Latihan:

جَاجًا وَ لِجَجْنَ مِنَ الْمُجْنِ مَجِيْجًا جَنِجَا

Ulang-ulangi sampai lancar dan benar. Jangan lanjut pelajaran berikutnya kalau belum lancar dan benar.

شَاشًا وَ لِشَشْنَ مِنَ الْمُشْنِ مَشِيْشًا شَنِشَا

Ulang-ulangi sampai lancar dan benar. Jangan lanjut pelajaran berikutnya kalau belum lancar dan benar.

يَا يًا وَ لِيَيْنَ مِنَ الْمُيْنِ مَيِيْيًا يَنِيَا

Ulang-ulangi sampai lancar dan benar. Jangan lanjut pelajaran berikutnya kalau belum lancar dan benar.

Ketiga huruf ini biasa disebut huruf syajariyyah (Sebangsa tengah lidah).

Hafah al-Lisaan (tepi lidah)

Hurufnya satu yaitu .ض huruf ini keluar dari tepi kanan atau kiri lidah bagian tengah dan mengarah ke gigi geraham. Bisa pula kedua tepi lidah. Namun, yang paling banyak digunakan oleh para qari’ disebelah kiri. Sebab, disebelah kanan agak sulit digunakan. Huruf ini, biasa disebut huruf janbiyyah (sebangsa tepi lidah).

Ayo latihan:

ضَا ضًا وَ لِضَضْنَ مِنَ الْمُضْنِ مَضِيْضًا ضَنِضَا

Ulang-ulangi sampai lancar dan benar. Jangan lanjut pelajaran berikutnya kalau belum lancar dan benar.

Huruf ini disebut huruf janbiyyah (sebangsa tepi lidah).

Thorf al-Lisan (ujung lidah)

Terdiri 12 huruf dan dikelompokkan menjadi empat bagian. 

Dzalqiyyah (Sebangsa ujung lidah)

Hurufnya ada tiga. 

a.1. huruf lam ل, keluar dari tepi kanan atau kiri bagian ujung lidah. Terletak setelah makhraj ض hingga ke ujung lidah dan menepati langit-langit mulut yang atas. 

لَا لًا وَ لِلَلْنَ  مِنَ  الْمُلنِ  مَلِيْلًا  لَنِلَا 

Ulang-ulangi sampai lancar dan benar. Jangan lanjut pelajaran berikutnya kalau belum lancar dan benar.

b.1. huruf ن keluar dari ujung lidah, berada di atasnya ل. 

نَانًا وَ  لِنَنَّ  مِنَ الْمُنْنِ  مَنِيْنًا  نَنِنَا

Ulang-ulangi sampai lancar dan benar. Jangan lanjut pelajaran berikutnya kalau belum lancar dan benar.

c.1. Huruf Ro’ .ر huruf ini keluar dari ujung lidah namun sedikit ke dasar lidah.

رَ ارًاوَ لِرَ رْ نَ مِنَ لْمُرْ نِ مَرِ يْرًا رَ نِرَا

Ketiga huruf ini, biasa disebut huruf Dzalqiyyah (sebangsa ujung lidah).

Asaliyyah (runcing lidah)

Terdiri huruf س ز ص ketiga huruf ini keluar dari ujung lidah sejajar denga gigi taring.

Ayo latihan:

 سَاسًا وَ لِسَسْن مِنَ الْمُسْنِ مَسِيْسًا سَنِسَا

Bacalah berulang-ulang sampai mahir dan dihapal.

زَا زًا وَ لِزَزْنَ مِنَ الْمُزْنِ مَزِيْزًا زَ نِزَا

Bacalah berulang-ulang sampai mahir dan dihapal.

صِا صًا وَ لِصَصْنَ مِنَ الْمُصْنِ مَصِيْصًا صَنِصَا

Bacalah berulang-ulang sampai mahir dan dihapal.

Litsawiyyah (Sebangsa gusi)

ظ ذ ث ketiga huruf ini keluar dari ujung lidah searah dengan gigi taring dan menempel pada gigi taring bagian atas dan ujung lidah menempel pada gigi depan bagian dalam. 

Ayo latihan:


ظَاظًا وَ لِظَظْنَ مِنَ المُظْنِ مَظِيْظًا ظَنِظَا

Bacalah berulang-ulang sampai mahir dan dihapal.

ذَاذًا وَلِذَذْنَ مِنَ الْمُذْنِ مَذِيْذًا ذَ نِذَا

Bacalah berulang-ulang sampai mahir dan dihapal.


ثَاثًا وَلِثَثنَ مِنَ الْمُثْنِ مَثِيثًا ثَنِثَا

Bacalah berulang-ulang sampai mahir dan dihapal.

Ingat, jangan tergesa-gesa, untuk pindah ke huruf berikutnya bacalah perlahan-lahan sampai lancar. Bersabar karena usaha tidak akan sia-sia dihadapan Allah SWT.

Nath’iyyah (Sebangsa kulit gusi)

ت د ط ketiga huruf ini keluar dari ujung lidah dan pokok dua gigi bagian atas. Menempel dengan dua gigi lebar atas bagian depan.

طَاطًا وَ لِطَطْنَ مِنَ الْمُطْنِ مَطِيْطًا طَنِطَا

Bacalah berulang-ulang sampai mahir dan dihapal.

دَادًا وَلِدَدْنَ مِنَ الْمُدْنِ مَدِيْدًا دَنِدَا

Bacalah berulang-ulang sampai mahir dan dihapal.

تَاتًا وَ لِتَتْنَ مِنَ الْمُتْنِ مَتِيْتُا تَنِتَا

Bacalah berulang-ulang sampai mahir dan dihapal.

Saturday, 24 July 2021

Makhaarij al-Huruf (Tempat-Tempat Keluarnya Huruf). Tentang Al-Halq (Huruf Yang Keluar dari Tenggorokan) Pembahasan 1.

Anin Lihi

Alangkah bagusnya, mempelajari tajwid dimulai dari makhaarij al-Huruf. Sebab, seseorang bisa melantunkan bacaan dengan baik kalau mengetahui bunyi huruf-huruf dan tempat keluarnya. Dan untuk bisa menggunakan hukum-hukum bacaan dengan baik jika seseorang sudah memahami makhraj hurufnya. Namun, sebelum melanjutkan pada inti pembahasan, perlu dipahami artinya. Arti Makhaarij al-Huruf yaitu tempat-tempat keluarnya huruf. Berdasarkan pengertian ini, huruf-huruf tidak boleh diucapkan semau pembacanya. Setiap huruf harus diketahui dimana letak dan mimik yang harus dilakukan. 

Adapun makhaarij al-huruf terbagi atas 17 tempat. Namun, secara garis besar diringkas menjadi 5 tempat. Kelima tempat ini dimulai dari al-halq (tenggorokan), al-Lisaan (lidah), as-Syafatain (dua bibir), al-jauf (lubang mulut) dan al-khoisyum (janur hidung).

Al-‘Halq (tenggorokan)

Sumber gambar: https://www.google.com/search?q=gambar+huruf+tenggorokan&oq=Gambar+Huruf+Tenggoroka&aqs=chrome.1.69i57j33i10i160l2.18777j0j7&client=ms-android-samsung-gj-rev1&sourceid=chrome-mobile&ie=UTF-8#imgrc=v_wgm3VoQ32ocM

Huruf-huruf tenggorokan ini, terbagi atas tiga tempat yang mengeluarkan enam huruf. Yaitu:

Aqsha al-‘Halqi (tenggorokan bagian bawah atau pangkal atau pondasi, atau pokok). Huruf-hurufnya terdiri dari alif/hamzah أ dan ha  .ه Kedua huruf ini, keluar dari tenggorokan paling bawah hingga mendekati dada.

Ayo Latihan:

ءَا ءً وَ لِئَئْنَ  مِنَ الْمُؤْنِ  مَئِيْئًا أَنِئَا 

Bacalah secara berulang-ulang sampai dihafal. Cara membaca alif/hamzah dengan mulut terbuka. Begitupula huruf ha. Dan seuaikan dengan tempat keluarnya huruf.

هَا هً وَ لِهَهْنَ مِنَ الْمُهْنِ مَهِيْهًا هَنِهَا

Mengucapkan huruf ha, nafas keluar dari tenggorokan paling bawah. Dengan cara mulut agak terbuka.

Wasath al-‘Halqi

Hurufnya keluar dari tenggorokan bagian tengah. Hurunya ada ‘ain   عdan ha’ ح.

Mari latihan:

عَاعًاوَلِعَعْنَ مِنَ الْمُعْنِ مَعِيْعًا عَنِعَا

Bacalah secara berulang-ulang sampai dihafal. Dan sesuaikan dengan tempat keluar hurufnya. 

حَاحًاوَلِحَحْنَ مِنَ الْمُحْنِ مَحِيْحًا حَنِحَا


Adna al-‘Halqi 

Hurufnya keluar dari tenggorokan bagian atas mendekati lidah. Diartikan juga dengan bagian ujung atau atas.

Terdiri huruf ‘Ghain غ dan kho’ خ.


غَاغًا وَلِغَغْنَ مِنَ الْمُغْنِ مَغِيْغًا غَنِغَا


خَاخًا وَ لِ خَخْنَ مِنَ الْمُخْنِ  مَخِيْخًا خَنِخَا

Bunyi huruf ini mengarah ke depan. Bacalah secara berulang-ulang sampai dihafal. Dan sesuaikan dengan tempat keluarnya.

Keenam huruf ini, disebut dengan huruf halqiyyah (sebangsa tenggorokan). 

Keutamaan Mempelajari Tajwid, Untuk Termotivasi Insya Allah

Anin Lihi



Dengan mengetahui ilmu tajwid membaca al-Qur’an insya Allah menjadi semakin bagus. Kita juga semakin terhindar dari kekeliruan. Huruf-huruf terpenuhi hak-haknya. Membacanya sesuai tempat keluarnya. Seiring ketepatan membacanya, akan benar pula makna-maknanya. 

Al-Qur’an adalah kalam Allah SWT. yang membacanya akan diberi pahala berlipat ganda. Bahkan setiap huruf-hurufnya memiliki nilai pahala. Dari satu pahala dilipatgandakan menjadi sepuluh pahala. Begitulah nabi menjelaskannya kepada kita. 

Nabi SAW bersabda:


عَنْ عَبْد اللَّهِ  بْنِ  مَسْعُودٍ رضى الله عنه يَقُولُ:  قَالَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- « مَنْ قَرَأَ حَرْفًا مِنْ كِتَابِ اللَّهِ فَلَهُ بِهِ حَسَنَةٌ وَالْحَسَنَةُ بِعَشْرِ أَمْثَالِهَا لاَ أَقُولُ الم حرْفٌ وَلَكِنْ أَلِفٌ حَرْفٌ وَلاَمٌ حَرْفٌ وَمِيمٌ حَرْفٌ 

Artinya: “Dari Ibnu Mas’ud ra. Berkata: “Barangsiapa membaca satu huruf dari kitab Allah (al-Qur’an) makai mendapat satu kebaikan (pahala). Setiap kebaikan itu akan dilipatkan menjadi sepuluh kali lipat. Saya tidak mengatakan: “alif laam miim” (ا لم) satu huruf tetapi alif (ا) satu huruf, laam (ل) satu huruf, dan miim (م) satu huruf.” (HR. Tirmidzi. Terj. Riyadhus Shalihin. Jilid 2. h. 56).

Apalagi jika membacanya dengan suara yang merdu dan sesuai dengan tajwidnya. Maka ia akan dikumpulkan bersama para Malaikat. Dianjurkan membaca al-Qur’an dengan suara yang dimerdukan atau dibaguskan. Bahkan diancam orang yang enggan membaguskan suaranya.

Nabi SAW bersabda:

Artinya: “Dari Abu Lubabah Basyir bin ‘Abdul Mundzir ra. Bahwasannya Nabi SAW bersabda: “Barang siapa yang tidak membaguskan suaranya di waktu membaca al-Qur’an maka tidaklah termasuk golonganku.”. (HR. Abu Dawud Terj Riyadhus Shalihin. jilid 2. h. 58).

Suara yang bagus mungkin berfariasi. Bahkan kalau diukur-ukur banyak yang merasa suaranya tidak bagus. Jadi hadits ini dipahami sebagai suara yang dimaksud bukan semata-mata karena suaranya, tetapi kebagusan dalam melafalkan setiap huruf dan hukum-hukum bacaan al-Qur’an. Spebab pada hakikatnya, semua orang memiliki suara yang bagus. Suara itu cirikhas. Yang membuat bacaan-bacaan al-Qur’an tidak bagus itu terletak pada kekeliruan-kekeliruan membaca hukum-hukumnya dan kekeliruan menempatkan bunyi huruf serta seni dan lagu membacanya. Semua bisa kalau dilatih dan dibiasakan. Semua bisa kalau mau belajar dan berlatih. Tidak ada kata tidak bisa.

Hukum Membaca Al-Qur'an dengan Tajwid. Untuk Kebagusan Melafadzkan Huruf-Huruf

Oleh Anin Lihi

Para ulama sepakat bahwa mempelajari teori-teori tajwid hukumnya  fardhu kifayah. Artinya, kalau disuatu daerah walau satu orang saja ada yang mengetahui teori-teori tajwid, maka gugurlah kewajiban bagi yang lain. Namun, membaca al-Qur’an sesuai tajwidnya atau kaidah-kaidahnya adalah wajib ‘ain. Dikarenakan membaca al-Qur’an harus sesuai dan tepat. Kekeliruan membaca al-Qur’an akan merubah makna dan hak-haknya. sehingga berdosa orang yang membacanya.

Berangkat dari alasan ini, maka seorang muslim hendaknya berusaha belajar tata cara membaca al-Qur’an dengan baik. Mengikuti dikte-dikte pengajar yang sudah mahir. Tidak boleh merasa minder dan malu. Tidak boleh juga merasa lebih pintar karena menganggap diri lebih tua. Tidak boleh  merasa cukup dengan alasan sudah tua sehingga tidak lagi berkesempatan untuk mempelajari huruf-huruf dan hukum-hukumnya. Belajar al-Qur’an tidak dibatasi oleh hal-hal seperti itu. Tidak terbatas oleh usia. Kapan saja harus belajar. Maka, jadilah orang yang selalu membuka cakrawala, menerima nasihat-nasihat agama untuk memahami al-Qur’an.

Hak-hak huruf harus dipenuhi satu-persatu, hukumnya juga begitu. Mempelajarinya tidak boleh tergesa-gesa.


“Diriwayatkan dari Ummu Salamah r.a. (Istri Nabi SAW), Ketika ditanya tentang bagaimana bacaan dan shalat Rasulullah SAW. Dia menjawab: “Ketahuilah bahwa baginda Rasulullah SAW shalat kemudian tidur yang sama seperti ketika dia shalat, kemudian baginda Nabi SAW Kembali shalat yang lamanya sama seperti ketika dia tidur, kemudian tidur lagi yang lamanya sama seperti Ketika dia shalat hingga menjelang subuh. Kemudian dia (Ummu Salamah) mencontohkan cara bacaan Rasulullah SAW dengan menunjukkan satu bacaan  yang menjelaskan ucapan huruf-hurufnya satu persatu.” (HR. at-Tirmidzi, dalam Jami’nya no. 2847).

Hadits ini mengajarkan kita tentang pemenuhan hak-hak huruf qur’an. Mempelajarinya harus dengan penuh ketelitian. Perlahan tapi pasti. Dari huruf ke huruf harus sesuai tempat keluarnya. Panjang pendek hukum madya harus tepat. Perlahan namun pasti. Perlahan dan terus menerus pasti lancar.

Kalau dalam keadaan darurat, misalnya pengaruh gigi, lidah dan bibir yang tidak sempurna atau hal lain, maka ini dimaklumi. Dosa bagi orang yang memiliki uzur seperti ini menjadi gugur dengan sendirinya. Nisbat hukumnya, sama seseorang yang memakan daging Babi ketika dalam kondisi darurat.

Memahami Tajwid dan Pengertiannya untuk kebenaran membaca al-Qur'an.

Oleh: Anin Lihi



Tajwid secara harfiah berarti melakukan sesuatu dengan indah, meperbagus dan memperelok. Tajwid berasal dari kata jawwada, yujawwidu, tajwiidan. Tajwid juga berarti at-Tahsin (memperbagus). Adapun dalam Ilmu Qira’ah, tajwid berarti suatu cara mengeluarkan huruf dari tempatnya sesuai dengan sifat-sifat yang dimilikinya.

Jadi, tajwid adalah cara memperbagus, memperindah, dan memperelok bunyi bacaan huruf-huruf didalam al-Qur’an sehingga terpenuhi hak-haknya. At-Tajwid juga bisa bermakna at-Tartil. Yakni, membacanya dengan indah dan bagus sesuai hak-haknya. 

Artinya: “Bacalah al-Qur’an itu dengan perlahan-lahan.” (QS. Al-Muzammil/73: 4).

Maksud membaca al-Qur’an dengan tartil, oleh ulama mengartikannya membaca dengan tajwid.

Tajwid secara istilah, menurut Imam Ibnul Jazari: 

“Tajwid adalah membaca dengan membaguskan pelafalannya, yang terhindar dari keburukan pelafalan dan keburukan maknanya, serta membaca dengan maksimal tingkat kebenarannya dan kebagusannya (An Nasyr fil Qiraat Al Asyr, 1/210).

Berdasarkan penjelasan ini, dapat kita pahami pentingnya mempelajari tajwid. Terkhusus kepada para pengajar di TPQ, Pesantren maupun para guru qur’an di sekolah. Bisa juga untuk masyarakat jika mau mempelajari dan memahami teori-teori tajwid supaya mengajar al-Qur’an sesuai dengan kaidah-kaidahnya.

Monday, 24 May 2021

MANUSIA SUBJEK PENGELOLA BUMI DAN BEBERAPA ISINYA


Allah membentangkan bumi ini tidak lain kecuali dipersiapkan untuk makhluk-Nya. Untuk tumbuh -tumbuhan, untuk hewan dan manusia. Tumbuh-tumbuhan berfungsi memperindah alam, menyimpan kadar air dan menopang tanah supaya tidak terjadi kerusakan, longsor serta meminimalisir banjir. Sementara, hewan adalah binatang yang bisa dikelola oleh manusia. Sebagian binatang ini diajdikan hewan ternak, dijadikan hiasan dan juga sebagai siklus kesuburan. Adapun manusia adalah pengelola, perawat dan penikmat kedua ciptaan Allah tersebut. Manusia diberikan wewenang untuk menikmati tumbuh-tumbuhan dan hewan. Kedua ciptaan ini fitrahnya diperuntukkan kepada manusia.Artinya, kedua ciptaan bisa dikonsumsi oleh manusia. Namun ada batasan pengosumsiannya.
Manusia sebagai khalifah, ditunjuk untuk mengelola dan merawat bumi. Supaya tidak terjadi kerusakan. Iapun juga bisa menikmati sesuai kebutuhannya. Pertanggung jawaban ini semua dilimpahkan kepada manusia. limpahan pertanyaan dan jawaban harus dipikul oleh manusia.
Manusia bertanggung jawab penuh dab ini konsekuensi yang mau tidak mau harus diterima. mereka tidak melakukan kerusakan, melakukan keburukan. bumi dan isinya harus dikelola dengan sebaik-baiknya. Tidak boleh mereka berlebih-lebihan dalam mengelolanya (over).
Supaya manusia tidak over dalam mengelola bumi dan seluruh isinya. Maka diperlukan petunjuk atau pedoman yang harus diperhatikan. Sebagai top control untuk mengatur keseimbangan dalam pengelolaan bumi. Top controlnya yang dimaksud bisa kita sebut al-Qur'an, dialah yang saya angggap kompas pengaturnya. 
Tanpa al-Qur'an manusia mungkin bisa mengelola bumi ini. Tapi, dapat dipastikan bisa over atau Ghulu' berlebih-lebihan. Sehingga kemungkinan terjadinya kerusakan bumi itu ada. Tapi, kalau al-Qur'an dijadikan sebaga top control langkah dan seluruh tata laku manusia, maka bumi dapat terselamatkan dari kerusakan.

Tuesday, 23 February 2021

BERBAKTI DAN MENGHORMATI ORANG TUA

 

BERBAKTI KEPADA ORANG TUA


Oleh : Hasan Tehuayo

Kaum muslimin yang dirahmati Allah SWT. Kita diperintahkan untuk berbakti kepada kedua orang tua. Hal ini, sebagaimana Allah berfirman:

* 4Ó|Ós%ur y7/u žwr& (#ÿrßç7÷ès? HwÎ) çn$­ƒÎ) Èûøït$Î!ºuqø9$$Î/ur $·Z»|¡ômÎ) 4 $¨BÎ) £`tóè=ö7tƒ x8yYÏã uŽy9Å6ø9$# !$yJèdßtnr& ÷rr& $yJèdŸxÏ. Ÿxsù @à)s? !$yJçl°; 7e$é& Ÿwur $yJèdöpk÷]s? @è%ur $yJßg©9 Zwöqs% $VJƒÌŸ2 ÇËÌÈ   ôÙÏÿ÷z$#ur $yJßgs9 yy$uZy_ ÉeA%!$# z`ÏB ÏpyJôm§9$# @è%ur Éb>§ $yJßg÷Hxqö$# $yJx. ÎT$u­/u #ZŽÉó|¹ ÇËÍÈ  

Artinya: “Dan Tuhanmu telah memerintahkan agar kamu jangan menyembah selain Allah dan hendaklah berbuat baik kepada ibu bapak. Jika salah seorang diantara keduanya atau kedua-duanya berusia lanjut dalam pemeliharaanmu. Maka sekali-kali janganlah mengatakan kepada keduanya perkataan ah dan jangan engkau membentak keduanya dan ucapkanlah kepada keduanya perkataan yang baik.” (QS. Al-Isra: 23-24).

Dalam ayat ini, Allah SWT menyuruh kita untuk tidak boleh menyekutukan Allah. Dan harus berbuat baik kepada kedua orang tua.

Kita ingat sewaktu masih dalam rahim ibu. Betapa sengsaranya ibu membawa kita tanpa kenal lelah selama mengandung kita. Yang lamanya selam 9 bulan. Ibu bahkan rela mengorbankan nyawanya demi supaya kita lahir. Bahkan ada yang sampai meninggal ketika melahirkan anaknya. Alhamdulillah ada juga yang selamat.

Sesudah kita lahir didunia ini, ibu dan bapak lantas mengurus kita siang dan malam. Terkadang mereka tidak tidur ketika kita menangis di malam hari. Betapa sengsaranya kedua orangtua kita dalam merawat kita hingga dewasa. Maka dari itu, janganlah kita mengatakan kata ah kepada mereka, janganlah membuat mereka sedih apalagi menyinggung perasaan mereka. Dan jangan kita menjadi anak yang durhaka kepada kedua orang tua kita.

Bahagiakanlah mereka sebagaimana mereka membahagiakan kami saat kami dilahirkan.

Mungkin itu dari saya, kalau ada kata yang salah mohon dimaafkan. Semoga tulisan ini bisa menjadi motivasi bagi teman-teman sekalian.

https://amaholucintailmu.blogspot.com/2021/02/berbakti-dan-menghormati-orang-tua.html


HIDUP BERKAH MENGHORMATI ORANG TUA DAN GURU

Oleh: Karson Sumarubin

Kalau kita ingin hidup berkah marilah kita senantiasa berbuat baik kepada ibu bapak dan guru. Berbuat baik kepada kedua orang tua adalah wajib. Kewajiban anak kepada kedua orang tua tidak boleh mengecewakannya. Bahkan dengan ucapan kata ah saja itu juga dilarang. Apalagi sampai membentak dan melawan kepada keduanya naudzubillahi mindzalik. Allah memerintahkan untuk berbuat baik kepada kedua orang tua.

Allah berfirman:

* 4Ó|Ós%ur y7/u žwr& (#ÿrßç7÷ès? HwÎ) çn$­ƒÎ) Èûøït$Î!ºuqø9$$Î/ur $·Z»|¡ômÎ) 4 $¨BÎ) £`tóè=ö7tƒ x8yYÏã uŽy9Å6ø9$# !$yJèdßtnr& ÷rr& $yJèdŸxÏ. Ÿxsù @à)s? !$yJçl°; 7e$é& Ÿwur $yJèdöpk÷]s? @è%ur $yJßg©9 Zwöqs% $VJƒÌŸ2 ÇËÌÈ   ôÙÏÿ÷z$#ur $yJßgs9 yy$uZy_ ÉeA%!$# z`ÏB ÏpyJôm§9$# @è%ur Éb>§ $yJßg÷Hxqö$# $yJx. ÎT$u­/u #ZŽÉó|¹ ÇËÍÈ  

Artinya: “Dan Tuhanmu telah memerintahkan agar kamu jangan menyembah selain Allah dan hendaklah berbuat baik kepada ibu bapak. Jika salah seorang diantara keduanya atau kedua-duanya berusia lanjut dalam pemeliharaanmu. Maka sekali-kali janganlah mengatakan kepada keduanya perkataan ah dan jangan engkau membentak keduanya dan ucapkanlah kepada keduanya perkataan yang baik.” (QS. Al-Isra: 23-24).