Thursday, 18 November 2021

Penelitian Lapangan dan Metode Pengumpulan Data


 

Penelitian lapangan dan metode pengumpulan data termasuk dua pelajaran penting yang sangat diperlukan bagi dunia akademik, karena masyarakat akademik ditunjuk sebagai pemberi solusi bagi masalah-masalah yang dihadapi masyarakat. Untuk bisa memberi masukan secara tepat dan akurat perlu dilakukan penelitian terlebih dahulu guna mengidentifikasi dan menggali masalah yang dihadapi masayakat.adapun penjabaran tentang penelitian lapangan dan metode pengumpulan telah dijelaskan di bawah ini.

1.      Penelitian Lapangan

Di antara metode penelitian yang digolongkan sebagai penelitian lapangan adalah (a) Penelitian Korelasional, (b) Penelitian longitudinal, dan (c) Eksperimental lapangan.[1]

a.       Penelitian Korelasional

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keeratan hubungan antara variabel-variabel yang diteliti tanpa melakukan suatu intervensi terhadap variasi variabel-variabel yang bersangkutan. Data yang diperoleh merupakan data alamiah seperti apa adanya. Kendali parsial hanya terbatas pada kontrol statistika dalam analisisnya sehingga dimungkinkan untuk melihat hubungan di antara dua variabel tanpa dicemari variabel-variabel yang berbeda lainnya.

Contohnya: Penelitian mengenai hubungan antara kebiasaan merokok dengan besarnya peluang untuk menderita kanker paru-paru. Variabel kebiasaan merokok, secara operasional didefinisikan sebagai rata-rata banyaknya rokok yang dihabiskan perhari atau perpekan, tentu datanya tidak dapat dimanipulasi atau dikendalikan variasinya karena pada masing-masing subjek penelitian, data tersebut bervariasi secara alamiah.begitu pula besarnya kecenderungan dan peluang untuk mendapatkan kanker paru-paru bukanlah sesuatu yang dapat diberlakukan pada orang lain sekehendak peneliti. Kedua data tersebut dipahami sebagai data yang bervariasi dalam situasi alamiah. Adapun campur tangan peneliti hanya berupa pengendalian variabel lain berupa lewat desain penelitian atau lewat cara pengambilan sampel, misalnya hanya mengambil rentan usia tertentu atau memilih subjek dari jenis kelamin. Intervensi ini tentu saja dimaksudkan untuk mempertajam aanalisis dan mengurangi efek variabel lain yang dianggap tidak diperlukan.

b.      Penelitian Longitudinal

Jenis penelitian ini yakni mempelajari perkembangan subjek sejalan dengan perjalanan waktu atau suatu bentuk penelitian lapangan dengan intervensi yang minimal dari pihak peneliti. Kontrol atau kendali yang dilakukan terbatas pada beberapa variabel atau kondisi yang pengaruhnya ingin dihindari agar hasil penelitian dapat lebih mencerminkan keadaan subjek yang sesungguhnya. Contoh penelitian longitudinal adalah penelitian mengenai efek eksposi jangka panjang tayangan film TV terhadap perkembangan agresivitas anak. Dapat dibayangkan bahwa peneliti tidak akan mungkin mengatur sepenuhnya stimulasi lingkungan dalam kehidupan anak-anak yang menjadi subjek penelitiannya. Oleh karena itu, akan banyak variabel yang tidak relevan ikut berpengaruh terhadap variabel yang diperhatikan oleh peneliti. Manipulasi atau intervensi yang dapat dilakukan oleh peneliti umumnya berupa kendali pemilihan subjek dari kelompok tertentu saja, misalnya dari golongan masyarakat kelas menengah. Bisa juga kendali terhadap tingkat pendidikan orangtua subjek, dan semacamnya.

c.       Eksperimen lapangan

Penelitian semacam ini dilakukan dengan memberikan perlakuan tertentu terhadap kelompok subjek dengan harapan munculnya fenomena atau gejala yang hendak dipelajari. Subjek penelitian sendiri tetap berada dalam situasi alamiah sehingga tidak mengubah reaksi alamiah yang mungkin timbul dari pihak subjek.

Contohnya penelitian mengenai efektivitas suatu bentuk kampanye (misalnya debat terbuka) dalam mengubah sikap sekelompok masyarakat terhadap suatu hal (misalkan mengenai pembangunan instalasi nuklir). Dua kelompok yang semula diketahui memiliki sikap yang sama diberi perlakuan yang tanpa mereka sadari-berbeda, yaitu satu kelompok dilibatkan daam debat terbuka dan yang lain tidak. Setelah periode perlakuan selesai, sikap kedua kelompok subjek diukur kembali dan dibandingkan untuk mengetahui adanya perubahan sikap sebagai efek kampanye yang sudah dilakukan.

Tentu tidak cukup hanya dengan membaca artikel ini saja, namun kami bersyukur bisa menulis artikel semacam ini. Setidaknya ada sedikit jalan mudah bagi pembaca menemukan beberapa model penelitian lapangan. Biasanya sih secara umum penelitian terbagi dua model, yaitu kualitatif dan kuantitatif.

2.      Metode Pengumpulan Data

Terdapat beberapa metode pengumpulan data yang bisa kita lakukan dalam melakukan penelitian. Diantaranya, Pengamatan langsung, Pendekatan Kekeluargaan, Wawancara Mendalam dan Observasi Partisipan.

a.       Pengamatan langsung

Seorang peneliti diharapkan langsung terjun ke lapangan untuk menyaksikan objek yang akan diteliti dengan membawa buku catatan. Maksudnya, seorang peneliti mengumpulkan data berdasarkan pengamatan yang dilakukannya. Data yang ditulis dan ditangkap bisa disesuaikan saja dengan permasalan yang akan diteliti.

b.      Pendekatan Kekeluargaan

Pengumpulan data dengan metode saya beri istilah familial approach yaitu pengumpulan data dengan menggunakan pendekatan kekeluargaan. Sebab, tidak semua informan memberikan data kepada sembarangan orang, apalagi data itu menyangkut rahasia-rahasia pribadi secara individu maupun rahasia-rahasia kelompok masyarakat. Pengumpulan data melalui pendekatan ini bisa digunakan untuk meneliti ritual-ritual dan doa dalam tradisi atau ibadah yang biasanya dirahasiakan oleh informan.

c.       Wawancara Mendalam

Maksudnya peneliti mengumpulkan data dengan mengajukan pertanyaan secara bebas, namun tetap diperhatikan kesesuain antara pertanyaan dan masalah yang akan diteliti. Model pngumpulan data dengan cara ini diharuskan seseorang jeli dalam mengolah kata. Peneliti juga dapat mengelaborasi dan bertanya hingga jenuh tentang masalah yang tidak diketahui peneliti. Tujuannya supaya peneliti mudah dalam menganalisis data yang disampaikan.

d.      Observasi partisipan

Maksudnya adalah menenggelamkan diri kedalam masalah yang diteliti, supaya peneliti bisa merasakan langsung dan memahami serta bukan hanya sekedar menjelaskan dan agar terjalin hubungan yang erat sekali antara peneliti dan informan. Selain itu, observasi partisipan juga erat kaitannya dengan wawancara tak terstruktur, wawancara ini digunakan untuk memahami kompleksitas perilaku anggota masayarakat tanpa adanya kategori a priori yang dapat membatasi kekayaan data yang diperoleh.

 

Tentu jika ditelurusi lebih jauh, masih banyak pastinya model-model penelitian yang ada dan metode pengumpulan data. Saya (Anin Lihi) selaku pemilik artikel hanya bisa berharap kalau ini bisa bermanfaat bagi para pembaca.




[1] Saifuddin Azwar, Metode Penelitian, (Cet IX; Jakarta: Pstaka Pelajar, 2009), h. 21.



Previous Post
Next Post

aninlihiofficial merupakan blog yang berkonsetrasi dalam bidang keilmuan, Budaya dan dakwah. dengan menyampaikan satu dua ayat. sebagaiman qaul yang sudah umum diketahui "balighu ani walau ayah" sampaikan walaupun satu ayat. mungkin satu ayat itu dimata orang kecil, tapi yakinlah hanya menyebar satu ayat itu saja sebenarnya hasil kebaikannya sudah berlipat ganda bagi orang yang menyebarkan. olehnya itu, penyebaran kebaikan yang sedikit ini, semoga menjadi amal yang belipat ganda disisi Allah swt

1 comment:

  1. How to Play Baccarat | Online casino | GURRIÊVE
    Baccarat is a card game that is a worrione popular card game 1xbet korean by the West Coast casino game developer. The casino game focuses on playing septcasino the hands of

    ReplyDelete