Wednesday, 3 November 2021

Perintah Untuk Saling Menghormati dengan Menyebarkan Salam Kepada Sesama Muslim



Allah memerintahkan kita untuk memberi salam kepada sesama muslim di manapun dan kapanpun kita bertemu. Salam itu dilakukan kepada semua umat muslim, baik yang kita kenal atau tidak, anak-anak atau orang tua, dan remaja atau dewasa. Perintah ini berlaku umum bagi semua muslim.

Nabi SAW bersabda:

وعن أبِى يُوْسُفَ عَبْدِ اللهِ بْنِ سَلَامٍ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ قَالَ: سَمِعْمُ رَسُوْلُ اللهِ صلى الله عليه وسلم يَقْلُ: يَاأَيُّهَا النَّاسُ أَفْشُوْاالسَّلام، وَأَطْعِمُواالطَّعَمَامَ، وَصِلُ الْأَ رْحَامَ، وَصَلٌّ النَّاسُ نِيَامٌ تَدْخُلُواالْجَنَّةَ بِسَلَامٍ، رواه الترمذي وقال حديث صحيح.

Artinya: Dari Abu Yusuf ‘Abdullah bin Salam ra. Berkata: “Wahai sekalian manusia, sebarluaskanlah salam, berikanlah makanan, hubungkanlah tali persahabatan, dan shalatlah sewaktu orang-orang sedang tidur; nisacaya kamu sekalian akan masuk surga dengan selamat”. (Hr. Tirmidzy, dengan sanad sahih).

Sederhana sekali kalau diamati, seorang muslim diperintah untuk menyebarluaskan salam “afsyus salam”. Tentu Allah tidak sekedar hanya memerintahkan salam, melainkan ada fungsi dan nilai salam bagi kebaikan manusia. Pembahasan ini akan dijelaskan pada judul-judul berikutnya. Mari fokus pada perintah untuk menyebarluaskan salam.

Menyebarluaskan salam sekali lagi perintah Allah dan juga Rasulullah SAW. Perintah ini tidak hanya disebarkan di tempat-tempat umum saat bertemu, tetapi juga di rumah-rumah. Baik didalam rumah atau saat memasuki rumah dan atau rumah orang lain atau rumah sendiri. Rumah sendiri saja seseorang harus memberi salam apalagi di rumah orang lain. Bahkan di rumah orang lain ini, tidak hanya salam, tetapi juga wajib seseorang meminta idzin kepada penghuni rumah yang tinggal didalamnya. Perintah ini secara tegas diintruksikan langsung oleh Allah SWT.

$pkšr'¯»tƒ tûïÏ%©!$# (#qãZtB#uä Ÿw (#qè=äzôs? $·?qãç/ uŽöxî öNà6Ï?qãç/ 4_®Lym (#qÝ¡ÎSù'tGó¡n@ (#qßJÏk=|¡è@ur #n?tã $ygÎ=÷dr& 4 öNä3Ï9ºsŒ ׎öyz öNä3©9 öNä3ª=yès9 šcr㍩.xs? ÇËÐÈ  

Artinya: “Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu memasuki rumah yang bukan rumahmu sebelum meminta izin dan memberi salam kepada penghuninya. yang demikian itu lebih baik bagimu, agar kamu (selalu) ingat.” (Q.S. an-Nur/24:27).

Ayat ini seakan memberi antonim bahwa tidak meminta izin dan memberi salam kepada penghuni rumah termasuk perbuatan buruk. Bahkan lebih tegas orang seperti ini telah menyalahi ketetapan Allah SWT sebagai bentuk menghargai diri sendiri.

}§øŠ©9 n?tã 4yJôãF{$# Óltym Ÿwur n?tã ÆltôãF{$# Óltym Ÿwur n?tã Çك̍yJø9$# Óltym Ÿwur #n?tã öNà6Å¡àÿRr& br& (#qè=ä.ù's? .`ÏB öNà6Ï?qãç/ ÷rr& ÏNqãç/ öNà6ͬ!$t/#uä ÷rr& ÏNqãç/ öNä3ÏG»yg¨Bé& ÷rr& ÏNqãç/ öNà6ÏRºuq÷zÎ) ÷rr& ÏNqãç/ öNà6Ï?ºuqyzr& ÷rr& ÏNqãç/ öNà6ÏJ»uHùår& ÷rr& ÏNqãç/ öNà6ÏG»¬Hxå ÷rr& ÏNqãç/ öNä3Ï9ºuq÷zr& ÷rr& ÏNqãç/ öNà6ÏG»n=»yz ÷rr& $tB OçFò6n=tB ÿ¼çmptÏB$xÿ¨B ÷rr& öNà6É)ƒÏ|¹ 4 š[øs9 öNà6øn=tæ îy$oYã_ br& (#qè=à2ù's? $·èŠÏJy_ ÷rr& $Y?$tGô©r& 4 #sŒÎ*sù OçFù=yzyŠ $Y?qãç/ (#qßJÏk=|¡sù #n?tã öNä3Å¡àÿRr& Zp¨ŠÏtrB ô`ÏiB ÏYÏã «!$# ZpŸ2t»t7ãB Zpt6ÍhŠsÛ 4 šÏ9ºxŸ2 ÚúÎiüt7ムª!$# ãNà6s9 ÏM»tƒFy$# öNà6¯=yès9 šcqè=É)÷ès? ÇÏÊÈ     

Artinya: Tidak ada halangan bagi orang buta, tidak (pula) bagi orang pincang, tidak (pula) bagi orang sakit, dan tidak (pula) bagi dirimu sendiri, Makan (bersama-sama mereka) dirumah kamu sendiri atau dirumah bapak-bapakmu, dirumah ibu-ibumu, dirumah saudara- saudaramu yang laki-laki, di rumah saudaramu yang perempuan, dirumah saudara bapakmu yang laki-laki, dirumah saudara bapakmu yang perempuan, dirumah saudara ibumu yang laki-laki, dirumah saudara ibumu yang perempuan, dirumah yang kamu miliki kuncinya atau dirumah kawan-kawanmu. tidak ada halangan bagi kamu Makan bersama-sama mereka atau sendirian. Maka apabila kamu memasuki (suatu rumah dari) rumah- rumah (ini) hendaklah kamu memberi salam kepada (penghuninya yang berarti memberi salam) kepada dirimu sendiri, salam yang ditetapkan dari sisi Allah, yang diberi berkat lagi baik. Demikianlah Allah menjelaskan ayat-ayatnya(Nya) bagimu, agar kamu memahaminya. (Q.S. an-Nur/24:61).

Tidak ada larangan untuk memasuki rumah-rumah seperti yang dijelaskan dalam ayat ini, tetapi yang perlu diingat yaitu minta idzin dan salam. Rasul SAW seringkali mengingatkan kita dengan kisah-kisah tegasnya kepada sahabat yang tidak memberi salam saat memasuki rumahnya. Bahkan menyuruh mereka keluar kemudian masuk kembali sambil mengucapkan salam. Artinya, jika sahabat memasuki rumah, lalu lupa atau sengaja tidak mengucapkan salam, maka Rasul SAW langsung menyuruhnya kembali untuk mengucapkan salam sebelum memasuki rumah.

Hal ini menunjukan bahwa perintah untuk menyebar luaskan salam sangat penting. Bahkan ketika ada sahabat yang bertanya kepada Rasulullah SAW tentang Islam yang baik, Rasulullah SAW menjawab “mengucapkan salam”. Sebagaimana dalam sabda beliau.

Dari ‘Abdullah bin Amr bin al ‘Ash ra. Bahwasannya ada seorang laki-laki bertanya kepada Rasulullah SAW: “Bagaimanakah Islam yang baik itu?” Beliau menjawab: “Yaitu kamu memberi makanan dan mengucapkan salam, baik kepada orang yang kamu kenal maupun yang tidak kamu kenal”. (H.R. Bukhari dan Muslim).

Perintah untuk menyebarkan salam atau mengucapkan salam kepada sesama muslim tidak hanya ditujukan bagi orang yang kita kenal, tetapi yang tidak kita kenalpun harus diberi ucapan salam. Bahkan perintah untuk menyebarkan salam Allah telah memerintahkan kepada nabi pertama dan kepada nabi-nabi terdahulu.  Misalnya salam yang dilakukan oleh nabi Adam SAW kepada Malaikat dan kaum nabi Ibrahim SAW kepada Ibrahim SAW. Tentang kisah salamnya Adam SAW ini telah diungkapkan oleh nabi Muhammad SAW dan tentang salamnya kaum nabi Ibrahim telah diabadikan dalam al-Qur’an surat al-Dzariyat ayat 24-25. Sebagaimana tertera di bawah ini.

Dari Abu Hurairah ra. dari nabi SAW bersabda: “Ketika Allah Ta’ala menciptakan Adam SAW., Allah berfirman kepadanya: “Pergilah dan ucapkan salam kepada para Malaikat yang sedang duduk itu kemudian dengarkanlah jawaban mereka kepadamu, karena sesungguhnya jawaban itu merupakan penghormatan bagimu dan bagi anak cucumu, maka Adam SAW mengucapkan: “Assalaamu’alaikum”. Mereka menjawab: “Assalaamu’alaika wa rahmatullaah”. Mereka memberi tambahan dengan “Wa rahmatullah”. (HR. Bukhari dan Muslim).

ö@yd y79s?r& ß]ƒÏym É#øŠ|Ê tLìÏdºtö/Î) šúüÏBtõ3ßJø9$# ÇËÍÈ   øŒÎ) (#qè=yzyŠ Ïmøn=tã (#qä9$s)sù $VJ»n=y ( tA$s% ÖN»n=y ×Pöqs% tbrãs3YB ÇËÎÈ  

Artimya: Sudahkah sampai kepadamu (Muhammad) cerita tentang tamu Ibrahim (Yaitu malaikat-malaikat) yang dimuliakan?. (Ingatlah) ketika mereka masuk ke tempatnya lalu mengucapkan: "Salaaman". Ibrahim menjawab: "Salaamun (kamu) adalah orang-orang yang tidak dikenal." (Q.S. al-Dzaariyat/51:24-25).

Kedua kisah ini seyogyanya memberikan kita motivasi untuk menyebarluaskan salam kepada sesama. Banyak sahabat nabi telah menyampaikan pentingnya perintah untuk menyebarluaskan salam. Hal ini disebut dalam beberapa hadits berikut:

Dari al-Barra’ bin ‘Adzib ra. Berkata: “Rasulullah SAW bersabda: “Rasulullah SAW menyuruh kami untuk melaksanakan tujuh macam perbuatan yaitu: menjenguk orang sakit, mengiringkan jenazah, mendoakan orang yang bersin, menolong orang yang lemah, membantu orang yang teraniaya, menyebarluaskan salam dan menepati sumpah”. (H.R. Muslim).

Dari Abu Hurairah  ra. Berkata: “Kamu sekalian tidak akan masuk surga sebelum kalian beriman, dan kamu sekalian tidaklah beriman sebelum saling sayang menyayangi. Maukah aku tunjukkan sesuatu yang apabila kamu kerjakan niscaya kamu sekalian akan saling sayang menyayangi? Yaitu sebarluaskan salam di antara kalian.” (H.R, Muslim).

Begitu pentingnya menyebarluaskan salam sehingga Raasululah saw begbtu  ttgas.


Previous Post
Next Post

aninlihiofficial merupakan blog yang berkonsetrasi dalam bidang keilmuan, Budaya dan dakwah. dengan menyampaikan satu dua ayat. sebagaiman qaul yang sudah umum diketahui "balighu ani walau ayah" sampaikan walaupun satu ayat. mungkin satu ayat itu dimata orang kecil, tapi yakinlah hanya menyebar satu ayat itu saja sebenarnya hasil kebaikannya sudah berlipat ganda bagi orang yang menyebarkan. olehnya itu, penyebaran kebaikan yang sedikit ini, semoga menjadi amal yang belipat ganda disisi Allah swt

0 comments: