Saturday, 18 September 2021
Saturday, 4 September 2021
Pembagian Waqaf dalam Al-Qur'an: Agar Tidak Sembarangan Berhenti saat Membaca ayat
Wednesday, 25 August 2021
Contoh-Contoh Waqof: Supaya Mudah Mempraktekkan dan Mengetahui Cara Membacanya
Pada link ini https://www.aninlihi.com/2021/08/tanda-tanda-waqof-dan-pengertiannya.html?m=1. telah dibahas pengertian dan makna-makna waqof. Nah, pada uraian artikel ini khusus membahas contoh-contoh waqof yang disesuaikan dengan jumlah waqof yang telah dijelaskan. Adapun uraian contoh-contoh waqof adalah sebagai berikut:
1. Waqof Laazim
وَاِ لٰى ثَمُوْدَ اَخَاهُمْ صٰلِحًا ۘ قَا لَ يٰقَوْمِ اعْبُدُوْا اللّٰهَ مَا لَـكُمْ مِّنْ اِلٰهٍ غَيْرُهٗ ۗ قَدْ جَآءَتْكُمْ بَيِّنَةٌ مِّنْ رَّبِّكُمْ ۗ هٰذِهٖ نَا قَةُ اللّٰهِ لَـكُمْ اٰيَةً فَذَرُوْهَا تَأْكُلْ فِيْۤ اَرْضِ اللّٰهِ وَلَا تَمَسُّوْهَا بِسُوْٓءٍ فَيَأْخُذَكُمْ عَذَا بٌ اَ لِيْمٌ
"Dan kepada kaum Samud (Kami utus) saudara mereka Saleh. Dia berkata, "Wahai kaumku! Sembahlah Allah! Tidak ada Tuhan (sembahan) bagimu selain Dia. Sesungguhnya telah datang kepadamu bukti yang nyata dari Tuhanmu. Ini (seekor) unta betina dari Allah sebagai tanda untukmu. Biarkanlah ia makan di Bumi Allah, janganlah disakiti, nanti akibatnya kamu akan mendapatkan siksaan yang pedih." (QS. Al-A'raf 7: Ayat 73).
لَـقَدْ كَفَرَ الَّذِيْنَ قَا لُوْۤا اِنَّ اللّٰهَ ثَا لِثُ ثَلٰثَةٍ ۘ وَمَا مِنْ اِلٰهٍ اِلَّاۤ اِلٰـهٌ وَّا حِدٌ ۗ وَاِ نْ لَّمْ يَنْتَهُوْا عَمَّا يَقُوْلُوْنَ لَيَمَسَّنَّ الَّذِيْنَ كَفَرُوْا مِنْهُمْ عَذَا بٌ اَ لِيْمٌ
"Sungguh, telah kafir orang-orang yang mengatakan bahwa Allah adalah salah satu dari yang tiga, padahal tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) selain Tuhan Yang Esa. Jika mereka tidak berhenti dari apa yang mereka katakan, pasti orang-orang yang kafir di antara mereka akan ditimpa azab yang pedih." (QS. Al-Ma'idah 5: Ayat 73).
وَلَا تَدْعُ مَعَ اللّٰهِ اِلٰهًا اٰخَرَ ۘ لَاۤ اِلٰهَ اِلَّا هُوَ ۗ كُلُّ شَيْءٍ هَا لِكٌ اِلَّا وَجْهَهٗ ۗ لَـهُ الْحُكْمُ وَاِ لَيْهِ تُرْجَعُوْنَ
"Dan jangan (pula) engkau sembah Tuhan yang lain selain Allah. Tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) selain Dia. Segala sesuatu pasti binasa, kecuali Allah. Segala keputusan menjadi wewenang-Nya, dan hanya kepada-Nya kamu dikembalikan." (QS. Al-Qasas 28: Ayat 88).
2. Waqof Mutlaq
Khusus untuk Waqof Mutlaq, tanda to.
3. Waqof Jaaiz
وَا لَّذِيْنَ يُؤْمِنُوْنَ بِمَاۤ اُنْزِلَ اِلَيْكَ وَمَاۤ اُنْزِلَ مِنْ قَبْلِكَ ۚ وَبِا لْاٰ خِرَةِ هُمْ يُوْقِنُوْنَ
"dan mereka yang beriman kepada (Al-Qur'an) yang diturunkan kepadamu (Muhammad) dan (kitab-kitab) yang telah diturunkan sebelum engkau, dan mereka yakin akan adanya akhirat." (QS. Al-Baqarah 2: Ayat 4).
مَثَلُهُمْ كَمَثَلِ الَّذِى اسْتَوْقَدَ نَا رًا ۚ فَلَمَّاۤ اَضَآءَتْ مَا حَوْلَهٗ ذَهَبَ اللّٰهُ بِنُوْرِهِمْ وَتَرَكَهُمْ فِيْ ظُلُمٰتٍ لَّا يُبْصِرُوْنَ
"Perumpamaan mereka seperti orang-orang yang menyalakan api, setelah menerangi sekelilingnya, Allah melenyapkan cahaya (yang menyinari) mereka dan membiarkan mereka dalam kegelapan, tidak dapat melihat." (QS. Al-Baqarah 2: Ayat 17).
وَا لْوَزْنُ يَوْمَئِذِ ٱِلْحَـقُّ ۚ ثَقُلَتْ مَوَا زِيْنُهٗ فَاُ ولٰٓئِكَ هُمُ الْمُفْلِحُوْنَ
"Timbangan pada hari itu (menjadi ukuran) kebenaran. Maka, barang siapa berat timbangan (kebaikan)nya, mereka itulah orang yang beruntung," (QS. Al-A'raf 7: Ayat 8).
4. Waqof Mujawwazun
5. Waqof Murokhosun
6. Qiila 'Alaihi Waqfun
7. Tholabul Waqfi
8. 'Adamulwaqfi
فِيْ قُلُوْبِهِمْ مَّرَضٌ ۙ فَزَا دَهُمُ اللّٰهُ مَرَضًا ۚ وَلَهُمْ عَذَا بٌ اَلِيْمٌ ۙ بِۢمَا كَا نُوْا يَكْذِبُوْنَ
"Dalam hati mereka ada penyakit, lalu Allah menambah penyakitnya itu; dan mereka mendapat azab yang pedih karena mereka berdusta."(QS. Al-Baqarah 2: Ayat 10).
حَتّٰۤى اِذَا بَلَغَ بَيْنَ السَّدَّيْنِ وَجَدَ مِنْ دُوْنِهِمَا قَوْمًا ۙ لَّا يَكَا دُوْنَ يَفْقَهُوْنَ قَوْلًا
"Hingga ketika dia sampai di antara dua gunung, didapatinya di belakang (kedua gunung itu) suatu kaum yang hampir tidak memahami pembicaraan."(QS. Al-Kahf 18: Ayat 93).
9. Washlul Uulaa
وَ تَحْسَبُهُمْ اَيْقَا ظًا وَّهُمْ رُقُوْدٌ ۖ وَنُـقَلِّبُهُمْ ذَا تَ الْيَمِيْنِ وَ ذَا تَ الشِّمَا لِ ۖ وَكَلْبُهُمْ بَا سِطٌ ذِرَا عَيْهِ بِا لْوَصِيْدِ ۗ لَوِ اطَّلَعْتَ عَلَيْهِمْ لَوَلَّيْتَ مِنْهُمْ فِرَا رًا وَّلَمُلِئْتَ مِنْهُمْ رُعْبًا
"Dan engkau mengira mereka itu tidak tidur, padahal mereka tidur; dan Kami bolak-balikkan mereka ke kanan dan ke kiri, sedang anjing mereka membentangkan kedua lengannya di depan pintu gua. Dan jika kamu menyaksikan mereka, tentu kamu akan berpaling melarikan (diri) dari mereka dan pasti kamu akan dipenuhi rasa takut terhadap mereka." (QS. Al-Kahf 18: Ayat 18)
10. Mu'aanatun
ذٰلِكَ الْكِتٰبُ لَا رَيْبَ ۛ فِيْهِ ۛ هُدًى لِّلْمُتَّقِيْنَ
"Kitab (Al-Qur’an) ini tidak ada keraguan padanya; petunjuk bagi mereka yang bertakwa," (QS. Al-Baqarah 2: Ayat 2).
طَعَا مُ الْاَ ثِيْمِ
كَا لْمُهْلِ ۛ يَغْلِيْ فِى الْبُطُوْنِ
"makanan bagi orang yang banyak dosa." (QS. Ad-Dukhan 44: Ayat 44). "Seperti cairan tembaga yang mendidih di dalam perut,"(QS. Ad-Dukhan 44: Ayat 45).
11. Waqful Uula
وَكَذٰلِكَ بَعَثْنٰهُمْ لِيَتَسَآءَلُوْا بَيْنَهُمْ ۗ قَا لَ قَآئِلٌ مِّنْهُمْ كَمْ لَبِثْتُمْ ۗ قَا لُوْا لَبِثْنَا يَوْمًا اَوْ بَعْضَ يَوْمٍ ۗ قَا لُوْا رَبُّكُمْ اَعْلَمُ بِمَا لَبِثْتُمْ ۗ فَا بْعَثُوْۤا اَحَدَكُمْ بِوَرِقِكُمْ هٰذِهٖۤ اِلَى الْمَدِيْنَةِ فَلْيَنْظُرْ اَيُّهَاۤ اَزْكٰى طَعَا مًا فَلْيَأْتِكُمْ بِرِزْقٍ مِّنْهُ وَلْيَتَلَطَّفْ وَلَا يُشْعِرَنَّ بِكُمْ اَحَدًا
"Dan demikianlah Kami bangunkan mereka, agar di antara mereka saling bertanya. Salah seorang di antara mereka berkata, "Sudah berapa lama kamu berada (di sini)?" Mereka menjawab, "Kita berada (di sini) sehari atau setengah hari." Berkata (yang lain lagi), "Tuhanmu lebih mengetahui berapa lama kamu berada (di sini). Maka suruhlah salah seorang di antara kamu pergi ke kota dengan membawa uang perakmu ini, dan hendaklah dia lihat manakah makanan yang lebih baik, dan bawalah sebagian makanan itu untukmu, dan hendaklah dia berlaku lemah lembut dan jangan sekali-kali menceritakan halmu kepada siapa pun."(QS. Al-Kahf 18: Ayat 19).
قَا لُوا ادْعُ لَنَا رَبَّكَ يُبَيِّنْ لَّنَا مَا هِيَ ۗ قَا لَ اِنَّهٗ يَقُوْلُ اِنَّهَا بَقَرَةٌ لَّا فَا رِضٌ وَّلَا بِكْرٌ ۗ عَوَا نٌۢ بَيْنَ ذٰلِكَ ۗ فَا فْعَلُوْا مَا تُؤْمَرُوْنَ
"Mereka berkata, "Mohonkanlah kepada Tuhanmu untuk kami agar Dia menjelaskan kepada kami tentang (sapi betina) itu." Dia (Musa) menjawab, "Dia (Allah) berfirman bahwa sapi betina itu tidak tua dan tidak muda, (tetapi) pertengahan antara itu. Maka kerjakanlah apa yang diperintahkan kepadamu." (QS. Al-Baqarah 2: Ayat 68).
12. 'Ain
13. Mutoobaqatul Waqfi
14. Saktah
قَا لُوْا يٰوَيْلَنَا مَنْۢ بَعَثَنَا مِنْ مَّرْقَدِنَا ۜ هٰذَا مَا وَعَدَ الرَّحْمٰنُ وَصَدَقَ الْمُرْسَلُوْنَ
"Mereka berkata, "Celakalah kami! Siapakah yang membangkitkan kami dari tempat tidur kami (kubur)?" Inilah yang dijanjikan (Allah) Yang Maha Pengasih dan benarlah rasul-rasul-Nya."(QS. Ya-Sin 36: Ayat 52).
وَقِيْلَ مَنْ ۜ رَا قٍ
"dan dikatakan (kepadanya), "Siapa yang dapat menyembuhkan?"(QS. Al-Qiyamah 75: Ayat 27)
كَلَّا بَلْ ۜ رَا نَ عَلٰى قُلُوْبِهِمْ مَّا كَا نُوْا يَكْسِبُوْنَ
"Sekali-kali tidak! Bahkan apa yang mereka kerjakan itu telah menutupi hati mereka." (QS. Al-Muthaffifiin 83: Ayat 14)
Monday, 23 August 2021
Tanda-Tanda Waqof dan Pengertiannya: Agar Tidak Sembarang Berhenti Membaca Saat Membaca ayat al-Qur'an
Pembahasan waqof dibawah ini lebih kental mengurai tentang fungsinya. Paling penting juga bukan mengetahui arti harfiahnya. Tetapi arti pemakainnya. Ini seharusnya yang perlu dipahami. Sehingga ketika menemukan tanda berhenti jika harus berhenti atau lanjut jika menemukan waqof yang bisa lanjut. Perhatikan uraian waqof di bawah ini:
1. Waqof Laazim
Jika seseorang membaca al-Qur'an lantas menemukan waqof jenis ini, dia harus berhenti. Dilazimkan untuk berhenti. Pada waqof ini seseorang berkesempatan untuk mengambil nafas sebelum melanjutkan ayat sebelumnya.
Harus Berhenti
وَقْفُ لَّازِمِ
Tanda م
Peringatan: bukan termasuk mim pada bacaan iklab.
2. Waqof Mutlaq
Maksudnya ketika kita bertemu dengan waqaf ini lebih utama atau lebih baik berhenti walaupun nafas masih kuat.
Lebih baik berhenti meskipun nafas masih kuat
وَقْفُ الْمُطْلَقُ
Tanda ط
3. Waqof Jaaiz
Maksudnya bisa lanjut, tapi lebih baik berhenti.
Lebih baik berhenti
جَائِزٌ
Tanda ج
4. Waqof Mujauwwazun
Ketika bertemu dengan waqof ini kita boleh berhenti. Tetapi, sebaiknya dilanjutkan jika nafas masih kuat.
Lebih baik terus jika nafas masih kuat
وَقْفْفُ مُجَوَّزٌ
Tanda ز
5. Waqof Murokkhosun
Jika bertemu dengan tanda ini, maka alangkah bagusnya dilanjutkan.
Lebih baik dilanjutkan jika nafas masih kuat
وَقْفُ مُرَ خَّسٌ
Tanda ص
6. Qiila ‘Alaihi Waqfun
Jika bertemu dengan waqof ini seseorang boleh berhenti ketika membaca qur’an, namun diteruskan justru lebih bagus.
Boleh berhenti tapi lebih baik diteruskan
قِيْلَ عَلَيْهِ وَقْفٌ
Tanda ق
7. Tholabul Waqfi
Apabila seseorang membaca al-Qur’an lalu bertemu dengan tanda ini, maka dianjurkan untuk berhenti.
Lebih baik berhenti
طَلَبُ الْوَقْفِ
Tanda قف
8. ‘Adamul Waqfi
Jika bertemu dengan tanda ini ketika membaca al-Qur’an maka harus dilanjutkan bacaannya. Kalau nafas tidak sampai boleh diulang dari tengah sesuai tempat pengulangannya.
Tidak boleh berhenti
عَدَمُ الْوَقْفِ
Tanda لا
9. Washlul Uulaa
Apabila seseorang membaca qur’an lalu bertemu dengan tanda ini maka dianjurkan untuk melanjutkan bacaannya.
Lebih baik diteruskan
اَلْوَ صْلُ الْأُوْلَى
Tanda صلى
10. Mu’aanatun
Jika seseorang membaca qur’an lantas menemukan titik tiga maka harus berhenti disalah satu tanda yang tiga tersebut. Kemudian lajutkan bacaan.
Berhenti disalah satu tanda titik tiga
مُعَا نَةٌ
11. Waqful Uula
Jika membaca al-Qur’an kemudian menemukan tanda ini, maka alangkah bagusnya berhenti.
Lebih baik berhenti
اَلْوَقْفُ الْأُوْلَى
قلى
12. ‘Ain
Tanda ini merupakan tanda ruku’, juga diartikan tanda akhir surat atau ayat tertentu.
Tempat ruku’ atau berhenti
Tanda ع
13. Mutoobaqatul Waqfi
Mengikuti waqof sebelumnya
ك لك
مُطَا بَقَةُ الْوَ قْفِ
ك
14. Saktah
Seseorang dianjurkan untuk berhenti sejenak jika membaca lantas menemukan tulisan saktah pada ayat. Berhenti tanpa nafas sejenak.
Berhenti sejenak tanpa nafas
Tanda سكتة
Demikian beberapa tanda waqof, semoga ada kemudahan mengetahui tempat-tempat berhenti ketika membaca al-Qur'an. Semog bermanfaat. Adapun contoh-contoh waqof akan diuraikan pada pembahasan berikutnya. Insya Allah.
Oleh: Anin Lihi
Thursday, 19 August 2021
Sifat-Sifat Huruf yang Berlawanan dan yang Tidak Berlawanan: Agar Semakin Lembut Membaca al-Qur'an
Jumlah sifat yang telah diuraikan itu ada 19 dan terbagi dua sifat. Sifat yang berlawanan dan sifat yang tidak. Sifat yang berlawanan ada 10 dan sifat yang tidak berlawanan ada 9.
19 sifat huruf ini, digolongkan menjadi dua bagian. Yaitu:
- Sifat Qawiy (sifat-sifat huruf yang kuat. Dibaca tebal, berat, nafas tertahan karena harus mengangkat lidah.
- Sifat Dha’if (Sifat-sifat huruf yang lemah. Huruf-hurufnya dibaca ringan, udara bebas keluar, dan dibaca tipis. Karena tidak harus mengangkat lidah.
1. Sifat Huruf yang berlawanan
جَهْرٌ (Terang)
هَمْسٌ (Samar)
شِدَّهْ (Kuat)
رَخَاوَةٌ (Lemah)
إِسْتِعْلَاءٌ (Terangkat)
إِسْتِفَالُ (Ke bawah)
إِطْبَاقُ (Melekat)
إِنْفِتَاحُ (Terbuka)
إِصْمَاتُ (Menahan)
إِذْلَاقُ (Ujung)
2. Sifat -sifat huruf yang tidak berlawanan
قَلْقَلَةُ (pantul)
ق ط ب ج د
لَيْنٌ (lembut)
و وْ، ي يْ
صَفِيْرٌ (desis)
ص ز س
تَوَسُّطُ (sedang)
لَنْ غمر
إِنْحِرَافُ (goncang)
ل ر
تَكْرِيْرِيْ (getar)
ر
إِسْتِطَالَةُ (memanjang)
ض
تَفَشِّيْ (Tersiar)
ش
Bukan sewaktu dibaca idzhar
غَنَّةُ (dengung)
مْ نْ ً ٍ ٌ ( tanwin)
Perhatikan Gambar Tabel Sifat Huruf Yang Berlawanan dan Yang Tidak Berlawanan di bawah ini:
Thursday, 5 August 2021
Mad Wajib Muttashil dan Mad Jaiz Munfasil
CABANG (M[A]D) FARI'
1. Mad Wajib Muttashil
Adapun arti mad wajib adalah bacaan yang wajib dibaca panjang. sedangkan Muttashil berarti tersambung. Artinya, mad dan hamzah tidak terpisah keduanya berada dalam satu kosa kata. Jatuhnya hukum bacaan mad wajib muttashil ini, yakni ketika ada bacaan mad yang bertemu dengan hamzah (ء) dalam satu kata atau kalimat. Hukumnya ditahan selama enam harokat atau ukuran panjangnya tiga alif dan bisa dibaca lima harokat atau bisa pula empat harokat. Maksudnya enam ketukan atau tiga alif. Perhatikan contoh di bawah ini. pada kata yang digaris bawahi.
وَا لسَّمَآءِ وَا لطَّا رِقِ
خُلِقَ مِنْ مَّآءٍ دَا فِقٍ
وَا لسَّمَآءِ ذَا تِ الرَّجْعِ
اٖلٰفِهِمْ رِحْلَةَ الشِّتَآءِ وَا لصَّيْفِ
2. Mad Jaidz Munfasil
Maksud mad jaidz Munfashil yaitu apabila ada mad asli (thobi’i) yang bertemu dengan huruf hamzah dilain kalimat. Artinya, hamzah yang tidak tergabung dalam satu kata tapi pada kata yang berbeda. Bunyinya ditahan selama lima ketukan atau lima harokat atau dua setengah alif. Perhatikan contoh yang digaris bawahi.
اِنَّاۤ اَعْطَيْنٰكَ الْكَوْثَرَ
اِنَّاۤ اَنْزَلْنٰهُ فِيْ لَيْلَةِ الْقَدْرِ
وَمَاۤ اَدْرٰٮكَ مَا لَيْلَةُ الْقَدْرِ
* Via Al-Qur'an Indonesia https://quran-id.com
Thursday, 29 July 2021
Bacaan Mad (panjang) dan hukum bacaan Mad Thobi'i (Asli)
Pengertian Mad
Mad secara bahasa artinya panjang. Adapun pengertian lainnya, mad adalah memanjangkan suara huruf mad. Dapatpula dipahami sebagai bunyi huruf yang dibaca panjang sesuai ketentuan madnya dua harokat atau empat harokat.
Pembagian Mad
Mad terbagi dua hukum bacaan. Yaitu; Mad Thabi’i (mad asli) dan mad fari’ (cabang mad atau turunan mad).
Mad Thabi’i
Mad thabi’i ditandai dengan huruf alif ا, ya’ ي dan wawu و. Adapun bacaan mad alif jatuh setelah harokat fathah. Contohnya, مَا دَانَا . Sedangkan ya’ ي jatuh setelah kasroh dan yanya dalam posisi sukun (mati). Contohnya, بِيْنَا ثَقِيْلَ نَصِيْرَ دَلِيْلَا كَرِيْماَ. Kemudian wawu وَ sukun (mati) jatuh setelah dhomma. Contohnya, أُوْتِيَ نُوْ حِيْحَ قُوْتِلَ.
Bacaan mad thobi’i ini, melahirkan cabang bacaan mad yang disebut sebagai mad fari’. Hal ini terjadi karena sebab-sebab atau pegaruh-pengaruh tertentu. Mad fari’ juga terbagi beberapa mad, semua terdiri empat belas bacaan mad. Insya Allah sebagian saya telah uraikan pada link https://www.aninlihi.com/2021/07/pengertian-bacaan-mad-panjang-dan-mad.html
Wednesday, 28 July 2021
Hukum AL Ta'rif dan Hukum Membaca Lam Jalaalah dan Ro' (Agar tidak salah membaca kalimat Allah dan alif Lam)
Hukum al-Ta’rif
Adapun maksud al-Ta’rif yaitu jika al-Ta’rif yang bersambung dengan kalimat isim (kata benda). Maka akan timbul dua bacaan. Bacaan tersebut adalah sebagai berikut:
Idgham Syamsiyyah
Apabila ada al-Ta’rif yang sambung dengan huruf syamsiyyah di bawah ini. Maka itulah yang dimaksud idgham syasiyyah. Inipula yang dimaksud alif lam Samsiyyah.
ت ث د ذ ر ز س ش ص ض ط ظ ل ن
Contoh dapat dilihat di bawah ini.
وَالْتِّبْنِ اَلدُّ نْيَا وَالصَّلَاةُ اَلصَّلَوَاةُ والشَّمْسُ
Perhatikan pada alif dan lamnya.
Idzhar Qamariyyah.
Adapun maksud dari idzhar qomariyyah yakni ketika al-Ta’rif yang bersambung dengan huruf qamariyyah. Ini yang dimaksud alif lam Qamariyyah.
ب ج ح خ ع غ ف ق ك م و ه ء ي
اَلْحَمْدُ وَالْحَمْدُ وَالْقَمَرُ وَالْبَرَدُ اَلْغَفُوْرُ اَلْقَوِيُّ وَالْبَصَرُ
Hukum Lam Jalaalah dan Ro’
Hukum Lam Jalaalah
Adapun yang dimaksud dengan lam jalaalah adalah lafadz Allah الله. Hukum ini terbagi dua model bacaan, yaitu dibaca tebal dan tipis. Simak penjelasan detailnya.
Dibaca tafkhim (tebal)
Dibaca tebal biasa kita kenal dengan kata tafkhim dalam bahasa arab. Lam jalaalah dibaca tafkhim (tebal) ketika didahului harokat fathah dan dhommah.
Misalnya:
Ketika didahului harakat fathah
وَاللهِ تَ اللهِ إِلَّاللهِ شَفَكَ اللهِ
إِنَّ اللهِ
Ketika didahului harokat dhommah
دِنُ اللهِ نَصْرُ اللهِ رُحُ اللهِ
Ingat, yang harus diperhatikan adalah huruf yang berharakat fathah atau dhommah bertemu dengan kalimat Allah.
Dibaca Tarkik (tipis)
Adapun bacaan lam jalalah secara tarkik (tipis) yakni ketika kalimat Allah didahului harokat kasroh. Misalnya lillaahi. Lihat contoh pada tabel dibawah ini:
Ketika didahului harakat kasrah
لِ اللهِ فِ اللهِ بِ اللهِ
Hukum Ro’ terbagi dua, yaitu Ro’ tafkhim dan Ro’ tarkik.
Ro’ tafkhim (ro’ yang dibaca tebal)
Ro’ yang berharokat fathah atau fathahtain. Contohnya, .أَلَمْ تَرَ رَبَّنَا خَيْرًا
Ro’ yang berharokat Dhommah atau dhommatain. Contohnya,كَبِيْرٌ اَلْكَبِيْرُ .
Ro’ Sukun yang didahului fathah atau dhommah. Contohnya, مَرْسَلَ مَرْحَلَ أَرْسَلَ .
Ro’ Sukun yang didahului kasroh dan Dhommah. Contohnya
Ro’ sukun yang yang didahului kasroh yang bertemu huruf-huruf isti’la’. Adapun huruf isti’la’ adalah sebagai berikut; خ ص ض غ ط ق ظ.
Ro’ yang dibaca tarkik (tipis)
Simak penjelasannya di bawah ini:
Ro’ yang berharokat kasroh atau kasrotain. Contohnya,
رِحْلَهْ خُسْرٍ رِجْسٌ
Ro’ sukun yang didahului kasrah dalam satu kalimat yang tidak bertemu dengan huruf isti’la’. Artinya selain huruf isti’la’. Contohnya,
مِرْفَقَ مِرْوَحْ فِرْعَوْنَ
Ro’ mati karena waqof yang didahului ya’ mati. Contohnya, خَيْرٌ بَصِيْرٌ نَصِيْرٌ
Semua Ro’ yang mati (karena waqaf) baik Ro berharokat fathah, dhommah atau kasroh selama tidak jatuh setelah fathah atau dhommah. Contohnya,
سِحْرُ سَرَاءِرْ
Ro’ mati jatuh setelah harokat kasroh meskipun bertemu dengan huruf isti’la’ tetapi bukan dalam satu kalimat. Contohnya,
وَلَاتُصَعِّرْخَدّكَ
Tuesday, 27 July 2021
Hukum Qalqalah, Hukum Ghunnah dan Hukum Idgham,
Hukum Qalqalah
Adapun arti qalqalah yaitu memantulkan bunyi huruf qalqalah ketika dalam keadaan sukun (mati). Huruf qalqalah ada enam yaitu ق ط ب ج د . qalqalah terbagi dua, kubra dan shughra. Penjelasannya sebagai berikut:
Qalqala Kubra (besar)
Apabila huruf qalqalah sukun (mati) karena bertemu dengan waqaf.
Qalqalah shughra (Kecil)
Arti qalqalah sughra yaitu huruf qalqalah yang belum bertemu dengan waqaf. Biasanya masih berada dalam bagian tengah kata atau kalimat.
Contohnya:
يَقْرَأُ يَبْصَرُ يَبْخَلُ يَطْهَرُ يَجْعَلُ يَدْعَرُ
مَدْ رَسَةٌ أَبْ وَابٌ إِجْأَلْ
Hukum Ghunnah
Adapun maksud dari Ghunnah yaitu membunyikan suara huruf disertai dengan dengung. Hurufnya ada dua yakni nun dan mim yang bertasydid. Contohnya nun dan mim.
( نّ مّ ) أَنَّ إِنّ أُنَّ ثُمَّ هُمَّ كُمَّ كُنَّ
Hukum Idgham
Adapun arti idgham yaitu bercampurnya dua huruf yang sama. Yang pertama hurunya mati yang kedua hidup. Sehingga kedua huruf itu seperti satu huruf yang bertasdid.
Bacaan idgham ini terbagi tiga hukum. Yaitu sebagai berikut:
Idgham Mutamastilain
Yakni memasukan dua huruf yang sama. Huruf pertama mati dan huruf kedua hidup. Maksudnya, apabila ada dua huruf yang sama baik maghraj dan sifatnya.
Contoh:
إِضْرِبْ بِعَصَاكَ، يُسْرِفْ فِ الْقَتْلِ ،
وَقَدْ دَخَلُوْا، رَبِحَتْ تِجَارَتُهُمْ
Ingat, perhatikan pada huruf yang digaris bawahi. Itulah yang dimaksud idgham mutamatsilain.
Idgham Mutaqarribain
Adapun yang dimaksud dengan Idgham Mutaqarribain yaitu memasukan dua huruf yang saling berdekatan. Maksudnya apabila ada dua huruf yang berdekatan baik maghraj maupun sifatnya. Artinya, tempat keluar hurufnya sama dan bunyi sifatnya juga sama.
Contoh:
ق-ك = أَلَمْ نَخْلُقْكُمْ ل-ر = قُلْ رَبِّ
Ingat, perhatikan pada huruf yang digaris bawahi. Itulah yang dimaksud idgham mutaqarribain.
Idgham Mutajannisain
Arti pembahasan ini yaitu memasukan dua huruf yang sejenis tapi tak sama. Maksudnya, ketika ada huruf yang maghrajnya sama, tetapi sifatnya berbeda.
ت-ط = قَالَتْ طَائِفَةٌ ط-ت = لَئِنْ بَسَطْتَ
ت-د = أَثْقَالَتْ دَعْوَتُ
Monday, 26 July 2021
MIM MATI dan HUKUM-HUKUM BACAANNYA (idgham mimy, ikhfa syafawi dan idzhar syafawi)
Mim Sukun (Mati)
Hukum mim mati terbagi atas tiga model bacaan. Sebagaimana akan saya uraikan pada pembahasan di bawah ini.
Idgham mimy
Arti idgham mimy adalah memasukan mim sukun disertai dengan dengung. Hukum bacaan ini dibunyikan ketika mim sukun bertemu dengan mim.
مْ ketemu م
Contoh
لَهُمْ مَا يَتَّقُوْن كُنْتُمْ مُسْلِمِيْنَ
Ikhfa Syafawi
Adapun pengertian ikhfa syafawi yaitu menyamarkan suara mim mati مْ yang disertai dengung. Ditandai mim mati ketemu baب . Adapun bunyi bacaan ini ditahan selama dua harokat atau dua ketukan. Mulut agak terbuka.
مْ ketemu ب
Contoh
وَمَاهُمْ بِخَارِجِيْنَ وَزَوَّجْنَهًمْ بِحُوْ رٍ عِيْنَ تَرْمِيْهِمْ بِحِجَارَةٍ فَبَشِّرْهُمْ بِعَذَابٍ عَلِيْمٍ
Idzhar Syafawi
Adapun arti idzhar syafawi adalah membunyikan suara mim sukun yang bertemu dengan huruf selain mim dan ba’. Tetap dibaca jelas.
Contoh
هُمْ نَا ئِمُوْنَ أًنْتُمْ دَا خِرُوْنَ أَمْ لَمْ تُنْذِرْهُمْ
Hukum Nun Sukun dan Tanwin (Idgham bighunna dan bilaguunna, Iqlab, idzhar dan ikhfa'
Hukum nun sukun dan tanwin terbagi menjadi lima model bacaan. Inilah yang kami maksud sebagai ahkam al-huruf. Yaitu; Idgham bighunna, Idgham Bilaghunna, Iqlab, Idzhar, dan Ikhfa’. Masing-masing kelima hukum bacaan ini tertimbang dengan nun sukun dan tanwin.
Jadi, apabila ada nun sukun dan tanwin bertemu dengan idgham bighunna maka dibaca dengan mendengung, kalau idgham bila ghunna tidak boleh mendengung, kalau iqlab membalik, kalau idzhar dibunyikan dengan jelas, dan ikhfa dengan samar. Adapun penjelasan detailnya ada di bawah ini:
Idgham Bighunna
Idgham bighunna artinya memasukan huruf yang disertai dengan dengung. Hurufnya terbagi empat, ada م , ن ,ي , .وJika keempat huruf ini didahului oleh nun sukun dan tanwin atau dengan kata lain apabila nun sukun dan tanwin bertemu dengan salah satu dari ketiga huruf ini م , ن ,ي,و maka bunyi bacaannya didengungkan. Bunyinya ditahan selama dua harokat atau dua ketukan.
(نْ /
Bertemu dengan
م , ن ,ي, و
Contoh:
فَتْحًا مُبِيْنًا =
قُوَّةٍ وَلَا نَا صِرْ
وُجُوْهٌ يَوْمَ إِذٍ نَّاءِمَةٌ
لِمَنْ يَرَى = نْ
Ingat, yang diperhatikan adalah nun sukun atau tanwin bertemu dengan keempat huruf yang sudah saya uraikan dan tuliskan pada contoh di atas.
Idgham bilaghunna
Arti dari hukum ini yakni memasukkan bunyi huruf tanpa disertai dengan dengung. Hurufnya ada dua .ل ر Apabila nun sukun atau tanwin bertemu dengan kedua huruf ini. Maka tidak boleh didengungkan. Seakan-akan langsung masuk ke hurufnya. Artinya, hanya bunyi huruf lam dan ro saja yang terdengar.
(نْ /
Bertemu dengan
ل ر
Contoh:
مِنْ لَدُ نْكَ ذُرِّيَّةً = نْ
= غَفُوْ رٌرَحِيْمِ
Ingat, yang diperhatikan adalah nun sukun atau tanwin bertemu dengan kedua huruf yang sudah saya uraikan dan tuliskan sebagaimana contoh yang saya garis bawahi.
Iqlab
Iqlab Arti harfiahnya membalik. Arti lainnya adalah membunyikan huruf nun sukun atau tanwin dengan bunyi mim yang disertai dengung. Hurufnya ada satu .ب Bunyinya dapat dilakukan ketika nun sukun atau tanwin bertemu dengannya. Dibaca dengan cara menutup bibir dan ditahan selama dua harakat atau dua ketukan.
(نْ /
Bertemu dengan
ب
Contoh:
مِنْ بَعْدِهِمْ نْ =
= مِنْ بَأْسٍ
= عَلِمٌ بِذَاتِ الصُّدُورِ
=أَوَّلَ كَا فِرٍ بِهِ
Idzhar
Secara harfiah izhar berarti jelas. Arti lainya yaitu membunyikan huruf dengan suara jelas tanpa disertai dengan dengung. Huruf idzhar yaitu semua huruf yang ada di tenggorokan أ ه ح ع غ خ terdiri enam huruf.
(نْ /
Bertemu dengan
أ ه ح ع غ خ
Contoh:
مَنْ أ مَنَ = نْ
= غَفُوْرٌحَلِيْمٌ
Ikhfa’
Arti harfiahnya bermakna samar. Arti lainnya yakni menyamarkan bunyi nun sukun atau tanwin dengan disertai dengung.
(نْ /
Bertemu dengan
ت ث ج د ذ ز س ش ص ض ط ظ ف ق ك
Contoh:
وَأَنْتُمْ مُسْلِمُوْنَ = نْ
عَلَيْكَ قَوْلًاثَقِيْل
مَنْ جَا ءَ بِ الْحَسَنَةِ
عِنْدَ رَبِّك
غَفُوْرٌشَكُوْرٌ=
يَتِيْمًا ذَا مَقْرَبَةٍ =
Lagi-lagi yang harus diperhatikan adalah nun suku atau tanwin yang bertemu dengan beberapa huruf ikhfa’ di atas.
Pengertian Ahkam Al-Huruf, nun sukun dan tanwin
Yang dimaksud dengan ahkam al-Huruf adalah hukum-hukum membaca huruf. Dengan kata lain, yakni hukum membaca al-Qur’an. Sehingga bunyi bacaan al-Qur’an menjadi indah.
Ahkam tidak bisa dipisahkan dengan maghraj al-huruf. Keduanya saling berkait. Jadi tidak dibenarkan seseorang hanya mempelajari hukum lalu tidak mau mempelajari makhrojnya.
Ahkamul huruf terbagi atas beberapa hukum bacaan, masing-masing sudah sesuai dengan rumusnya.
nun sukun dan Tanwin
Nun sukun dan tanwin ada dalam melafalkannya. Bukan pada tulisannya. Walaupun, tulisan penting dari sisi simbol untuk mempermudah kita dalam mengingat bacaan nun sukun dan tanwin.
Lebih detailnya kedua pengertian di atas, akan dibahas dalam artikel Hukum nun sukun dan tanwin pada pembahasan selanjutya.
Sunday, 25 July 2021
Sifat-Sifat Huruf : Pengertian Umum dan Khusus disertai Contoh
Sifat al-Huruf
1. Pengertian sifat al-huruf Secara Umum
Sifat menurut bahasa adalah sesuatu yang melekat atau menetap pada sesuatu yang lain. Sifat huruf sangat berhubungan erat dengan makhraj. Sebab makhraj merupakan standar penentuan sifat huruf.
2. Pengertian sifat-sifat al-huruf
a. Al-jahr (Tampak atau terang)
Cara membacanya Nafas tertahan ketika mengucapkan huruf. Karena kuatnya tekanan huruf pada makhrajnya.
Huruf
Contoh
عَظُمَ وَزْنُ قَا رِ ئٍ ذِيْ غِض جِدَّ طَلَبَ
ق = بَقْ
ج = بَجْ
ظ = بَظْ
b. Al-Hams (Samar atau tidak terang)
Cara membacanya Nafas terlepas atau berjalan ketika mengucapkan huruf karena lemahnya tekanan huruf pada makhrojnya.
Huruf
Contoh
فحثه شخص سكت
س = بَسْ
ص = بَصْ
ش = بَشْ
c. As-Syiddah (Kuat)
Suara tertahan atau tidak berjalan ketika mengucapkan huruf karena sempurnanya tekanan huruf pada makhrojnya.
Huruf
Contoh
أجد بكت قط
ح = بَحْ
غ = بَغْ
ك = بَكْ
d. Ar-Rokhowah (Lemah kendor)
Suara terlepas atau berjalan bersama huruf, karena lemahnya tekanan huruf pada makhrojnya.
Huruf
Contoh
خُذْ غِثَّ حَظَّ فُضَّ شَوْ صَ زِيْ سَاهٍ
خ = بَخْ
غ = بَغْ
ذ = بَذْ
e. At-Tawassut (Tengah atau sedang).
Suara tengah-tengah antara syiddah dengan rokhowah atau antara tertahan dengan terlepas ketika mengucapkan huruf.
Huruf
Contoh
لن عمر
ع = بَعْ
ل = بَلْ
ن = بَنْ
f . Al-Isti’la’ (Naik atau terangkat)
Lidah terangkat naik ke langit-langit mulut ketika mengucapkan huruf.
Huruf
Contoh
خُصَّ ضَغْطٍ قِظْ
خ = بَخْ
ض = بَضْ
ق = بَقْ
g. Al-Istifaal (menurun)
Lidah ke bawah atau turun ke dasar mulut ketika mengucapkan huruf.
Huruf
Contoh
ثَبَتَ عِزُّ مَنْ يُجَوِّدُ حَرْفَهُ إِذْ سَلَّ شَكَا
ص = بَصْ
ذ = بَذْ
ث = بَثْ
h. Al-Ithbaq (Melekat atau bertemu)
Pangkal lidah dan lidah bagian tengah bertemu dengan langit-langit mulut ketika megucapkan huruf.
Huruf
Contoh
صَ ضَ طَ ظَ
مطبقة
ص = بص
ض = بض
ط = بط
i. Al-Infitah (Terpisah)
Lidah merenggang dari langit-langit mulut ketika mengucapkan huruf sehingga angin atau nafas keluar lewat bagian tengah mulut.
Huruf
Contoh
مَنْ أَخَذَ وَجَدَ سَعَةً فَزَكَا حق لَهُ شُرْ غِيْثٍ
ج = بج
س = بس
j. Al-Idzlaaq (Ujung)
Keluar dari ujung lidah atau ujung bibir, karenanya cepat terucapkan.
Huruf
Contoh
فِرْ مِنْ لُوْبٍ
ل = بل
ن = بن
م = بم
k. Al-Ismaats (Terpisah)
Lawan dari idzlaq, tiap perkataan Arab yang huruf asalnya lemah kendor dan tengah sedang.
Huruf
Contoh
ج
ص
ع
ج = بج
ص = بص
ع = بع
k. As-Sofiir (Desis atau seperti siul ular)
Berdesis atau bersiul.
Huruf
Contoh
ص
ز
ص = بص
ز = بز
l. Al-Qalqalah (Guncang, bergerak dan pantul)
Makhraj terguncang ketika mengiucapkan huruf, sehingga terdengar pantulan suara yang kuat.
Huruf
Contoh
قطبجد
ط = بط
ق = بق
ب = بب
m. Al-Layyin (lembut/lunak)
Mengeluarkan huruf dengan lembut atau lunak tanpa paksaan.
Huruf
Contoh
و
ي
و = بو
ي = بي
n. Al-Inhiraaf (Goncang)
Hurufnya condong setelah keluar ke ujung lidah. Lam condong ke ujung lidah, Ro’ condong ke punggung lidah serta sedikit ke arah lam.
Huruf
Contoh
ل
ر
ل = بل
ر = بر
o. At-Takriir (terulang-ulang atau bergetar)
Ujung lidah bergetar sedikit ketika mengucapkan huruf Ro’.
Huruf
Contoh
ر
ر = بر
p. At-Tafasyii (Meluas atau tersiar)
Meratanya angin dalam mulut ketika mengucapkan huruf syin hingga bersambung dengan makhraj dzal.
Huruf
Contoh
ش
ش = بش
q. Al-Isthithoolah (memanjang)
Memanjangkan suara Dhod pada makhrajnya. Yaitu permulaan tepi lidah hingga penghabisannya (sambung dengan makhraj lam).
Huruf
Contoh
ض
ض = بض
r. Al-Ghunnah (Dengung)
Suara dengung. Anak hidung tersusun dalam tubuh nun dan mim. Ini adalah sifat yang tetap bagi kedua huruf ini. Hanya saja ketika idgham lebih kuat dari sukun, ketika sukun lebih kuat daripada saat huruf hidup.
Huruf
Contoh
نّ
إِنَّ ظَنَّ بمْمَّ
مّ
إِمَّ
ثُمَّ
Makhaarijul Huruf. Tentang Asyfatain (dua bibir) dan al-Khousyu (Janur Hidung). Pembahasan Ke 3 dan 4
Oleh Anin Lihi
Al-Syafatain (Dua Bibir)
Terdiri empat huruf ( ف م ب و) Huruf yang keluar dari kedua bibir terbagi atas dua tempat. Dua tempat tersebut adalah sebagai berikut:
Fa’ (ف) keluar dari dalamnya bibir bagian bawah bekerjasam dengan dua gigi depan bagian atas. Posisi bibir agak mundur ke belakang kemudian maju ke depan dan kedua bibir menempel.
فَافًا وَلِفَفْنَ مِنَ الْمُفْنِ مَفِيْفًا فَنِفَا
Bacalah berulang-ulang sampai mahir dan dihapal.
Wawu (و), Ba (ب) dan Mim (م) keluar dari penguncapannya mirip dengan huruf fa’ keluar dari antara dua bibir. Huruf Wawu (و) dengan bibir terbuka. Sedangkan Ba (ب) dan Mim (م) dengan bibir membungkam.
بَابًا وَلِبَبْنَ مِنَ الْمُبْنِ مَبِيْبًا بَنِبَا
Bacalah berulang-ulang sampai mahir dan dihapal.
مَامًا وَ لِمَمْنَ مِنَ الْمُنْنِ مَنِيْنًا نَنِنَا
Bacalah berulang-ulang sampai mahir dan dihapal.
وَوًا وَلِوَوْنَ مِنَالمُنْوِ مَوِيْوًا وَنِوَا
Bacalah berulang-ulang sampai mahir dan dihapal.
Al-Jauf (Lubang Mulut) yaitu tempat keluarnya huruf mad. Alif (أ) jatuh setelah fathah (َ), wawu mati (وْ) setelah dhommah (ُ) dan ya’ (يْ) mati setelah kasrah (ِ), tempat keluar huruf-huruf ini di bagian tengah mulut.
Ayo latihan:
alif (أ) jatuh setelah fathah (َ)
بَا بَا بَا تَا تَا تَا نَا تَا نَا نَا ما يَا لَا مَا كَا
coba buat contoh dengan huruf yang lain kemudian baca sesuai contoh di atas.
wawu mati (وْ) setelah dhommah (ُ)
أُوْ بُوْ تُوْ بُوْ مُوْلُوْ مُوْكَ مُوْ قُوْ لُوْ سُوْ يُوْ
Coba buat contoh dengan huruf yang lain kemudian baca sesuai contoh di atas.
ya’ (يْ) mati setelah kasrah (ِ)
إِيْبِيْ لِيْلِيْ إِيْنِيْ نِيْنِيْ مِيْمِيْ مِيْنِيْ كِيْكِيْ حٍيْحِيْ
coba buat contoh dengan huruf yang lain kemudian baca sesuai contoh di atas.
Ketiga huruf menjadi timbangan atau rumus penggunaan mad. Atau dengan kata lain disebut mad ashli.
Al-Khoisyum (Janur Hidung)
Bacaan al-Khoisyum berfungsi untuk mengeluarkan huruf ghunnah (dengung). Yaitu: Mim (م), Nun (ن), dan tanwin ( ). Bunyinya akan jelas ketika dipakai untuk membaca bacaan ikhfa dan idgham ma’al ghunna.
Demikianlah beberapa penjelasan tentang makhaarij al-Huruf. Semoga Allah SWT memberikan kita kemudahan dalam mempelajari huruf-huruf dalam al-Qur’an. Dan senantiasa terbimbing dalam kebenaran membacanya.
Makhaarijul Huruf (tempat-tempat keluarnya huruf) Tentang Harful Lisan (Huruf yang keluar dari lidah). Pembahasan ke 2.
Oleh: Anin Lihi
Huruf yang keluar dari lidah terdiri 18 huruf dan dibagi menjadi empat tempat keluar.
Aqsha al-Lisaan
Huruf yang keluar dari pangkal, pokok atau pondasi lidah. Hurufnya ada qof ق dan kaf ك.
Huruf qaf keluar dari pokok lidah mengarah ke atas (telak lidah) dan dekat dengan tenggorokan. Bunyi hurufnya membulat. Kaf keluar dari pokok lidah mengarah ke bawah. Ia dibawah qof. Bunyi hurufnya merata.
Ayo latihan:
قَا قًا وَ لِقَقْنَ مِنَ الْمُقْنِ مَقِيْقًا قَنِقَا
Bacalah berulang-ulang hingga mahir.
كَا كًا وَ لِكَكنَ مِنَ الْمُكْنِ مَكِيْكًا كَنِكَا
Kedua huruf ini disebut lahwiyyah (sebangsa telak lidah).
Wasath al-Lisaan (tengah lidah)
Terdapat tiga huruf, yakni: Jim ج, Syin ش, Ya’ ي. Ketiga huruf ini, keluar dari bagian tengah lidah dan mengarah atau menempati telak atas.
Ayo Latihan:
جَاجًا وَ لِجَجْنَ مِنَ الْمُجْنِ مَجِيْجًا جَنِجَا
Ulang-ulangi sampai lancar dan benar. Jangan lanjut pelajaran berikutnya kalau belum lancar dan benar.
شَاشًا وَ لِشَشْنَ مِنَ الْمُشْنِ مَشِيْشًا شَنِشَا
Ulang-ulangi sampai lancar dan benar. Jangan lanjut pelajaran berikutnya kalau belum lancar dan benar.
يَا يًا وَ لِيَيْنَ مِنَ الْمُيْنِ مَيِيْيًا يَنِيَا
Ulang-ulangi sampai lancar dan benar. Jangan lanjut pelajaran berikutnya kalau belum lancar dan benar.
Ketiga huruf ini biasa disebut huruf syajariyyah (Sebangsa tengah lidah).
Hafah al-Lisaan (tepi lidah)
Hurufnya satu yaitu .ض huruf ini keluar dari tepi kanan atau kiri lidah bagian tengah dan mengarah ke gigi geraham. Bisa pula kedua tepi lidah. Namun, yang paling banyak digunakan oleh para qari’ disebelah kiri. Sebab, disebelah kanan agak sulit digunakan. Huruf ini, biasa disebut huruf janbiyyah (sebangsa tepi lidah).
Ayo latihan:
ضَا ضًا وَ لِضَضْنَ مِنَ الْمُضْنِ مَضِيْضًا ضَنِضَا
Ulang-ulangi sampai lancar dan benar. Jangan lanjut pelajaran berikutnya kalau belum lancar dan benar.
Huruf ini disebut huruf janbiyyah (sebangsa tepi lidah).
Thorf al-Lisan (ujung lidah)
Terdiri 12 huruf dan dikelompokkan menjadi empat bagian.
Dzalqiyyah (Sebangsa ujung lidah)
Hurufnya ada tiga.
a.1. huruf lam ل, keluar dari tepi kanan atau kiri bagian ujung lidah. Terletak setelah makhraj ض hingga ke ujung lidah dan menepati langit-langit mulut yang atas.
لَا لًا وَ لِلَلْنَ مِنَ الْمُلنِ مَلِيْلًا لَنِلَا
Ulang-ulangi sampai lancar dan benar. Jangan lanjut pelajaran berikutnya kalau belum lancar dan benar.
b.1. huruf ن keluar dari ujung lidah, berada di atasnya ل.
نَانًا وَ لِنَنَّ مِنَ الْمُنْنِ مَنِيْنًا نَنِنَا
Ulang-ulangi sampai lancar dan benar. Jangan lanjut pelajaran berikutnya kalau belum lancar dan benar.
c.1. Huruf Ro’ .ر huruf ini keluar dari ujung lidah namun sedikit ke dasar lidah.
رَ ارًاوَ لِرَ رْ نَ مِنَ لْمُرْ نِ مَرِ يْرًا رَ نِرَا
Ketiga huruf ini, biasa disebut huruf Dzalqiyyah (sebangsa ujung lidah).
Asaliyyah (runcing lidah)
Terdiri huruf س ز ص ketiga huruf ini keluar dari ujung lidah sejajar denga gigi taring.
Ayo latihan:
سَاسًا وَ لِسَسْن مِنَ الْمُسْنِ مَسِيْسًا سَنِسَا
Bacalah berulang-ulang sampai mahir dan dihapal.
زَا زًا وَ لِزَزْنَ مِنَ الْمُزْنِ مَزِيْزًا زَ نِزَا
Bacalah berulang-ulang sampai mahir dan dihapal.
صِا صًا وَ لِصَصْنَ مِنَ الْمُصْنِ مَصِيْصًا صَنِصَا
Bacalah berulang-ulang sampai mahir dan dihapal.
Litsawiyyah (Sebangsa gusi)
ظ ذ ث ketiga huruf ini keluar dari ujung lidah searah dengan gigi taring dan menempel pada gigi taring bagian atas dan ujung lidah menempel pada gigi depan bagian dalam.
Ayo latihan:
ظَاظًا وَ لِظَظْنَ مِنَ المُظْنِ مَظِيْظًا ظَنِظَا
Bacalah berulang-ulang sampai mahir dan dihapal.
ذَاذًا وَلِذَذْنَ مِنَ الْمُذْنِ مَذِيْذًا ذَ نِذَا
Bacalah berulang-ulang sampai mahir dan dihapal.
ثَاثًا وَلِثَثنَ مِنَ الْمُثْنِ مَثِيثًا ثَنِثَا
Bacalah berulang-ulang sampai mahir dan dihapal.
Ingat, jangan tergesa-gesa, untuk pindah ke huruf berikutnya bacalah perlahan-lahan sampai lancar. Bersabar karena usaha tidak akan sia-sia dihadapan Allah SWT.
Nath’iyyah (Sebangsa kulit gusi)
ت د ط ketiga huruf ini keluar dari ujung lidah dan pokok dua gigi bagian atas. Menempel dengan dua gigi lebar atas bagian depan.
طَاطًا وَ لِطَطْنَ مِنَ الْمُطْنِ مَطِيْطًا طَنِطَا
Bacalah berulang-ulang sampai mahir dan dihapal.
دَادًا وَلِدَدْنَ مِنَ الْمُدْنِ مَدِيْدًا دَنِدَا
Bacalah berulang-ulang sampai mahir dan dihapal.
تَاتًا وَ لِتَتْنَ مِنَ الْمُتْنِ مَتِيْتُا تَنِتَا
Bacalah berulang-ulang sampai mahir dan dihapal.
Saturday, 24 July 2021
Makhaarij al-Huruf (Tempat-Tempat Keluarnya Huruf). Tentang Al-Halq (Huruf Yang Keluar dari Tenggorokan) Pembahasan 1.
Anin Lihi
Alangkah bagusnya, mempelajari tajwid dimulai dari makhaarij al-Huruf. Sebab, seseorang bisa melantunkan bacaan dengan baik kalau mengetahui bunyi huruf-huruf dan tempat keluarnya. Dan untuk bisa menggunakan hukum-hukum bacaan dengan baik jika seseorang sudah memahami makhraj hurufnya. Namun, sebelum melanjutkan pada inti pembahasan, perlu dipahami artinya. Arti Makhaarij al-Huruf yaitu tempat-tempat keluarnya huruf. Berdasarkan pengertian ini, huruf-huruf tidak boleh diucapkan semau pembacanya. Setiap huruf harus diketahui dimana letak dan mimik yang harus dilakukan.
Adapun makhaarij al-huruf terbagi atas 17 tempat. Namun, secara garis besar diringkas menjadi 5 tempat. Kelima tempat ini dimulai dari al-halq (tenggorokan), al-Lisaan (lidah), as-Syafatain (dua bibir), al-jauf (lubang mulut) dan al-khoisyum (janur hidung).
Al-‘Halq (tenggorokan)
Huruf-huruf tenggorokan ini, terbagi atas tiga tempat yang mengeluarkan enam huruf. Yaitu:
Aqsha al-‘Halqi (tenggorokan bagian bawah atau pangkal atau pondasi, atau pokok). Huruf-hurufnya terdiri dari alif/hamzah أ dan ha .ه Kedua huruf ini, keluar dari tenggorokan paling bawah hingga mendekati dada.
Ayo Latihan:
ءَا ءً وَ لِئَئْنَ مِنَ الْمُؤْنِ مَئِيْئًا أَنِئَا
Bacalah secara berulang-ulang sampai dihafal. Cara membaca alif/hamzah dengan mulut terbuka. Begitupula huruf ha. Dan seuaikan dengan tempat keluarnya huruf.
هَا هً وَ لِهَهْنَ مِنَ الْمُهْنِ مَهِيْهًا هَنِهَا
Mengucapkan huruf ha, nafas keluar dari tenggorokan paling bawah. Dengan cara mulut agak terbuka.
Wasath al-‘Halqi
Hurufnya keluar dari tenggorokan bagian tengah. Hurunya ada ‘ain عdan ha’ ح.
Mari latihan:
عَاعًاوَلِعَعْنَ مِنَ الْمُعْنِ مَعِيْعًا عَنِعَا
Bacalah secara berulang-ulang sampai dihafal. Dan sesuaikan dengan tempat keluar hurufnya.
حَاحًاوَلِحَحْنَ مِنَ الْمُحْنِ مَحِيْحًا حَنِحَا
Adna al-‘Halqi
Hurufnya keluar dari tenggorokan bagian atas mendekati lidah. Diartikan juga dengan bagian ujung atau atas.
Terdiri huruf ‘Ghain غ dan kho’ خ.
غَاغًا وَلِغَغْنَ مِنَ الْمُغْنِ مَغِيْغًا غَنِغَا
خَاخًا وَ لِ خَخْنَ مِنَ الْمُخْنِ مَخِيْخًا خَنِخَا
Bunyi huruf ini mengarah ke depan. Bacalah secara berulang-ulang sampai dihafal. Dan sesuaikan dengan tempat keluarnya.
Keenam huruf ini, disebut dengan huruf halqiyyah (sebangsa tenggorokan).
Keutamaan Mempelajari Tajwid, Untuk Termotivasi Insya Allah
Anin Lihi
Dengan mengetahui ilmu tajwid membaca al-Qur’an insya Allah menjadi semakin bagus. Kita juga semakin terhindar dari kekeliruan. Huruf-huruf terpenuhi hak-haknya. Membacanya sesuai tempat keluarnya. Seiring ketepatan membacanya, akan benar pula makna-maknanya.
Al-Qur’an adalah kalam Allah SWT. yang membacanya akan diberi pahala berlipat ganda. Bahkan setiap huruf-hurufnya memiliki nilai pahala. Dari satu pahala dilipatgandakan menjadi sepuluh pahala. Begitulah nabi menjelaskannya kepada kita.
Nabi SAW bersabda:
عَنْ عَبْد اللَّهِ بْنِ مَسْعُودٍ رضى الله عنه يَقُولُ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- « مَنْ قَرَأَ حَرْفًا مِنْ كِتَابِ اللَّهِ فَلَهُ بِهِ حَسَنَةٌ وَالْحَسَنَةُ بِعَشْرِ أَمْثَالِهَا لاَ أَقُولُ الم حرْفٌ وَلَكِنْ أَلِفٌ حَرْفٌ وَلاَمٌ حَرْفٌ وَمِيمٌ حَرْفٌ
Artinya: “Dari Ibnu Mas’ud ra. Berkata: “Barangsiapa membaca satu huruf dari kitab Allah (al-Qur’an) makai mendapat satu kebaikan (pahala). Setiap kebaikan itu akan dilipatkan menjadi sepuluh kali lipat. Saya tidak mengatakan: “alif laam miim” (ا لم) satu huruf tetapi alif (ا) satu huruf, laam (ل) satu huruf, dan miim (م) satu huruf.” (HR. Tirmidzi. Terj. Riyadhus Shalihin. Jilid 2. h. 56).
Apalagi jika membacanya dengan suara yang merdu dan sesuai dengan tajwidnya. Maka ia akan dikumpulkan bersama para Malaikat. Dianjurkan membaca al-Qur’an dengan suara yang dimerdukan atau dibaguskan. Bahkan diancam orang yang enggan membaguskan suaranya.
Nabi SAW bersabda:
Artinya: “Dari Abu Lubabah Basyir bin ‘Abdul Mundzir ra. Bahwasannya Nabi SAW bersabda: “Barang siapa yang tidak membaguskan suaranya di waktu membaca al-Qur’an maka tidaklah termasuk golonganku.”. (HR. Abu Dawud Terj Riyadhus Shalihin. jilid 2. h. 58).
Suara yang bagus mungkin berfariasi. Bahkan kalau diukur-ukur banyak yang merasa suaranya tidak bagus. Jadi hadits ini dipahami sebagai suara yang dimaksud bukan semata-mata karena suaranya, tetapi kebagusan dalam melafalkan setiap huruf dan hukum-hukum bacaan al-Qur’an. Spebab pada hakikatnya, semua orang memiliki suara yang bagus. Suara itu cirikhas. Yang membuat bacaan-bacaan al-Qur’an tidak bagus itu terletak pada kekeliruan-kekeliruan membaca hukum-hukumnya dan kekeliruan menempatkan bunyi huruf serta seni dan lagu membacanya. Semua bisa kalau dilatih dan dibiasakan. Semua bisa kalau mau belajar dan berlatih. Tidak ada kata tidak bisa.

























