Wednesday, 28 July 2021

Hukum AL Ta'rif dan Hukum Membaca Lam Jalaalah dan Ro' (Agar tidak salah membaca kalimat Allah dan alif Lam)




Hukum al-Ta’rif

Adapun maksud al-Ta’rif yaitu jika al-Ta’rif yang bersambung dengan kalimat isim (kata benda). Maka akan timbul dua bacaan. Bacaan tersebut adalah sebagai berikut:

Idgham Syamsiyyah

Apabila ada al-Ta’rif yang sambung dengan huruf syamsiyyah di bawah ini. Maka itulah yang dimaksud idgham syasiyyah.  Inipula yang dimaksud alif lam Samsiyyah.

ت ث د ذ ر ز س ش ص ض ط ظ  ل ن

Contoh dapat dilihat di bawah ini.

وَالْتِّبْنِ     اَلدُّ نْيَا  وَالصَّلَاةُ  اَلصَّلَوَاةُ   والشَّمْسُ    


Perhatikan pada alif dan lamnya.

Idzhar Qamariyyah.

Adapun maksud dari idzhar qomariyyah yakni ketika al-Ta’rif yang bersambung dengan huruf qamariyyah. Ini yang dimaksud alif lam Qamariyyah.

ب ج ح خ ع غ ف ق ك م و ه ء ي


اَلْحَمْدُ  وَالْحَمْدُ وَالْقَمَرُ  وَالْبَرَدُ  اَلْغَفُوْرُ اَلْقَوِيُّ  وَالْبَصَرُ 




Hukum Lam Jalaalah dan Ro’

Hukum Lam Jalaalah

Adapun yang dimaksud dengan lam jalaalah adalah lafadz Allah الله. Hukum ini terbagi dua model bacaan, yaitu dibaca tebal dan tipis. Simak penjelasan detailnya.

Dibaca tafkhim (tebal)

Dibaca tebal biasa kita kenal dengan kata tafkhim dalam bahasa arab. Lam jalaalah dibaca tafkhim (tebal) ketika didahului harokat fathah dan dhommah.

Misalnya: 

Ketika didahului harakat fathah

وَاللهِ   تَ اللهِ إِلَّاللهِ   شَفَكَ اللهِ 

 إِنَّ اللهِ


Ketika didahului harokat dhommah

دِنُ اللهِ  نَصْرُ اللهِ   رُحُ اللهِ


Ingat, yang harus diperhatikan adalah huruf yang berharakat fathah atau dhommah bertemu dengan kalimat Allah.

Dibaca Tarkik (tipis)

Adapun bacaan lam jalalah secara tarkik (tipis) yakni ketika kalimat Allah didahului harokat kasroh. Misalnya lillaahi. Lihat contoh pada tabel dibawah ini:

Ketika didahului harakat kasrah

لِ اللهِ  فِ اللهِ  بِ اللهِ  




Hukum Ro’ terbagi dua, yaitu Ro’ tafkhim dan Ro’ tarkik.

Ro’ tafkhim (ro’ yang dibaca tebal)

Ro’ yang berharokat fathah atau fathahtain. Contohnya, .أَلَمْ تَرَ  رَبَّنَا  خَيْرًا

Ro’ yang berharokat Dhommah atau dhommatain. Contohnya,كَبِيْرٌ  اَلْكَبِيْرُ   .

Ro’ Sukun yang didahului fathah atau dhommah. Contohnya, مَرْسَلَ مَرْحَلَ   أَرْسَلَ  .

Ro’ Sukun yang didahului kasroh dan Dhommah. Contohnya

Ro’ sukun yang yang didahului kasroh yang bertemu huruf-huruf isti’la’. Adapun huruf isti’la’ adalah sebagai berikut; خ ص  ض غ ط ق ظ.

Ro’ yang dibaca tarkik (tipis)

Simak penjelasannya di bawah ini:

 Ro’ yang berharokat kasroh atau kasrotain. Contohnya, 

رِحْلَهْ   خُسْرٍ  رِجْسٌ

Ro’ sukun yang didahului kasrah dalam satu kalimat yang tidak bertemu dengan huruf isti’la’. Artinya selain huruf isti’la’.   Contohnya,

 مِرْفَقَ  مِرْوَحْ   فِرْعَوْنَ  

 Ro’ mati karena waqof yang didahului ya’ mati. Contohnya, خَيْرٌ   بَصِيْرٌ  نَصِيْرٌ 

Semua Ro’ yang mati (karena waqaf) baik Ro berharokat fathah, dhommah atau kasroh selama tidak jatuh setelah fathah atau dhommah. Contohnya,

  سِحْرُ  سَرَاءِرْ 

 Ro’ mati jatuh setelah harokat kasroh meskipun bertemu dengan huruf isti’la’ tetapi bukan dalam satu kalimat. Contohnya,

 وَلَاتُصَعِّرْخَدّكَ

Previous Post
Next Post

aninlihiofficial merupakan blog yang berkonsetrasi dalam bidang keilmuan, Budaya dan dakwah. dengan menyampaikan satu dua ayat. sebagaiman qaul yang sudah umum diketahui "balighu ani walau ayah" sampaikan walaupun satu ayat. mungkin satu ayat itu dimata orang kecil, tapi yakinlah hanya menyebar satu ayat itu saja sebenarnya hasil kebaikannya sudah berlipat ganda bagi orang yang menyebarkan. olehnya itu, penyebaran kebaikan yang sedikit ini, semoga menjadi amal yang belipat ganda disisi Allah swt

0 comments: