Friday, 17 October 2025

Dzikir Setelah Sholat Sesuai Sunnah Rasulullah

 

أَسْتَغْفِرُ اللهَ 


“Aku minta ampun kepada Allah,” (3x). 

  اَللَّهُمَّ أَنْتَ السَّلاَمُ، وَمِنْكَ السَّلاَمُ، تَبَارَكْتَ يَا ذَا الْجَلاَلِ وَاْلإِكْرَامِ

“Ya Allah, Engkau pemberi keselamatan, dan dari-Mu keselamatan, Maha Suci Engkau, wahai Tuhan Pemilik Keagungan dan Kemuliaan.”

لاَ إِلَـهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ، لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرُ، اَللَّهُمَّ لاَ مَانِعَ لِمَا أَعْطَيْتَ، وَلاَ مُعْطِيَ لِمَا مَنَعْتَ، وَلاَ يَنْفَعُ ذَا الْجَدِّ مِنْكَ الْجَدُّ

“Tiada Rabb yang berhak disembah selain Allah Yang Maha Esa, tidak ada sekutu bagi-Nya. Bagi-Nya puji dan bagi-Nya kerajaan. Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu. Ya Allah, tidak ada yang mencegah apa yang Engkau berikan dan tidak ada yang memberi apa yang Engkau cegah. Tidak berguna kekayaan dan kemuliaan itu bagi pemiliknya (selain iman dan amal shalihnya yang menyelamatkan dari siksaan). Hanya dari-Mu kekayaan dan kemuliaan.” 

لاَ إِلَـهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ، لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرُ. لاَ حَوْلَ وَلاَ قُوَّةَ إِلاَّ بِاللهِ، لاَ إِلَـهَ إِلاَّ اللهُ، وَلاَ نَعْبُدُ إِلاَّ إِيَّاهُ، لَهُ النِّعْمَةُ وَلَهُ الْفَضْلُ وَلَهُ الثَّنَاءُ الْحَسَنُ، لاَ إِلَـهَ إِلاَّ اللهُ مُخْلِصِيْنَ لَهُ الدِّيْنَ وَلَوْ كَرِهَ الْكَافِرُوْنَ

“Tiada Rabb (yang berhak disembah) kecuali Allah, Yang Maha Esa, tidak ada sekutu bagi-Nya. Bagi-Nya kerajaan dan pujaan. Dia Mahakuasa atas segala sesuatu. Tidak ada daya dan kekuatan kecuali (dengan pertolongan) Allah. Tiada Rabb (yang hak disembah) kecuali Allah. Kami tidak menyembah kecuali kepada-Nya. Bagi-Nya nikmat, anugerah dan pujaan yang baik. Tiada Rabb (yang hak disembah) kecuali Allah, dengan memurnikan ibadah kepadaNya, sekalipun orang-orang kafir sama benci.” 


سُبْحَانَ اللهِ (33 ×)

اَلْحَمْدُ لِلَّهِ (33 ×)

اَللهُ أَكْبَرُ (33 ×)

لاَ إِلَـهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ، لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرُ

“Maha Suci Allah (33 x), segala puji bagi Allah (33 x), Allah Maha Besar (33 x). Tidak ada Rabb (yang berhak disembah) kecuali Allah Yang Maha Esa, tidak ada sekutu bagi-Nya. Bagi-Nya kerajaan. Bagi-Nya pujaan. Dia-lah Yang Mahakuasa atas segala sesuatu.”

Faedah: Siapa yang membaca dzikir di atas, maka dosa-dosanya diampuni walau sebanyak buih di lautan.  Kata Imam Nawawi rahimahullah, tekstual hadits menunjukkan bahwa bacaan Subhanallah, Alhamdulillah, Allahu akbar, masing-masing dibaca 33 kali secara terpisah. 

أَ عَوْ ذُ بِاللهِ مِنَ اشَّيْطَا نِ الرَّجِي

اللّٰهُ لَاۤ اِلٰهَ اِلَّا هُوَ الْحَـيُّ الْقَيُّوْمُ ۚ لَا تَأْخُذُهٗ سِنَةٌ وَّلَا نَوْمٌ ۗ لَهٗ مَا فِى السَّمٰوٰتِ وَمَا فِى الْاَ رْضِ ۗ مَنْ ذَا الَّذِيْ يَشْفَعُ عِنْدَهٗۤ اِلَّا بِاِ ذْنِهٖ ۗ يَعْلَمُ مَا بَيْنَ اَيْدِيْهِمْ وَمَا خَلْفَهُمْ ۚ وَلَا يُحِيْطُوْنَ بِشَيْءٍ مِّنْ عِلْمِهٖۤ اِلَّا بِمَا شَآءَ ۚ وَسِعَ كُرْسِيُّهُ السَّمٰوٰتِ وَا لْاَ رْضَ ۚ وَلَا يَــئُوْدُهٗ حِفْظُهُمَا ۚ وَ هُوَ الْعَلِيُّ الْعَظِيْمُ


"Allah, tidak ada tuhan selain Dia. Yang Maha Hidup, yang terus-menerus mengurus (makhluk-Nya), tidak mengantuk dan tidak tidur. Milik-Nya apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi. Tidak ada yang dapat memberi syafaat di sisi-Nya tanpa izin-Nya. Dia mengetahui apa yang di hadapan mereka dan apa yang di belakang mereka dan mereka tidak mengetahui sesuatu apa pun tentang ilmu-Nya melainkan apa yang Dia kehendaki. Kursi-Nya meliputi langit dan bumi. Dan Dia tidak merasa berat memelihara keduanya, dan Dia Maha Tinggi, Maha Besar." (QS. Al-Baqarah 2: Ayat 255)

Al-Ikhlas, Al-Falaq dan An-Nas 

بِسم الله الر حمن الر حيم

قُلْ هُوَ اللّٰهُ اَحَدٌ

اَللّٰهُ الصَّمَدُ 

لَمْ يَلِدْ ۙ وَلَمْ يُوْلَدْ 

وَلَمْ يَكُنْ لَّهٗ كُفُوًا اَحَدٌ

 Baca 3x


“Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Katakanlah: Dialah Allah, Yang Maha Esa. Allah adalah ilah yang bergantung kepada-Nya segala urusan. Dia tidak beranak dan tiada pula diperanakkan, dan tidak ada seorang pun yang setara dengan Dia.” (QS. Al Ikhlas: 1-4)

بِسم الله الر حمن الر حيم

قُلْ اَعُوْذُ بِرَبِّ الْفَلَقِ 

مِنْ شَرِّ مَا خَلَقَ 

وَمِنْ شَرِّ غَا سِقٍ اِذَا وَقَبَ 

وَمِنْ شَرِّ النَّفّٰثٰتِ فِى الْعُقَدِ 

وَمِنْ شَرِّ النَّفّٰثٰتِ فِى الْعُقَدِ 

وَمِنْ شَرِّ حَا سِدٍ اِذَا حَسَدَ

  3x baca

“Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Katakanlah: Aku berlindung kepada Rabb yang menguasai Shubuh, dari kejahatan makhluk-Nya, dan dari kejahatan malam apabila telah gelap gulita, dan dari kejahatan-kejahatan wanita tukang sihir yang menghembus pada buhul-buhul, dan dari kejahatan orang yang dengki apabila ia dengki”. (QS. Al Falaq: 1-5)

بِسم الله الر حمن الر حيم

قُلْ اَعُوْذُ بِرَبِّ النَّا سِ 

مَلِكِ النَّا سِ 

مِنْ شَرِّ الْوَسْوَا سِ ۙ الْخَـنَّا سِ 

مِنْ شَرِّ الْوَسْوَا سِ ۙ الْخَـنَّا سِ 

الَّذِيْ يُوَسْوِسُ فِيْ صُدُوْرِ النَّا سِ 

مِنَ الْجِنَّةِ وَا لنَّا سِ

 Baca 3x

“Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Katakanlah: Aku berlindung kepada Rabb manusia. Raja manusia. Sembahan manusia, dari kejahatan (bisikan) syaitan yang biasa bersembunyi, yang membisikkan (kejahatan) ke dalam dada manusia, dari jin dan manusia.” (QS. An Naas:1-6)

اَللَّهُمَّ إِنِّيْ أَسْأَلُكَ عِلْمًا نَافِعًا، وَرِزْقًا طَيِّبًا، وَعَمَلاً مُتَقَبَّلاً

“Ya Allah, sungguh aku memohon kepada-Mu ilmu yang bermanfaat (bagi diriku dan orang lain), rizki yang halal dan amal yang diterima (di sisi-Mu dan mendapatkan ganjaran yang baik).” (Dibaca setelah salam dari shalat Shubuh).  

Thursday, 19 August 2021

Sifat-Sifat Huruf yang Berlawanan dan yang Tidak Berlawanan: Agar Semakin Lembut Membaca al-Qur'an


Jumlah sifat yang telah diuraikan itu ada 19 dan terbagi dua sifat. Sifat yang berlawanan dan sifat yang tidak. Sifat yang berlawanan ada 10 dan sifat yang tidak berlawanan ada 9. 

19 sifat huruf ini, digolongkan menjadi dua bagian. Yaitu:

- Sifat Qawiy (sifat-sifat huruf yang kuat. Dibaca tebal, berat, nafas tertahan karena harus mengangkat lidah. 

- Sifat Dha’if (Sifat-sifat huruf yang lemah. Huruf-hurufnya dibaca ringan, udara bebas keluar, dan dibaca tipis. Karena tidak harus mengangkat lidah. 

1. Sifat Huruf yang berlawanan

جَهْرٌ     (Terang)

هَمْسٌ   (Samar)

شِدَّهْ     (Kuat)

رَخَاوَةٌ   (Lemah)

إِسْتِعْلَاءٌ  (Terangkat)

إِسْتِفَالُ   (Ke bawah)

إِطْبَاقُ    (Melekat)

إِنْفِتَاحُ    (Terbuka)

إِصْمَاتُ   (Menahan)

إِذْلَاقُ     (Ujung)

2. Sifat -sifat huruf yang tidak berlawanan

قَلْقَلَةُ     (pantul)

ق ط ب ج د

لَيْنٌ (lembut)

و وْ، ي يْ

صَفِيْرٌ    (desis)

ص ز س

تَوَسُّطُ (sedang)

لَنْ غمر

إِنْحِرَافُ (goncang)

ل  ر

تَكْرِيْرِيْ (getar)

ر

إِسْتِطَالَةُ (memanjang)

 ض

تَفَشِّيْ (Tersiar)

ش

Bukan sewaktu dibaca idzhar

غَنَّةُ (dengung)

مْ  نْ      ً ٍ ٌ ( tanwin)

Perhatikan Gambar Tabel Sifat Huruf Yang Berlawanan dan Yang Tidak Berlawanan di bawah ini:


Perhatikan pada tabel gambar di atas dengan seksama, lalu resapi dalam ingatan. Sambil sesuaikan dengan pembahasan yang ada disini. https://www.aninlihi.com/2021/07/sifat-sifat-huruf-pengertian-umum-dan.html?m=1.

Jangan lupa, pelajari dulu magharijul huruf tempat-tempat keluar huruf dengan baik sebelum mempelajari kedua sifat huruf ini. Link maghroj huruf lihat disini. https://www.aninlihi.com/2021/07/makhaarijul-huruf-tentang-asyfatain-dua.html?m=1. Dan pada link ini juga. https://www.aninlihi.com/2021/07/makhaarij-al-huruf-tempat-tempat.html


Tuesday, 17 August 2021

Menjauhi Minuman Keras, Judi dan Kekerasan: Untuk Sehat Jasmani Rohani, Tentram dan damai

  

Islam berasal dari kata aslama, yuslimu, islaaman, yang berarti selamat, tunduk dan patuh. Arti ini sangat berhubungan dengan aturan dan norma agama. Maka, orang yang menginginkan keselamatan diri, keluarga dan negara harus tunduk dan patuh pada  aturan, norma dan norma agama. Umat Islam, memiliki kewajiban untuk patuh pada perintah dan larangan yang telah ditetapkan oleh Allah dalam agama Islam. Perintah dan larangan Allah sangat banyak, diantaranya perintah berkasih sayang dan larangan melakukan kekerasan.

Sumber kekerasan berasal dari kejahatan dan sumber kejahatan salah satunya berasal dari minuman keras. Bahkan Rasululullah Saw menyebut minuman keras dengan "ummul khobaaits" induk dari segala kejahatan. Karena itulah, Islam begitu tegas melarang mengonsumsi minuman keras. Artinya perbuatan meminum khamar adalah HARAM.

Nabi Saw bersabda: Setiap yang memabukkan adalah khamar dan setiap yang memabukkan adalah haram. (HR. MUSLIM). 

Meminum khamar termasuk perbuatan keji, dengannya setan bermaksud menanamkan permusuhan dan kebencian. Sehingga bisa saja kekerasan itu berakhir dengan perbuatan saling membunuh satu sama lain.

Sementara Allah sangat melarang perbuatan membunuh. Dan orang yang membunuh diancam oleh Allah. Sesama muslim tidak boleh saling membunuh. Justru mereka harus saling menghormati. Sebab, nilai orang muslim begitu besar. Rasulullah Saw tegas dalam haditsnya.

Artinya: Dari al-Bara bin Azib, Sesungguhnya Rasulullah Saw. pernah bersabda: "Kehancuran dunia (nilainya) lebih ringan di sisi Allah dari pada seseorang membunuh seorang mukmin tanpa hak." (HR. Ibnu Majah).

Bayanyangkan dunia yang begini besarnya, didalamnya ada emas, permata, ada mutiara, ada apartemen, ada hotel, ada segala macam fasilitas mewah, dan masih banyak lagi fasilitas menarik lainnya. Namun, nilainya kecil, walau ia hancur dan tenggelam dari alam semesta, nilai manusia mukmin tetap masih lebih besar. Semua isi dunia itu tidak memiliki nilai apa-apa di mata Allah. Karena itu, jauhilah sumber kejahatan dan kekerasan. Jauhi minuman keras. Agar kita jauh dari sikap jahat dan kemungkinan membunuh. 

Sementara penelitian kesehatan menunjukan bahwa minuman keras berdampak merusak jaringan otak dan menimbulkan penyakit hati. (http//:eprints.ums.ac.id). Bayangkan, hati yang sehat dan otak yang cemerlang jadi rusak syaraf-syarafnya. Tentu secara kesehatan, rusak yang dimaksud rusak hati dan otak jasmani, yang sifatnya kasat mata. 

Adapun dari sisi agama minuman keras tentu lebih berbahaya lagi dampaknya. Menggelapkan hati, merusak akhlak, meracuni pikiran dan memudahkan jalan godaan setan. Rusaknya rusak rohani. Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:

اِنَّمَا يُرِيْدُ الشَّيْطٰنُ اَنْ يُّوْقِعَ بَيْنَكُمُ الْعَدَاوَةَ وَا لْبَغْضَآءَ فِى الْخَمْرِ وَا لْمَيْسِرِ وَيَصُدَّكُمْ عَنْ ذِكْرِ اللّٰهِ وَعَنِ الصَّلٰوةِ ۚ فَهَلْ اَنْـتُمْ مُّنْتَهُوْنَ

"Dengan minuman keras dan judi itu, setan hanyalah bermaksud menimbulkan permusuhan dan kebencian di antara kamu, dan menghalang-halangi kamu dari mengingat Allah dan melaksanakan sholat, maka tidakkah kamu mau berhenti?" (QS. Al-Ma'idah 5: Ayat 91) * Via Al-Qur'an Indonesia https://quran-id.com.

Ada beberapa pelajaran yang dapat dipahami dari ayat ini, antara lain. 

Pertama: Setan mudah mempengaruhi peminum khamar dan judi untuk melakukan permusuhan dan menebar kebencian. Tahukah kita bahwa orang yang membenci seseorang pasti mencari berbagai cara untuk melakukan kekerasan pada orang yang dibencinya dan bahkan bisa pada tingkat membunuh. Sebab musuh tak akan pernah menginginkan kebaikan pada lawannya. Setan adalah musuh yang nyata (innahu lakum 'aduwwummubiin). Maka "fajtanibuhu" jauhi dia. 

Kedua: Minuman keras dan judi sebagai jalan untuk menghalangi jalan mudah seseorang mendekatkan diri kepada Allah. Menjadi sulitlah seseorang dekat dengan Allah. Sebab, suatu perbuatan keji dan kotor tidak diaukai dan sangat dibenci oleh Allah. Allah suci dan senang terhadap kesucian. Jadi yang kotor dan yang najis secara fitrah tidak mungkin bisa dalam satu tempat yang sama. Ini terinspirasi dari alasan bahwa "attuhuru syatrul iiman" suci adalah bagian dari iman.

Ketiga: Minuman keras dan judi sebagai jalan membuat seseorang malas untuk melaksanakan sholat. Bagaimana tidak, setan sudah memperdayakannya. Yang paling didengar bukan lagi nasehat Allah. Tapi, nasehat setan laknatullah. Na'udzùbillah. Karena itu, walaupun adzan dikumandangkan disamping telinganya, dianggapnya seruan ysng tak penting. 

Terhadap minuman keras kita harus siaga satu agar ingatan kita kepada Allah tidak terganggu. Jangan pernah mencoba untuk menyentuhnya, supaya tidak timbul kebiasaan yang menjadi candu. Jika ini terjadi, sulit rasanya dihilangkan. Karena itu, sekali lagi  jangan pula mencoba-coba.

Jelas sekali bahaya minuman keras dan judi. Keduanya ditulis oleh Allah dalam ayat yang sama dan berdekatan urutannya. Keduanya, sama-sama berfungsi merusak. Kemungkinan besarnya, kalau orang sudah suka meminum minuman keras berarti suka juga dengan judi. Atau sebaliknya kalau sudah suka judi, pasti mengonsumsi minuman keras juga. 

Universitas Melbourne, Australia pernah melakukan penelitian tentang judi. Penelitian itu menyimpulkan bahwa hampir setengah dari anggota keluarga yang memiliki kebiasaan berjudi mengalami kekerasan. Sejumlah kerabat bahkan melaporkan bahwa mereka sangat prustasi dengan masalah judi. Keluarganya menjadi hancur dan anak-anaknya menanggung penderitaan berkepanjangan. 

Menjadi jelaslah bagi kita bahwa keluarga yang berjudi terancam menjadi objek kekerasan terhadap anak pada umumnya di masyarakat. Bagaimanapun kekerasan, pertengkaran, dan pertikaian tidak dibenarkan dalam Islam. Kekerasan hanya akan menyuburkan benih-benih dendam yang berkepanjangan dan tak berujung. Bahkan terkadang kekerasan bisa berujung pembunuhan. Hal ini tentu membuat kita tidak nyaman. Seorang muslim mestinya menjadi pelopor terwujudnya kedamaian di keluarga, di lingkungan tempat belajar, dan masyarakat sekitar. Pada ayat di atas, minuman keras dan judi termasuk dua perkara yang sama-sama memiliki dampak membahayakan. Masing-masing dampaknya menimbulkan kekerasan. 

Jauhi minuman keras, judi dan kekerasan. Dekati Masjid dan makmurkan, agar hati tenang tentram hingga timbul sifat kelembutan.



Friday, 6 August 2021

ALLAH SWT DAN NABI MUHAMMAD SAW SENANG PADA ORANG YANG SUKA MEMBAGUSKAN SUARANYA KETIKA MEMBACA AL-QUR’AN



Membaca al-Qur’an dengan suara yang merdu dan keras sangat disukai oleh Allah SWT dan Nabi Muhammad SAW. Nabi SAW bersabda:

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ قَالَ: سَمِعْتُ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُوْلُ: مَاأَذِنَ اللهُ لِشَيْءٍ مَاأَذِنَاللهُ لِنَبِيِّ حَسَنِ الصَّوْتِ يَتَغَنَّى بِالْقُرْآنِ يَجْهَرُ بِهِ (متفق عليه)

Artinya: Dari Abu Hurairah ra. berkata: Rasulullah SAW bersabda: “Allah tidak senang sebagaimana Nabi SAW juga tidak senang mendengar sesuatu suara yang merdu dan keras selain untuk membaca al-Qur’an. (Riwayat Bukhari dan Muslim).

Maka senang rasanya kalau diantara kita bisa membaca al-Qur’an dengan baik, dengan suara yang merdu. Kita senang karena kita telah menyenangkan hati Nabi kita, kita senang karena kita telah menyenangkan Allah SWT pencipta kita.

Seiring dengan penjelasan ini, Nabi Muhammad SAW memerintahkan agar ketika membaca al-Qur’an seseorang harus suka membaguskan suaranya. Jika hal ini tidak dilakukan, maka orang tersebut dianggap bukan bagian dari golongan Nabi Muhammad SAW. 

وَعَنْ اَبِى لُبَابَةُ بَشِيْرِبْنِ عَبْدِ الْمُنْذِرِ رَضِيَ اللهَ عَنْهُ اَنَّ النَّبِيَّ ص قَالَ: مَنْ لَمْ يَتَغَنَّ بِالْقًرْآنِ فَلَيْسَ مِنَّا،( رواه ابوداودبإسناد جيد )

Artinya: “Dari Abu Lubabah Basyir bin ‘Abdul Munzir ra. Bahwasanya Nabi SAW bersabda: ‘Barangsiapa tidak membaguskan suaranya ketika membaca al-Qur’an, maka tidak termasuk golonganku.’ (Riwayat Abu Dawud).

Dalil ini mengajarkan seseorang untuk membaca al-Qur’an dengan nada dan lagu yang bagus, dan ini harus diusahakan. Tentu nada dan lagu yang dimaksud bukan dibaca sembarangan. Melainkan harus disesuaikan dengan ketentuan kaidah-kaidah yang telah diajarkan dalam ilmu tajwid.

Suara termasuk cirikhas, karenanya bunyi suara itu berbeda-beda. Lantas apa maksud perintah untuk membaguskan suara ketika membaca al-Qur’an. Apakah dari sisi makna seperti yang kita pahami, bahwa suara yang bagus itu melengking dan mendayu-dayu seperti para penyanyi. Tentu menurut saya tidak. Saya memahami perintah untuk membaguskan suara ketika membaca al-Qur’an bermakna membacanya sesuai dengan kaidah-kaidah yang telah dijelaskan dalam tajwid. Sebab, seiring banyaknya pengetahuan kaidah-kaidah membaca al-Qur’an, maka seseorang pasti bagus dalam membaca al-Qur’an. Hal ini dipengaruhi oleh ketepatan dalam membunyikan huruf, kesesuaian sifat dan hukum bacaan mad (panjang) serta ketentuan ketukan panjang pendeknya. Keempat komponen ini sangat berpengaruh besar pada kebagusan bacaan al-Qur’an dan kemerduannya.

Sumber Foto: Nofita Rumkel

Sisilain dari solusi untuk memperindah bacaan al-Qur’an adalah membangun kebiasaan membaca al-Qur’an, fungsinya untuk membentuk kelancaran. Semakin sering membaca maka akan semakin lancar. Karenanya, lambat laun bisa terbentuk dengan sendirinya. Banyak Ustadz-Ustadz yang tidak memiliki suara yang indah seperti para Qori-Qori, tapi karena mereka mengetahui kaidah-kaidah hukum membaca al-Qur’an. Terdengar merdu suara-suara mereka. Sebutlah seperti Ustadz Adi Hidayat, dan lain-lain, dan beberapa teman saya yang hafidz qur’an juga sama. Sekali lagi suara itu cirikhas masing-masing. Merdu dan tidaknya membaca al-Qur’an bergantung pada tingkat pengetahuan kita tentang kaidah-kaidah hukum membaca al-Qur’an. Artinya bukan hanya sekedar teori, tapi paling inti praktek.