Monday, 13 October 2025

Syafari Dakwah: Untuk Apa Shalat?

 


Untuk apa Sholat? ini mungkin tidak cocok untuk dijadikan sebuah judul artikel atau berita. Tapi, setidaknya ini bisa menjadi pemantik bagi hati dan pikiran untuk menggali lebih jauh tentang proses dan tujuan seseorang melaksanakan shalat dan mengapa ia mesti melaksanakannya. 

Tepat pada hari Selasa (14/10/2025) Ust. Anin Lihi, S.A., S.Fil.I., M. Ag., berkesempatan mengisi ceramah di Masjid Al-Hijrah Jiku Besar, Kab. Buru. Keesokan harinya, sebelum ia balik ke Ambon, tepat pada hari Rabu (15/10/2025) ia mengumandangkan Adzan Zuhur di Masjid Agung Al-Buruj Kota Namlea. Semua yang dilakukannya dalam rangka Syafari Dakwah. Dimanapun berada dakwah merupakan kewajiban semua umat Islam. Model dakwah boleh berfariasi, diskusi, dialog, khutbah, dan ceramah. Atau dengan model lain juga bisa. Yang penting sesuai syari'at dan jelas tujuan dakwahnya.


 

Pada judul Ceramah yang disampaikannya, Ust. Anin Lihi mencoba memantik konsetrasi jamaah, untuk berpikir lebih dalam tentang tujuan shalat.

Dalam ceramah itu, ia menyampaikan bahwa ia berdiri dihadapan jamaah bukan bertujuan menasehati, melainkan hadir untuk saling ingat mengingatkan. Sebab, disadari atau tidak, manusia dilekatkan namanya dengan kata lupa. Memang ini sudah menjadi tabiatnya. Karena itulah, ia hadir memberikan ceramah dihadapan jamaah, semoga menjadi alarm yang membangunkan kelupaan dan semoga menjadi amal jariyahnya.

Shalat bagi ustadz Anin Lihi adalah instrumen perjumpaan dengan Allah. 24434 merupakan kata sandi yang wajib dimiliki oleh setiap umat Islam. Kata sandi inilah kunci surga dunia dan akhirat. Ia ibarat nomor telpon yang menghubungkan komunikasi langsung antara hamba dengan Tuhannya, mengomunikasikan problem, kebutuhan, keinginan dan pikiran positif lainnya. Selain nomor itu, ada juga panggilan darurat, dengan nomor 2. 

Angka 24434 itu nomor yang wajib dihubungi. Sedangkan angka 2 merupakan nomor telpon yang disunnahkan untuk dihubungi.

Perlu diketahui bahwa komunikasi yang dilakukan bukan sekedar komunikasi jarak jauh, seperti seseorang dengan handponenya menghubungi rekannya di tempat yang berbeda. Komunikasi dengan Allah adalah komunikasi langsung, komunikasi satu arah, dalam kata lain terjadi dialog langsung. Tetapi, tetap butuh pelaksanaan 24434 secara rutin dalam sehari semalam 5 kali dengan rincian 2 Subuh, 4 Zuhur, 4 Ashar, 3 Maghrib, dan 4 Isya. Jadi, angka 24434 bukan sekedar angka, tetapi terdapat sikap spiritual yang dipraktikkan melalui gerakan khusus dan zikir-zikir yang sudah ditentukan prosesnya berdasarkan penetapan hukum Allah. 24434 yang dimaksudnya adalah shalat lima waktu

Proses pelaksanaan sholat dilalui dengan beberapa tahapan. Langkah utama yang wajib diperhatikan adalah kesucian. Suci hati, suci diri, suci pakaian dan suci tempat. Langkah berikutnya gerakan, selanjutnya bacaan, Qur'an, zikir dan doa. Langkah terakhir dilakukan secara berurutan (tertib). 



Seiring dengan tujuan shalat sebagai instrumen perjumpaan dengan Allah memang suci menjadi jalan masuk dan itulah tujuan shalat. Allah adalah zat yang Maha Suci dan hanya bisa dijumpai dengan kesucian. Antara suci dan suci pasti bertemu dan semakin suci. Sedangkan suci dan kotor jika menjadi sesuatu yang menjijikan. Ibarat terang dan terang semakin saling memberi terang, sedangkan gelap dan terang berjumpa akan redup.

Seseorang baru bisa berjumpa dan mampu melihat-Nya kecuali dengan kesucian. Inilah mengapa toharah menjadi materi utama yang harus dipelajari. Seseorang tidak mungkin bisa melihat Allah jika ia hadir dalam kondisi kotor. Akan ada dinding penghalang yang memagarinya dengan Allah jika kesucian tidak diperhatikan. 

Sebelum menemui Allah, bila junub harus mandi suci, terkena najis harus istinja, berhadas harus dibersihkan, dan ingin shalat harus berwudhu, semua ini merupakan langkah penting perjumpaan dengan Allah.

Hadir dengan kesucian dapat menghadirkan ketenangan, itu tujuan lain dari shalat. Membuka pintu ketenangan. Seseorang yang gunndah gulana, resah dan gelisah dapat dihilangkan dengan shalat. Demikian merupakan amalan para sahabat dan orang-orang 'Alim. Saat mereka ditimpa musibah, lantas musibah itu menggelisahkan hati mereka. Maka mereka langsung shalat 2 rokaat dengan hajat agar diberi ketenangan. Jadi shalat dijadikan solusi ketenangan jiwa. Sebagaimana disebutkan dalam Muassatur Risalah, disadur dari Nu Online, disebutkan dalam sebuah hadits. 

عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ مُحَمَّدِ ابْنِ الْحَنَفِيَّةِ قَالَ دَخَلْتُ مَعَ أَبِي عَلَى صِهْرٍ لَنَا مِنْ الْأَنْصَارِ فَحَضَرَتْ الصَّلَاةُ فَقَالَ يَا جَارِيَةُ ائْتِينِي بِوَضُوءٍ لَعَلِّي أُصَلِّي فَأَسْتَرِيحَ فَرَآنَا أَنْكَرْنَا ذَاكَ عَلَيْهِ فَقَالَ سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ قُمْ يَا بِلَالُ فَأَرِحْنَا بِالصَّلَاةِ

 

Artinya, “Dari Abdullah bin Muhammad bin al-Hanafiyah, ia berkata, ‘Aku masuk bersama ayahku menemui kerabat kami dari kalangan Anshar. Ketika waktu shalat tiba, ia berkata, ‘Wahai pelayan, bawakan aku air wudhu agar aku bisa shalat dan merasa tenang.’ Kami melihatnya dan merasa aneh dengan perkataannya itu, lalu ia berkata, ‘Aku mendengar Rasulullah SAW bersabda, 'Bangunlah, wahai Bilal, tenangkanlah kami dengan shalat’.” (Hadits riwayat Ahmad dalam Musnad-nya, [Beirut: Muassasatur Risalah, 1999], jilid XXXVIII, hal. 225). 

Demikian tujuan shalat, minimal ada tiga yang dapat kita pahami. Pertama; Shalat menjadi Inatrumen perjumpaan dengan Allah. Kedua; Shalat bertujuan menyucikan diri, dan Ketiga; Shalat bertujuan menghadirkan ketenangan. 

Wallahu a'lam bisshowab

Ust. Anin Lihi kemudian menutup kultum itu dengan mengajak jamaah membaca doa Kafaratul Majlis

Previous Post
Next Post

aninlihiofficial merupakan blog yang berkonsetrasi dalam bidang keilmuan, Budaya dan dakwah. dengan menyampaikan satu dua ayat. sebagaiman qaul yang sudah umum diketahui "balighu ani walau ayah" sampaikan walaupun satu ayat. mungkin satu ayat itu dimata orang kecil, tapi yakinlah hanya menyebar satu ayat itu saja sebenarnya hasil kebaikannya sudah berlipat ganda bagi orang yang menyebarkan. olehnya itu, penyebaran kebaikan yang sedikit ini, semoga menjadi amal yang belipat ganda disisi Allah swt

0 comments: