Pendidikan Al-Qur'an Alhilaal Pusat Ambon
Thursday, 16 October 2025
Monday, 13 October 2025
Syafari Dakwah: Untuk Apa Shalat?
Untuk apa Sholat? ini mungkin tidak cocok untuk dijadikan sebuah judul artikel atau berita. Tapi, setidaknya ini bisa menjadi pemantik bagi hati dan pikiran untuk menggali lebih jauh tentang proses dan tujuan seseorang melaksanakan shalat dan mengapa ia mesti melaksanakannya.
Tepat pada hari Selasa (14/10/2025) Ust. Anin Lihi, S.A., S.Fil.I., M. Ag., berkesempatan mengisi ceramah di Masjid Al-Hijrah Jiku Besar, Kab. Buru. Keesokan harinya, sebelum ia balik ke Ambon, tepat pada hari Rabu (15/10/2025) ia mengumandangkan Adzan Zuhur di Masjid Agung Al-Buruj Kota Namlea. Semua yang dilakukannya dalam rangka Syafari Dakwah. Dimanapun berada dakwah merupakan kewajiban semua umat Islam. Model dakwah boleh berfariasi, diskusi, dialog, khutbah, dan ceramah. Atau dengan model lain juga bisa. Yang penting sesuai syari'at dan jelas tujuan dakwahnya.
Pada judul Ceramah yang disampaikannya, Ust. Anin Lihi mencoba memantik konsetrasi jamaah, untuk berpikir lebih dalam tentang tujuan shalat.
Dalam ceramah itu, ia menyampaikan bahwa ia berdiri dihadapan jamaah bukan bertujuan menasehati, melainkan hadir untuk saling ingat mengingatkan. Sebab, disadari atau tidak, manusia dilekatkan namanya dengan kata lupa. Memang ini sudah menjadi tabiatnya. Karena itulah, ia hadir memberikan ceramah dihadapan jamaah, semoga menjadi alarm yang membangunkan kelupaan dan semoga menjadi amal jariyahnya.
Shalat bagi ustadz Anin Lihi adalah instrumen perjumpaan dengan Allah. 24434 merupakan kata sandi yang wajib dimiliki oleh setiap umat Islam. Kata sandi inilah kunci surga dunia dan akhirat. Ia ibarat nomor telpon yang menghubungkan komunikasi langsung antara hamba dengan Tuhannya, mengomunikasikan problem, kebutuhan, keinginan dan pikiran positif lainnya. Selain nomor itu, ada juga panggilan darurat, dengan nomor 2.
Angka 24434 itu nomor yang wajib dihubungi. Sedangkan angka 2 merupakan nomor telpon yang disunnahkan untuk dihubungi.
Perlu diketahui bahwa komunikasi yang dilakukan bukan sekedar komunikasi jarak jauh, seperti seseorang dengan handponenya menghubungi rekannya di tempat yang berbeda. Komunikasi dengan Allah adalah komunikasi langsung, komunikasi satu arah, dalam kata lain terjadi dialog langsung. Tetapi, tetap butuh pelaksanaan 24434 secara rutin dalam sehari semalam 5 kali dengan rincian 2 Subuh, 4 Zuhur, 4 Ashar, 3 Maghrib, dan 4 Isya. Jadi, angka 24434 bukan sekedar angka, tetapi terdapat sikap spiritual yang dipraktikkan melalui gerakan khusus dan zikir-zikir yang sudah ditentukan prosesnya berdasarkan penetapan hukum Allah. 24434 yang dimaksudnya adalah shalat lima waktu.
Proses pelaksanaan sholat dilalui dengan beberapa tahapan. Langkah utama yang wajib diperhatikan adalah kesucian. Suci hati, suci diri, suci pakaian dan suci tempat. Langkah berikutnya gerakan, selanjutnya bacaan, Qur'an, zikir dan doa. Langkah terakhir dilakukan secara berurutan (tertib).
Seiring dengan tujuan shalat sebagai instrumen perjumpaan dengan Allah memang suci menjadi jalan masuk dan itulah tujuan shalat. Allah adalah zat yang Maha Suci dan hanya bisa dijumpai dengan kesucian. Antara suci dan suci pasti bertemu dan semakin suci. Sedangkan suci dan kotor jika menjadi sesuatu yang menjijikan. Ibarat terang dan terang semakin saling memberi terang, sedangkan gelap dan terang berjumpa akan redup.
Seseorang baru bisa berjumpa dan mampu melihat-Nya kecuali dengan kesucian. Inilah mengapa toharah menjadi materi utama yang harus dipelajari. Seseorang tidak mungkin bisa melihat Allah jika ia hadir dalam kondisi kotor. Akan ada dinding penghalang yang memagarinya dengan Allah jika kesucian tidak diperhatikan.
Sebelum menemui Allah, bila junub harus mandi suci, terkena najis harus istinja, berhadas harus dibersihkan, dan ingin shalat harus berwudhu, semua ini merupakan langkah penting perjumpaan dengan Allah.
Hadir dengan kesucian dapat menghadirkan ketenangan, itu tujuan lain dari shalat. Membuka pintu ketenangan. Seseorang yang gunndah gulana, resah dan gelisah dapat dihilangkan dengan shalat. Demikian merupakan amalan para sahabat dan orang-orang 'Alim. Saat mereka ditimpa musibah, lantas musibah itu menggelisahkan hati mereka. Maka mereka langsung shalat 2 rokaat dengan hajat agar diberi ketenangan. Jadi shalat dijadikan solusi ketenangan jiwa. Sebagaimana disebutkan dalam Muassatur Risalah, disadur dari Nu Online, disebutkan dalam sebuah hadits.
عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ مُحَمَّدِ ابْنِ الْحَنَفِيَّةِ قَالَ دَخَلْتُ مَعَ أَبِي عَلَى صِهْرٍ لَنَا مِنْ الْأَنْصَارِ فَحَضَرَتْ الصَّلَاةُ فَقَالَ يَا جَارِيَةُ ائْتِينِي بِوَضُوءٍ لَعَلِّي أُصَلِّي فَأَسْتَرِيحَ فَرَآنَا أَنْكَرْنَا ذَاكَ عَلَيْهِ فَقَالَ سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ قُمْ يَا بِلَالُ فَأَرِحْنَا بِالصَّلَاةِ
Artinya, “Dari Abdullah bin Muhammad bin al-Hanafiyah, ia berkata, ‘Aku masuk bersama ayahku menemui kerabat kami dari kalangan Anshar. Ketika waktu shalat tiba, ia berkata, ‘Wahai pelayan, bawakan aku air wudhu agar aku bisa shalat dan merasa tenang.’ Kami melihatnya dan merasa aneh dengan perkataannya itu, lalu ia berkata, ‘Aku mendengar Rasulullah SAW bersabda, 'Bangunlah, wahai Bilal, tenangkanlah kami dengan shalat’.” (Hadits riwayat Ahmad dalam Musnad-nya, [Beirut: Muassasatur Risalah, 1999], jilid XXXVIII, hal. 225).
Demikian tujuan shalat, minimal ada tiga yang dapat kita pahami. Pertama; Shalat menjadi Inatrumen perjumpaan dengan Allah. Kedua; Shalat bertujuan menyucikan diri, dan Ketiga; Shalat bertujuan menghadirkan ketenangan.
Ust. Anin Lihi kemudian menutup kultum itu dengan mengajak jamaah membaca doa Kafaratul Majlis.
Thursday, 27 March 2025
Khutbah Jum'at Singkat: Serial Ramadhan Inilah Waktu Kita
Dalam memenuhi tugas dakwah sebagai Dai Bimtal Kodam Pattimura Ambon hari ini Jum'at (28/03/2025) ust. Anin Lihi berkesempatan mengisi khutbah tentang "Serial Ramadhan Inilah Waktu Kita"
Jamaah shalat Jum'at Rahimakumullah
Siang ini kita bersyukur kepada Allah atas diberikannya nikmat kesehatan dan nikmat iman kepada kita. Sehingga, ketika azan dikumandangkan, Allah memanggil kita, iman itulah pendorongnya dan sehat sebagai sarana yang memudahkan kita melangkah menuju Rumah Allah melaksanakan shalat jum'at secara berjamaah.
Iman dalam konteks Nabi Muhammad pasang surut. Karena Iman itu rendah shalat yang dilalsaksanakan hanya Jum'at saja, karena imannya setengah mungkin ia hanya shalat maghrib dan isya saja, dan karena imannya mantap dan luarbiasa ia melaksanakan seluruh perintah shalat yang diwajibkan kepadanya, bahkan memuncak sampai ibadah sunnahpun dikerjakan. Semua bergantung pada tingkat keimanan masing-masing.
Hadirin shalat jum'at yang dimuliakan Allah
Mudah-mudahan kita termasuk orang-orang yang diditipkan oleh Allah dalam hati keimanan yang kuat, sehingga diterpa dengan ujian apapun. Ujian kekurangan, rasa takut, lapar, kehilangan saudara, keluarga, anak dan istri, tidak menyebabkan kita semakin jauh dengan Allah, sebaliknya ujian itu semakin mendekatkan kepada Allah. Keimanan seperti itu yang mesti kita cari, kita jaga, dan kita pelihara, dan kita minta kepada Allah. Sehingga kita selalu istiqamah dalam melaksanakan kewajiban kita kepada Allah.
Hadirin Shalat Jum'at Yang dimuliakan Allah
Marilah kita senantiasa meningkatkan ketaqwaan kita kepada Allah. Kita berada di Bulan Ramadhan. Ini bulan penuh berkah dan mulia. Nah, tujuan utama bulan ini yaitu menjadi momen penting untuk menjadi manusia "la'allakum tattaquun" manusia yang semakin bertaqwa kepada Allah. Taqwa berarti lakukan perintah dan jauhi larangan. Karena itulah, bulan ini termasuk waktu yang sepatutnya kita jaga.
Waktu yang melekat dengan aktifitas kita terbagi atas tiga keadaan. Waktu lampau, terjadi atau berlalu, waktu sekarang, dan waktu yang akan datang.
Dulu saat umur 15 tahun kita gagah, kulit kencang, rambut hitam, gigi utuh, mata terang, telinga masih mendengarkan pembicaraan sempurna, masih mampu memikul yang berat dan masih bisa melakukan perjalanan jauh. Sekarang semua itu hilang ditelan usia. Maksiat dan dosa hanya ada dalam penyesalan, ibadah dan kebaikan yang teringgal tak luput darinya. Penyesalan memang selalu muncul dari belakang.
Maka sisa usia itu, manfaatkan sekarang untuk bertaubat dan memohon ampun semoga seluruh dosa diampuni oleh Allah.
Sekarang adalah waktu kita, kita hanya punya detik ini, jam ini, dan hari ini. Sebentar, berikutnya, besok, minggu depan, dan seterusnya itu bukan waktu kita lagi. Manfaatkan waktu sekarang untuk segala aktifitas positif, karena jika menunggu nanti menjadi penyesalan. Umat Islam yang terbaik, selalu menjadikan waktu ini untuk memperbanyak kebaikan sebagai persiapan terbaik untuk menjalani waktu nanti.
Jamaah shalat Jum'at Rahimakumullah
Hari ini kita berada di bulan yang mulia, bulan ampunan, bulan penuh berkah, dan bulan penuh lipatan amal. Mari manfaatkan bulan ini untuk memaksimalkan kebaikan. Satu kebaikan di bulan ini sama dengan melakukan kebaikan 1000 bulan. Selama nafas berhembus taubat kita dengan nasuha pasti diterima, ini bulan kesempatan untuk menghapusnya.
Semoga amal ibadah dan amal baik kita diterima oleh Allah. Aamiin
Wednesday, 5 January 2022
Doa Lounching Jurnal MGMP PAI
بسم الله الرحمن الر حيم . الحمد لله رب العالمين . اللهم صلى على سيدنا محمد وعلى ال سيدنا محمد
Wahai Tuhan yang Maha Terpuji
Sungguh kami memuji dan menyanjung-Mu dengan segenap pujian. Engkaulah pemilik keagungan, pencipta dan pemilik alam semesta, pelimpah berjuta rahmat dan berkah, pemberi Ilmu dan rezki, menakdirkan kami dipagi menjelang siang ini berjumpa dan bertemu bersilaturahmi dalam kegiatan lounching Jurnal Alfatih MGMP PAI SMP Provinsi Maluku. Harapan kami, keberkahan dan semoga perjumpaan ini menjadi momen pelimpah rezeki dan perpanjang umur.
Wahai Tuhan Yang Maha Melindungi
Sungguh kami berlindung kepada-Mu dari ilmu yang tidak bermanfaat, dari akal yang tidak mampu memahami hikmah, dari hati yang tak mampu memasukan iman, dari jiwa yang tidak tenang dan dari doa-doa kami yang tak terijabah.
Wahai Tuhan pemilik hikmah dan kesejukan
Karuniakan kami keluasan ilmu dan wawasan yang menjadi penyejuk hati dan pencerah, berilah kekuatan kepada kami dalam beramal hingga menjadi ladang yang menghasilkan, hiasilah kami kesabaran dan kelembutan, berikan kami derajat yang mulia dan teguhkan kedudukan kami dengan takwa dan kesalehan, perindah kehidupan kami dengan kesehatan jasmani dan rohani serta cahaya spritual, tebarkanlah kami nilai-nilai agama yang tumbuh subur.
Wahai Tuhan yang Maha Melihat
Tampakkan kepada kami kebenaran yang terhalangi dan anugrahi kami mengikutinya dengan daya dan kekuatan, perlihatkan pula kebhatilan dan anugrahi kami kemampuan menghindarinya. Kami meminta berkah ilmu.
Wahai Tuhan Yang Maha Pengampun
Kami memohon ampunan dari segala dosa dan kesalahan kami, kedua orang tua kami, guru-guru kami, para tokoh-tokoh agama dan bangsa, para pemimpin dan segenap rakyat yang beriman.
ربنا اتنا فى الدنيا حسنة و فى الآخرة حسنة وقنا عذاب النار. وصلى الله على سيدنا محمد المصطف محمد والحمد لله رب العالمين
Wednesday, 3 November 2021
Perintah Untuk Saling Menghormati dengan Menyebarkan Salam Kepada Sesama Muslim
Allah memerintahkan kita untuk memberi salam kepada
sesama muslim di manapun dan kapanpun kita bertemu. Salam itu dilakukan kepada
semua umat muslim, baik yang kita kenal atau tidak, anak-anak atau orang tua,
dan remaja atau dewasa. Perintah ini berlaku umum bagi semua muslim.
Nabi SAW bersabda:
وعن أبِى يُوْسُفَ عَبْدِ اللهِ بْنِ سَلَامٍ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ قَالَ:
سَمِعْمُ رَسُوْلُ اللهِ صلى الله عليه وسلم يَقْلُ: يَاأَيُّهَا النَّاسُ
أَفْشُوْاالسَّلام، وَأَطْعِمُواالطَّعَمَامَ، وَصِلُ الْأَ رْحَامَ، وَصَلٌّ
النَّاسُ نِيَامٌ تَدْخُلُواالْجَنَّةَ بِسَلَامٍ، رواه الترمذي وقال حديث صحيح.
Artinya: Dari Abu Yusuf ‘Abdullah
bin Salam ra. Berkata: “Wahai sekalian manusia, sebarluaskanlah salam,
berikanlah makanan, hubungkanlah tali persahabatan, dan shalatlah sewaktu
orang-orang sedang tidur; nisacaya kamu sekalian akan masuk surga dengan
selamat”. (Hr. Tirmidzy, dengan sanad sahih).
Sederhana sekali kalau diamati,
seorang muslim diperintah untuk menyebarluaskan salam “afsyus salam”.
Tentu Allah tidak sekedar hanya memerintahkan salam, melainkan ada fungsi dan
nilai salam bagi kebaikan manusia. Pembahasan ini akan dijelaskan pada
judul-judul berikutnya. Mari fokus pada perintah untuk menyebarluaskan salam.
Menyebarluaskan salam sekali lagi
perintah Allah dan juga Rasulullah SAW. Perintah ini tidak hanya disebarkan di
tempat-tempat umum saat bertemu, tetapi juga di rumah-rumah. Baik didalam rumah
atau saat memasuki rumah dan atau rumah orang lain atau rumah sendiri. Rumah
sendiri saja seseorang harus memberi salam apalagi di rumah orang lain. Bahkan
di rumah orang lain ini, tidak hanya salam, tetapi juga wajib seseorang meminta
idzin kepada penghuni rumah yang tinggal didalamnya. Perintah ini secara tegas
diintruksikan langsung oleh Allah SWT.
$pkr'¯»t tûïÏ%©!$# (#qãZtB#uä w (#qè=äzôs? $·?qãç/ uöxî öNà6Ï?qãç/ 4_®Lym (#qÝ¡ÎSù'tGó¡n@ (#qßJÏk=|¡è@ur #n?tã $ygÎ=÷dr& 4 öNä3Ï9ºs ×öyz öNä3©9 öNä3ª=yès9 crã©.xs? ÇËÐÈ
Artinya: “Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu memasuki rumah yang
bukan rumahmu sebelum meminta izin dan memberi salam kepada penghuninya. yang
demikian itu lebih baik bagimu, agar kamu (selalu) ingat.” (Q.S. an-Nur/24:27).
Ayat ini seakan memberi antonim bahwa tidak meminta izin dan memberi salam
kepada penghuni rumah termasuk perbuatan buruk. Bahkan lebih tegas orang
seperti ini telah menyalahi ketetapan Allah SWT sebagai bentuk menghargai diri
sendiri.
}§ø©9 n?tã 4yJôãF{$# Óltym wur n?tã ÆltôãF{$# Óltym wur n?tã ÇÙÌyJø9$# Óltym wur #n?tã öNà6Å¡àÿRr& br& (#qè=ä.ù's? .`ÏB öNà6Ï?qãç/ ÷rr& ÏNqãç/ öNà6ͬ!$t/#uä ÷rr& ÏNqãç/ öNä3ÏG»yg¨Bé& ÷rr& ÏNqãç/ öNà6ÏRºuq÷zÎ) ÷rr& ÏNqãç/ öNà6Ï?ºuqyzr& ÷rr& ÏNqãç/ öNà6ÏJ»uHùår& ÷rr& ÏNqãç/ öNà6ÏG»¬Hxå ÷rr& ÏNqãç/ öNä3Ï9ºuq÷zr& ÷rr& ÏNqãç/ öNà6ÏG»n=»yz ÷rr& $tB OçFò6n=tB ÿ¼çmptÏB$xÿ¨B ÷rr& öNà6É)Ï|¹ 4 [øs9 öNà6øn=tæ îy$oYã_ br& (#qè=à2ù's? $·èÏJy_ ÷rr& $Y?$tGô©r& 4 #sÎ*sù OçFù=yzy $Y?qãç/ (#qßJÏk=|¡sù #n?tã öNä3Å¡àÿRr& Zp¨ÏtrB ô`ÏiB ÏYÏã «!$# Zp2t»t7ãB Zpt6ÍhsÛ 4 Ï9ºx2 ÚúÎiüt7ã ª!$# ãNà6s9 ÏM»tFy$# öNà6¯=yès9 cqè=É)÷ès? ÇÏÊÈ
Artinya: Tidak ada halangan bagi orang buta, tidak (pula) bagi orang
pincang, tidak (pula) bagi orang sakit, dan tidak (pula) bagi dirimu sendiri,
Makan (bersama-sama mereka) dirumah kamu sendiri atau dirumah bapak-bapakmu,
dirumah ibu-ibumu, dirumah saudara- saudaramu yang laki-laki, di rumah
saudaramu yang perempuan, dirumah saudara bapakmu yang laki-laki, dirumah
saudara bapakmu yang perempuan, dirumah saudara ibumu yang laki-laki, dirumah
saudara ibumu yang perempuan, dirumah yang kamu miliki kuncinya atau dirumah
kawan-kawanmu. tidak ada halangan bagi kamu Makan bersama-sama mereka atau
sendirian. Maka apabila kamu memasuki (suatu rumah dari) rumah- rumah (ini)
hendaklah kamu memberi salam kepada (penghuninya yang berarti memberi salam)
kepada dirimu sendiri, salam yang ditetapkan dari sisi Allah, yang diberi
berkat lagi baik. Demikianlah Allah menjelaskan ayat-ayatnya(Nya) bagimu, agar
kamu memahaminya. (Q.S. an-Nur/24:61).
Tidak ada larangan untuk memasuki rumah-rumah seperti yang dijelaskan dalam
ayat ini, tetapi yang perlu diingat yaitu minta
idzin dan salam. Rasul SAW seringkali mengingatkan kita dengan kisah-kisah tegasnya
kepada sahabat yang tidak memberi salam saat memasuki rumahnya. Bahkan menyuruh
mereka keluar kemudian masuk kembali sambil mengucapkan salam. Artinya, jika
sahabat memasuki rumah, lalu lupa atau sengaja tidak mengucapkan salam, maka
Rasul SAW langsung menyuruhnya kembali untuk mengucapkan salam sebelum memasuki
rumah.
Hal ini menunjukan bahwa perintah untuk menyebar luaskan salam sangat
penting. Bahkan ketika ada sahabat yang bertanya kepada Rasulullah SAW tentang
Islam yang baik, Rasulullah SAW menjawab “mengucapkan salam”. Sebagaimana
dalam sabda beliau.
Dari ‘Abdullah bin Amr bin al ‘Ash ra. Bahwasannya ada seorang laki-laki
bertanya kepada Rasulullah SAW: “Bagaimanakah Islam yang baik itu?” Beliau
menjawab: “Yaitu kamu memberi makanan dan mengucapkan salam, baik kepada orang
yang kamu kenal maupun yang tidak kamu kenal”. (H.R. Bukhari dan Muslim).
Perintah untuk menyebarkan salam atau mengucapkan salam kepada sesama
muslim tidak hanya ditujukan bagi orang yang kita kenal, tetapi yang tidak kita
kenalpun harus diberi ucapan salam. Bahkan perintah untuk menyebarkan salam Allah
telah memerintahkan kepada nabi pertama dan kepada nabi-nabi terdahulu. Misalnya salam yang dilakukan oleh nabi Adam
SAW kepada Malaikat dan kaum nabi Ibrahim SAW kepada Ibrahim SAW. Tentang kisah
salamnya Adam SAW ini telah diungkapkan oleh nabi Muhammad SAW dan tentang salamnya
kaum nabi Ibrahim telah diabadikan dalam al-Qur’an surat al-Dzariyat ayat
24-25. Sebagaimana tertera di bawah ini.
Dari Abu Hurairah ra. dari nabi SAW bersabda: “Ketika Allah Ta’ala
menciptakan Adam SAW., Allah berfirman kepadanya: “Pergilah dan ucapkan salam
kepada para Malaikat yang sedang duduk itu kemudian dengarkanlah jawaban mereka
kepadamu, karena sesungguhnya jawaban itu merupakan penghormatan bagimu dan
bagi anak cucumu, maka Adam SAW mengucapkan: “Assalaamu’alaikum”. Mereka menjawab:
“Assalaamu’alaika wa rahmatullaah”. Mereka memberi tambahan dengan “Wa rahmatullah”.
(HR. Bukhari dan Muslim).
ö@yd y79s?r& ß]Ïym É#ø|Ê tLìÏdºtö/Î) úüÏBtõ3ßJø9$# ÇËÍÈ øÎ) (#qè=yzy Ïmøn=tã (#qä9$s)sù $VJ»n=y ( tA$s% ÖN»n=y ×Pöqs% tbrãs3YB ÇËÎÈ
Artimya: Sudahkah sampai kepadamu (Muhammad) cerita tentang
tamu Ibrahim (Yaitu malaikat-malaikat) yang dimuliakan?. (Ingatlah) ketika mereka masuk ke tempatnya lalu
mengucapkan: "Salaaman". Ibrahim menjawab: "Salaamun (kamu)
adalah orang-orang yang tidak dikenal." (Q.S. al-Dzaariyat/51:24-25).
Kedua kisah ini seyogyanya memberikan kita motivasi untuk menyebarluaskan
salam kepada sesama. Banyak sahabat nabi telah menyampaikan pentingnya perintah
untuk menyebarluaskan salam. Hal ini disebut dalam beberapa hadits berikut:
Dari al-Barra’ bin ‘Adzib ra. Berkata: “Rasulullah SAW bersabda: “Rasulullah
SAW menyuruh kami untuk melaksanakan tujuh macam perbuatan yaitu: menjenguk
orang sakit, mengiringkan jenazah, mendoakan orang yang bersin, menolong orang
yang lemah, membantu orang yang teraniaya, menyebarluaskan salam dan menepati
sumpah”. (H.R. Muslim).
Dari Abu Hurairah ra. Berkata: “Kamu
sekalian tidak akan masuk surga sebelum kalian beriman, dan kamu sekalian
tidaklah beriman sebelum saling sayang menyayangi. Maukah aku tunjukkan sesuatu
yang apabila kamu kerjakan niscaya kamu sekalian akan saling sayang menyayangi?
Yaitu sebarluaskan salam di antara kalian.” (H.R, Muslim).
Begitu pentingnya menyebarluaskan salam sehingga Raasululah saw begbtu ttgas.






