Saturday, 18 September 2021

Cabang Mad (Mad Fari'), Wajib Muttashil dan munfasil, Jaiz, Shilah, Shilah Thowilah, Shila Qosirah, dan Mad Lazim Mutsaqqol Qilmi



1. Mad Wajib Muttashil

Adapun arti mad wajib adalah bacaan yang wajib dibaca panjang. sedangkan Muttashil berarti tersambung. Artinya, mad dan hamzah tidak terpisah. Jatuhnya hukum bacaan mad wajib mujttashil ini, yakni ketika ada bacaan mad yang bertemu dengan hamzah (ء) dalam satu kata atau kalimat. Hukumnya ditahan selama enam harokat atau  ukuran panjangnya tiga alif. Maksudnya enam ketukan atau tiga alif. Perhatikan contoh di bawah ini.    

2. Mad Jaidz Munfasil

Maksud mad jaidz Munfashil yaitu apabila ada mad  asli (thobi’i) yang bertemu dengan huruf hamzah dilain kalimat. Artinya, hamzah yang tidak tergabung dalam satu kata tapi pada kata yang berbeda. Bunyinya ditahan selama lima ketukan atau lima harokat atau dua setengah alif.






3. Mad Shilah

Perlu dipahami bahwa mad shilah itu hanya berlaku ketika diwashol (dibaca sambung. Adapun jika diakhir kalimat maka di sukun. Mad ini terbagi dua. Pengecualian Mad Shilah yaitu Ha’ dhomir pada surat az-Zumar ayat 7 tetap dibaca pendek walaupun memenuhi syarat. Perhatikan contoh di bawah ini.

4. Mad Shilah Thowilah

Ketika ada ha dhomir mufrod mudzakkar yang didahului huruf hidup yang bertemu dengan hamzah. Bunyinya ditahan selama empat atau lima harokat atau empat atau lima ketukan atau dua setengah alif. 








5. Mad Shilah Qosirah

Mad ini biasa juga dikenal dengan sebutan mad sughra. Pengertiannya yakni ketika ha dhomir mufrad mudzakkar yang diawali huruf hidup yang  tidak bertemu dengan hamzah. Dibaca panjang selama dua harokat atau dua ketukan atau satu alif. 

6. Mad Lazim Mutsaqol Kilmi

Yaitu, ketika mad thobi’i bertemu huruf yang bertasydid dalam satu kalimat. Bunyi bacaan panjangnya ditahan selama enam harokat atau tiga alif. 

Previous Post
Next Post

aninlihiofficial merupakan blog yang berkonsetrasi dalam bidang keilmuan, Budaya dan dakwah. dengan menyampaikan satu dua ayat. sebagaiman qaul yang sudah umum diketahui "balighu ani walau ayah" sampaikan walaupun satu ayat. mungkin satu ayat itu dimata orang kecil, tapi yakinlah hanya menyebar satu ayat itu saja sebenarnya hasil kebaikannya sudah berlipat ganda bagi orang yang menyebarkan. olehnya itu, penyebaran kebaikan yang sedikit ini, semoga menjadi amal yang belipat ganda disisi Allah swt

0 comments: