1. Waqof Tam
Tam secara bahasa berarti sempurna. Artinya, waqof tam adalah waqof yang lazim atau diharuskan untuk berhenti apabila ayat telah dibaca sempurna. Baik dari segi lafadz ataupun maknanya. Kemudian dilanjutkan pada ayat berikutnya.
Contoh Waqaf Tam. Surat An-Nashr. Berlaku pula untuk surat lainnya. Surat ini hanya contoh saja.
اِذَا جَآءَ نَصْرُ اللّٰهِ وَا لْفَتْحُ
وَرَاَ يْتَ النَّا سَ يَدْخُلُوْنَ فِيْ دِيْنِ اللّٰهِ اَفْوَا جًا
فَسَبِّحْ بِحَمْدِ رَبِّكَ وَا سْتَغْفِرْهُ ۗ اِنَّهٗ كَا نَ تَوَّا بًا
"Apabila telah datang pertolongan Allah dan kemenangan," "dan engkau melihat manusia berbondong-bondong masuk agama Allah," maka bertasbihlah dengan memuji Tuhanmu dan mohonlah ampunan kepada-Nya. Sungguh, Dia Maha Penerima Tobat." (QS. An-Nasr 110: Ayat 1-3)
Setelah membaca ayat 1 sampai akhir kalimat, lalu berhenti. Kemudian lanjut pada ayat 2 dan seterusnya.
2. Waqof Kafi (Cukup)
Waqaf kafi maksudnya adalah waqof yang diperintahkan untuk berhenti pada suatu kata yang sempurna maknanya namun ada hubungannya dengan kalimat/ayat berikutnya secara makna tetapi tidak secara lafadz. Kemudian ibtida’ (dimulai) dari kata setelah kata yang diwaqafkan.
Contoh:
Al-Baqarah: 6-7
إِنَّ الَّذِينَ كَفَرُوا سَوَاءٌ عَلَيْهِمْ أَأَنْذَرْتَهُمْ أَمْ لَمْ تُنْذِرْهُمْ لَا يُؤْمِنُونَ (6) خَتَمَ اللَّهُ عَلَى قُلُوبِهِمْ وَعَلَى سَمْعِهِمْ...
Apabila kita waqaf di akhir ayat 6 dan ibtida’ (dimulai) di awal ayat 7 termasuk kafi. Kedua ayat ini sama-sama membahas tentang kriteria orang kafir namun secara gramatikal ayat 6 tidak berhubungan dengan ayat 7.
3. Waqof Hasan (Baik)
Waqaf hasan maksudnya adalah waqof yang memerintahkan kita untuk berhenti pada suatu kata yang sempurna maknanya namun ada hubungannya dengan kalimat/ayat berikutnya secara makna dan secara lafadz. Kemudian ibtida’ (dimulai) dari kata setelah kata yang diwaqafkan. Contoh:
Al-Fatihah 2-4
الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ (2) الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ (3) مَالِكِ يَوْمِ الدِّينِ (4)
Apabila kita waqaf di akhir tiga ayat di atas termasuk waqaf hasan. Ketiga ayat di atas semua berisi sifat Allah swt dan ayat 3 dan 4 adalah naat/shifat dari kata “Lillah”.
Contoh lainnya Al-Humazah 1-2:
وَيْلٌ لِكُلِّ هُمَزَةٍ لُمَزَةٍ (1) الَّذِي جَمَعَ مَالًا وَعَدَّدَهُ (2)
Waqaf pada akhir ayat 1 surat Al-Humazah termasuk hasan karena sudah sempurna makna dan karena ayat 2 merupakan penjelas.
4. Waqof Qobih
Waqaf qabih adalah berhenti pada bacaan secara tidak sempurna maknanya dan tentunya masih ada hubungannya secara lafadz dan makna dengan kata/kalimat berikutnya. Waqaf ini harus dihindari karena bisa merusak makna dan maksud dari ayat tersebut. Kalau kita memahami bahasa Arab tentunya akan mudah untuk menghindari waqaf ini. Bagi yang belum memahami bahasa Arab hindari waqaf di huruf jar, mudhaf, fiil yang belum ada failnya, mubtada, dll.
Contoh:
إِنَّ اللَّهَ لَا يَسْتَحْيِي أَنْ يَضْرِبَ مَثَلًا مَا بَعُوضَةً فَمَا فَوْقَهَا
Bila kita berhenti di kata “La yastahyi” ini merupakan waqaf qabih karena menyipati Allah dengan sifat tercela dan maknanya akan jelas bila diwashalkan.
لَا يُكَلِّفُ اللَّهُ نَفْسًا إِلَّا وُسْعَهَا لَهَا مَا كَسَبَتْ وَعَلَيْهَا مَا اكْتَسَبَتْ....
Contoh lainnya bila kita waqaf pada kata “illa” atau “laha”. Bila kita waqaf di kedua kata tersebut akan menimbulkan kerancuan makna.
Lalu bagaimana jika ada kata yang tidak sempurna maknanya tapi ada di ujung ayat? Kalau berada ada di ujung ayat, maka berhenti saja. Akan tetapi, kita harus melanjutkan ke kata berikutnya. Artinya kita tidak boleh berhenti di kata yang tidak utuh maknanya dan tanpa melanjutkan ke ayat berikutnya. Contoh:
فَوَيْلٌ لِّلْمُصَلِّيْالَّذِيْنَ (4) هُمْ عَنْ صَلَاتِهِمْ سَاهُوْنَ (5)
Boleh berhenti di akhir ayat 4 karena ujung ayat walau belum utuh maknanya. Namun, tidak boleh berhenti di ayat 4 tanpa melanjutkan bacaan ke ayat berikutnya karena akan merusak makna.
Mengenai tanda Waqof bisa dibaca pula disini.
https://www.aninlihi.com/2021/08/tanda-tanda-waqof-dan-pengertiannya.html?m=1 dan Contoh Waqofnya disini. https://www.aninlihi.com/2021/08/contoh-contoh-waqof-supaya-mudah.html?m=1.
Demikian beberapa pembagian Waqof yang bisa anda pelajari dan praktekkan. Wallahu A'lam.

0 comments: