Barangkali membaca judul artikel ini, teman-teman sepertinya kaget dan mungkin hati menjadi geli. Penyakit hati kok boleh dipertahankan dan ditingkatkan. Seakan-akan judul artikel ini kontroversi dan tidak sesuai. Tapi, sabar dulu, insya Allah akan saya uraikan maksudnya. Mohon maaf atas kekhilafa jika judul artikel ini sedikit mencabik hati dan mengagetkannya.
Terdapat beberapa penyakit hati yang tidak boleh ada dalam diri seseorang. Sombong, 'Ujub, Takabbur, Bangga diri, Riya', Pamer, dan Irihati (Hasad atau dengki). Inilah beberapa penyakit hati yang tidak boleh ada dalam diri seorang muslim. Keberadaan beberapa penyakit hati ini, sangat membahayakan seseorang. Baca Juga https://www.aninlihi.com/2021/08/sifat-sifat-yang-merusak-qalbu-agar.html?m=1.
Bukankah sombong telah menjerumuskan Iblis kedalam kesengsaraan abadi, bukankah Qarun ditenggelamkan bangga diri, riya dan pamer. Begitu pula, bukankah orang yang dengki, hasad atau irihati amalnya akan hangus dihadapan Allah karena iri hati itu. Baca, https://www.aninlihi.com/2021/08/eksistensi-qalbu-hati-didalam-diri.html?m=1.
Alhasadu ta'kulul hasanaatu, kamaa ta'kululunnaarul hatoba. (Irihati dapat membakar amal, seperti api yang melahap kayu bakar).
Irihati ternyata begitu membahayakan, seseorang sudah bersusah payah dalam mengamalkan ibadah seumur hidupnya. Ia sholat, ia puasa, ia bayar zakat, ia haji. Namun, semua amal itu menjadi hangus terbakar hanya karena sifat irihatinya yang kecil itu.
Kalau demikian bahayanya irihati itu, kenapa judul artikel ini, seakan-akan memberi dukungan pada irihati hati yang boleh dilakukan?.
Jadi, begini, irihati itu terbagi dalam dua makna dan fungsi.
Pertama: irihati yang tidak diperbolehkan.
Inilah irihati yang sudah saya uraikan ancamannya. Jenis irihati seperti ini bermakna penolakan dan penghapusan total terhadap sesuatu kelebihan yang dimilki orang lain. Artinya, seseorang tidak suka terhadap keunggulan atau kemampuan yang lebih baik pada diri orang yang didengki dan berharap agar kelebihan orang itu hilang darinya. Maksudnya nikmat yang diberikan Allah, orang yang dengki menginginkan karunia itu hilang.
Nah, sifat macam ini berbahaya, sebab terkadang bisa berujung pada pembunuhan dan keterjerumusan dalam kesyirikan. Betapa banyak orang yang dengki kemudian melakukan sihir, santet dan jenis ritual setan lainnya hanya untuk menghambat dan menyakiti orang yang didengki. Maka, jika ada sifat seperti ini tolong dibuang jauh-jauh. Jangan dipelihara, temukan solusi untuk menghilangkannya. Agar engkau selamat.
Kedua: Irihati yang diperbolehkan. Jenis hasad macam ini, kadang disebut ghitto'. Artinya, seseorang irihati pada karunia Allah yang diberikan kepada orang lain, namun irihati tersebut semacam memberi semangat dan motivasi, bukan niat hati ada harapan agar kelebihan orang lain hilang. Jenis iri seperti ini kata Nabi Saw, diperbolehkan pada dua hal. Sebagaimana disebutkan dalam hadits dari Ibnu Umar.
Dari Ibnu Umar ra. dari Nabi Saw., beliau bersabda: Tidak ada irihati yang diperbolehkan, kecuali pada dua hal, yaitu: Seseorang yang diberi kemampuan oleh Allah untuk membaca dan memahami Al-Qur'an kemudian ia membaca dan mengamalkannya baik pada waktu malam maupun siang, dan seseorang yang dikaruniai harta oleh Allah, kemudian ia menafkahkannya dalam kebaikan, baik pada waktu malam maupun siang" (Hr. Bukhari dan Muslim).
Jadi, irihati yang diperbolehkan semata-mata jenisnya adalah dorongan untuk memotivasi diri dalam meningkatkan kemampuan membaca al-Qur'an dan kreatifitas dalam mengamalkannya. Juga motivasi untuk mengeluarkan harta dijalan Allah tanpa mengenal waktu.
Seseorang boleh irihati pada orang yang memiliki kemampuan menguasai dan mengamalkan al-Qur'an serta kemampuan seseorang dalam berinfaq tanpa kenal waktu. Namun, irihati yang dimaksud bukan berharap agar kelebihan membaca dan mengamalkan al-Qur'an serta semangat infaknya dijalan Allah menurun bahkan hilang. Jika, ada sifat seperti ini pada diri seseorang, maka berusahalah untuk dihilangkan.
Dekati masjid, rutinlah membaca al-Qur'an, tingkatkan sholat sunnah, pertahankan sholat wajib, bangun hubungan kekeluargaan dan persaudaraan serta doa-doa.

0 comments: