Kata pisabha berasal dari akar kata pisa dan bharaba, pisa berarti meninggalkan, sedangkan bharaba berarti bermain. Jadi, pisabha berarti suatu aktifitas untuk meninggalkan aktifitas bermain. Adanya kecenderungan bermain merupakan sifat lumrah bagi anak kecil, sifat inilah yang harus ditinggalkan oleh gadis remaja ketika beranjak dewasa. Artinya, dirinya sudah beralih dari sifat kanak-kanak kepada sifat dewasa (baliq). Karena itu, ia harus meninggalkan sifat kanak-kanak itu. Jika sebelumnya ia boleh berkumpul bersama-sama untuk bermain dengan laki-laki yang bukan muhrimnya, maka setelah dewasa ia harus membatasi dirinya dari pergaulan semacam itu, jika saat kecil ia lebih banyak bermain daripada membantu kedua orang tuanya, maka sekarang ia harus lebih banyak membantu orang tuanya, jika saat kecil ia lebih banyak bermain daripada belajar, maka sekarang ia harus lebih serius belajar, dan jika kecil sering bertutur kata kurang sopan, maka sekarang ia harus lebih menjaga lidahnya dalam memilih kata dan kalimat yang sopan.
Adapun dukungan pelajaran kesopanan, akan diajarkan saat proses pelaksanaan pisabha. Selama dalam kurungan mereka akan diajarkan keimanan kepada Allah yang tertera dalam rukun iman, sopan santun, pengamalan ketaqwaan, kebaktian, dan pembelaan terhadap kebenaran.
Umi Sumiyati selaku tokoh adat menambahkan bahwa pisabha merupakan tradisi peralihan status seorang gadis dari remaja (kabu-bua) ke dewasa (mouse), peralihan itu ditandai dengan datang bulan (haid pertama). Pisabha juga diartikan sebagai tradisi penyucian diri. Arti penyucian diri ini di latarbelakangi aktifitas penyucian jasmani dan rohani seorang gadis dengan memakai lulur, mandi dan zikir ketika proses kurungan dilakukan. Selain itu, pisabha juga diartikan sebagai tradisi paislamu (pengislaman), alasan pengertian ini terinspirasi dari proses pensyahadatan yang dilakukan sang gadis ketika melakukan pisabha. Pengertian semacam ini sangat berhubungan dengan salah satu fungsi syahadat dalam Islam. Yakni adalah pintu masuk Islam. Artinya, seseorang jika ingin masuk Islam, maka dia harus bersyahadat. Terlepas dari apakah proses pensyahadatan itu dilakukan karena niat yang benar dan ikhlas atau hanya pura-pura saja. Intinya, syahadat jika telah diucapkan, maka seseorang telah mendapat kartu tanda Islam.
Dari beberapa pengertian yang dikemukakan, dapat ditarik suatu pengertian baru tentang pisabha. Pisabha adalah tardisi peralihan status seorang gadis remaja yang ditandai dengan haid untuk menjadi gadis dewasa yang selalu terjaga kesuciannya baik lahir maupun bathin, sehingga senantiasa berada dalam tuntunan dan pengamalan syariat dalam Islam.
Nama lain dari tradisi pisabha adalah bakurung, istilah ini diperkenalkan karena gadis remaja yang melakukan tradisi pisabha dikurung selama ia haid dan ia dikeluarkan dari kurungan setelah masa haid selesai.
Walaupun pisabha nampak memiliki beragam pengertian, tapi inti atau subtansinya sama. Yakni tradisi peralihan status remaja ke dewasa yang ditandai dengan haid.
Demikian beberapa pengertian pisabha, semoga bermanfaat bagi para penelitu tradisi yang bertalian dengan tradisi pisabha.

0 comments: