Monday, 24 May 2021

MANUSIA SUBJEK PENGELOLA BUMI DAN BEBERAPA ISINYA


Allah membentangkan bumi ini tidak lain kecuali dipersiapkan untuk makhluk-Nya. Untuk tumbuh -tumbuhan, untuk hewan dan manusia. Tumbuh-tumbuhan berfungsi memperindah alam, menyimpan kadar air dan menopang tanah supaya tidak terjadi kerusakan, longsor serta meminimalisir banjir. Sementara, hewan adalah binatang yang bisa dikelola oleh manusia. Sebagian binatang ini diajdikan hewan ternak, dijadikan hiasan dan juga sebagai siklus kesuburan. Adapun manusia adalah pengelola, perawat dan penikmat kedua ciptaan Allah tersebut. Manusia diberikan wewenang untuk menikmati tumbuh-tumbuhan dan hewan. Kedua ciptaan ini fitrahnya diperuntukkan kepada manusia.Artinya, kedua ciptaan bisa dikonsumsi oleh manusia. Namun ada batasan pengosumsiannya.
Manusia sebagai khalifah, ditunjuk untuk mengelola dan merawat bumi. Supaya tidak terjadi kerusakan. Iapun juga bisa menikmati sesuai kebutuhannya. Pertanggung jawaban ini semua dilimpahkan kepada manusia. limpahan pertanyaan dan jawaban harus dipikul oleh manusia.
Manusia bertanggung jawab penuh dab ini konsekuensi yang mau tidak mau harus diterima. mereka tidak melakukan kerusakan, melakukan keburukan. bumi dan isinya harus dikelola dengan sebaik-baiknya. Tidak boleh mereka berlebih-lebihan dalam mengelolanya (over).
Supaya manusia tidak over dalam mengelola bumi dan seluruh isinya. Maka diperlukan petunjuk atau pedoman yang harus diperhatikan. Sebagai top control untuk mengatur keseimbangan dalam pengelolaan bumi. Top controlnya yang dimaksud bisa kita sebut al-Qur'an, dialah yang saya angggap kompas pengaturnya. 
Tanpa al-Qur'an manusia mungkin bisa mengelola bumi ini. Tapi, dapat dipastikan bisa over atau Ghulu' berlebih-lebihan. Sehingga kemungkinan terjadinya kerusakan bumi itu ada. Tapi, kalau al-Qur'an dijadikan sebaga top control langkah dan seluruh tata laku manusia, maka bumi dapat terselamatkan dari kerusakan.
Previous Post
Next Post

aninlihiofficial merupakan blog yang berkonsetrasi dalam bidang keilmuan, Budaya dan dakwah. dengan menyampaikan satu dua ayat. sebagaiman qaul yang sudah umum diketahui "balighu ani walau ayah" sampaikan walaupun satu ayat. mungkin satu ayat itu dimata orang kecil, tapi yakinlah hanya menyebar satu ayat itu saja sebenarnya hasil kebaikannya sudah berlipat ganda bagi orang yang menyebarkan. olehnya itu, penyebaran kebaikan yang sedikit ini, semoga menjadi amal yang belipat ganda disisi Allah swt

0 comments: