Hidup berkelompok sudah menjadi tabi’at manusia yang tidak bisa dihindari. Itulah sebabnya, manusia disebut sebagai makhluk sosial. Makhluk yang sering berinteraksi, bekerjasama dan saling membantu. Walaupun manusia memiliki kecenderungan hidup bersosial. Tetapi, kecenderungannya untuk menyakiti orang lain juga ada. Karenanya butuh peraturan yang mengontrol, mengatur dan sangsi sebagai hukum jerah. Agar peraturan dan hukum jerah bisa dilakukan dan berjalan dengan baik maka butuh sebuah lembaga atau isntitusi yang dipimpin oleh seorang kepala negara yang baik dan benar. Kenapa pemimpin yang baik dan benar dibutuhkan. Karena, kemajuan, kesejahteraan, keadalian dan perkembangan negara hanya bisa diwujudkan jika pemimpin berjiwa mengayomi dan melindungi. Artinya, fungsi seorang pemimpin adalah mampu mengayomi dan melindungi masyarakat dari berbagai gangguan dan bahaya yang mengancam ketentraman warga masyarakat, serta bertanggung jawab untuk memberikan pelayanan terbaik. Maka, paling bagusnya seorang pemimpin adalah yang paling terbaik diantara masyarakat yang ada.
Ibnu Abi Rabi’ mencoba memberikan solusi bagi idealnya pemimpin sebuah negara. Menurutnya sosok pemimpin ideal adalah seseorang yang memiliki keyakinan bahwa kepemimpinan yang diembannya merupakan mandat dari Allah. Kepala negara adalah cerminan atau refresentasi seuruh rakyat. Karenanya, kelemahan, kekuatan, dan kemajuan sebuah negara bergantung dari kepala negaranya. Maka seorang kepala negara harus memiliki sifat.
a. Merealisasikan akhlak (aspirasi yang luhur) dan memiliki kemampuan mengendalikan emosi
b. Punya pandangan yang kokoh (kemampuan mengkaji dan menganalisis sistem pengelolaan pemimpin dahulu, mempelajari sejarah, dan melakukan eksperimen tentang kesuksesan dan kegagalan mereka).
c. Handal saat menghadapi setiap tantangan.
d. Kemampuan mengelola negara menjadi negara yang memiliki kekayaan besar. Dengan merealisasikan keadilan kepada rakyat dan melaksanakan pembangunan yang berkelanjutan.
e. Mengamalkan sikap sopan santun dan memberi penghargaan terhadp wakil-wakilnya.
Demikian idealnya seseorang menjadi kepala negara atau pemimpin.
Seorang kepala negara bisa menjadi memimpin negara menjadi ideal maka harus menghindari beberapa hal di bawah ini menurut Ibnu Abi Rabi’.
a. Tidak boleh mengangkat seseorang yang tidak memiliki kapabilitas
b. Tidak boleh mengankat orang yang tidak jujur
c. Tidak boleh mengangkat seorang yang tak pandai menjaga rahasia
d. Tidak boleh mengangkat penjaga keamanan yang tidak memiliki kecakapan
e. Tidak boleh mengangkat pejabat yang mengabaikan tugasnya
Sebaliknya kemajuan dan kesejahteraan negara bisa tercapa jika seorang pemimpin atau wakil-wakilnya memiliki sifat.
a. Berkelayakan (memiliki kepribadian baik dan kapabilitas).
b. Punya sikap jujur dan bertanggung jawab
c. Dapat dipercaya dan tidak mudah berkhianat
d. Memiliki loyalitas tinggi menjaga keamanan negara
e. Memiliki komitmen tinggi pada pekerjaanya
f. Memiliki integritas tinggi.
Demikian beberapa yang perlu diperhatkan oleh seorang kepala negara menutur Ibnu Abi Rabi’.
