Tuesday, 21 June 2022

Bahasa Arab (اَلْوَانٌ )Warna-Warna dan (أَلْأَرْقَامُ) Angka 11-20

1-20

مُؤَنَّثٌ

Perempuan

اَلْوَانٌ

Warna-Warna

مُذَكَّرٌ

Laki-Laki

 

سَوْدَاءُ


 

Hitam


أَسْوَدُ

 

حَمْرَاءُ


 

Merah

 

أَحْمَرُ

 

بَيْضَاءُ


 

Putih

 

أَبْيَضُ

 

 


خَضْرَاءُ



Hijau


أَخْضَرُ


سَمْرَاءُ









Coklat 



أَسْمَرُ


زَرْقَاءُ



Biru

 أَزْرَقُ

صَفْرَاءُ


 

Kuning

أَصْفَرُ

بَنَفْسَجِيَّةُ


 

Ungu

بَنَفْسَجِيُّ

زَهْرِيَّةُ


 

Pink

زَهْرِيُّ

رَمَادِيَّةٌ



 

Abu-Abu


أَرْمَدُ




أَلْأَرْقَامُ

Angka-Angka

11

Sebelas

أَحَدَ عَشَرَ

۱۱

12

Dua Belas

إِثْنَةَ عَشَرَ

٢۱

13

Tiga Belas

ثَلَاثَةَ غَشَرَ

٣۱

14

Empat Belas

أَرْبَعَةَ عَشَرَ

٤۱

15

Lima Belas

خَمْسَةَ عَشَرَ

٥۱

16

Enam Belas

سِتَّةَ عَشَرَ

۱٦

17

Tujuh Belas

سَبْعَةَ عَشَرَ

٧۱

18

Delapan Belas

تِسْعَتَ عَشَرَ

۸۱

19

Sembilan Belas

سَمَانِيَةَ عَشَرَ

۹۱

20

Dua Puluh

عِشْرُوْنَ

٢٠
















Saturday, 4 June 2022

MENGUAK TAHARAH DAN PENGERTIANNYA

 


Setiap orang menyukai kebersihan, walaupun aktifitas dan profesi sehari-harinya tukang sampah, tukang potong rumput, buruh kasar, dan klining servis yang setiap harinya berbaur dengan kotoran. Orang “pangkotor” kata orang ambon, walau dia suka buat kotor. Pasti dia suka pada kebersihan. Sebab, kebersihan itu adalah fitrah manusia. Bahkan ia bagian dari keimanan seseorang.

الطُّهُرُ شَترُ الْإيْمَنِ

“Kebersihan bagian dari iman”

Terkait kebersihan erat kaitannya dengan taharah, namun taharah lebih luas mengkaji tentang kebersihan. Taharah tidak hanya membicarakan kebersihan jasmani, seperti kebersihan tempat tinggal, kebersihan anggota tubuh maupun kebersihan  berkaitan pencucian najis. Melainkan juga kebersihan rohani, kebersihan hati dari sifat-sifat yang tidak kasat mata atau najis batin, namun wujudnya ada. Sehingga taharah kemudian dibagi menjadi dua sudut kajian. Yakni, Taharah maknawiyah dan taharah hissiyah.  

Maksud taharah maknawiyah adalah proses membersihkan diri dari najis batin. Seperti syirik, sombong, hasad/dengki, ‘ujub, takabbur, riya’ dan berbagai sifat kotor lainnya. Dalam konteks taharah maknawiyah. Seorang muslim dan muslimah hendaknya membersihkan kotoran dan najis ini dari hati-hati mereka. Jika beberapa kotoran sampah-sampah ini tidak dibersihkan, maka berpeluang besar menyebabkan penyakit. Penyakit itu kemudian menghalangi seseorang untuk menghususkan keyakinan hanya kepada Allah swt.

 

Sedangkan taharah hissiyah adalah proses membersihkan tubuh dari kotoran-kotoran yang menempel pada badan jasmaniyah. Membersihkan badan dengan mandi, anggota-anggota wudhu, dan cebok tempat keluarnya kotoran dari qubul (taik) dan dubur (kencing).

Kedua taharah ini harus dipraktekkan oleh seorang muslim atau muslimah. Penjelasan detail tentang kedua taharah maknawiyah dan hissiyah bisa dibaca juga dalam ensiklopedia fikih syaikh Utsaimin.

Pengertian “taharah”,  kata taharah dengan terbaca fathah huruf ta’nya berarti “suci atau bersih”. Menurut istilah syara’, mengandung banyak tafsir, diantaranya : suatu perbuatan yang menjadikan seseorang boleh sholat, misalnya : wudhu, mandi, tayamun dan menghilangkan najis.  (Fathul Qarib).

Dapat dipahami bahwa taharah sangat erat  kaitannya dengan shalat, bahkan taharah menjadi kunci bagi terlaksananya shalat. Demikian shalat menurut arti istilah. Pantas kemudian ada kalimat.

الصَّلّاةُ مِفْتَحُ الْجَنَّةِ الطَّهَارَةُ مِفْتَهُ الصَّلَاةِ

“Kunci surga adalah shalat dan kunci shalat adalah taharah.”

Maka pintu gerbang kesuksesan shalat terletak pada taharah. Yakni taharah maknawiyah dan hissiyah. Artinya, seorang muslim dan muslimah harus membersihkan hatinya terlebih dahulu sifat syirik kotor. Terutama dari keyakiknan kepada selain Allah. Maksudnya tidak boleh ada syirik dalam hati. Begitu pula sombomng dan lain-lain. Sehingga, jika seseorang melaksanakan shalat tanpa taharah, keliahatan memang dia shalat, namun sebenarnya dia sedangkan ngigau dan berangan-angan. Dapat pula dikatakan sia-sia ibadah shalatnya tanpa taharah. dIa ke masjid namun dia sebenarnya seperti orang yang belum menemui masjid. walaupun dia sudah melaksanakan shalat itu di masjid. Dapat pula dikatakan shalatnya hanya siulan dan tepuk tangan saja.

 

Pantas dalam kitab-kitab fikih, taharah selalu menjadi ilmu yang pertama dibahas. Sebab ia kunci pembuka. Ia ibarat al-Fatihah bagi surat-surat dalam a-Qur’an, ia bagai anak tertua dalam keluarga, dan ia bagaikan kunci bagi rumah.

Sadarlah bahwa belajar taharah penting untuk diajarkan kepada masyarakt islam. Ini tugas kita semua umat Islam.


 

Saturday, 28 May 2022

Sekilas Makna Semiotika

 SEMIOTIKA. Ternyata tidak semua masyarakat akademik mengetahuinya, kecuali mereka yang berkecimpun pada dunia filsafat, humaniora, komunikasi dan sastra. Keempat jurusan ini barang kali yang lebih mengetahui seluk beluk kajian dan  fokusnya. Bagi masyarakat pada umumnya, semiotika pastinya asing ditelinga mereka. Walaupun studi ini penting untuk mereka ketahui. Kenapa perlu, karena hampir setiap hal yang ada di alam raya ini berisi jabaran tentang semiotika. Sekecil apapun bahasan yang ada, pasti masuk dalam bahasan semiotika. Nah, sekarang, apa sih semiotika itu.? Mungkin diantara kita ada yang bertanya-tanya. Bukan hanya masyarakat umum, tetapi para mahasiswa filsafat khususnya, ternyata ada juga yang belum mengetahui apa itu semiotika. Dalam pembahasa ini, saya akan memaparkan dengan dua sudut pandang pengertian.


(Secara bahasa). Ungkapan lain selain kata bahasa untuk menetapkan pengertian adalah makna secara leksikal atau etimologi. Ketiga kata untuk pemakaian pengertian, boleh menggunakan kata “makna secara leksikal, makna secara bahasa, dan makna secara etimologi”. Ketiga kosa kata ini memiliki arti dan tujuan yang sama. Jika kata leksika, bahasa dan etimologi dilekatkan dengan kata semiotika, maka maksudnya semiotika menurut leksikal, semiotika menurut bahasa atau semiotika secara etimologi memiliki tujuan yang sama. Jadi, boleh menggunakan salah satu dari ketiga kalimat ini untuk memberi arti pada suatu bahasan yang kita inginkan khususnya secara bahasa.




Semiotika secara etimologi berasal dari kata semeion bahasa Yunani, yang berarti tanda. Tanda sendiri didefinisikan sebagai sesuatu dalam kehidupan sosial yang mewakili sesuatu yang lain. Pengertian ini hampir semakna dengan ungkapan Charles Sanders Peirce bahwa semiotika adalah sesuatu yang bagi seseorang mewakili sesuatu yang lain dalam beberapa hal yang lain atau kapasitas.

Contohnya: asap menandai adanya api, jejak kaki menandai adanya orang yang sedang lewat dan kain putih yang diletakan didepan rumah menandakan ada yang mati dan lain sebagainya. Demikian makna semiotika secara bahasa atau etimologi.

Adapun (Secara Istilah). Dalam kata lain secara terminologi, Semiotika adalah ilmu yang mempelajari sederetan luas objek-objek, peristiwa-peristiwa, dan seluruh kebudayaan sebagai tanda.

Artinya, setiap objek, setiap peristiwa dan seluruh kebudayaan memiliki makna. Makna-makna inilah yang dijabarkan dalam semiotika. Objek yang dimaksud tidak hanya berkaitan dengan benda, melainkan juga komunikasi atau tutur kata, bahkan mimik seseorang. Penjelasan ini menunjukkan semiotika cakupan kajiannya sangat luas.