Dalam proses pelaksanaan pisabha, gadis remaja diberikan pengajaran tentang taharah, yang didalamnya berisi penjabaran tentang Istinja, Mandi dan Wudhu. Taharah adalah proses untuk menyucikan diri dari kotoran-kotoran atau najis yang menempel di badan. Untuk memperkuat keyakinan sang gadis, para sando lantas memberikan pengajaran doa-doa istinja dan sekaligus maknanya. Tujuannya supaya mereka benar-benar memahami nilai dari kebersihan diri, dan diyakini bahwa itu perintah Allah SWT. Jamia menyampaikan agar gadis-gadis remaja mempelajari teori-teori istinja dengan baik, yaitu piguru misa (belajar terlebih dahulu) mulai dari tata cara istinja hingga menghafal dan memahami akna doa-doanya. Dan kesempatan itu dilakukan dalam melaksanakan pisabha. Artinya, mereka bisa konsetrasi mendengarkan pembinaan dan menghafal doa-doa istinja yang diajarkan. Bahkan dalam kitab-kitab fikih, pembahasan taharah menduduki urutan pertama yang harus diketahui. Nilai-nilai penyucian diri inilah yang dilakukan oleh masyarakat Buton ketika melakukan tradsisi pisabha, khususnya bagi anak-ana gadis mereka.
Ketika para gadis pisabha berada didalam kurungan mereka dipakaikan lulur kecantikan, lulur ini berfungsi untuk menghaluskan dan memutihkan kulit gadis-gadis remaja yang melakukan pisabha. Sehingga mereka selalu terlihat cantik dan bersih. Dan keberishan termasuk bagian dari Iman “attuhuru syatrul iiman”. Selain pemakaian lulur sebagai media pembersihan kulit. Mereka juga diajarkan istinja, ini perkara yang dianggap penting bagi mayarakat Islam. Kesucian jasmani terkafer pada makna kain putih. Imam Surima mengatakan bahwa gadis remaja yang sudah melakukan pisabha jasmani dan rohaninya akan suci bagai kain putih.
Kain putih selain melambangkan kesucian jasmani, juga melambangkan kesucian rohani, kenapa gadis pisabha juga mendapatkan kesucian rohani, karena ketika didalam kurungan mereka berzikir, mereka melakukan itu karena zikir adalah salah satu perintah yang harus dilakukan ketika melakukan pisabha, zikir diyakini sebagai aktifitas ibadah yang bisa dilakukan dalam kondisi haid. Anjuran berzikir ini, telah disampaikan oleh Umi Sumiyati selaku sando.
Umi Sumiyati mengungkapkan bahwa gadis pisabha harus melakukan zikir selama berada didalam kurungan, mereka harus senantiasa mengucapkan istighfar dan berbagai zikir lain yang berfungsi untuk senantiasa mengingat Allah dan menggugurkan dosa-dosa, dan ini harus dilakukan dalam keadaan ikhlas.
Zikir juga bisa mendatangkan ketenangan dan kedamaian hati, tentu gadis remaja pasti medapatkan itu. Al-Qur’apun telah mengungkapkan perintah ini dalam QS. Ar-Ra’du/13:28.
Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:
اَلَّذِيْنَ اٰمَنُوْا وَتَطْمَئِنُّ قُلُوْبُهُمْ بِذِكْرِ اللّٰهِ ۗ اَ لَا بِذِكْرِ اللّٰهِ تَطْمَئِنُّ الْقُلُوْبُ
Artinya: (yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka manjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingati Allah-lah hati menjadi tenteram.
Ayat-ayat tentang zikir dan jabarannya sangat luas dan banyak, jika diurai dalam pembahasan ini tidak akan muat, cukuplah bisa dipahami dari ayat ini bahwa zikir berfungsi untuk menentramkan hati dan menyucikan diri. Maka harapannya kesucian dan ketenangan hati itu tidak hanya didapatkan saat melaksanakan tradisi pisabha, tetapi bisa menjadi pendidikan yang dapat direalisasikan hingga kehidupan berakhir.
0 comments: