Akhlak termasuk sifat manusia yang unggul, baik, dan menimbulkan rasa persaudaraan, cinta dan kasih sayang terhadap sesama manusia. Mengenai hal ini telah diajarkan dalam tradisi pisabha. Pisabha termasuk salah satu media untuk mempelajari akhlak, sebab dalam proses melaksanakan pisabha para gadis itu telah diberikan penguatan-penguatan tentang pentingnya Ibadah untuk mendekatkan diri kepada Allah, menaati kedua orang tua, berbuat baik kepada keluarga dekat dan tetangga, dan harus bersikap baik terhadap semua orang, keempat hal ini kata Imam Surima merupakan perintah Allah SWT dan Rasul-Nya yang tertera didalam al-Qur’an dan sunah-sunah nabi-Nya. Selain itu, mereka berzikir dan belajar untuk mengisi pengetahuan dalam hati dan otak mereka. Dan perlu diketahui bahwa akhlak hanya bisa diraih dengan ibadah, sementara karakter dapat didapatkan dari ilmu. Kedua cara perolehan pendidikan karakter dan akhlak ini sudah diajarkan didalam pisabha. Para gadis yang melakukan pisabha diberikan sugesti untuk senantiasa berbuat baik kepada Allah dan kepada seluruh manusia.
Ajaran tentang pembentukan karakter tidak hanya terbatas pada pendidikan orang tua berupa nasihat pribadi, melainkan terbentuk dalam suatu tradisi. Didalam proses menjalani pisabha pendidikan yang diterima gadis pisabha tentang pembentuk sikap dan karakter baik yang diperbuat, terutama tentang akhlak kepada sesama manusia, kepada orang tua, dan kepada Allah SWT. Imam Surima menyampaikan bahwa.
“Selagi masih kanak-kanak, mangkali tomalawae mansuana, atawa tatalaksanae agama, jari natalapaisie, kemudian noanuaka mai tetangga, atau nopiwau kesalahan, toadarie ana-ana.
Artinya: “selagi masih kanak-kanak, barangkali anak itu pernah melawan orang tuanya, atau anak itu tidak melaksanakan ajaran agama, atau melepaskan agama, kemudian anak itu memiliki kesalahan dengan tetangga, itulah sebabnya anak itu harus dididik.
Olehnya itu, Imam La Abdullah Mustafa menyampaikan agar anak itu dipisabha, nanti didalam proses pelaksanaan pisabha anak itu bisa diberikan pengajaran sikap, karakter dan akhlak sehingga memiliki perangai yang baik dan terhindar dari perangai yang buruk, agar sang gadis itu suci dan putih hatinya dari sifat-sifat jahat seperti kain putih.
Inilah hal penting yang harus diketahui oleh gadis pisabha bahwa ia memiliki tanggung jawab untuk menjaga dirinya dari sifat-sifat buruk, pisabha yang telah dilakukannya menjadi salah satu bukti kepedulian masyarakat kepadanya. Pendidikan itu tidak hanya menjadi kewajiban orang tua secara pribadi, tetapi juga tanggung jawab tokoh-tokoh agama, tokoh-tokoh adat, dan tokoh-tokoh masyarakat. Sebab, gadis yang telah beralih statusnya menjadi dewasa bukan hanya menjadi kebanggaan, kegembiraan orang tua, tetapi kegembiraan, kebanggaan dan rasa senang seluruh masyarakat. Dia yang membawa nama harum daerah dan keluarganya.
0 comments: