Ahok adalah sosok fenomenal, disiplin, tegas tampa pandang
bulu. Siapapun yang tidak sesuai pola
kerjanya menurutnya di sikat bersih, ibarat tumbuhan langsung disiram dengan
air panas supaya tumbuhan itu punah dari permukaan bumi, kemudian mencari bibit
baru yang menurutnya sebagai bibit unggul. Sikap ini dilain sisi bagus, justru
sikap seperti inilah yang mampu melahirkan kedisiplinan dalam bekerja dan
mungkin mampu melahirkan pekerja-pekerja yang Profesional. Sebab dengan sikap
seperti itu setiap orang akan takut melakukan kesalahan.
Tapi, sikap ini
justru menjadikan Ahok tidak terkontrol, tutur kata yang ia keluarkanpun selalu
mengandung nada ajakan untuk berkelahi. Seperti DPRD DKI Jakarta di ajak
berkelahi, Partai-partai di ajak berkelahi dan kaum-kaum elitpun banyak di
tangkap diajak berkelahi juga, dan masih banyak lagi peristiwa yang seperti
itu.
Secara jujur semua orang mungkin banyak yang mengakui bahwa Ahok
sebenarnya bagus dalam memimpin, bahkan banyak orang mungkin terinspirasi dari
beliau, terutama dalam bidang pengembangan Ekonomi, Kedisiplinannya,
Ketegasannya, dan lainnya. Apalagi saat pidato di pulau seribu itu ia sedikit
membicarakan tentang sikap keadilan,kejujura, dan “jujur ini menurut Ahok tergantung
dengan siapa kita berteman, siapa yang berteman dengan orang yang merokok
diapun merokok dan siapa yang berteman dengan orang jujur pasti ia jujur,
dengan itu yang tidak jujur dalam mengelola tambang kata Ahok tidak usah di
ajak”. Perkataan ini sebenarnya punya veliu yang sangat tinggi, yang
mengambarkan bahwa Ahok itu tidak ingin keboohongan selalu merajalela di atas
bumi Nusantara yang Ahok inginkan hanyalah kejujuran, terlepas dari apakah Ahok
jujur atau tidak, itu pribadinya, tapi yang jelas Ahok menginginkan kejujuran.
Siapapun ingin mengajarkan kejujuran, Islam, Kristen, Yahudi
dan Agama yang lain pasti mengajarkan kejujuran, dan Ahok rupanya menginginkan
itu dan ini bagus sekali, siapa sih yang ingin di bohongin, tentunya saudara
pembacapun juga tidak ingin di bohongin.
Selanjutnya, perkataan Ahok yang menjelaskan Jujur itu,
ternyata merembet pada perkataan “di Bohongin Pake surat al-Maidah 51”
perkataan inilah yang menggugah Umat
Islam untuk bangkit, al-Qur’annya di hina, tidak pantas bagi orang yang
menghina kitab kami di biarkan, Umatpun bersuara Allahu Akbbar, Allahu
Akbar, Allahu Akbar, Menuntut Ahok
di adili. Karena bersalah Ahokpun meminta maaf, bahkan ucapan ini di ucapkan
berkali-kali. Namun umat Islam sepertinya sudah tidak menerima kata maaf itu,
al-Qur’an di Hina berarti telah menghina Allah Swt, dengan itu Ahok tidak Cukup
hanya minta maaf saja, dia harus di Hukum.
Ahok harus di adili secara hukum, agar mendapatkan hukuman
penjara, peristiwa ini sudah agak lama
belum di tuntaskan, maka umat islam sekarang harus bangkit dengan
melakukan aksi Demo tangkap Ahok, umat Islam sudah terbangun sekarang, mereka
mayoritas, kenapa bisa di Injak-injak, Allahhu Akbbar. Semangat sekali Umat
Islam beraksi, luar biasa, isu itu tersebar di berbagai media, TV, FB, Goggle
dan lain-lain.
Saya tidak tau, apakah ada kepertingan pribadi dibelik Aksi Demo hari ini, atau justru berangkat
dari niat membela umat islam secara utuh, atau ini hanya dampak dari isu-isu
propaganda yang di sebarkan media. Apapun itu, umat islam jika melakukan Demo
tidaklah pantas mengambil sikap anarkis sehingga merusak fasilitas Negara, yang sebenarnya fasilitas itu adalah
milik kita semua.

0 comments: