Wednesday, 2 November 2016

Ramuan Nenek Moyang: Bangau dan Camar

Amel dan Anin
Suatu hari, burung bangau berlibur di Hutan menikmati indahnya cuaca pagi yang cerah dan menghayati kicau burung-burung lain yang merdu bagai music Mozart yang menyentuh hati, ditengah perjalan ia bertemu dengan seekor burung Camar, merekapun berkenalan dan akhirnya menjadi teman akrab.

Burung Bangau memiliki bulu yang sangat cantik dan lembut, burung Camar sendiri tertarik melihatnya, burung camar kagum dan berpikir, sekiranya aku memiliki bulu yang indah seperti burung Bangau alangkah senangnya hatiku.
Pada suatu waktu, tidak tera menahan rasa, ingin seperti burung Bangau, burung Camarpun menyeru “wahai burung Bangau bulumu sangat cantik dan indah dipandang, ingin rasanya aku sepertimu?”. Mendengar itu, burung bangau tertawa “hahahahahaha” dan kemudian berkata: “tahukah kamu, buluku seperti ini, karena berkat ramuan nenek moyangku dulu, yang di wariskan secara turun temurun. Namun, Karena hari sudah sore merekapun kembali ke sarangnya masing-masing.
Keesokan harinya, burung Camar ingin menemui burung bangau dengan maksud ingin mempertanyakan sekaligus meminta ramuan tersebut, burung Camarpun pergi dan menemui Burung Bangau yang sedang duduk di atas dahan pohon cemara. setelah bertemu, burung Camar kemudian menyampaikan maksud kedatangannya, burung Bangau berkata “bolehkah aku mencoba ramuan nenek moyangmu?, agar buluku juga bisa cantik, indah dan lembut sepertimu. Burung Bangau kemudian menjawab dengan nada tolak, “tidak boleh, aku tidak bisa memberikanmu, nenek moyangku tidak ingin ramuan itu diberikan kepada selain keturunan burung Bangau, itu warisan yang di titipkan secara turun temurun, yang di janjikan untuk tidak diberikan kepada siapapun selain keturunannya. Cari saja ramuan yang lain, jangan pernah mengharapkan aku bisa memberikan ramuan itu.
Mendengar itu, burung Camarpun mengakui kalau dia memang bukan satu keturunan dengan burung Bangau, sebenarnya dia sempat berpikir, Burung Bangau pasti memberikannya karena dia sudah lama menjadi teman akrabnya, ternyata pikirnya salah. Camar berkata tidak usah aku memaksakan diri, aku harus ikhlas menerima serta mensyukuri nikmat yang telah Tuhan berikan kepadaku.

Burung Camar memang menerima itu, tetapi ia kemudian pergi mencari ramuan yang cocok untuknya, dia melakukan penelitian-penelitian dan pada khirnya ia juga menemukan ramuan yang dapat menjadikan bulunya indah dan bersih, ramuan itu ialah mandi di air yang jernih lima kali sehari.
Previous Post
Next Post

aninlihiofficial merupakan blog yang berkonsetrasi dalam bidang keilmuan, Budaya dan dakwah. dengan menyampaikan satu dua ayat. sebagaiman qaul yang sudah umum diketahui "balighu ani walau ayah" sampaikan walaupun satu ayat. mungkin satu ayat itu dimata orang kecil, tapi yakinlah hanya menyebar satu ayat itu saja sebenarnya hasil kebaikannya sudah berlipat ganda bagi orang yang menyebarkan. olehnya itu, penyebaran kebaikan yang sedikit ini, semoga menjadi amal yang belipat ganda disisi Allah swt

0 comments: