Oleh: Siti Indah Zahrah
Tahukah kita tentang profesi paling baik di mata Tuhan? Ia adalah sang guru sungguhan. Dalam riwayat orang-orang shalih terdahulu, biasa kita jumpai profesi guru dinisbahkan pada para nabi. Nabi adalah wakil-wakil Tuhan di alam, yang hadir dengan menggenggam amanah guru dari Tuhannya terhadap diri dan kaum manusia. Sedangkan para alim ulama dalam riwayat-riwayat itu, kita temukan mereka diidentitaskan sebagai pewaris para nabi dalam misi pendidikan manusia. Dan masih banyak lagi kabar-kabar sejarah itu yang mendudukkan guru pada level istimewa. Dalam tinjauan filosofis, manusia secara keseluruhan adalah guru. Guru terhadap jasmani dan ruh dirinya, guru terhadap sanak keluarganya, guru bagi manusia lain di sekitarnya, hingga guru terhadap apa saja di alam yang bereksistensi sebagai makhluk bergerak. Sebagai pemilik pikir, tentu saja akan berkata, apakah gerangan alasan sehingga profesi guru menjadi lebih utama mendahului profesi-profesi lainnya. Tuhan pernah menegaskan melalui perantara wakil-Nya bahwa, sekiranya mendirikan bangunan setinggi langit adalah begitu berat bagi manusia, maka lebih berat lagi pekerjaan mendidik manusia. Betapa guru adalah profesi tidak sederhana, hingga sejarah mengabarkan tentang petualangan para nabi dalam mendidik kaumnya, justru hampir semua nabi-nabi itu wafat di tangan murid-muridnya. Ini tidak karena kelalaian mendidik melainkan guru adalah profesi yang tidak sederhana. Lalu apakah nilai hakiki dari profesi guru itu? Melalui guru, manusia mengenal dirinya. Melalui guru manusia menemukan dirinya. Melalui guru manusia bijaksana pada alam dunia. Melalui guru investasi akhirat terpenuhi. Melalui guru manusia mengetahui Tuhannya. Melalui guru manusia menemukan Tuhan dalam bangunan cinta absolutnya. Selamat Hari Guru. Terima Kasih pada Kalian Guru-guruku.

0 comments: