Artinya, kesuksesan hanya bisa diraih dengan pemenuhan syarat-syaratnya terlebih dahulu. Begitulah para pengusaha dan pedagang sukses.
Pedagang dan pengusaha sangat senang jika kerja kerasnya membuahkan hasil yang baik. Senang jika dagangan dan usahanya laris serta menghasilkan keuntungan yang banyak.
Kondisi yang sama, juga dirasakan petani, senang jika kebun atau sawahnya menghasilkan. Padi, coklat, cengkih, pala, dan tanaman lainnya. Apalagi kalau sekali panen menghasilkan panenan yang banyak. Artinya, usaha yang dilakukan dengan kerja keras itu tidak sia-sia. Sebaliknya, sangat menyesal, sedih dan bisa berujung prustasi serta putus asa, apabila usaha yang dilakukan tidak membuahkan hasil.
Mereka meyakini bahwa hanya menjadi pengusaha, pedagang atau petani profesionallah yang bisa meraih kesuksesan. Pedagang, pengusaha dan petani yang tekun, penuh konsetrasi dan fokus. Artinya, tidak main-main. Kerja keras dan hasil akhirnyapun seimbang. Maksudnya input dan outputnya jelas. Itulah, ciri orang sukses dalam dunia perdagangan, usaha atau petani.
Ke empat pragraf di atas menjadi pembuka jalan pikiran pada artikel ini bahwa setiap aktifitas baik duniawi maupun ukhrawi harus dikerjakan dengan penuh ketekunan, konsetrasi dan fokus.
Nah, Jika perkara dunia saja membutuhkan konsetrasi, fokus dan ketekunan. Apalagi sholat jum'at. Tentu mestinya lebih dimaksimalkan lagi. Supaya sholat tersebut menghasilkan manfaat yang baik dan menguntungkan. Nah, diantara solusi kesuksesan sholat jumat adalah mandi. Perkara mandi telah banyak dijelaskan dalam kitab-kitab fikih. Yakni, kebersihan dan keindahan.
Sebagai pengejewantahan dari ungkapan. ان الله جميل يحب الجمال (sesungguhnya Allah itu indah, karenanya Allah cinta terhadap keindahan). Dan اتهور شطر الامان (Kebersihan Sebagian dari Iman). Artinya, hendaknya seorang muslim yang ingin melaksanakan sholat jum'at membersihkan diri terlebih dahulu. Hal ini dapat dilakukan dengan memahami dua makna toharah. Makna yang pertama yakni thoharah maknawiyyah, yaitu thoharah yang berfungsi untuk membersihkan hati dari keyakinan kepada selain Allah (syirik), dari sombong, dari riya' (pamer), dari ujub, dari takabbur, dan dari dengki. Sebab, beberapa sifat ini termasuk najis hati yang merusak kesucian iman. Jadi, seseorang yang hendak melaksanakan sholat jumat harus mengisi keikhlasan dalam hatinya. Keikhlasan ini merupakan air yang mampu membersihkan hati dari najis-najis yang sudah saya sebutkan sebelumnya.
وَمَاۤ اُمِرُوْۤا اِلَّا لِيَعْبُدُوا اللّٰهَ مُخْلِصِيْنَ لَـهُ الدِّيْنَ ۙ
Yakni menghususkan hati, semata-mata yang didatangi di Masjid untuk sholat jum'at hanya kepada Allah. Demikian gambaran thoharah secara maknawiyyah.
Adapun Thoharoh hissiyah yakni thoharoh untuk membersihkan anggotan badan dari najis, hadats dan kotoran lainnya yang menempel pada anggota badan. Karena perkara ini penting, maka nabi memerintahkan dan menegaskan. Artinya, seseorang yang hendak sholat hendaklah ia mandi terlebih dahulu. Nabi bersabda:
عن ابن عمر رضي الله عنهما أن رسول الله صلى الله عليه وسلم قال: اذا جاء اححدكم الجمعة فليغتسل .متفق عليه
Artinya: Dari Ibnu Umar ra. bahwasannya Rasulullah bersabda: Apabila salah seorang di antara kamu sekalian mendatangi shalat jum'at maka hendaklah ia mandi. (Hr. Bukhari dan Muslim).
Bahkan penegasan dan perintah mandi ini bukan sekedar perintah mandi biasa, melainkan mandi layaknya orang yang telah junub. Nabi bersabda:
وعن ابي هريرة رضي الله عنه ان رسو ل الله صلى الله عليه وسلم قال: من اغتسل يوم الجمعة غسل الجنابة. متفق عليه
Artinya: Dari Abu Hurairah ra. bahwasannya Rasulullah saw. bersabda: "Barangsiapa mandi pada hari jumat seperti mandi janabah. (HR. Bukhari dan Muslim).
Karenanya mandi jum'at setara dengan mandi wajib. Bahkan mandi jum'at termasuk perkara yang diwajibkan oleh Nabi saw, bagi orang yang sudah dewasa. Sebagaimana beliau bersabda:
وعن ابي سعيد الخدري رضي الله عنه ان رسول الله صلى الله عليه وسلم قال: غسل الجمعة واجب على كل مختلم، متفق عليه
Dari Abu Sa'id al-Khudry ra bahwasannya Rasulullqh saw. bersabda: "Mandi jum'at adalah wajib bagi setiap orang yang telah dewasa". (Hr. Bukhari dan Muslim).
Maka mandi pada hari jum'at seperti mandi wajib termasuk perkara yang sangat baik bagi setiap umat Islam yang hendak melaksanakan sholat jum'at.
Akhirnya nabi menyatakan bahwa orang yang mandi pada hari jum'at, lalu berangkat ke masjid dengan wudhu yang sempurna, kemudian tidak memisahkan yang sudah datang duluan di masjid dan tenang, diam, serta mendengarkan khutbah secara seksama, berguguranlah kemudian dosa-dosa kecilnya antara hari itu dan hari jum'at berikutnya. (Hr. Bukhari).
Mandi pada hari jum'at itu penting, sebab hari jum'at memiliki banyak keutamaan. Karenanya, hari jum'at mestinya menjadi hari libur bagi seluruh umat Islam, bukan hari Ahad yang sekarang kita kenal dengan minggu ini.
Selamat membersihkan diri dengan mandi dan selamat menunaikan sholat jum'at.
0 comments: