Sunday, 25 July 2021

Makhaarijul Huruf. Tentang Asyfatain (dua bibir) dan al-Khousyu (Janur Hidung). Pembahasan Ke 3 dan 4

 Oleh Anin Lihi

Sumber Gambar: Akurat.com

Al-Syafatain (Dua Bibir)

Terdiri empat huruf ( ف م ب و) Huruf yang keluar dari kedua bibir terbagi atas dua tempat. Dua tempat tersebut adalah sebagai berikut:

Fa’ (ف) keluar dari dalamnya bibir bagian bawah bekerjasam dengan dua gigi depan bagian atas. Posisi bibir agak mundur ke belakang kemudian maju ke depan dan kedua bibir menempel.

فَافًا وَلِفَفْنَ مِنَ الْمُفْنِ مَفِيْفًا فَنِفَا

Bacalah berulang-ulang sampai mahir dan dihapal.

Wawu (و), Ba (ب) dan Mim (م) keluar dari penguncapannya mirip dengan huruf fa’ keluar dari antara dua bibir. Huruf Wawu (و) dengan bibir terbuka. Sedangkan Ba (ب) dan Mim (م) dengan bibir membungkam.

بَابًا وَلِبَبْنَ مِنَ الْمُبْنِ مَبِيْبًا بَنِبَا

Bacalah berulang-ulang sampai mahir dan dihapal.

مَامًا وَ لِمَمْنَ مِنَ الْمُنْنِ مَنِيْنًا نَنِنَا

Bacalah berulang-ulang sampai mahir dan dihapal.

وَوًا وَلِوَوْنَ مِنَالمُنْوِ مَوِيْوًا وَنِوَا

Bacalah berulang-ulang sampai mahir dan dihapal.

Al-Jauf (Lubang Mulut) yaitu tempat keluarnya huruf mad. Alif (أ) jatuh setelah fathah (َ), wawu mati (وْ) setelah dhommah (ُ) dan ya’ (يْ) mati setelah kasrah (ِ), tempat keluar huruf-huruf ini di bagian tengah mulut.

Ayo latihan: 

alif (أ) jatuh setelah fathah (َ)

بَا بَا بَا     تَا تَا تَا      نَا تَا نَا      نَا ما يَا    لَا مَا كَا

coba buat contoh dengan huruf yang lain kemudian baca sesuai contoh di atas.

wawu mati (وْ) setelah dhommah (ُ)

أُوْ بُوْ    تُوْ بُوْ   مُوْلُوْ  مُوْكَ مُوْ   قُوْ لُوْ   سُوْ يُوْ

Coba buat contoh dengan huruf yang lain kemudian baca sesuai contoh di atas.

ya’ (يْ) mati setelah kasrah (ِ)

إِيْبِيْ  لِيْلِيْ  إِيْنِيْ   نِيْنِيْ  مِيْمِيْ  مِيْنِيْ  كِيْكِيْ حٍيْحِيْ

coba buat contoh dengan huruf yang lain kemudian baca sesuai contoh di atas.

Ketiga huruf menjadi timbangan atau rumus penggunaan mad. Atau dengan kata lain disebut mad ashli.

Sumber Gambar: https://belajaralquran.id

Al-Khoisyum (Janur Hidung)

Bacaan al-Khoisyum berfungsi untuk mengeluarkan huruf ghunnah (dengung). Yaitu: Mim (م), Nun (ن), dan tanwin (        ). Bunyinya akan jelas ketika dipakai untuk membaca bacaan ikhfa dan idgham ma’al ghunna.

Demikianlah beberapa penjelasan tentang makhaarij al-Huruf. Semoga Allah SWT memberikan kita kemudahan dalam mempelajari huruf-huruf dalam al-Qur’an. Dan senantiasa terbimbing dalam kebenaran membacanya.

Makhaarijul Huruf (tempat-tempat keluarnya huruf) Tentang Harful Lisan (Huruf yang keluar dari lidah). Pembahasan ke 2.

Oleh: Anin Lihi

Huruf yang keluar dari lidah terdiri 18 huruf dan dibagi menjadi empat tempat keluar.

 

Sumber gambar: https://nyamankubro.com/makhorijul-huruf/

Aqsha al-Lisaan 

Huruf yang keluar dari pangkal, pokok atau pondasi lidah. Hurufnya ada qof ق dan kaf  ك.

Huruf qaf keluar dari pokok lidah mengarah ke atas (telak lidah) dan dekat dengan tenggorokan. Bunyi hurufnya membulat. Kaf keluar dari pokok lidah mengarah ke bawah. Ia dibawah qof. Bunyi hurufnya merata. 

Ayo latihan:

قَا قًا وَ لِقَقْنَ مِنَ الْمُقْنِ  مَقِيْقًا قَنِقَا

Bacalah berulang-ulang hingga mahir.

كَا كًا وَ لِكَكنَ مِنَ الْمُكْنِ مَكِيْكًا كَنِكَا

Kedua huruf ini disebut lahwiyyah (sebangsa telak lidah).

Wasath al-Lisaan (tengah lidah)

Terdapat tiga huruf, yakni: Jim ج, Syin ش, Ya’ ي. Ketiga huruf ini, keluar dari bagian tengah lidah dan mengarah atau menempati telak atas.

Ayo Latihan:

جَاجًا وَ لِجَجْنَ مِنَ الْمُجْنِ مَجِيْجًا جَنِجَا

Ulang-ulangi sampai lancar dan benar. Jangan lanjut pelajaran berikutnya kalau belum lancar dan benar.

شَاشًا وَ لِشَشْنَ مِنَ الْمُشْنِ مَشِيْشًا شَنِشَا

Ulang-ulangi sampai lancar dan benar. Jangan lanjut pelajaran berikutnya kalau belum lancar dan benar.

يَا يًا وَ لِيَيْنَ مِنَ الْمُيْنِ مَيِيْيًا يَنِيَا

Ulang-ulangi sampai lancar dan benar. Jangan lanjut pelajaran berikutnya kalau belum lancar dan benar.

Ketiga huruf ini biasa disebut huruf syajariyyah (Sebangsa tengah lidah).

Hafah al-Lisaan (tepi lidah)

Hurufnya satu yaitu .ض huruf ini keluar dari tepi kanan atau kiri lidah bagian tengah dan mengarah ke gigi geraham. Bisa pula kedua tepi lidah. Namun, yang paling banyak digunakan oleh para qari’ disebelah kiri. Sebab, disebelah kanan agak sulit digunakan. Huruf ini, biasa disebut huruf janbiyyah (sebangsa tepi lidah).

Ayo latihan:

ضَا ضًا وَ لِضَضْنَ مِنَ الْمُضْنِ مَضِيْضًا ضَنِضَا

Ulang-ulangi sampai lancar dan benar. Jangan lanjut pelajaran berikutnya kalau belum lancar dan benar.

Huruf ini disebut huruf janbiyyah (sebangsa tepi lidah).

Thorf al-Lisan (ujung lidah)

Terdiri 12 huruf dan dikelompokkan menjadi empat bagian. 

Dzalqiyyah (Sebangsa ujung lidah)

Hurufnya ada tiga. 

a.1. huruf lam ل, keluar dari tepi kanan atau kiri bagian ujung lidah. Terletak setelah makhraj ض hingga ke ujung lidah dan menepati langit-langit mulut yang atas. 

لَا لًا وَ لِلَلْنَ  مِنَ  الْمُلنِ  مَلِيْلًا  لَنِلَا 

Ulang-ulangi sampai lancar dan benar. Jangan lanjut pelajaran berikutnya kalau belum lancar dan benar.

b.1. huruf ن keluar dari ujung lidah, berada di atasnya ل. 

نَانًا وَ  لِنَنَّ  مِنَ الْمُنْنِ  مَنِيْنًا  نَنِنَا

Ulang-ulangi sampai lancar dan benar. Jangan lanjut pelajaran berikutnya kalau belum lancar dan benar.

c.1. Huruf Ro’ .ر huruf ini keluar dari ujung lidah namun sedikit ke dasar lidah.

رَ ارًاوَ لِرَ رْ نَ مِنَ لْمُرْ نِ مَرِ يْرًا رَ نِرَا

Ketiga huruf ini, biasa disebut huruf Dzalqiyyah (sebangsa ujung lidah).

Asaliyyah (runcing lidah)

Terdiri huruf س ز ص ketiga huruf ini keluar dari ujung lidah sejajar denga gigi taring.

Ayo latihan:

 سَاسًا وَ لِسَسْن مِنَ الْمُسْنِ مَسِيْسًا سَنِسَا

Bacalah berulang-ulang sampai mahir dan dihapal.

زَا زًا وَ لِزَزْنَ مِنَ الْمُزْنِ مَزِيْزًا زَ نِزَا

Bacalah berulang-ulang sampai mahir dan dihapal.

صِا صًا وَ لِصَصْنَ مِنَ الْمُصْنِ مَصِيْصًا صَنِصَا

Bacalah berulang-ulang sampai mahir dan dihapal.

Litsawiyyah (Sebangsa gusi)

ظ ذ ث ketiga huruf ini keluar dari ujung lidah searah dengan gigi taring dan menempel pada gigi taring bagian atas dan ujung lidah menempel pada gigi depan bagian dalam. 

Ayo latihan:


ظَاظًا وَ لِظَظْنَ مِنَ المُظْنِ مَظِيْظًا ظَنِظَا

Bacalah berulang-ulang sampai mahir dan dihapal.

ذَاذًا وَلِذَذْنَ مِنَ الْمُذْنِ مَذِيْذًا ذَ نِذَا

Bacalah berulang-ulang sampai mahir dan dihapal.


ثَاثًا وَلِثَثنَ مِنَ الْمُثْنِ مَثِيثًا ثَنِثَا

Bacalah berulang-ulang sampai mahir dan dihapal.

Ingat, jangan tergesa-gesa, untuk pindah ke huruf berikutnya bacalah perlahan-lahan sampai lancar. Bersabar karena usaha tidak akan sia-sia dihadapan Allah SWT.

Nath’iyyah (Sebangsa kulit gusi)

ت د ط ketiga huruf ini keluar dari ujung lidah dan pokok dua gigi bagian atas. Menempel dengan dua gigi lebar atas bagian depan.

طَاطًا وَ لِطَطْنَ مِنَ الْمُطْنِ مَطِيْطًا طَنِطَا

Bacalah berulang-ulang sampai mahir dan dihapal.

دَادًا وَلِدَدْنَ مِنَ الْمُدْنِ مَدِيْدًا دَنِدَا

Bacalah berulang-ulang sampai mahir dan dihapal.

تَاتًا وَ لِتَتْنَ مِنَ الْمُتْنِ مَتِيْتُا تَنِتَا

Bacalah berulang-ulang sampai mahir dan dihapal.

Saturday, 24 July 2021

Makhaarij al-Huruf (Tempat-Tempat Keluarnya Huruf). Tentang Al-Halq (Huruf Yang Keluar dari Tenggorokan) Pembahasan 1.

Anin Lihi

Alangkah bagusnya, mempelajari tajwid dimulai dari makhaarij al-Huruf. Sebab, seseorang bisa melantunkan bacaan dengan baik kalau mengetahui bunyi huruf-huruf dan tempat keluarnya. Dan untuk bisa menggunakan hukum-hukum bacaan dengan baik jika seseorang sudah memahami makhraj hurufnya. Namun, sebelum melanjutkan pada inti pembahasan, perlu dipahami artinya. Arti Makhaarij al-Huruf yaitu tempat-tempat keluarnya huruf. Berdasarkan pengertian ini, huruf-huruf tidak boleh diucapkan semau pembacanya. Setiap huruf harus diketahui dimana letak dan mimik yang harus dilakukan. 

Adapun makhaarij al-huruf terbagi atas 17 tempat. Namun, secara garis besar diringkas menjadi 5 tempat. Kelima tempat ini dimulai dari al-halq (tenggorokan), al-Lisaan (lidah), as-Syafatain (dua bibir), al-jauf (lubang mulut) dan al-khoisyum (janur hidung).

Al-‘Halq (tenggorokan)

Sumber gambar: https://www.google.com/search?q=gambar+huruf+tenggorokan&oq=Gambar+Huruf+Tenggoroka&aqs=chrome.1.69i57j33i10i160l2.18777j0j7&client=ms-android-samsung-gj-rev1&sourceid=chrome-mobile&ie=UTF-8#imgrc=v_wgm3VoQ32ocM

Huruf-huruf tenggorokan ini, terbagi atas tiga tempat yang mengeluarkan enam huruf. Yaitu:

Aqsha al-‘Halqi (tenggorokan bagian bawah atau pangkal atau pondasi, atau pokok). Huruf-hurufnya terdiri dari alif/hamzah أ dan ha  .ه Kedua huruf ini, keluar dari tenggorokan paling bawah hingga mendekati dada.

Ayo Latihan:

ءَا ءً وَ لِئَئْنَ  مِنَ الْمُؤْنِ  مَئِيْئًا أَنِئَا 

Bacalah secara berulang-ulang sampai dihafal. Cara membaca alif/hamzah dengan mulut terbuka. Begitupula huruf ha. Dan seuaikan dengan tempat keluarnya huruf.

هَا هً وَ لِهَهْنَ مِنَ الْمُهْنِ مَهِيْهًا هَنِهَا

Mengucapkan huruf ha, nafas keluar dari tenggorokan paling bawah. Dengan cara mulut agak terbuka.

Wasath al-‘Halqi

Hurufnya keluar dari tenggorokan bagian tengah. Hurunya ada ‘ain   عdan ha’ ح.

Mari latihan:

عَاعًاوَلِعَعْنَ مِنَ الْمُعْنِ مَعِيْعًا عَنِعَا

Bacalah secara berulang-ulang sampai dihafal. Dan sesuaikan dengan tempat keluar hurufnya. 

حَاحًاوَلِحَحْنَ مِنَ الْمُحْنِ مَحِيْحًا حَنِحَا


Adna al-‘Halqi 

Hurufnya keluar dari tenggorokan bagian atas mendekati lidah. Diartikan juga dengan bagian ujung atau atas.

Terdiri huruf ‘Ghain غ dan kho’ خ.


غَاغًا وَلِغَغْنَ مِنَ الْمُغْنِ مَغِيْغًا غَنِغَا


خَاخًا وَ لِ خَخْنَ مِنَ الْمُخْنِ  مَخِيْخًا خَنِخَا

Bunyi huruf ini mengarah ke depan. Bacalah secara berulang-ulang sampai dihafal. Dan sesuaikan dengan tempat keluarnya.

Keenam huruf ini, disebut dengan huruf halqiyyah (sebangsa tenggorokan). 

Keutamaan Mempelajari Tajwid, Untuk Termotivasi Insya Allah

Anin Lihi



Dengan mengetahui ilmu tajwid membaca al-Qur’an insya Allah menjadi semakin bagus. Kita juga semakin terhindar dari kekeliruan. Huruf-huruf terpenuhi hak-haknya. Membacanya sesuai tempat keluarnya. Seiring ketepatan membacanya, akan benar pula makna-maknanya. 

Al-Qur’an adalah kalam Allah SWT. yang membacanya akan diberi pahala berlipat ganda. Bahkan setiap huruf-hurufnya memiliki nilai pahala. Dari satu pahala dilipatgandakan menjadi sepuluh pahala. Begitulah nabi menjelaskannya kepada kita. 

Nabi SAW bersabda:


عَنْ عَبْد اللَّهِ  بْنِ  مَسْعُودٍ رضى الله عنه يَقُولُ:  قَالَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- « مَنْ قَرَأَ حَرْفًا مِنْ كِتَابِ اللَّهِ فَلَهُ بِهِ حَسَنَةٌ وَالْحَسَنَةُ بِعَشْرِ أَمْثَالِهَا لاَ أَقُولُ الم حرْفٌ وَلَكِنْ أَلِفٌ حَرْفٌ وَلاَمٌ حَرْفٌ وَمِيمٌ حَرْفٌ 

Artinya: “Dari Ibnu Mas’ud ra. Berkata: “Barangsiapa membaca satu huruf dari kitab Allah (al-Qur’an) makai mendapat satu kebaikan (pahala). Setiap kebaikan itu akan dilipatkan menjadi sepuluh kali lipat. Saya tidak mengatakan: “alif laam miim” (ا لم) satu huruf tetapi alif (ا) satu huruf, laam (ل) satu huruf, dan miim (م) satu huruf.” (HR. Tirmidzi. Terj. Riyadhus Shalihin. Jilid 2. h. 56).

Apalagi jika membacanya dengan suara yang merdu dan sesuai dengan tajwidnya. Maka ia akan dikumpulkan bersama para Malaikat. Dianjurkan membaca al-Qur’an dengan suara yang dimerdukan atau dibaguskan. Bahkan diancam orang yang enggan membaguskan suaranya.

Nabi SAW bersabda:

Artinya: “Dari Abu Lubabah Basyir bin ‘Abdul Mundzir ra. Bahwasannya Nabi SAW bersabda: “Barang siapa yang tidak membaguskan suaranya di waktu membaca al-Qur’an maka tidaklah termasuk golonganku.”. (HR. Abu Dawud Terj Riyadhus Shalihin. jilid 2. h. 58).

Suara yang bagus mungkin berfariasi. Bahkan kalau diukur-ukur banyak yang merasa suaranya tidak bagus. Jadi hadits ini dipahami sebagai suara yang dimaksud bukan semata-mata karena suaranya, tetapi kebagusan dalam melafalkan setiap huruf dan hukum-hukum bacaan al-Qur’an. Spebab pada hakikatnya, semua orang memiliki suara yang bagus. Suara itu cirikhas. Yang membuat bacaan-bacaan al-Qur’an tidak bagus itu terletak pada kekeliruan-kekeliruan membaca hukum-hukumnya dan kekeliruan menempatkan bunyi huruf serta seni dan lagu membacanya. Semua bisa kalau dilatih dan dibiasakan. Semua bisa kalau mau belajar dan berlatih. Tidak ada kata tidak bisa.

Hukum Membaca Al-Qur'an dengan Tajwid. Untuk Kebagusan Melafadzkan Huruf-Huruf

Oleh Anin Lihi

Para ulama sepakat bahwa mempelajari teori-teori tajwid hukumnya  fardhu kifayah. Artinya, kalau disuatu daerah walau satu orang saja ada yang mengetahui teori-teori tajwid, maka gugurlah kewajiban bagi yang lain. Namun, membaca al-Qur’an sesuai tajwidnya atau kaidah-kaidahnya adalah wajib ‘ain. Dikarenakan membaca al-Qur’an harus sesuai dan tepat. Kekeliruan membaca al-Qur’an akan merubah makna dan hak-haknya. sehingga berdosa orang yang membacanya.

Berangkat dari alasan ini, maka seorang muslim hendaknya berusaha belajar tata cara membaca al-Qur’an dengan baik. Mengikuti dikte-dikte pengajar yang sudah mahir. Tidak boleh merasa minder dan malu. Tidak boleh juga merasa lebih pintar karena menganggap diri lebih tua. Tidak boleh  merasa cukup dengan alasan sudah tua sehingga tidak lagi berkesempatan untuk mempelajari huruf-huruf dan hukum-hukumnya. Belajar al-Qur’an tidak dibatasi oleh hal-hal seperti itu. Tidak terbatas oleh usia. Kapan saja harus belajar. Maka, jadilah orang yang selalu membuka cakrawala, menerima nasihat-nasihat agama untuk memahami al-Qur’an.

Hak-hak huruf harus dipenuhi satu-persatu, hukumnya juga begitu. Mempelajarinya tidak boleh tergesa-gesa.


“Diriwayatkan dari Ummu Salamah r.a. (Istri Nabi SAW), Ketika ditanya tentang bagaimana bacaan dan shalat Rasulullah SAW. Dia menjawab: “Ketahuilah bahwa baginda Rasulullah SAW shalat kemudian tidur yang sama seperti ketika dia shalat, kemudian baginda Nabi SAW Kembali shalat yang lamanya sama seperti ketika dia tidur, kemudian tidur lagi yang lamanya sama seperti Ketika dia shalat hingga menjelang subuh. Kemudian dia (Ummu Salamah) mencontohkan cara bacaan Rasulullah SAW dengan menunjukkan satu bacaan  yang menjelaskan ucapan huruf-hurufnya satu persatu.” (HR. at-Tirmidzi, dalam Jami’nya no. 2847).

Hadits ini mengajarkan kita tentang pemenuhan hak-hak huruf qur’an. Mempelajarinya harus dengan penuh ketelitian. Perlahan tapi pasti. Dari huruf ke huruf harus sesuai tempat keluarnya. Panjang pendek hukum madya harus tepat. Perlahan namun pasti. Perlahan dan terus menerus pasti lancar.

Kalau dalam keadaan darurat, misalnya pengaruh gigi, lidah dan bibir yang tidak sempurna atau hal lain, maka ini dimaklumi. Dosa bagi orang yang memiliki uzur seperti ini menjadi gugur dengan sendirinya. Nisbat hukumnya, sama seseorang yang memakan daging Babi ketika dalam kondisi darurat.

Memahami Tajwid dan Pengertiannya untuk kebenaran membaca al-Qur'an.

Oleh: Anin Lihi



Tajwid secara harfiah berarti melakukan sesuatu dengan indah, meperbagus dan memperelok. Tajwid berasal dari kata jawwada, yujawwidu, tajwiidan. Tajwid juga berarti at-Tahsin (memperbagus). Adapun dalam Ilmu Qira’ah, tajwid berarti suatu cara mengeluarkan huruf dari tempatnya sesuai dengan sifat-sifat yang dimilikinya.

Jadi, tajwid adalah cara memperbagus, memperindah, dan memperelok bunyi bacaan huruf-huruf didalam al-Qur’an sehingga terpenuhi hak-haknya. At-Tajwid juga bisa bermakna at-Tartil. Yakni, membacanya dengan indah dan bagus sesuai hak-haknya. 

Artinya: “Bacalah al-Qur’an itu dengan perlahan-lahan.” (QS. Al-Muzammil/73: 4).

Maksud membaca al-Qur’an dengan tartil, oleh ulama mengartikannya membaca dengan tajwid.

Tajwid secara istilah, menurut Imam Ibnul Jazari: 

“Tajwid adalah membaca dengan membaguskan pelafalannya, yang terhindar dari keburukan pelafalan dan keburukan maknanya, serta membaca dengan maksimal tingkat kebenarannya dan kebagusannya (An Nasyr fil Qiraat Al Asyr, 1/210).

Berdasarkan penjelasan ini, dapat kita pahami pentingnya mempelajari tajwid. Terkhusus kepada para pengajar di TPQ, Pesantren maupun para guru qur’an di sekolah. Bisa juga untuk masyarakat jika mau mempelajari dan memahami teori-teori tajwid supaya mengajar al-Qur’an sesuai dengan kaidah-kaidahnya.

Monday, 24 May 2021

MANUSIA SUBJEK PENGELOLA BUMI DAN BEBERAPA ISINYA


Allah membentangkan bumi ini tidak lain kecuali dipersiapkan untuk makhluk-Nya. Untuk tumbuh -tumbuhan, untuk hewan dan manusia. Tumbuh-tumbuhan berfungsi memperindah alam, menyimpan kadar air dan menopang tanah supaya tidak terjadi kerusakan, longsor serta meminimalisir banjir. Sementara, hewan adalah binatang yang bisa dikelola oleh manusia. Sebagian binatang ini diajdikan hewan ternak, dijadikan hiasan dan juga sebagai siklus kesuburan. Adapun manusia adalah pengelola, perawat dan penikmat kedua ciptaan Allah tersebut. Manusia diberikan wewenang untuk menikmati tumbuh-tumbuhan dan hewan. Kedua ciptaan ini fitrahnya diperuntukkan kepada manusia.Artinya, kedua ciptaan bisa dikonsumsi oleh manusia. Namun ada batasan pengosumsiannya.
Manusia sebagai khalifah, ditunjuk untuk mengelola dan merawat bumi. Supaya tidak terjadi kerusakan. Iapun juga bisa menikmati sesuai kebutuhannya. Pertanggung jawaban ini semua dilimpahkan kepada manusia. limpahan pertanyaan dan jawaban harus dipikul oleh manusia.
Manusia bertanggung jawab penuh dab ini konsekuensi yang mau tidak mau harus diterima. mereka tidak melakukan kerusakan, melakukan keburukan. bumi dan isinya harus dikelola dengan sebaik-baiknya. Tidak boleh mereka berlebih-lebihan dalam mengelolanya (over).
Supaya manusia tidak over dalam mengelola bumi dan seluruh isinya. Maka diperlukan petunjuk atau pedoman yang harus diperhatikan. Sebagai top control untuk mengatur keseimbangan dalam pengelolaan bumi. Top controlnya yang dimaksud bisa kita sebut al-Qur'an, dialah yang saya angggap kompas pengaturnya. 
Tanpa al-Qur'an manusia mungkin bisa mengelola bumi ini. Tapi, dapat dipastikan bisa over atau Ghulu' berlebih-lebihan. Sehingga kemungkinan terjadinya kerusakan bumi itu ada. Tapi, kalau al-Qur'an dijadikan sebaga top control langkah dan seluruh tata laku manusia, maka bumi dapat terselamatkan dari kerusakan.