Thursday, 5 August 2021

Mad Wajib Muttashil dan Mad Jaiz Munfasil

 CABANG (M[A]D) FARI'


1. Mad Wajib Muttashil

Adapun arti mad wajib adalah bacaan yang wajib dibaca panjang. sedangkan Muttashil berarti tersambung. Artinya, mad dan hamzah tidak terpisah keduanya berada dalam satu  kosa kata. Jatuhnya hukum bacaan mad wajib muttashil ini, yakni ketika ada bacaan mad yang bertemu dengan hamzah (ء) dalam satu kata atau kalimat. Hukumnya ditahan selama enam harokat atau  ukuran panjangnya tiga alif dan bisa dibaca lima harokat atau bisa pula empat harokat. Maksudnya enam ketukan atau tiga alif. Perhatikan contoh di bawah ini. pada kata yang digaris bawahi.

وَا لسَّمَآءِ وَا لطَّا رِقِ 

خُلِقَ مِنْ مَّآءٍ دَا فِقٍ 

وَا لسَّمَآءِ ذَا تِ الرَّجْعِ 

اٖلٰفِهِمْ رِحْلَةَ الشِّتَآءِ وَا لصَّيْفِ 


2. Mad Jaidz Munfasil

Maksud mad jaidz Munfashil yaitu apabila ada mad  asli (thobi’i) yang bertemu dengan huruf hamzah dilain kalimat. Artinya, hamzah yang tidak tergabung dalam satu kata tapi pada kata yang berbeda. Bunyinya ditahan selama lima ketukan atau lima harokat atau dua setengah alif. Perhatikan contoh yang digaris bawahi.

اِنَّاۤ اَعْطَيْنٰكَ الْكَوْثَرَ 

اِنَّاۤ اَنْزَلْنٰهُ فِيْ لَيْلَةِ الْقَدْرِ

وَمَاۤ اَدْرٰٮكَ مَا لَيْلَةُ الْقَدْرِ 

* Via Al-Qur'an Indonesia https://quran-id.com



Thursday, 29 July 2021

Bacaan Mad (panjang) dan hukum bacaan Mad Thobi'i (Asli)



Pengertian Mad

Mad secara bahasa artinya panjang. Adapun pengertian lainnya, mad adalah memanjangkan suara huruf mad. Dapatpula dipahami sebagai bunyi huruf yang dibaca panjang sesuai ketentuan madnya dua harokat atau empat harokat.

Pembagian Mad

Mad terbagi dua hukum bacaan. Yaitu; Mad Thabi’i (mad asli) dan mad fari’ (cabang mad atau turunan mad).

Mad Thabi’i 

Mad thabi’i ditandai dengan huruf alif ا, ya’ ي dan wawu و. Adapun bacaan mad alif jatuh setelah harokat fathah. Contohnya, مَا دَانَا . Sedangkan  ya’ ي jatuh setelah kasroh dan yanya dalam posisi sukun (mati).  Contohnya, بِيْنَا   ثَقِيْلَ  نَصِيْرَ  دَلِيْلَا كَرِيْماَ.  Kemudian wawu وَ sukun (mati) jatuh setelah dhomma. Contohnya,  أُوْتِيَ   نُوْ حِيْحَ   قُوْتِلَ.

Bacaan mad thobi’i ini, melahirkan cabang bacaan mad yang disebut sebagai mad fari’. Hal ini terjadi karena sebab-sebab atau pegaruh-pengaruh tertentu. Mad fari’ juga terbagi beberapa mad, semua terdiri empat belas bacaan mad. Insya Allah sebagian saya telah uraikan pada link https://www.aninlihi.com/2021/07/pengertian-bacaan-mad-panjang-dan-mad.html

Wednesday, 28 July 2021

Hukum AL Ta'rif dan Hukum Membaca Lam Jalaalah dan Ro' (Agar tidak salah membaca kalimat Allah dan alif Lam)




Hukum al-Ta’rif

Adapun maksud al-Ta’rif yaitu jika al-Ta’rif yang bersambung dengan kalimat isim (kata benda). Maka akan timbul dua bacaan. Bacaan tersebut adalah sebagai berikut:

Idgham Syamsiyyah

Apabila ada al-Ta’rif yang sambung dengan huruf syamsiyyah di bawah ini. Maka itulah yang dimaksud idgham syasiyyah.  Inipula yang dimaksud alif lam Samsiyyah.

ت ث د ذ ر ز س ش ص ض ط ظ  ل ن

Contoh dapat dilihat di bawah ini.

وَالْتِّبْنِ     اَلدُّ نْيَا  وَالصَّلَاةُ  اَلصَّلَوَاةُ   والشَّمْسُ    


Perhatikan pada alif dan lamnya.

Idzhar Qamariyyah.

Adapun maksud dari idzhar qomariyyah yakni ketika al-Ta’rif yang bersambung dengan huruf qamariyyah. Ini yang dimaksud alif lam Qamariyyah.

ب ج ح خ ع غ ف ق ك م و ه ء ي


اَلْحَمْدُ  وَالْحَمْدُ وَالْقَمَرُ  وَالْبَرَدُ  اَلْغَفُوْرُ اَلْقَوِيُّ  وَالْبَصَرُ 




Hukum Lam Jalaalah dan Ro’

Hukum Lam Jalaalah

Adapun yang dimaksud dengan lam jalaalah adalah lafadz Allah الله. Hukum ini terbagi dua model bacaan, yaitu dibaca tebal dan tipis. Simak penjelasan detailnya.

Dibaca tafkhim (tebal)

Dibaca tebal biasa kita kenal dengan kata tafkhim dalam bahasa arab. Lam jalaalah dibaca tafkhim (tebal) ketika didahului harokat fathah dan dhommah.

Misalnya: 

Ketika didahului harakat fathah

وَاللهِ   تَ اللهِ إِلَّاللهِ   شَفَكَ اللهِ 

 إِنَّ اللهِ


Ketika didahului harokat dhommah

دِنُ اللهِ  نَصْرُ اللهِ   رُحُ اللهِ


Ingat, yang harus diperhatikan adalah huruf yang berharakat fathah atau dhommah bertemu dengan kalimat Allah.

Dibaca Tarkik (tipis)

Adapun bacaan lam jalalah secara tarkik (tipis) yakni ketika kalimat Allah didahului harokat kasroh. Misalnya lillaahi. Lihat contoh pada tabel dibawah ini:

Ketika didahului harakat kasrah

لِ اللهِ  فِ اللهِ  بِ اللهِ  




Hukum Ro’ terbagi dua, yaitu Ro’ tafkhim dan Ro’ tarkik.

Ro’ tafkhim (ro’ yang dibaca tebal)

Ro’ yang berharokat fathah atau fathahtain. Contohnya, .أَلَمْ تَرَ  رَبَّنَا  خَيْرًا

Ro’ yang berharokat Dhommah atau dhommatain. Contohnya,كَبِيْرٌ  اَلْكَبِيْرُ   .

Ro’ Sukun yang didahului fathah atau dhommah. Contohnya, مَرْسَلَ مَرْحَلَ   أَرْسَلَ  .

Ro’ Sukun yang didahului kasroh dan Dhommah. Contohnya

Ro’ sukun yang yang didahului kasroh yang bertemu huruf-huruf isti’la’. Adapun huruf isti’la’ adalah sebagai berikut; خ ص  ض غ ط ق ظ.

Ro’ yang dibaca tarkik (tipis)

Simak penjelasannya di bawah ini:

 Ro’ yang berharokat kasroh atau kasrotain. Contohnya, 

رِحْلَهْ   خُسْرٍ  رِجْسٌ

Ro’ sukun yang didahului kasrah dalam satu kalimat yang tidak bertemu dengan huruf isti’la’. Artinya selain huruf isti’la’.   Contohnya,

 مِرْفَقَ  مِرْوَحْ   فِرْعَوْنَ  

 Ro’ mati karena waqof yang didahului ya’ mati. Contohnya, خَيْرٌ   بَصِيْرٌ  نَصِيْرٌ 

Semua Ro’ yang mati (karena waqaf) baik Ro berharokat fathah, dhommah atau kasroh selama tidak jatuh setelah fathah atau dhommah. Contohnya,

  سِحْرُ  سَرَاءِرْ 

 Ro’ mati jatuh setelah harokat kasroh meskipun bertemu dengan huruf isti’la’ tetapi bukan dalam satu kalimat. Contohnya,

 وَلَاتُصَعِّرْخَدّكَ

Tuesday, 27 July 2021

Hukum Qalqalah, Hukum Ghunnah dan Hukum Idgham,





 Hukum Qalqalah

Adapun arti qalqalah yaitu memantulkan bunyi huruf qalqalah ketika dalam keadaan sukun (mati). Huruf qalqalah ada enam yaitu ق  ط  ب   ج  د . qalqalah terbagi dua, kubra dan shughra. Penjelasannya sebagai berikut:

Qalqala Kubra (besar)

Apabila huruf qalqalah sukun (mati) karena bertemu dengan waqaf. 




Qalqalah shughra (Kecil)

Arti qalqalah sughra yaitu huruf qalqalah yang belum bertemu dengan waqaf. Biasanya masih berada dalam bagian tengah kata atau kalimat.

Contohnya:

 

يَقْرَأُ  يَبْصَرُ  يَبْخَلُ   يَطْهَرُ   يَجْعَلُ     يَدْعَرُ


مَدْ رَسَةٌ    أَبْ وَابٌ  إِجْأَلْ



Hukum Ghunnah

Adapun maksud dari Ghunnah yaitu membunyikan suara huruf disertai dengan dengung. Hurufnya ada dua yakni nun dan mim yang bertasydid. Contohnya nun dan mim.

( نّ   مّ )       أَنَّ  إِنّ أُنَّ    ثُمَّ  هُمَّ  كُمَّ   كُنَّ 

Hukum Idgham

Adapun arti idgham yaitu bercampurnya dua huruf yang sama. Yang pertama hurunya mati yang kedua hidup. Sehingga kedua huruf itu seperti satu huruf yang bertasdid.

Bacaan idgham ini terbagi tiga hukum. Yaitu sebagai berikut:

Idgham Mutamastilain

Yakni memasukan dua huruf yang sama. Huruf pertama mati dan huruf kedua hidup. Maksudnya, apabila ada dua huruf yang sama baik maghraj dan sifatnya.

Contoh: 

إِضْرِبْ بِعَصَاكَ،   يُسْرِفْ فِ الْقَتْلِ ،

وَقَدْ دَخَلُوْا،   رَبِحَتْ تِجَارَتُهُمْ


Ingat, perhatikan pada huruf yang digaris bawahi. Itulah yang dimaksud idgham mutamatsilain.

Idgham Mutaqarribain

Adapun yang dimaksud dengan Idgham Mutaqarribain yaitu memasukan dua huruf yang saling berdekatan. Maksudnya apabila ada dua huruf yang berdekatan baik maghraj maupun sifatnya. Artinya, tempat keluar hurufnya sama dan bunyi sifatnya juga sama.

Contoh:

ق-ك  =    أَلَمْ نَخْلُقْكُمْ             ل-ر =  قُلْ رَبِّ


Ingat, perhatikan pada huruf yang digaris bawahi. Itulah yang dimaksud idgham mutaqarribain.

Idgham Mutajannisain

Arti pembahasan ini yaitu memasukan dua huruf yang sejenis tapi tak sama. Maksudnya, ketika ada huruf yang maghrajnya sama, tetapi sifatnya berbeda.

ت-ط  =   قَالَتْ طَائِفَةٌ   ط-ت = لَئِنْ بَسَطْتَ

ت-د  =  أَثْقَالَتْ دَعْوَتُ


Monday, 26 July 2021

MIM MATI dan HUKUM-HUKUM BACAANNYA (idgham mimy, ikhfa syafawi dan idzhar syafawi)


 Mim Sukun (Mati)

Hukum mim mati terbagi atas tiga model bacaan. Sebagaimana akan saya uraikan pada pembahasan di bawah ini.

 Idgham mimy

Arti idgham mimy adalah memasukan mim sukun disertai dengan dengung. Hukum bacaan ini dibunyikan ketika mim sukun bertemu dengan mim.

مْ      ketemu      م

Contoh

لَهُمْ مَا يَتَّقُوْن        كُنْتُمْ مُسْلِمِيْنَ



Ikhfa Syafawi

Adapun pengertian ikhfa syafawi yaitu menyamarkan suara mim mati مْ  yang disertai dengung. Ditandai mim mati ketemu baب . Adapun bunyi bacaan ini ditahan selama dua harokat atau dua ketukan. Mulut agak terbuka.

مْ    ketemu   ب

Contoh

وَمَاهُمْ بِخَارِجِيْنَ   وَزَوَّجْنَهًمْ بِحُوْ رٍ عِيْنَ  تَرْمِيْهِمْ بِحِجَارَةٍ    فَبَشِّرْهُمْ بِعَذَابٍ عَلِيْمٍ


 Idzhar Syafawi

Adapun arti idzhar syafawi adalah membunyikan suara mim sukun yang bertemu dengan huruf selain mim dan ba’. Tetap dibaca jelas.


Contoh

هُمْ نَا ئِمُوْنَ    أًنْتُمْ دَا خِرُوْنَ   أَمْ لَمْ تُنْذِرْهُمْ


Hukum Nun Sukun dan Tanwin (Idgham bighunna dan bilaguunna, Iqlab, idzhar dan ikhfa'


Hukum nun sukun dan tanwin terbagi menjadi lima model bacaan. Inilah yang kami maksud sebagai ahkam al-huruf. Yaitu; Idgham bighunna, Idgham Bilaghunna, Iqlab, Idzhar, dan Ikhfa’. Masing-masing kelima hukum bacaan ini tertimbang dengan nun sukun dan tanwin. 

Sumber gambar: Masyadi.com


Jadi, apabila ada nun sukun dan tanwin bertemu dengan idgham bighunna maka dibaca dengan mendengung, kalau idgham bila ghunna tidak boleh mendengung, kalau iqlab membalik, kalau idzhar dibunyikan dengan jelas, dan ikhfa dengan samar. Adapun penjelasan detailnya ada di bawah ini:

Idgham Bighunna

Idgham bighunna artinya memasukan huruf yang disertai dengan dengung. Hurufnya terbagi empat, ada م , ن ,ي , .وJika keempat huruf ini didahului oleh nun sukun dan tanwin atau dengan kata lain apabila nun sukun dan tanwin bertemu dengan salah satu dari ketiga huruf ini م , ن ,ي,و  maka bunyi bacaannya didengungkan. Bunyinya ditahan selama dua harokat atau dua ketukan.

 

(نْ /


Bertemu dengan


م , ن ,ي, و 



Contoh: 


فَتْحًا مُبِيْنًا                    =

   قُوَّةٍ وَلَا نَا صِرْ         

  وُجُوْهٌ يَوْمَ إِذٍ نَّاءِمَةٌ      



لِمَنْ يَرَى   =  نْ


Ingat, yang diperhatikan adalah nun sukun atau tanwin bertemu dengan keempat huruf yang sudah saya uraikan dan tuliskan pada contoh di atas.

Idgham bilaghunna

Arti dari hukum ini yakni memasukkan bunyi huruf tanpa disertai dengan dengung. Hurufnya ada dua .ل  ر  Apabila nun sukun atau tanwin bertemu dengan kedua huruf ini. Maka tidak boleh didengungkan. Seakan-akan langsung masuk ke hurufnya. Artinya, hanya bunyi huruf lam dan ro saja yang terdengar.


(نْ /


Bertemu dengan


ل  ر


Contoh: 


مِنْ لَدُ نْكَ ذُرِّيَّةً   =  نْ

  =  غَفُوْ رٌرَحِيْمِ           



Ingat, yang diperhatikan adalah nun sukun atau tanwin bertemu dengan kedua huruf yang sudah saya uraikan dan tuliskan sebagaimana contoh yang saya garis bawahi.

Iqlab 

Iqlab Arti harfiahnya membalik. Arti lainnya adalah membunyikan huruf nun sukun atau tanwin dengan bunyi mim yang disertai dengung. Hurufnya ada satu .ب Bunyinya dapat dilakukan ketika nun sukun atau tanwin bertemu dengannya. Dibaca dengan cara menutup bibir dan ditahan selama dua harakat atau dua ketukan.


(نْ /


Bertemu dengan

ب


Contoh: 


مِنْ بَعْدِهِمْ  نْ   =

  =  مِنْ بَأْسٍ             

=   عَلِمٌ بِذَاتِ الصُّدُورِ

             =أَوَّلَ كَا فِرٍ بِهِ         



Idzhar 

Secara harfiah izhar berarti jelas. Arti lainya yaitu membunyikan huruf dengan suara jelas tanpa disertai dengan dengung. Huruf idzhar yaitu semua huruf yang ada di tenggorokan أ ه ح ع غ خ   terdiri enam huruf.


(نْ /


Bertemu dengan

أ ه ح ع غ خ   


Contoh: 


   مَنْ أ مَنَ    =  نْ

  =  غَفُوْرٌحَلِيْمٌ               




Ikhfa’

Arti harfiahnya bermakna samar. Arti lainnya yakni menyamarkan bunyi nun sukun atau tanwin dengan disertai dengung.


(نْ / 


Bertemu dengan

      ت ث ج د ذ ز س ش ص ض ط ظ ف ق ك


Contoh: 


وَأَنْتُمْ مُسْلِمُوْنَ   =  نْ

عَلَيْكَ قَوْلًاثَقِيْل      

     مَنْ جَا ءَ بِ الْحَسَنَةِ

عِنْدَ رَبِّك         

      غَفُوْرٌشَكُوْرٌ=      

يَتِيْمًا ذَا مَقْرَبَةٍ          =

Lagi-lagi yang harus diperhatikan adalah nun suku atau tanwin yang bertemu dengan beberapa huruf ikhfa’ di atas.

Pengertian Ahkam Al-Huruf, nun sukun dan tanwin

 Yang dimaksud dengan ahkam al-Huruf adalah hukum-hukum membaca huruf. Dengan kata lain, yakni hukum membaca al-Qur’an. Sehingga bunyi bacaan al-Qur’an menjadi indah. 

Ahkam tidak bisa dipisahkan dengan maghraj al-huruf. Keduanya saling berkait. Jadi tidak dibenarkan seseorang hanya mempelajari hukum lalu tidak mau mempelajari makhrojnya.

Ahkamul huruf terbagi atas beberapa hukum bacaan, masing-masing sudah sesuai dengan rumusnya. 


 nun sukun dan Tanwin

Nun sukun dan tanwin ada dalam melafalkannya. Bukan pada tulisannya. Walaupun, tulisan penting dari sisi simbol untuk mempermudah kita dalam mengingat bacaan nun sukun dan tanwin. 

Nun sukun dan tanwin

Lebih detailnya kedua pengertian di atas, akan dibahas dalam artikel Hukum nun sukun dan tanwin pada pembahasan selanjutya.