Tuesday, 21 June 2022

Bahasa Arab (اَلْوَانٌ )Warna-Warna dan (أَلْأَرْقَامُ) Angka 11-20

1-20

مُؤَنَّثٌ

Perempuan

اَلْوَانٌ

Warna-Warna

مُذَكَّرٌ

Laki-Laki

 

سَوْدَاءُ


 

Hitam


أَسْوَدُ

 

حَمْرَاءُ


 

Merah

 

أَحْمَرُ

 

بَيْضَاءُ


 

Putih

 

أَبْيَضُ

 

 


خَضْرَاءُ



Hijau


أَخْضَرُ


سَمْرَاءُ









Coklat 



أَسْمَرُ


زَرْقَاءُ



Biru

 أَزْرَقُ

صَفْرَاءُ


 

Kuning

أَصْفَرُ

بَنَفْسَجِيَّةُ


 

Ungu

بَنَفْسَجِيُّ

زَهْرِيَّةُ


 

Pink

زَهْرِيُّ

رَمَادِيَّةٌ



 

Abu-Abu


أَرْمَدُ




أَلْأَرْقَامُ

Angka-Angka

11

Sebelas

أَحَدَ عَشَرَ

۱۱

12

Dua Belas

إِثْنَةَ عَشَرَ

٢۱

13

Tiga Belas

ثَلَاثَةَ غَشَرَ

٣۱

14

Empat Belas

أَرْبَعَةَ عَشَرَ

٤۱

15

Lima Belas

خَمْسَةَ عَشَرَ

٥۱

16

Enam Belas

سِتَّةَ عَشَرَ

۱٦

17

Tujuh Belas

سَبْعَةَ عَشَرَ

٧۱

18

Delapan Belas

تِسْعَتَ عَشَرَ

۸۱

19

Sembilan Belas

سَمَانِيَةَ عَشَرَ

۹۱

20

Dua Puluh

عِشْرُوْنَ

٢٠
















Saturday, 4 June 2022

MENGUAK TAHARAH DAN PENGERTIANNYA

 


Setiap orang menyukai kebersihan, walaupun aktifitas dan profesi sehari-harinya tukang sampah, tukang potong rumput, buruh kasar, dan klining servis yang setiap harinya berbaur dengan kotoran. Orang “pangkotor” kata orang ambon, walau dia suka buat kotor. Pasti dia suka pada kebersihan. Sebab, kebersihan itu adalah fitrah manusia. Bahkan ia bagian dari keimanan seseorang.

الطُّهُرُ شَترُ الْإيْمَنِ

“Kebersihan bagian dari iman”

Terkait kebersihan erat kaitannya dengan taharah, namun taharah lebih luas mengkaji tentang kebersihan. Taharah tidak hanya membicarakan kebersihan jasmani, seperti kebersihan tempat tinggal, kebersihan anggota tubuh maupun kebersihan  berkaitan pencucian najis. Melainkan juga kebersihan rohani, kebersihan hati dari sifat-sifat yang tidak kasat mata atau najis batin, namun wujudnya ada. Sehingga taharah kemudian dibagi menjadi dua sudut kajian. Yakni, Taharah maknawiyah dan taharah hissiyah.  

Maksud taharah maknawiyah adalah proses membersihkan diri dari najis batin. Seperti syirik, sombong, hasad/dengki, ‘ujub, takabbur, riya’ dan berbagai sifat kotor lainnya. Dalam konteks taharah maknawiyah. Seorang muslim dan muslimah hendaknya membersihkan kotoran dan najis ini dari hati-hati mereka. Jika beberapa kotoran sampah-sampah ini tidak dibersihkan, maka berpeluang besar menyebabkan penyakit. Penyakit itu kemudian menghalangi seseorang untuk menghususkan keyakinan hanya kepada Allah swt.

 

Sedangkan taharah hissiyah adalah proses membersihkan tubuh dari kotoran-kotoran yang menempel pada badan jasmaniyah. Membersihkan badan dengan mandi, anggota-anggota wudhu, dan cebok tempat keluarnya kotoran dari qubul (taik) dan dubur (kencing).

Kedua taharah ini harus dipraktekkan oleh seorang muslim atau muslimah. Penjelasan detail tentang kedua taharah maknawiyah dan hissiyah bisa dibaca juga dalam ensiklopedia fikih syaikh Utsaimin.

Pengertian “taharah”,  kata taharah dengan terbaca fathah huruf ta’nya berarti “suci atau bersih”. Menurut istilah syara’, mengandung banyak tafsir, diantaranya : suatu perbuatan yang menjadikan seseorang boleh sholat, misalnya : wudhu, mandi, tayamun dan menghilangkan najis.  (Fathul Qarib).

Dapat dipahami bahwa taharah sangat erat  kaitannya dengan shalat, bahkan taharah menjadi kunci bagi terlaksananya shalat. Demikian shalat menurut arti istilah. Pantas kemudian ada kalimat.

الصَّلّاةُ مِفْتَحُ الْجَنَّةِ الطَّهَارَةُ مِفْتَهُ الصَّلَاةِ

“Kunci surga adalah shalat dan kunci shalat adalah taharah.”

Maka pintu gerbang kesuksesan shalat terletak pada taharah. Yakni taharah maknawiyah dan hissiyah. Artinya, seorang muslim dan muslimah harus membersihkan hatinya terlebih dahulu sifat syirik kotor. Terutama dari keyakiknan kepada selain Allah. Maksudnya tidak boleh ada syirik dalam hati. Begitu pula sombomng dan lain-lain. Sehingga, jika seseorang melaksanakan shalat tanpa taharah, keliahatan memang dia shalat, namun sebenarnya dia sedangkan ngigau dan berangan-angan. Dapat pula dikatakan sia-sia ibadah shalatnya tanpa taharah. dIa ke masjid namun dia sebenarnya seperti orang yang belum menemui masjid. walaupun dia sudah melaksanakan shalat itu di masjid. Dapat pula dikatakan shalatnya hanya siulan dan tepuk tangan saja.

 

Pantas dalam kitab-kitab fikih, taharah selalu menjadi ilmu yang pertama dibahas. Sebab ia kunci pembuka. Ia ibarat al-Fatihah bagi surat-surat dalam a-Qur’an, ia bagai anak tertua dalam keluarga, dan ia bagaikan kunci bagi rumah.

Sadarlah bahwa belajar taharah penting untuk diajarkan kepada masyarakt islam. Ini tugas kita semua umat Islam.


 

Saturday, 28 May 2022

Sekilas Makna Semiotika

 SEMIOTIKA. Ternyata tidak semua masyarakat akademik mengetahuinya, kecuali mereka yang berkecimpun pada dunia filsafat, humaniora, komunikasi dan sastra. Keempat jurusan ini barang kali yang lebih mengetahui seluk beluk kajian dan  fokusnya. Bagi masyarakat pada umumnya, semiotika pastinya asing ditelinga mereka. Walaupun studi ini penting untuk mereka ketahui. Kenapa perlu, karena hampir setiap hal yang ada di alam raya ini berisi jabaran tentang semiotika. Sekecil apapun bahasan yang ada, pasti masuk dalam bahasan semiotika. Nah, sekarang, apa sih semiotika itu.? Mungkin diantara kita ada yang bertanya-tanya. Bukan hanya masyarakat umum, tetapi para mahasiswa filsafat khususnya, ternyata ada juga yang belum mengetahui apa itu semiotika. Dalam pembahasa ini, saya akan memaparkan dengan dua sudut pandang pengertian.


(Secara bahasa). Ungkapan lain selain kata bahasa untuk menetapkan pengertian adalah makna secara leksikal atau etimologi. Ketiga kata untuk pemakaian pengertian, boleh menggunakan kata “makna secara leksikal, makna secara bahasa, dan makna secara etimologi”. Ketiga kosa kata ini memiliki arti dan tujuan yang sama. Jika kata leksika, bahasa dan etimologi dilekatkan dengan kata semiotika, maka maksudnya semiotika menurut leksikal, semiotika menurut bahasa atau semiotika secara etimologi memiliki tujuan yang sama. Jadi, boleh menggunakan salah satu dari ketiga kalimat ini untuk memberi arti pada suatu bahasan yang kita inginkan khususnya secara bahasa.




Semiotika secara etimologi berasal dari kata semeion bahasa Yunani, yang berarti tanda. Tanda sendiri didefinisikan sebagai sesuatu dalam kehidupan sosial yang mewakili sesuatu yang lain. Pengertian ini hampir semakna dengan ungkapan Charles Sanders Peirce bahwa semiotika adalah sesuatu yang bagi seseorang mewakili sesuatu yang lain dalam beberapa hal yang lain atau kapasitas.

Contohnya: asap menandai adanya api, jejak kaki menandai adanya orang yang sedang lewat dan kain putih yang diletakan didepan rumah menandakan ada yang mati dan lain sebagainya. Demikian makna semiotika secara bahasa atau etimologi.

Adapun (Secara Istilah). Dalam kata lain secara terminologi, Semiotika adalah ilmu yang mempelajari sederetan luas objek-objek, peristiwa-peristiwa, dan seluruh kebudayaan sebagai tanda.

Artinya, setiap objek, setiap peristiwa dan seluruh kebudayaan memiliki makna. Makna-makna inilah yang dijabarkan dalam semiotika. Objek yang dimaksud tidak hanya berkaitan dengan benda, melainkan juga komunikasi atau tutur kata, bahkan mimik seseorang. Penjelasan ini menunjukkan semiotika cakupan kajiannya sangat luas.




Friday, 20 May 2022

ASYFA FATIHAH SYAUQILLAH LIHI DAN PERMAIAN DI MCM

 

Kisahku di Bulan  Desember 2021 (01 Desember 20210


Saat aku sedang membaca buku, menulis dan  melakukan pekerjaanku didalam rumah, anakku (Asyfa) sering datang. Asyfa terkadang berdiri di belakangku, naik diatas pahaku, menggigit pundakku, menggigit kakikku, mencubit leherku dan mencium pipiku. Jika aku sedang mengetik  tombol labtop, dia juga mengetiknya, saat merapikan buku di raknya, dia membongkarnya, saat ibunya sedang berbaring dia naik di atas perut ibunya, diatas kepala ibunya, mencubit ibunya, menggigit ibunya, bahkan mencium ibunya. Begitulah aktifitas Asyfa saat kami bersamanya di rumah. Tapi, Ibunya senang dengan tingkah Asyfa, ibunya tidak pernah marah, sebaliknya malah mendoakan kebaikan kepadanya. Umur Asyfa baru setahun. Ia mulai aktif beraktifitas, didalam kamar ia senang menurunkan buku dari raknya, jug sesekali menurunkan peralatan dapur dari raknya, dan mengalirkan air galon dari krannya. Tetapi, setiap ia melakukan aktifitas, seperti membongkar buku dari rak, Aku selalu mengatakan “masya Allah, kaka Asyfa sedang merapikan buku dan suka membacanya”. saat ia membongkar peralatan dapur, aku mengatakan, “masya Allah, kaka Asyfa sedang merapikan piring atau gelas di raknya.” Semua aktifitasnya, kami tanggapi sebagai perilaku positif, seperti itu yang kami maknai dari aktifitas Asyfa. Harapannya kelak dia bisa tumbuh menjadi anak yg rajin membaca buku, cerdas, dan sholehah.

Aku tidak hanya menghabiskan waktuku untuk belajar, menulis, membaca, mengajar, dan mengisi kajian. Aku sering menemani anakku bermain, belajar sambil menggedongnya, mengetik sambil meletakkannya di pangkuanku, dan menaikkannya di ayunan dan menggoyang ayunanya hingga ia tertidur. Aku juga bermain lempar bola-bola kecil denganya, menggendongnya sambil bermain, dan menaruhnya di atas punggungku bermain kuda-kudaan sembari ibunya terkadang yang memegangnya, terkadang aku sendiri yang memegangnya. Beberapa hari di rumah, anakku bermain boneka-boneka, aku juga sering menemani meletakkan boneka itu dihadapannya. Tapi, malam ini permainannya berbeda, setelah aku dan istriku membelikan seranjang bola-bola kecil warna warni. Aku melihatnya sedang asyik melempar bola-bola kecilnya yang baru kami beli sore tadi, untuk menambah semangatnya aku lantas menemaninya, melemparkan bola disampingnya. Melihatku melakukan itu, Asyfa kegirangan. Ia sampai mengoyang-goyangkan badanya dan bersorak sambil senyum. Ia sangat bahagia dan senang ketika aku bermain bersamanya. Selain menemaninya bermain di rumah, aku dan istriku juga berkeinginan membawanya ke MCM, di tempat permainan anak-anak. Alhamdulillah, hari ini keinginan itu baru terkabul, inilah kali pertama kami membawa Asyfa di tempat itu. Tentu, tujuan kami hanya ingin menghiburnya. Selain itu ada pelajaran penting yang bisa menjadi pengetahuan baginya, walaupun ia sendiri belum memahami makna permainan itu.

Sebelum kami ke tempat permainan, bertepatan pada jam 11 lebih beberapa menit, kami berpijak dari toko buku NN menuju parkiran motor. Sewa parkiran sebesar 3000 rupiah, adapun yang menjaga parkiran itu semua beragama kristen. Sementara kios kecil di sampin parkiran itu ternyata pemilik kios itu orang Buton, aku mengenal pemilik kios itu, karena aku sering khutbah di masjid itu, dan beliau menjadi salah satu pengurus masjid itu.

Setelah membayar uang parkir, kamipun beranjak pergi, sampai di tengah jalan, masih di atas motor, di dekat lampu merah depan lapangan merdeka, istriku bergumam,”sayang, aku lapar?”, keluhan istriku itu langsung menggerakkan bibirku berucap, “ia sayang, segera kita cari tempat makan, kita ke rumah makan milik orang buton yang ada di Pantai Losari saja, yang didalam pagar itu, rumah makan itu yang langsung terlintas di benakku. istriku ternyata menyetujui masukanku makan di warung itu. Kami memang biasa makan di warung itu, selain enak, nasinya banyak, ikannya besar dan kami juga sudah akrab dengan pemiliknya.  Yaitu seorang ibu tua, yang bersifat baik dan berhati lembut. Setiap kali kami datang dengan Asyfa ibu itu selalu menggendong Asyfa, baik disaat kami makan di tempat itu atau tidak. Yang lebih menarik dari itu semua, harga makanan i warung itu murah meriah, tidak ada tempat makan menurutku yang pernah aku datangi semurah dan sebanyak makanan yang disajikan di rumah makan itu menurutku di kota Ambon. Aku mengatakan itu, karena aku sudah banyak mendatangi tempat makanan, baik karena diajak teman-temanku atau aku sendiri maupun bersama istriku, jia ada keinginan untuk makan di luar.  

Tidak menunggu lama, Istriku langsung memesan makanannya, penjaga warung langsung membawa dua piring nasi, sayur dan ikan dibawa belakangan. Tapi, aku memberitahukan kalau aku tidak makan, karena hari itu aku sedag puasa, pelayan itu lantas meminta maaf, sekaligus merasa berdosa katanya, karena ketidak tahuannya. Akupun menimpali, “ah tidak apa-apa.” Sepiring nasi, semangkok sayur, dan seekor ikan goreng sedang sudah berada di atas meja, istriku langsung melahapnya, sambil menyuapi anaknya yang sendang kugendong disampingnya (Asyfa). Alhamdulillah, belum lama kami duduk di rumah makan itu, bunyi lantunan ayat suci al-Qur’an mulai menggema dari masjid-masjid dari setiap sudu kota, tanda waktu zuhur sudah dekat. Akupun menyampaikan kepada istriku “sayang, setelah makan kita langsung menuju MCM yah, kita sholat di musholah MCM saja?” ia langsung menganggukkan kepala, “iya sayang”, kata isrtriku. Rasa kenyang yang terdengar bunyinya dari mulut istriku menandakan ia sudah kenyang, piring nasi, mangkuk sayur, seekor ikan itu habis disantapnya. Alhamdulillah, istriku sudah kenyang. Kamipun langsung keluar setelah ia makan, lalu melanjutkan perjalanan ke MCM.

Sampai di MCM kami terlebih dahulu menuju mushollah, memenuhi kewajiban kami sebagai seorang muslim. Setelah sholat,  lansung kami beranjak menuju Gramedia untuk melihat buku yang berjudul “Multikultural di Pesantren” yang di pesan ponakanku (Sri Endriani Lihi) yang biasa kami sapa dengan nama Indri. Tetapi, buku itu tidak ada. Tidak membuang-buang waktu, kami langsung turun menuju tempat permainan, hari ini kami harus memenuhi niat kami membawa Asyfa ke tempat permainan anak-anak di MCM itu. Alhamdulillah, sampailah akhirnya, kami didepan tempat permainan itu, kami langsung mendekati tempat pembayarannya, tetapi dikasir itu kami tidak melihat orang, penjaga pintu masuk tempat permainan yang berada di sebelah kiri kami lansung berdiri menuju kasir, setelah kami berdiri, iapun memanggil penjaga kasir, ternyata penjaga kasir itu ada didalam ruangannya, ia tidak menyahuti panggilan kami, oh rupanya ia sedang makan. Kamipun memohon maaf, karena kami tidak tau dia sedang makan, kalau kami tidak didatangi penjaga pintu masuk itu, mungkin kami akan duduk menunggu sampai ia selesai makan. Tetapi, penjaga kasir itu langsung berdiri melayani kami. Alhamdulillah.

Penjaga Kasir itu bertanya, “sudah pernah masuk di sini”, “belum”, jawab kami. “Oh ia” katanya. “berapa orang yang menemani anaknya bermain”, tanyanya, “Dua orang” kami menjawab, “lalu kaos kaki ada”, aku menjawab “aku belum punya”, istriku menimpali “kalau aku sudah”, “anaknya?” bertanya penjaga kasir, “kalau dia pakai sepatu” jawab kami, penjaga kasir bertanya lagi “kalau begitu, kaos kaki satu yah, soalnyaa di sini wajib memakai kaos kaki”, “oh ia” serentak kami berdua menjawab, kami bertanya “lalu berapa harganya mba’?” “90 ribu” katanya, “oh ia sudah”. Setela istriku membayarnya, kami langsung masuk, penjaga pintu masuk langsung menyodor kaos kaki hitam putih kepadaku, aku langsung memakainya, istri dan anakku sudah duluan berada didalam sementara aku masih memakai kaos kaki.

Melihat beberapa tempat permainan itu dipenuhi bola-bola kecil, Asyfa kelihatan sudah tidak sabar masuk ke dalam tempat permainan itu. Asyfa begitu senang bermain didalam tempat yang dipenuhi bola. Seakan-akan Asyfa sedang mandi bola. Beberapa anak-anak juga memiliki rasa senang yang sama.

Setelah Asyfa merasa letih bermain, akupun juga sama letihnya menemaninya bermain, kamipun keluar dari tempat permainan itu. Hampir dua jam kami didalam. Ternyata, lumayan sebuah pekerjaan yang cukup meletihkan. Akhirnya kami kembali ke rumah.

 

                                                              Foto Pribadi : 

"Ya Allah tolong hadirkan kasih dan sayang kepada kami, agar kami hidup sebagai keluarga yang sakinah, mawaddah warahmah, yang kami bisa pertahankan di dunia ini hingga akhirat kelak".



Monday, 11 April 2022

INGIN MULIA, JADIKAN QUR'AN SEBAGAI PETUNJUK

Allah swt telah memberikan kemuliaan kepada baginda nabi saw dan ini sudah menjadi kebesaran baginya. Karena Rasulullah saw adalah teladan kita dan contoh yang harus kita ikuti, tentu bukan seuatu yang tidak mungkin kemuliaan itu bisa terpercik kedalam diri kita. Maksudnya, kita juga bisa memperoleh kemulian itu. Nah, sekarang yang menjadi bahan yang akan dikaji adalah apa latar belakang kemuliaan Rasulullah dan instrumennya apa untuk mencapai kemuliaan itu. 

Ternyata jawaban pertama yaitu akhlak. Hal ini telah disebutkan oleh Allah swt dalam al-Qur'an. 
 Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:

وَاِ نَّكَ لَعَلٰى خُلُقٍ عَظِيْمٍ
"Dan sesungguhnya engkau benar-benar, berbudi pekerti yang luhur."
(QS. Al-Qalam 68: Ayat 4). https://quran-id.com.
Adapun kata عَظِيْمٍ bisa bermakna agung dan mulia. Sehingga sejak muda beliau dipuji-dipuji oleh para penduduk jazirah arab waktu itu. Sungguh akhlak merupakan perkara atau amalan yang sangat mulia. 

Terkait akhlak, Rasulullah saw telah menyebutkan bahwa "aku diutus untuk menyempurnakan akhlak" artinya Rasulullah diutus untuk memuliakan manusia disisi Allah swt. Tapi, ini bukan pekerjaan mudah. Walaupun begitu, bukan berarti tidak bisa. 
Pertanyaan kedua mengenai instrumen kemuliaan akhlak Rasululllah saw terletak pada apa?. Ternyata, Istri Nabi Saw Aisya ra. Memberitahukan kepada kita. Ini terungkap ketika sahabat nabi saw bertanya mengenai latar kemuliaan akhlak Rasulullah. Jawaban Aisya ra waktu itu simpel saja. "Kaana Khulukuhul Qur'an" akhlak Rasulullah saw adalah al-Qur'an. 
 Artinya, jika kita menginginkan kemuliaan, maka al-Qur'an adalah tempatnya. Dan memang al-Qur'an adalah kitab yang sangat mulia, diturunkan pada bulan yang mulia, dihari yang mulia, pada malam yang mulia, dan kepada orang yang mulia. Maka orang yang senantiasa membacanya, memahami maknanya, dan mengamalkannya insya Allah diberikan kemuliaan juga oleh Allah swt. 

Thursday, 13 January 2022

PEMIMPIN YANG IDEAL MENURUT IBNU ABI RABI’

Hidup berkelompok sudah menjadi tabi’at manusia yang tidak bisa dihindari. Itulah sebabnya, manusia disebut sebagai makhluk sosial. Makhluk yang sering berinteraksi, bekerjasama dan saling membantu. Walaupun manusia memiliki kecenderungan hidup bersosial. Tetapi, kecenderungannya untuk menyakiti orang lain juga ada. Karenanya butuh peraturan yang mengontrol, mengatur dan sangsi sebagai hukum jerah. Agar peraturan dan hukum jerah bisa dilakukan dan berjalan dengan baik maka butuh sebuah lembaga atau isntitusi yang dipimpin oleh seorang kepala negara yang baik dan  benar. Kenapa pemimpin yang baik dan benar dibutuhkan. Karena, kemajuan, kesejahteraan,  keadalian dan perkembangan negara hanya bisa diwujudkan jika pemimpin berjiwa mengayomi dan melindungi. Artinya, fungsi seorang pemimpin adalah mampu mengayomi dan melindungi masyarakat dari berbagai gangguan dan bahaya yang mengancam ketentraman warga masyarakat, serta bertanggung jawab untuk memberikan pelayanan terbaik. Maka, paling bagusnya seorang pemimpin adalah yang paling terbaik diantara masyarakat yang ada.

Ibnu Abi Rabi’ mencoba memberikan solusi bagi idealnya pemimpin sebuah negara. Menurutnya sosok pemimpin ideal adalah seseorang yang memiliki keyakinan bahwa kepemimpinan yang diembannya merupakan mandat dari Allah. Kepala negara adalah cerminan atau refresentasi seuruh rakyat. Karenanya, kelemahan, kekuatan, dan kemajuan sebuah negara bergantung dari kepala negaranya. Maka seorang kepala negara harus memiliki sifat.

a.       Merealisasikan akhlak (aspirasi yang luhur) dan memiliki kemampuan mengendalikan emosi

b.      Punya pandangan yang kokoh (kemampuan mengkaji dan menganalisis sistem pengelolaan pemimpin dahulu, mempelajari sejarah, dan melakukan eksperimen tentang kesuksesan dan kegagalan mereka).

c.       Handal saat menghadapi setiap tantangan.

d.      Kemampuan mengelola negara menjadi negara yang  memiliki kekayaan besar. Dengan merealisasikan keadilan kepada rakyat dan melaksanakan pembangunan yang berkelanjutan.

e.       Mengamalkan sikap sopan santun dan memberi penghargaan terhadp wakil-wakilnya.

Demikian idealnya seseorang menjadi kepala negara atau pemimpin.

Seorang kepala negara bisa menjadi memimpin negara menjadi ideal maka harus menghindari beberapa hal di bawah ini menurut Ibnu Abi Rabi’.

a.       Tidak boleh mengangkat seseorang yang tidak memiliki kapabilitas

b.      Tidak boleh mengankat orang yang tidak jujur

c.       Tidak boleh mengangkat seorang yang tak pandai menjaga rahasia

d.      Tidak boleh mengangkat penjaga keamanan yang tidak memiliki kecakapan

e.       Tidak boleh mengangkat pejabat yang mengabaikan tugasnya

Sebaliknya kemajuan dan kesejahteraan negara bisa tercapa jika seorang pemimpin atau wakil-wakilnya memiliki sifat.

a.       Berkelayakan (memiliki kepribadian baik dan kapabilitas).

b.      Punya sikap jujur dan bertanggung jawab

c.       Dapat dipercaya dan tidak mudah berkhianat

d.      Memiliki loyalitas tinggi menjaga keamanan negara

e.       Memiliki komitmen tinggi pada pekerjaanya

f.       Memiliki integritas tinggi.

Demikian beberapa yang perlu diperhatkan oleh seorang kepala negara menutur Ibnu Abi Rabi’.


 

 

 


Wednesday, 5 January 2022

Doa Lounching Jurnal MGMP PAI

 بسم الله الرحمن الر حيم   . الحمد لله رب العالمين .  اللهم صلى على سيدنا محمد وعلى ال سيدنا محمد

Wahai Tuhan yang Maha Terpuji

Sungguh kami memuji dan menyanjung-Mu dengan segenap pujian. Engkaulah pemilik keagungan, pencipta dan pemilik alam semesta, pelimpah berjuta rahmat dan berkah, pemberi Ilmu dan rezki, menakdirkan kami dipagi menjelang siang ini berjumpa dan bertemu bersilaturahmi dalam kegiatan lounching Jurnal Alfatih MGMP PAI SMP Provinsi Maluku. Harapan kami, keberkahan dan semoga perjumpaan ini menjadi momen pelimpah rezeki dan perpanjang umur.



Wahai Tuhan Yang Maha Melindungi

Sungguh kami berlindung kepada-Mu dari ilmu yang tidak bermanfaat, dari akal yang tidak mampu memahami hikmah, dari hati yang tak mampu memasukan iman, dari jiwa yang tidak tenang dan dari doa-doa kami yang tak terijabah.


Wahai Tuhan pemilik hikmah dan kesejukan

Karuniakan kami keluasan ilmu dan wawasan yang menjadi penyejuk hati dan pencerah, berilah kekuatan kepada kami  dalam beramal hingga menjadi ladang yang menghasilkan, hiasilah kami kesabaran dan kelembutan, berikan kami derajat yang mulia dan teguhkan kedudukan kami dengan takwa dan kesalehan, perindah kehidupan kami dengan kesehatan jasmani dan rohani serta cahaya spritual, tebarkanlah kami nilai-nilai agama yang tumbuh subur.


Wahai Tuhan yang Maha Melihat

Tampakkan kepada kami kebenaran yang terhalangi dan anugrahi kami mengikutinya dengan daya dan kekuatan, perlihatkan pula kebhatilan dan anugrahi kami kemampuan menghindarinya. Kami meminta berkah ilmu.



Wahai Tuhan Yang Maha Pengampun

Kami memohon ampunan dari segala dosa dan kesalahan kami, kedua orang tua kami, guru-guru kami, para tokoh-tokoh agama dan bangsa, para pemimpin dan segenap rakyat yang beriman.

ربنا اتنا فى الدنيا حسنة و فى الآخرة حسنة وقنا عذاب النار. وصلى الله على سيدنا محمد المصطف محمد والحمد لله رب العالمين