Oleh: Anin Lihi
Tajwid secara harfiah berarti melakukan sesuatu dengan indah, meperbagus dan memperelok. Tajwid berasal dari kata jawwada, yujawwidu, tajwiidan. Tajwid juga berarti at-Tahsin (memperbagus). Adapun dalam Ilmu Qira’ah, tajwid berarti suatu cara mengeluarkan huruf dari tempatnya sesuai dengan sifat-sifat yang dimilikinya.
Jadi, tajwid adalah cara memperbagus, memperindah, dan memperelok bunyi bacaan huruf-huruf didalam al-Qur’an sehingga terpenuhi hak-haknya. At-Tajwid juga bisa bermakna at-Tartil. Yakni, membacanya dengan indah dan bagus sesuai hak-haknya.
Artinya: “Bacalah al-Qur’an itu dengan perlahan-lahan.” (QS. Al-Muzammil/73: 4).
Maksud membaca al-Qur’an dengan tartil, oleh ulama mengartikannya membaca dengan tajwid.
Tajwid secara istilah, menurut Imam Ibnul Jazari:
“Tajwid adalah membaca dengan membaguskan pelafalannya, yang terhindar dari keburukan pelafalan dan keburukan maknanya, serta membaca dengan maksimal tingkat kebenarannya dan kebagusannya (An Nasyr fil Qiraat Al Asyr, 1/210).
Berdasarkan penjelasan ini, dapat kita pahami pentingnya mempelajari tajwid. Terkhusus kepada para pengajar di TPQ, Pesantren maupun para guru qur’an di sekolah. Bisa juga untuk masyarakat jika mau mempelajari dan memahami teori-teori tajwid supaya mengajar al-Qur’an sesuai dengan kaidah-kaidahnya.

Barakallah..
ReplyDeleteAamiin
Delete