Wednesday, 29 June 2016

ISTRI IDEAL ITU EDITOR



Penulis: Anin Lihi

Tulisan ini berawal dari kedatangan penulis ke kosnya teman, kos Putri 88, penulis tertarik dengan salah seorang penghuni kos (Keluarga) yang tinggal di dalamnya, dan kebetulan istrinya yang mengedit tulisan suaminya, hal inilah yang mendorong penulis untuk mempertanyakannya. Guna menuliskannya, agar dijadikan sebagai motivasi bagi para pembaca, terutama bagi orang-orang yang sudah berkeluarga. jadi Bisa dikatakan, ini adalah sebagian ukuran keromantisan sebuah rumah tangga.
Jika kita lihat fakta yang sebenarnya, menunjukkan bahwa editor  adalah provesi yang digeluti dalam dunia akademik (pendidikan) dan yang berperan sebagai editor adalah Profesor, Dr atau Master, merekalah orang-orang yang dipercaya memiliki kemampuan untuk mengedit tulisan, semisal jurnal, Buku Bacaan dan lain-lain. Namun berbeda dengan lelaki yang satu ini, yang menjadi editor justru istrinya (seorang ibu rumah tangga biasa), sehingga keluarga ini boleh kita sebut sebagai keluarga yang lain dari pada yang lain. juga Yang menarik dari keluarga ini adalah mereka tidak ingin namanya disebut dalam tulisan, bahkan mereka mengatakan, sebut saja keluarga Lakandodoke dan wakapopoluka bukan nama aslinya.[1]
Hari ini, Rabu, 29 Juni 2016, di Kos putri 88, ada  sepasang suami istri, yang kebetulan suaminya sedang melaksanakan studi pada Pasca Sarjana (S2) di Universitas Negeri Makassar (UNM) Kota Makassar. Suaminya dikenal sebagai seorang penulis, yang telah menerbitkan tulisannya di dalam berbagai media online, tulisan beliau juga sering diterbitkan diblogger kompasiana, juga dalam Maluku News. Tulisannya telah dibaca oleh banyak orang dan karena tulisannya yang menarik, tiba-tiba ada orang menjiplak tulisan itu, tanpa sepengetahuannya.  kemudian tulisan itu diterbitkan di sebuah harian tertrentu di Sulawesi tenggara, tulisan itu berjudul pikadawu,[2] tulisan yang diterbitkan di salah satu harian itu adalah plagiat sebab tidak mencantumkan nama penulisnya. Namun hal itu, tidak menyebabkan ia menuntut pada harian itu, dan hal ini seharusnya tidak boleh terjadi dalam dunia tulis menulis.
banyak karya tulis yang Telah ia terbitkan, diantaranya:
1.      Sekolah Dipolitisasi Guru jadi incaran siswa jadi sasasan.
2.      Pikadawu (tradisi menangkal penyakit).
3.      Filsafat Ilmu dalam konteks filsafat sejarah.
4.      Lembaga Pendidikan Menjadi Incaran Caleg dulang suara di pemilu.
Kempat dari tulisan diatas hanyalah sebagian dari gambaran, bahwa masih banyak tulisan yang diterbitkan di dalam media online, dan jika ada yang ingin berkunjung untuk membaca tulisan beliau masuki saja blog Kompasiana.com.
Keindahan bahasa tulis, dalam tulisan yang diterbitkan itu ternyata, merupakan hasil edit yang diedit oleh istrinya, kata istrinya mengedit merupakan kegiatan yang paling saya sukai selain dari kegiatan memasak, bahkan masih ada kegiatan lain yang tidak disebutkan. Sesuai ungkapan sang istri itu, Tidak berlebihan jika penulis mencantumkan bahwa istri dari keluarga itu mampu mengedit sebanyak adanya tulisan itu.
Suaminya mengatakan: istriku ini adalah istri yang hebat, mungkin dalam dunia ini tidak ada lagi wanita sehebat istri saya dimata saya. Semoga apa yang saya katakana ini, dapat menjadi motivasi bagi istri-istri yang lain.
Mengenai tulisan ini, bisa dikata sesuai dengan gambaran al-Qur’an bahwa suami dan istri adalah pakaian, suami adalah pakaian dari istri dan istri adalah pakaian dari suami, symbol ini mengambarkan bahwa suami dan istri harus saling menutupi kekurangan, termasuk kekurangan suami dalam menulis. Mengenai hal ini, Allah sebutkan dalam Qur’an Surat al-Baqara (2): 187.
Artinya: Istrimu adalah pakaian bagimu dan kamu adalah pakaian bagi mereka.
Maksud ayat di atas adalah, bahwa antara suami dan istri harus saling menutupi kekurangan. Secara umum ayat di atas menjelaskan banyak masalah, artinya kekurangan apapun yang dialami suami dan istri harus dan bahkan menjadi kewajiban untuk menutupinya, sebab hal itu justru membantu keusksesan rumah tangga. Termasuk menutupi kekurangan suami ketika menulis, mengenai kata-kata yang kurang pas dan tepat dalam kalimat-kalimat tulisan itu. Mungkin, akan ada yang berpendapat bahwa ayat di atas tidak cocok untuk dijadikan dalil dukungan terhadap peristiwa ini, tetapi menurut penulis, ayat diatas menjelaskan mengenai kekurangan secara umum, termasuk kekurangan suami dalam menulis, sehingga istripun berperan penting menututupi kekurangan itu dengan mengeditnya. Olehnya itu, kekurangan yang dimaksud ayat di atas bisa di jadikan dalil penguat mengenai hal mengedit ini.
Berkaitan dengan judul, Istri Ideal Itu Editor, terdapat maksud, bahwa ternyata kesuksesan suami, tidak terlepas dari  peran istri sebagai ibu Rumah tangga.
Makassar, Rabu, 29 Juni 2016.
Mengisi waktu Luang ketika DiKosnya Teman.



[1] Tidak ditulis nama aslinya, karena keluarga  ini tidak ingin namanya dipublikasikan, tujuan kesediaannya untuk diwawancarai adalah keinginannya cerita ini dijadikan motivasi.
[2] Pikadawu adalah tradisi yang dipercaya oleh masayarakat khususnya masyarakat Buton, dimana pikadawu ini diyakini sebagai alat penangkal penyakit. Pikadawu berasal dari kata pika dan dawu. Pika berarti melekat dawu berarti memberi, keterangan ini diambil dari penelitiannya karen pada tahun 2012, dan telah di seminarkan dikampus Universitas Pattimura Ambon pada juruan Antropologi.

Previous Post
Next Post

aninlihiofficial merupakan blog yang berkonsetrasi dalam bidang keilmuan, Budaya dan dakwah. dengan menyampaikan satu dua ayat. sebagaiman qaul yang sudah umum diketahui "balighu ani walau ayah" sampaikan walaupun satu ayat. mungkin satu ayat itu dimata orang kecil, tapi yakinlah hanya menyebar satu ayat itu saja sebenarnya hasil kebaikannya sudah berlipat ganda bagi orang yang menyebarkan. olehnya itu, penyebaran kebaikan yang sedikit ini, semoga menjadi amal yang belipat ganda disisi Allah swt

0 comments: