Saturday, 18 September 2021

Cabang Mad (Mad Fari'), Wajib Muttashil dan munfasil, Jaiz, Shilah, Shilah Thowilah, Shila Qosirah, dan Mad Lazim Mutsaqqol Qilmi



1. Mad Wajib Muttashil

Adapun arti mad wajib adalah bacaan yang wajib dibaca panjang. sedangkan Muttashil berarti tersambung. Artinya, mad dan hamzah tidak terpisah. Jatuhnya hukum bacaan mad wajib mujttashil ini, yakni ketika ada bacaan mad yang bertemu dengan hamzah (ء) dalam satu kata atau kalimat. Hukumnya ditahan selama enam harokat atau  ukuran panjangnya tiga alif. Maksudnya enam ketukan atau tiga alif. Perhatikan contoh di bawah ini.    

2. Mad Jaidz Munfasil

Maksud mad jaidz Munfashil yaitu apabila ada mad  asli (thobi’i) yang bertemu dengan huruf hamzah dilain kalimat. Artinya, hamzah yang tidak tergabung dalam satu kata tapi pada kata yang berbeda. Bunyinya ditahan selama lima ketukan atau lima harokat atau dua setengah alif.






3. Mad Shilah

Perlu dipahami bahwa mad shilah itu hanya berlaku ketika diwashol (dibaca sambung. Adapun jika diakhir kalimat maka di sukun. Mad ini terbagi dua. Pengecualian Mad Shilah yaitu Ha’ dhomir pada surat az-Zumar ayat 7 tetap dibaca pendek walaupun memenuhi syarat. Perhatikan contoh di bawah ini.

4. Mad Shilah Thowilah

Ketika ada ha dhomir mufrod mudzakkar yang didahului huruf hidup yang bertemu dengan hamzah. Bunyinya ditahan selama empat atau lima harokat atau empat atau lima ketukan atau dua setengah alif. 








5. Mad Shilah Qosirah

Mad ini biasa juga dikenal dengan sebutan mad sughra. Pengertiannya yakni ketika ha dhomir mufrad mudzakkar yang diawali huruf hidup yang  tidak bertemu dengan hamzah. Dibaca panjang selama dua harokat atau dua ketukan atau satu alif. 

6. Mad Lazim Mutsaqol Kilmi

Yaitu, ketika mad thobi’i bertemu huruf yang bertasydid dalam satu kalimat. Bunyi bacaan panjangnya ditahan selama enam harokat atau tiga alif. 

Saturday, 4 September 2021

Pembagian Waqaf dalam Al-Qur'an: Agar Tidak Sembarangan Berhenti saat Membaca ayat




1. Waqof Tam

Tam secara bahasa berarti sempurna. Artinya, waqof tam adalah waqof yang lazim atau diharuskan untuk berhenti apabila ayat telah dibaca sempurna. Baik dari segi lafadz ataupun maknanya. Kemudian dilanjutkan pada ayat berikutnya.

Contoh Waqaf Tam. Surat An-Nashr. Berlaku pula untuk surat lainnya. Surat ini hanya contoh saja.

اِذَا جَآءَ نَصْرُ اللّٰهِ وَا لْفَتْحُ 
وَرَاَ يْتَ النَّا سَ يَدْخُلُوْنَ فِيْ دِيْنِ اللّٰهِ اَفْوَا جًا 
فَسَبِّحْ بِحَمْدِ رَبِّكَ وَا سْتَغْفِرْهُ ۗ اِنَّهٗ كَا نَ تَوَّا بًا

"Apabila telah datang pertolongan Allah dan kemenangan," "dan engkau melihat manusia berbondong-bondong masuk agama Allah," maka bertasbihlah dengan memuji Tuhanmu dan mohonlah ampunan kepada-Nya. Sungguh, Dia Maha Penerima Tobat." (QS. An-Nasr 110: Ayat 1-3)

Setelah membaca ayat 1 sampai akhir kalimat, lalu berhenti. Kemudian lanjut pada ayat 2 dan seterusnya.




2. Waqof Kafi (Cukup)

Waqaf kafi maksudnya adalah waqof yang diperintahkan untuk  berhenti pada suatu kata yang sempurna maknanya namun ada hubungannya dengan kalimat/ayat berikutnya secara makna tetapi tidak secara lafadz. Kemudian ibtida’ (dimulai) dari kata setelah kata yang diwaqafkan.
Contoh:
Al-Baqarah: 6-7
إِنَّ الَّذِينَ كَفَرُوا سَوَاءٌ عَلَيْهِمْ أَأَنْذَرْتَهُمْ أَمْ لَمْ تُنْذِرْهُمْ لَا يُؤْمِنُونَ (6) خَتَمَ اللَّهُ عَلَى قُلُوبِهِمْ وَعَلَى سَمْعِهِمْ...

Apabila kita waqaf di akhir ayat 6 dan ibtida’ (dimulai) di awal ayat 7 termasuk kafi. Kedua ayat ini sama-sama membahas tentang kriteria orang kafir namun secara gramatikal ayat 6 tidak berhubungan dengan ayat 7.



3. Waqof Hasan (Baik)

Waqaf hasan maksudnya adalah waqof yang memerintahkan kita untuk berhenti pada suatu kata yang sempurna maknanya namun ada hubungannya dengan kalimat/ayat berikutnya secara makna dan secara lafadz. Kemudian ibtida’ (dimulai) dari kata setelah kata yang diwaqafkan. Contoh:

Al-Fatihah 2-4
الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ (2) الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ (3) مَالِكِ يَوْمِ الدِّينِ (4)

Apabila kita waqaf di akhir tiga ayat di atas termasuk waqaf hasan. Ketiga ayat di atas semua berisi sifat Allah swt dan ayat 3 dan 4 adalah naat/shifat dari kata “Lillah”.


Contoh lainnya Al-Humazah 1-2:

وَيْلٌ لِكُلِّ هُمَزَةٍ لُمَزَةٍ (1) الَّذِي جَمَعَ مَالًا وَعَدَّدَهُ (2)

Waqaf  pada akhir ayat 1 surat Al-Humazah termasuk hasan karena sudah sempurna makna dan karena ayat 2 merupakan penjelas.




4. Waqof Qobih

Waqaf qabih adalah berhenti pada bacaan secara tidak sempurna maknanya dan tentunya masih ada hubungannya secara lafadz dan makna dengan kata/kalimat berikutnya. Waqaf ini harus dihindari karena bisa merusak makna dan maksud dari ayat tersebut. Kalau kita memahami bahasa Arab tentunya akan mudah untuk menghindari waqaf ini. Bagi yang belum memahami bahasa Arab hindari waqaf di huruf jar, mudhaf, fiil yang belum ada failnya, mubtada, dll.



Contoh:
إِنَّ اللَّهَ لَا يَسْتَحْيِي أَنْ يَضْرِبَ مَثَلًا مَا بَعُوضَةً فَمَا فَوْقَهَا

Bila kita berhenti di kata “La yastahyi” ini merupakan waqaf qabih karena menyipati Allah dengan sifat tercela dan maknanya akan jelas bila diwashalkan.

لَا يُكَلِّفُ اللَّهُ نَفْسًا إِلَّا وُسْعَهَا لَهَا مَا كَسَبَتْ وَعَلَيْهَا مَا اكْتَسَبَتْ....
Contoh lainnya bila kita waqaf pada kata “illa” atau “laha”. Bila kita waqaf di kedua kata tersebut akan menimbulkan kerancuan makna.





Lalu bagaimana jika ada kata yang tidak sempurna maknanya tapi ada di ujung ayat? Kalau berada ada di ujung ayat, maka berhenti saja. Akan tetapi, kita harus melanjutkan ke kata berikutnya. Artinya kita tidak boleh berhenti di kata yang tidak utuh maknanya dan tanpa melanjutkan ke ayat berikutnya. Contoh:

فَوَيْلٌ لِّلْمُصَلِّيْالَّذِيْنَ  (4) هُمْ عَنْ صَلَاتِهِمْ سَاهُوْنَ (5)
Boleh berhenti di akhir ayat 4 karena ujung ayat walau belum utuh maknanya. Namun, tidak boleh berhenti di ayat 4 tanpa melanjutkan bacaan ke ayat berikutnya karena akan merusak makna.

Mengenai tanda Waqof bisa dibaca pula disini. 
https://www.aninlihi.com/2021/08/tanda-tanda-waqof-dan-pengertiannya.html?m=1 dan Contoh Waqofnya disini. https://www.aninlihi.com/2021/08/contoh-contoh-waqof-supaya-mudah.html?m=1.



Demikian beberapa pembagian Waqof yang bisa anda pelajari dan praktekkan. Wallahu A'lam.


Wednesday, 25 August 2021

Contoh-Contoh Waqof: Supaya Mudah Mempraktekkan dan Mengetahui Cara Membacanya

 Pada link ini https://www.aninlihi.com/2021/08/tanda-tanda-waqof-dan-pengertiannya.html?m=1. telah dibahas pengertian dan makna-makna waqof. Nah, pada uraian artikel ini khusus membahas contoh-contoh waqof yang disesuaikan dengan jumlah waqof yang telah dijelaskan. Adapun uraian contoh-contoh waqof adalah sebagai berikut:

1. Waqof Laazim

وَاِ لٰى ثَمُوْدَ اَخَاهُمْ صٰلِحًا ۘ قَا لَ يٰقَوْمِ اعْبُدُوْا اللّٰهَ مَا لَـكُمْ مِّنْ اِلٰهٍ غَيْرُهٗ ۗ قَدْ جَآءَتْكُمْ بَيِّنَةٌ مِّنْ رَّبِّكُمْ ۗ هٰذِهٖ نَا قَةُ اللّٰهِ لَـكُمْ اٰيَةً فَذَرُوْهَا تَأْكُلْ فِيْۤ اَرْضِ اللّٰهِ وَلَا تَمَسُّوْهَا بِسُوْٓءٍ فَيَأْخُذَكُمْ عَذَا بٌ اَ لِيْمٌ

"Dan kepada kaum Samud (Kami utus) saudara mereka Saleh. Dia berkata, "Wahai kaumku! Sembahlah Allah! Tidak ada Tuhan (sembahan) bagimu selain Dia. Sesungguhnya telah datang kepadamu bukti yang nyata dari Tuhanmu. Ini (seekor) unta betina dari Allah sebagai tanda untukmu. Biarkanlah ia makan di Bumi Allah, janganlah disakiti, nanti akibatnya kamu akan mendapatkan siksaan yang pedih." (QS. Al-A'raf 7: Ayat 73).

لَـقَدْ كَفَرَ الَّذِيْنَ قَا لُوْۤا اِنَّ اللّٰهَ ثَا لِثُ ثَلٰثَةٍ ۘ وَمَا مِنْ اِلٰهٍ اِلَّاۤ اِلٰـهٌ وَّا حِدٌ ۗ وَاِ نْ لَّمْ يَنْتَهُوْا عَمَّا يَقُوْلُوْنَ لَيَمَسَّنَّ الَّذِيْنَ كَفَرُوْا مِنْهُمْ عَذَا بٌ اَ لِيْمٌ

"Sungguh, telah kafir orang-orang yang mengatakan bahwa Allah adalah salah satu dari yang tiga, padahal tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) selain Tuhan Yang Esa. Jika mereka tidak berhenti dari apa yang mereka katakan, pasti orang-orang yang kafir di antara mereka akan ditimpa azab yang pedih." (QS. Al-Ma'idah 5: Ayat 73).

وَلَا تَدْعُ مَعَ اللّٰهِ اِلٰهًا اٰخَرَ ۘ لَاۤ اِلٰهَ اِلَّا هُوَ ۗ كُلُّ شَيْءٍ هَا لِكٌ اِلَّا وَجْهَهٗ ۗ لَـهُ الْحُكْمُ وَاِ لَيْهِ تُرْجَعُوْنَ

"Dan jangan (pula) engkau sembah Tuhan yang lain selain Allah. Tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) selain Dia. Segala sesuatu pasti binasa, kecuali Allah. Segala keputusan menjadi wewenang-Nya, dan hanya kepada-Nya kamu dikembalikan." (QS. Al-Qasas 28: Ayat 88).



2. Waqof Mutlaq

Khusus untuk Waqof Mutlaq, tanda to. 



3. Waqof Jaaiz

وَا لَّذِيْنَ يُؤْمِنُوْنَ بِمَاۤ اُنْزِلَ اِلَيْكَ وَمَاۤ اُنْزِلَ مِنْ قَبْلِكَ ۚ وَبِا لْاٰ خِرَةِ هُمْ يُوْقِنُوْنَ 

"dan mereka yang beriman kepada (Al-Qur'an) yang diturunkan kepadamu (Muhammad) dan (kitab-kitab) yang telah diturunkan sebelum engkau, dan mereka yakin akan adanya akhirat." (QS. Al-Baqarah 2: Ayat 4).

مَثَلُهُمْ كَمَثَلِ الَّذِى اسْتَوْقَدَ نَا رًا ۚ فَلَمَّاۤ اَضَآءَتْ مَا حَوْلَهٗ ذَهَبَ اللّٰهُ بِنُوْرِهِمْ وَتَرَكَهُمْ فِيْ ظُلُمٰتٍ لَّا يُبْصِرُوْنَ

"Perumpamaan mereka seperti orang-orang yang menyalakan api, setelah menerangi sekelilingnya, Allah melenyapkan cahaya (yang menyinari) mereka dan membiarkan mereka dalam kegelapan, tidak dapat melihat." (QS. Al-Baqarah 2: Ayat 17).

وَا لْوَزْنُ يَوْمَئِذِ ٱِلْحَـقُّ ۚ ثَقُلَتْ مَوَا زِيْنُهٗ فَاُ ولٰٓئِكَ هُمُ الْمُفْلِحُوْنَ

"Timbangan pada hari itu (menjadi ukuran) kebenaran. Maka, barang siapa berat timbangan (kebaikan)nya, mereka itulah orang yang beruntung," (QS. Al-A'raf 7: Ayat 8).



4. Waqof Mujawwazun


5. Waqof Murokhosun


6. Qiila 'Alaihi Waqfun


7. Tholabul Waqfi


8. 'Adamulwaqfi

فِيْ قُلُوْبِهِمْ مَّرَضٌ ۙ فَزَا دَهُمُ اللّٰهُ مَرَضًا ۚ وَلَهُمْ عَذَا بٌ اَلِيْمٌ ۙ بِۢمَا كَا نُوْا يَكْذِبُوْنَ

"Dalam hati mereka ada penyakit, lalu Allah menambah penyakitnya itu; dan mereka mendapat azab yang pedih karena mereka berdusta."(QS. Al-Baqarah 2: Ayat 10).

حَتّٰۤى اِذَا بَلَغَ بَيْنَ السَّدَّيْنِ وَجَدَ مِنْ دُوْنِهِمَا قَوْمًا ۙ لَّا يَكَا دُوْنَ يَفْقَهُوْنَ قَوْلًا

"Hingga ketika dia sampai di antara dua gunung, didapatinya di belakang (kedua gunung itu) suatu kaum yang hampir tidak memahami pembicaraan."(QS. Al-Kahf 18: Ayat 93).

9. Washlul Uulaa

وَ تَحْسَبُهُمْ اَيْقَا ظًا وَّهُمْ رُقُوْدٌ ۖ وَنُـقَلِّبُهُمْ ذَا تَ الْيَمِيْنِ وَ ذَا تَ الشِّمَا لِ ۖ وَكَلْبُهُمْ بَا سِطٌ ذِرَا عَيْهِ بِا لْوَصِيْدِ ۗ لَوِ اطَّلَعْتَ عَلَيْهِمْ لَوَلَّيْتَ مِنْهُمْ فِرَا رًا وَّلَمُلِئْتَ مِنْهُمْ رُعْبًا

"Dan engkau mengira mereka itu tidak tidur, padahal mereka tidur; dan Kami bolak-balikkan mereka ke kanan dan ke kiri, sedang anjing mereka membentangkan kedua lengannya di depan pintu gua. Dan jika kamu menyaksikan mereka, tentu kamu akan berpaling melarikan (diri) dari mereka dan pasti kamu akan dipenuhi rasa takut terhadap mereka." (QS. Al-Kahf 18: Ayat 18)


10. Mu'aanatun

ذٰلِكَ الْكِتٰبُ لَا رَيْبَ  ۛ  فِيْهِ  ۛ هُدًى لِّلْمُتَّقِيْنَ 

"Kitab (Al-Qur’an) ini tidak ada keraguan padanya; petunjuk bagi mereka yang bertakwa," (QS. Al-Baqarah 2: Ayat 2).

طَعَا مُ الْاَ ثِيْمِ  

كَا لْمُهْلِ  ۛ  يَغْلِيْ فِى الْبُطُوْنِ

"makanan bagi orang yang banyak dosa." (QS. Ad-Dukhan 44: Ayat 44). "Seperti cairan tembaga yang mendidih di dalam perut,"(QS. Ad-Dukhan 44: Ayat 45).

11. Waqful Uula

وَكَذٰلِكَ بَعَثْنٰهُمْ لِيَتَسَآءَلُوْا بَيْنَهُمْ ۗ قَا لَ قَآئِلٌ مِّنْهُمْ كَمْ لَبِثْتُمْ ۗ قَا لُوْا لَبِثْنَا يَوْمًا اَوْ بَعْضَ يَوْمٍ ۗ قَا لُوْا رَبُّكُمْ اَعْلَمُ بِمَا لَبِثْتُمْ ۗ فَا بْعَثُوْۤا اَحَدَكُمْ بِوَرِقِكُمْ هٰذِهٖۤ اِلَى الْمَدِيْنَةِ فَلْيَنْظُرْ اَيُّهَاۤ اَزْكٰى طَعَا مًا فَلْيَأْتِكُمْ بِرِزْقٍ مِّنْهُ وَلْيَتَلَطَّفْ وَلَا يُشْعِرَنَّ بِكُمْ اَحَدًا

"Dan demikianlah Kami bangunkan mereka, agar di antara mereka saling bertanya. Salah seorang di antara mereka berkata, "Sudah berapa lama kamu berada (di sini)?" Mereka menjawab, "Kita berada (di sini) sehari atau setengah hari." Berkata (yang lain lagi), "Tuhanmu lebih mengetahui berapa lama kamu berada (di sini). Maka suruhlah salah seorang di antara kamu pergi ke kota dengan membawa uang perakmu ini, dan hendaklah dia lihat manakah makanan yang lebih baik, dan bawalah sebagian makanan itu untukmu, dan hendaklah dia berlaku lemah lembut dan jangan sekali-kali menceritakan halmu kepada siapa pun."(QS. Al-Kahf 18: Ayat 19).

قَا لُوا ادْعُ لَنَا رَبَّكَ يُبَيِّنْ لَّنَا مَا هِيَ ۗ قَا لَ اِنَّهٗ يَقُوْلُ اِنَّهَا بَقَرَةٌ لَّا فَا رِضٌ وَّلَا بِكْرٌ ۗ عَوَا نٌۢ بَيْنَ ذٰلِكَ ۗ فَا فْعَلُوْا مَا تُؤْمَرُوْنَ

"Mereka berkata, "Mohonkanlah kepada Tuhanmu untuk kami agar Dia menjelaskan kepada kami tentang (sapi betina) itu." Dia (Musa) menjawab, "Dia (Allah) berfirman bahwa sapi betina itu tidak tua dan tidak muda, (tetapi) pertengahan antara itu. Maka kerjakanlah apa yang diperintahkan kepadamu." (QS. Al-Baqarah 2: Ayat 68).

12. 'Ain

Untuk contoh 'ain dalam pembahasan ini, lihat pada gambar dibawah ini:


13. Mutoobaqatul Waqfi


14. Saktah

قَا لُوْا يٰوَيْلَنَا مَنْۢ بَعَثَنَا مِنْ مَّرْقَدِنَا   ۜ  هٰذَا مَا وَعَدَ الرَّحْمٰنُ وَصَدَقَ الْمُرْسَلُوْنَ

"Mereka berkata, "Celakalah kami! Siapakah yang membangkitkan kami dari tempat tidur kami (kubur)?" Inilah yang dijanjikan (Allah) Yang Maha Pengasih dan benarlah rasul-rasul-Nya."(QS. Ya-Sin 36: Ayat 52).

وَقِيْلَ مَنْ   ۜ  رَا قٍ 

"dan dikatakan (kepadanya), "Siapa yang dapat menyembuhkan?"(QS. Al-Qiyamah 75: Ayat 27)

كَلَّا بَلْ   ۜ  رَا نَ عَلٰى قُلُوْبِهِمْ مَّا كَا نُوْا يَكْسِبُوْنَ

"Sekali-kali tidak! Bahkan apa yang mereka kerjakan itu telah menutupi hati mereka." (QS. Al-Muthaffifiin 83: Ayat 14)


Monday, 23 August 2021

Tanda-Tanda Waqof dan Pengertiannya: Agar Tidak Sembarang Berhenti Membaca Saat Membaca ayat al-Qur'an

Pembahasan waqof dibawah ini lebih kental mengurai tentang fungsinya. Paling penting juga bukan mengetahui arti harfiahnya. Tetapi arti pemakainnya. Ini seharusnya yang perlu dipahami. Sehingga ketika menemukan tanda  berhenti jika harus berhenti atau lanjut jika menemukan waqof yang bisa lanjut. Perhatikan uraian waqof di bawah ini:

aninlihi.com

1. Waqof Laazim

Jika seseorang membaca al-Qur'an lantas menemukan waqof jenis ini, dia harus  berhenti. Dilazimkan untuk berhenti. Pada waqof ini seseorang berkesempatan untuk mengambil nafas sebelum melanjutkan ayat sebelumnya.

Harus Berhenti

وَقْفُ لَّازِمِ

Tanda م

Peringatan: bukan termasuk mim pada bacaan iklab

2. Waqof Mutlaq

Maksudnya ketika kita bertemu dengan waqaf ini lebih utama atau lebih baik berhenti walaupun nafas masih kuat.

Lebih baik berhenti meskipun nafas masih kuat

وَقْفُ الْمُطْلَقُ

Tanda ط

3. Waqof Jaaiz

Maksudnya bisa lanjut, tapi lebih baik berhenti.

Lebih baik berhenti

جَائِزٌ

Tanda  ج

4. Waqof Mujauwwazun

Ketika bertemu dengan waqof ini kita boleh berhenti. Tetapi, sebaiknya dilanjutkan jika nafas masih kuat.

Lebih baik terus jika nafas masih kuat

وَقْفْفُ مُجَوَّزٌ

Tanda  ز

5. Waqof Murokkhosun

Jika bertemu dengan tanda ini, maka alangkah bagusnya dilanjutkan.

Lebih baik dilanjutkan jika nafas masih kuat

وَقْفُ مُرَ خَّسٌ

Tanda ص

6. Qiila ‘Alaihi Waqfun

Jika bertemu dengan waqof ini seseorang boleh berhenti ketika membaca qur’an, namun diteruskan justru lebih bagus.

Boleh berhenti tapi lebih baik diteruskan

قِيْلَ عَلَيْهِ وَقْفٌ

Tanda ق

7. Tholabul Waqfi

Apabila seseorang membaca al-Qur’an lalu bertemu dengan tanda ini, maka dianjurkan untuk berhenti.

Lebih baik berhenti

طَلَبُ الْوَقْفِ

Tanda  قف

8. ‘Adamul Waqfi

Jika bertemu dengan tanda ini ketika membaca al-Qur’an maka harus dilanjutkan bacaannya. Kalau nafas tidak sampai boleh diulang dari tengah sesuai tempat pengulangannya. 

Tidak boleh berhenti

عَدَمُ الْوَقْفِ

Tanda  لا

9. Washlul Uulaa

Apabila seseorang membaca qur’an lalu bertemu dengan tanda ini maka dianjurkan untuk melanjutkan bacaannya.

Lebih baik diteruskan

اَلْوَ صْلُ الْأُوْلَى

Tanda صلى

10. Mu’aanatun

Jika seseorang membaca qur’an lantas menemukan titik tiga maka harus berhenti disalah satu tanda yang tiga tersebut. Kemudian lajutkan bacaan.

Berhenti disalah satu tanda titik tiga

مُعَا نَةٌ   

11. Waqful Uula

Jika membaca al-Qur’an kemudian menemukan tanda ini, maka alangkah bagusnya berhenti.

Lebih baik berhenti

اَلْوَقْفُ الْأُوْلَى

قلى

12. ‘Ain

Tanda ini merupakan tanda ruku’, juga diartikan tanda akhir surat atau ayat tertentu.

Tempat ruku’ atau berhenti

Tanda ع

13. Mutoobaqatul Waqfi

Mengikuti waqof sebelumnya

ك لك

مُطَا بَقَةُ الْوَ قْفِ

ك  

14. Saktah

Seseorang dianjurkan untuk berhenti sejenak jika membaca lantas menemukan tulisan saktah pada ayat. Berhenti tanpa nafas sejenak.

Berhenti sejenak tanpa nafas

Tanda سكتة

Demikian beberapa tanda waqof, semoga ada kemudahan mengetahui tempat-tempat berhenti ketika membaca al-Qur'an. Semog bermanfaat. Adapun contoh-contoh waqof akan diuraikan pada pembahasan berikutnya. Insya Allah.

Oleh: Anin Lihi


Thursday, 19 August 2021

Sifat-Sifat Huruf yang Berlawanan dan yang Tidak Berlawanan: Agar Semakin Lembut Membaca al-Qur'an


Jumlah sifat yang telah diuraikan itu ada 19 dan terbagi dua sifat. Sifat yang berlawanan dan sifat yang tidak. Sifat yang berlawanan ada 10 dan sifat yang tidak berlawanan ada 9. 

19 sifat huruf ini, digolongkan menjadi dua bagian. Yaitu:

- Sifat Qawiy (sifat-sifat huruf yang kuat. Dibaca tebal, berat, nafas tertahan karena harus mengangkat lidah. 

- Sifat Dha’if (Sifat-sifat huruf yang lemah. Huruf-hurufnya dibaca ringan, udara bebas keluar, dan dibaca tipis. Karena tidak harus mengangkat lidah. 

1. Sifat Huruf yang berlawanan

جَهْرٌ     (Terang)

هَمْسٌ   (Samar)

شِدَّهْ     (Kuat)

رَخَاوَةٌ   (Lemah)

إِسْتِعْلَاءٌ  (Terangkat)

إِسْتِفَالُ   (Ke bawah)

إِطْبَاقُ    (Melekat)

إِنْفِتَاحُ    (Terbuka)

إِصْمَاتُ   (Menahan)

إِذْلَاقُ     (Ujung)

2. Sifat -sifat huruf yang tidak berlawanan

قَلْقَلَةُ     (pantul)

ق ط ب ج د

لَيْنٌ (lembut)

و وْ، ي يْ

صَفِيْرٌ    (desis)

ص ز س

تَوَسُّطُ (sedang)

لَنْ غمر

إِنْحِرَافُ (goncang)

ل  ر

تَكْرِيْرِيْ (getar)

ر

إِسْتِطَالَةُ (memanjang)

 ض

تَفَشِّيْ (Tersiar)

ش

Bukan sewaktu dibaca idzhar

غَنَّةُ (dengung)

مْ  نْ      ً ٍ ٌ ( tanwin)

Perhatikan Gambar Tabel Sifat Huruf Yang Berlawanan dan Yang Tidak Berlawanan di bawah ini:


Perhatikan pada tabel gambar di atas dengan seksama, lalu resapi dalam ingatan. Sambil sesuaikan dengan pembahasan yang ada disini. https://www.aninlihi.com/2021/07/sifat-sifat-huruf-pengertian-umum-dan.html?m=1.

Jangan lupa, pelajari dulu magharijul huruf tempat-tempat keluar huruf dengan baik sebelum mempelajari kedua sifat huruf ini. Link maghroj huruf lihat disini. https://www.aninlihi.com/2021/07/makhaarijul-huruf-tentang-asyfatain-dua.html?m=1. Dan pada link ini juga. https://www.aninlihi.com/2021/07/makhaarij-al-huruf-tempat-tempat.html


Thursday, 5 August 2021

Mad Wajib Muttashil dan Mad Jaiz Munfasil

 CABANG (M[A]D) FARI'


1. Mad Wajib Muttashil

Adapun arti mad wajib adalah bacaan yang wajib dibaca panjang. sedangkan Muttashil berarti tersambung. Artinya, mad dan hamzah tidak terpisah keduanya berada dalam satu  kosa kata. Jatuhnya hukum bacaan mad wajib muttashil ini, yakni ketika ada bacaan mad yang bertemu dengan hamzah (ء) dalam satu kata atau kalimat. Hukumnya ditahan selama enam harokat atau  ukuran panjangnya tiga alif dan bisa dibaca lima harokat atau bisa pula empat harokat. Maksudnya enam ketukan atau tiga alif. Perhatikan contoh di bawah ini. pada kata yang digaris bawahi.

وَا لسَّمَآءِ وَا لطَّا رِقِ 

خُلِقَ مِنْ مَّآءٍ دَا فِقٍ 

وَا لسَّمَآءِ ذَا تِ الرَّجْعِ 

اٖلٰفِهِمْ رِحْلَةَ الشِّتَآءِ وَا لصَّيْفِ 


2. Mad Jaidz Munfasil

Maksud mad jaidz Munfashil yaitu apabila ada mad  asli (thobi’i) yang bertemu dengan huruf hamzah dilain kalimat. Artinya, hamzah yang tidak tergabung dalam satu kata tapi pada kata yang berbeda. Bunyinya ditahan selama lima ketukan atau lima harokat atau dua setengah alif. Perhatikan contoh yang digaris bawahi.

اِنَّاۤ اَعْطَيْنٰكَ الْكَوْثَرَ 

اِنَّاۤ اَنْزَلْنٰهُ فِيْ لَيْلَةِ الْقَدْرِ

وَمَاۤ اَدْرٰٮكَ مَا لَيْلَةُ الْقَدْرِ 

* Via Al-Qur'an Indonesia https://quran-id.com