Saturday, 18 September 2021
Saturday, 4 September 2021
Pembagian Waqaf dalam Al-Qur'an: Agar Tidak Sembarangan Berhenti saat Membaca ayat
Wednesday, 25 August 2021
Contoh-Contoh Waqof: Supaya Mudah Mempraktekkan dan Mengetahui Cara Membacanya
Pada link ini https://www.aninlihi.com/2021/08/tanda-tanda-waqof-dan-pengertiannya.html?m=1. telah dibahas pengertian dan makna-makna waqof. Nah, pada uraian artikel ini khusus membahas contoh-contoh waqof yang disesuaikan dengan jumlah waqof yang telah dijelaskan. Adapun uraian contoh-contoh waqof adalah sebagai berikut:
1. Waqof Laazim
وَاِ لٰى ثَمُوْدَ اَخَاهُمْ صٰلِحًا ۘ قَا لَ يٰقَوْمِ اعْبُدُوْا اللّٰهَ مَا لَـكُمْ مِّنْ اِلٰهٍ غَيْرُهٗ ۗ قَدْ جَآءَتْكُمْ بَيِّنَةٌ مِّنْ رَّبِّكُمْ ۗ هٰذِهٖ نَا قَةُ اللّٰهِ لَـكُمْ اٰيَةً فَذَرُوْهَا تَأْكُلْ فِيْۤ اَرْضِ اللّٰهِ وَلَا تَمَسُّوْهَا بِسُوْٓءٍ فَيَأْخُذَكُمْ عَذَا بٌ اَ لِيْمٌ
"Dan kepada kaum Samud (Kami utus) saudara mereka Saleh. Dia berkata, "Wahai kaumku! Sembahlah Allah! Tidak ada Tuhan (sembahan) bagimu selain Dia. Sesungguhnya telah datang kepadamu bukti yang nyata dari Tuhanmu. Ini (seekor) unta betina dari Allah sebagai tanda untukmu. Biarkanlah ia makan di Bumi Allah, janganlah disakiti, nanti akibatnya kamu akan mendapatkan siksaan yang pedih." (QS. Al-A'raf 7: Ayat 73).
لَـقَدْ كَفَرَ الَّذِيْنَ قَا لُوْۤا اِنَّ اللّٰهَ ثَا لِثُ ثَلٰثَةٍ ۘ وَمَا مِنْ اِلٰهٍ اِلَّاۤ اِلٰـهٌ وَّا حِدٌ ۗ وَاِ نْ لَّمْ يَنْتَهُوْا عَمَّا يَقُوْلُوْنَ لَيَمَسَّنَّ الَّذِيْنَ كَفَرُوْا مِنْهُمْ عَذَا بٌ اَ لِيْمٌ
"Sungguh, telah kafir orang-orang yang mengatakan bahwa Allah adalah salah satu dari yang tiga, padahal tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) selain Tuhan Yang Esa. Jika mereka tidak berhenti dari apa yang mereka katakan, pasti orang-orang yang kafir di antara mereka akan ditimpa azab yang pedih." (QS. Al-Ma'idah 5: Ayat 73).
وَلَا تَدْعُ مَعَ اللّٰهِ اِلٰهًا اٰخَرَ ۘ لَاۤ اِلٰهَ اِلَّا هُوَ ۗ كُلُّ شَيْءٍ هَا لِكٌ اِلَّا وَجْهَهٗ ۗ لَـهُ الْحُكْمُ وَاِ لَيْهِ تُرْجَعُوْنَ
"Dan jangan (pula) engkau sembah Tuhan yang lain selain Allah. Tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) selain Dia. Segala sesuatu pasti binasa, kecuali Allah. Segala keputusan menjadi wewenang-Nya, dan hanya kepada-Nya kamu dikembalikan." (QS. Al-Qasas 28: Ayat 88).
2. Waqof Mutlaq
Khusus untuk Waqof Mutlaq, tanda to.
3. Waqof Jaaiz
وَا لَّذِيْنَ يُؤْمِنُوْنَ بِمَاۤ اُنْزِلَ اِلَيْكَ وَمَاۤ اُنْزِلَ مِنْ قَبْلِكَ ۚ وَبِا لْاٰ خِرَةِ هُمْ يُوْقِنُوْنَ
"dan mereka yang beriman kepada (Al-Qur'an) yang diturunkan kepadamu (Muhammad) dan (kitab-kitab) yang telah diturunkan sebelum engkau, dan mereka yakin akan adanya akhirat." (QS. Al-Baqarah 2: Ayat 4).
مَثَلُهُمْ كَمَثَلِ الَّذِى اسْتَوْقَدَ نَا رًا ۚ فَلَمَّاۤ اَضَآءَتْ مَا حَوْلَهٗ ذَهَبَ اللّٰهُ بِنُوْرِهِمْ وَتَرَكَهُمْ فِيْ ظُلُمٰتٍ لَّا يُبْصِرُوْنَ
"Perumpamaan mereka seperti orang-orang yang menyalakan api, setelah menerangi sekelilingnya, Allah melenyapkan cahaya (yang menyinari) mereka dan membiarkan mereka dalam kegelapan, tidak dapat melihat." (QS. Al-Baqarah 2: Ayat 17).
وَا لْوَزْنُ يَوْمَئِذِ ٱِلْحَـقُّ ۚ ثَقُلَتْ مَوَا زِيْنُهٗ فَاُ ولٰٓئِكَ هُمُ الْمُفْلِحُوْنَ
"Timbangan pada hari itu (menjadi ukuran) kebenaran. Maka, barang siapa berat timbangan (kebaikan)nya, mereka itulah orang yang beruntung," (QS. Al-A'raf 7: Ayat 8).
4. Waqof Mujawwazun
5. Waqof Murokhosun
6. Qiila 'Alaihi Waqfun
7. Tholabul Waqfi
8. 'Adamulwaqfi
فِيْ قُلُوْبِهِمْ مَّرَضٌ ۙ فَزَا دَهُمُ اللّٰهُ مَرَضًا ۚ وَلَهُمْ عَذَا بٌ اَلِيْمٌ ۙ بِۢمَا كَا نُوْا يَكْذِبُوْنَ
"Dalam hati mereka ada penyakit, lalu Allah menambah penyakitnya itu; dan mereka mendapat azab yang pedih karena mereka berdusta."(QS. Al-Baqarah 2: Ayat 10).
حَتّٰۤى اِذَا بَلَغَ بَيْنَ السَّدَّيْنِ وَجَدَ مِنْ دُوْنِهِمَا قَوْمًا ۙ لَّا يَكَا دُوْنَ يَفْقَهُوْنَ قَوْلًا
"Hingga ketika dia sampai di antara dua gunung, didapatinya di belakang (kedua gunung itu) suatu kaum yang hampir tidak memahami pembicaraan."(QS. Al-Kahf 18: Ayat 93).
9. Washlul Uulaa
وَ تَحْسَبُهُمْ اَيْقَا ظًا وَّهُمْ رُقُوْدٌ ۖ وَنُـقَلِّبُهُمْ ذَا تَ الْيَمِيْنِ وَ ذَا تَ الشِّمَا لِ ۖ وَكَلْبُهُمْ بَا سِطٌ ذِرَا عَيْهِ بِا لْوَصِيْدِ ۗ لَوِ اطَّلَعْتَ عَلَيْهِمْ لَوَلَّيْتَ مِنْهُمْ فِرَا رًا وَّلَمُلِئْتَ مِنْهُمْ رُعْبًا
"Dan engkau mengira mereka itu tidak tidur, padahal mereka tidur; dan Kami bolak-balikkan mereka ke kanan dan ke kiri, sedang anjing mereka membentangkan kedua lengannya di depan pintu gua. Dan jika kamu menyaksikan mereka, tentu kamu akan berpaling melarikan (diri) dari mereka dan pasti kamu akan dipenuhi rasa takut terhadap mereka." (QS. Al-Kahf 18: Ayat 18)
10. Mu'aanatun
ذٰلِكَ الْكِتٰبُ لَا رَيْبَ ۛ فِيْهِ ۛ هُدًى لِّلْمُتَّقِيْنَ
"Kitab (Al-Qur’an) ini tidak ada keraguan padanya; petunjuk bagi mereka yang bertakwa," (QS. Al-Baqarah 2: Ayat 2).
طَعَا مُ الْاَ ثِيْمِ
كَا لْمُهْلِ ۛ يَغْلِيْ فِى الْبُطُوْنِ
"makanan bagi orang yang banyak dosa." (QS. Ad-Dukhan 44: Ayat 44). "Seperti cairan tembaga yang mendidih di dalam perut,"(QS. Ad-Dukhan 44: Ayat 45).
11. Waqful Uula
وَكَذٰلِكَ بَعَثْنٰهُمْ لِيَتَسَآءَلُوْا بَيْنَهُمْ ۗ قَا لَ قَآئِلٌ مِّنْهُمْ كَمْ لَبِثْتُمْ ۗ قَا لُوْا لَبِثْنَا يَوْمًا اَوْ بَعْضَ يَوْمٍ ۗ قَا لُوْا رَبُّكُمْ اَعْلَمُ بِمَا لَبِثْتُمْ ۗ فَا بْعَثُوْۤا اَحَدَكُمْ بِوَرِقِكُمْ هٰذِهٖۤ اِلَى الْمَدِيْنَةِ فَلْيَنْظُرْ اَيُّهَاۤ اَزْكٰى طَعَا مًا فَلْيَأْتِكُمْ بِرِزْقٍ مِّنْهُ وَلْيَتَلَطَّفْ وَلَا يُشْعِرَنَّ بِكُمْ اَحَدًا
"Dan demikianlah Kami bangunkan mereka, agar di antara mereka saling bertanya. Salah seorang di antara mereka berkata, "Sudah berapa lama kamu berada (di sini)?" Mereka menjawab, "Kita berada (di sini) sehari atau setengah hari." Berkata (yang lain lagi), "Tuhanmu lebih mengetahui berapa lama kamu berada (di sini). Maka suruhlah salah seorang di antara kamu pergi ke kota dengan membawa uang perakmu ini, dan hendaklah dia lihat manakah makanan yang lebih baik, dan bawalah sebagian makanan itu untukmu, dan hendaklah dia berlaku lemah lembut dan jangan sekali-kali menceritakan halmu kepada siapa pun."(QS. Al-Kahf 18: Ayat 19).
قَا لُوا ادْعُ لَنَا رَبَّكَ يُبَيِّنْ لَّنَا مَا هِيَ ۗ قَا لَ اِنَّهٗ يَقُوْلُ اِنَّهَا بَقَرَةٌ لَّا فَا رِضٌ وَّلَا بِكْرٌ ۗ عَوَا نٌۢ بَيْنَ ذٰلِكَ ۗ فَا فْعَلُوْا مَا تُؤْمَرُوْنَ
"Mereka berkata, "Mohonkanlah kepada Tuhanmu untuk kami agar Dia menjelaskan kepada kami tentang (sapi betina) itu." Dia (Musa) menjawab, "Dia (Allah) berfirman bahwa sapi betina itu tidak tua dan tidak muda, (tetapi) pertengahan antara itu. Maka kerjakanlah apa yang diperintahkan kepadamu." (QS. Al-Baqarah 2: Ayat 68).
12. 'Ain
13. Mutoobaqatul Waqfi
14. Saktah
قَا لُوْا يٰوَيْلَنَا مَنْۢ بَعَثَنَا مِنْ مَّرْقَدِنَا ۜ هٰذَا مَا وَعَدَ الرَّحْمٰنُ وَصَدَقَ الْمُرْسَلُوْنَ
"Mereka berkata, "Celakalah kami! Siapakah yang membangkitkan kami dari tempat tidur kami (kubur)?" Inilah yang dijanjikan (Allah) Yang Maha Pengasih dan benarlah rasul-rasul-Nya."(QS. Ya-Sin 36: Ayat 52).
وَقِيْلَ مَنْ ۜ رَا قٍ
"dan dikatakan (kepadanya), "Siapa yang dapat menyembuhkan?"(QS. Al-Qiyamah 75: Ayat 27)
كَلَّا بَلْ ۜ رَا نَ عَلٰى قُلُوْبِهِمْ مَّا كَا نُوْا يَكْسِبُوْنَ
"Sekali-kali tidak! Bahkan apa yang mereka kerjakan itu telah menutupi hati mereka." (QS. Al-Muthaffifiin 83: Ayat 14)
Monday, 23 August 2021
Tanda-Tanda Waqof dan Pengertiannya: Agar Tidak Sembarang Berhenti Membaca Saat Membaca ayat al-Qur'an
Pembahasan waqof dibawah ini lebih kental mengurai tentang fungsinya. Paling penting juga bukan mengetahui arti harfiahnya. Tetapi arti pemakainnya. Ini seharusnya yang perlu dipahami. Sehingga ketika menemukan tanda berhenti jika harus berhenti atau lanjut jika menemukan waqof yang bisa lanjut. Perhatikan uraian waqof di bawah ini:
1. Waqof Laazim
Jika seseorang membaca al-Qur'an lantas menemukan waqof jenis ini, dia harus berhenti. Dilazimkan untuk berhenti. Pada waqof ini seseorang berkesempatan untuk mengambil nafas sebelum melanjutkan ayat sebelumnya.
Harus Berhenti
وَقْفُ لَّازِمِ
Tanda م
Peringatan: bukan termasuk mim pada bacaan iklab.
2. Waqof Mutlaq
Maksudnya ketika kita bertemu dengan waqaf ini lebih utama atau lebih baik berhenti walaupun nafas masih kuat.
Lebih baik berhenti meskipun nafas masih kuat
وَقْفُ الْمُطْلَقُ
Tanda ط
3. Waqof Jaaiz
Maksudnya bisa lanjut, tapi lebih baik berhenti.
Lebih baik berhenti
جَائِزٌ
Tanda ج
4. Waqof Mujauwwazun
Ketika bertemu dengan waqof ini kita boleh berhenti. Tetapi, sebaiknya dilanjutkan jika nafas masih kuat.
Lebih baik terus jika nafas masih kuat
وَقْفْفُ مُجَوَّزٌ
Tanda ز
5. Waqof Murokkhosun
Jika bertemu dengan tanda ini, maka alangkah bagusnya dilanjutkan.
Lebih baik dilanjutkan jika nafas masih kuat
وَقْفُ مُرَ خَّسٌ
Tanda ص
6. Qiila ‘Alaihi Waqfun
Jika bertemu dengan waqof ini seseorang boleh berhenti ketika membaca qur’an, namun diteruskan justru lebih bagus.
Boleh berhenti tapi lebih baik diteruskan
قِيْلَ عَلَيْهِ وَقْفٌ
Tanda ق
7. Tholabul Waqfi
Apabila seseorang membaca al-Qur’an lalu bertemu dengan tanda ini, maka dianjurkan untuk berhenti.
Lebih baik berhenti
طَلَبُ الْوَقْفِ
Tanda قف
8. ‘Adamul Waqfi
Jika bertemu dengan tanda ini ketika membaca al-Qur’an maka harus dilanjutkan bacaannya. Kalau nafas tidak sampai boleh diulang dari tengah sesuai tempat pengulangannya.
Tidak boleh berhenti
عَدَمُ الْوَقْفِ
Tanda لا
9. Washlul Uulaa
Apabila seseorang membaca qur’an lalu bertemu dengan tanda ini maka dianjurkan untuk melanjutkan bacaannya.
Lebih baik diteruskan
اَلْوَ صْلُ الْأُوْلَى
Tanda صلى
10. Mu’aanatun
Jika seseorang membaca qur’an lantas menemukan titik tiga maka harus berhenti disalah satu tanda yang tiga tersebut. Kemudian lajutkan bacaan.
Berhenti disalah satu tanda titik tiga
مُعَا نَةٌ
11. Waqful Uula
Jika membaca al-Qur’an kemudian menemukan tanda ini, maka alangkah bagusnya berhenti.
Lebih baik berhenti
اَلْوَقْفُ الْأُوْلَى
قلى
12. ‘Ain
Tanda ini merupakan tanda ruku’, juga diartikan tanda akhir surat atau ayat tertentu.
Tempat ruku’ atau berhenti
Tanda ع
13. Mutoobaqatul Waqfi
Mengikuti waqof sebelumnya
ك لك
مُطَا بَقَةُ الْوَ قْفِ
ك
14. Saktah
Seseorang dianjurkan untuk berhenti sejenak jika membaca lantas menemukan tulisan saktah pada ayat. Berhenti tanpa nafas sejenak.
Berhenti sejenak tanpa nafas
Tanda سكتة
Demikian beberapa tanda waqof, semoga ada kemudahan mengetahui tempat-tempat berhenti ketika membaca al-Qur'an. Semog bermanfaat. Adapun contoh-contoh waqof akan diuraikan pada pembahasan berikutnya. Insya Allah.
Oleh: Anin Lihi
Thursday, 19 August 2021
Sifat-Sifat Huruf yang Berlawanan dan yang Tidak Berlawanan: Agar Semakin Lembut Membaca al-Qur'an
Jumlah sifat yang telah diuraikan itu ada 19 dan terbagi dua sifat. Sifat yang berlawanan dan sifat yang tidak. Sifat yang berlawanan ada 10 dan sifat yang tidak berlawanan ada 9.
19 sifat huruf ini, digolongkan menjadi dua bagian. Yaitu:
- Sifat Qawiy (sifat-sifat huruf yang kuat. Dibaca tebal, berat, nafas tertahan karena harus mengangkat lidah.
- Sifat Dha’if (Sifat-sifat huruf yang lemah. Huruf-hurufnya dibaca ringan, udara bebas keluar, dan dibaca tipis. Karena tidak harus mengangkat lidah.
1. Sifat Huruf yang berlawanan
جَهْرٌ (Terang)
هَمْسٌ (Samar)
شِدَّهْ (Kuat)
رَخَاوَةٌ (Lemah)
إِسْتِعْلَاءٌ (Terangkat)
إِسْتِفَالُ (Ke bawah)
إِطْبَاقُ (Melekat)
إِنْفِتَاحُ (Terbuka)
إِصْمَاتُ (Menahan)
إِذْلَاقُ (Ujung)
2. Sifat -sifat huruf yang tidak berlawanan
قَلْقَلَةُ (pantul)
ق ط ب ج د
لَيْنٌ (lembut)
و وْ، ي يْ
صَفِيْرٌ (desis)
ص ز س
تَوَسُّطُ (sedang)
لَنْ غمر
إِنْحِرَافُ (goncang)
ل ر
تَكْرِيْرِيْ (getar)
ر
إِسْتِطَالَةُ (memanjang)
ض
تَفَشِّيْ (Tersiar)
ش
Bukan sewaktu dibaca idzhar
غَنَّةُ (dengung)
مْ نْ ً ٍ ٌ ( tanwin)
Perhatikan Gambar Tabel Sifat Huruf Yang Berlawanan dan Yang Tidak Berlawanan di bawah ini:
Thursday, 5 August 2021
Mad Wajib Muttashil dan Mad Jaiz Munfasil
CABANG (M[A]D) FARI'
1. Mad Wajib Muttashil
Adapun arti mad wajib adalah bacaan yang wajib dibaca panjang. sedangkan Muttashil berarti tersambung. Artinya, mad dan hamzah tidak terpisah keduanya berada dalam satu kosa kata. Jatuhnya hukum bacaan mad wajib muttashil ini, yakni ketika ada bacaan mad yang bertemu dengan hamzah (ء) dalam satu kata atau kalimat. Hukumnya ditahan selama enam harokat atau ukuran panjangnya tiga alif dan bisa dibaca lima harokat atau bisa pula empat harokat. Maksudnya enam ketukan atau tiga alif. Perhatikan contoh di bawah ini. pada kata yang digaris bawahi.
وَا لسَّمَآءِ وَا لطَّا رِقِ
خُلِقَ مِنْ مَّآءٍ دَا فِقٍ
وَا لسَّمَآءِ ذَا تِ الرَّجْعِ
اٖلٰفِهِمْ رِحْلَةَ الشِّتَآءِ وَا لصَّيْفِ
2. Mad Jaidz Munfasil
Maksud mad jaidz Munfashil yaitu apabila ada mad asli (thobi’i) yang bertemu dengan huruf hamzah dilain kalimat. Artinya, hamzah yang tidak tergabung dalam satu kata tapi pada kata yang berbeda. Bunyinya ditahan selama lima ketukan atau lima harokat atau dua setengah alif. Perhatikan contoh yang digaris bawahi.
اِنَّاۤ اَعْطَيْنٰكَ الْكَوْثَرَ
اِنَّاۤ اَنْزَلْنٰهُ فِيْ لَيْلَةِ الْقَدْرِ
وَمَاۤ اَدْرٰٮكَ مَا لَيْلَةُ الْقَدْرِ
* Via Al-Qur'an Indonesia https://quran-id.com







