Friday, 22 October 2021

Hakikat Kemurnian Cinta dan Bahaya Pemburu Nafsu



Setiap manusia ingin dicintai dan disayangi. Kedua kata ini sangat mudah diucapkan setiap lidah. Namun, berat pelaksanaanya. Kalaupun dianggap ringan dilaksanakan, maka kebanyakan sering jatuh pada penodaan dan diakhirnya penyesalan. Itulah sebenarnya pekerjaan para pemburu nafsu. Mereka sering kali merusak kesucian cinta, menyebarkan bualan palsu, dan meluncurkan syair-syair setan. Karena  perbuatan mereka, korban cinta palsupun banyak berserakan.
Kata cinta sering menjadi korban, sehingga banyak pepatah menghakimi kata cinta. Diantara contohnya, katanya, "cinta itu buta". Kalimat ini perlu kita murnikan, agar cinta tidak menjadi kambing hitam. Sebenarnya, bukanlah cinta yang buta, tetapi mereka yang menggunakan kata cinta. Merekalah para korban pemburu nafsu, karena mereka kesal dan marah. Akhirnya kata cinta mereka salahkan. Mereka dengan amarahnya, tanpa terkontrol, dengan emosi yang bergejolak. Maka, keluarlah dari lisan mereka bahwa "cinta itu buta". 
Para pemburu cinta telah meluapkan emosi kepada korbannya, lalu emosi menutup pikiran positif, pikiran jernih dan otak cerdasnya. Seakan mereka seperti yang dikatakan sang Khaliq. "Mereka tuli, bisu, dan buta, sehingga mereka tidak dapat kembali". Maksudnya, kembali kepada kebenaran dan pikiran yang positif. 

Tekanan amarah dan dorongan hawa nafsu dari korban pemburu nafsu dan si pemburu nafsu telah merubah nilai kemurnian cinta. Kata cinta, memang menjadi ungkapan menarik, membuat bibir tak berhenti tersenyum dan sedikitnya membuka pintu kesenangan. Tetapi, ungkapan cinta dari si pemburu nafsu lantas membuat ungkapan yang menarik terbalik mengerikan, bibir tersenyum berbalik sedih, dan senang berubah menjadi kegelisahan.
Demikianlah cinta yang ternodai kesuciannya. Inilah jika cinta dipraktikan oleh mereka yang jauh dari nasehat Sang Khaliq dan Sang utusan, jauh dari binaan semesta kesucian, dan pujangga abadi kebenaran. 






 Bagi umat Rasulullah saw., cinta adalah kalimat murni, yang mengandung ketulusan, kejujuran, amanah, dan  ketaqwaan. Didalamnya ada Tauhid, ada ikhlas, dan ada Iman. Sehingga mencinta termasuk perkara yang diperintahkan. Sebab, tanpanya iman seakan berkurang. Bahkan, jika seseorang telah merealisasikanya, orang tersebut sudah  bisa dianggap sebagai bagian dari pelaku iman yang sejati. Seorang muslim bisa mendapatkan gelar beriman, jikalau cinta telah digunakan dengan baik dan tepat. Seorang muslim dianggap mempunyai iman yang baik, jika cinta telah disebarkan dan ditumbuhkan dengan penuh ketulusan dan kejujuran.

لا يؤمن أحدكم حتى يحب لأخيه
"Engkau tidak dianggap beriman, sampai engkau mencintai saudaramu, melebihi cintamu pada dirimu." 

cukuplah ungkapan ini menjadi renungan bagi kita bahwa rusak, jelek dan bejatnya bukan terletak pada cinta. Kerusakan, kebutaan, kejelekan, dan kebejatan berasal dari para pelaku hawa nafsu. Itulah yang saya sebut sebagai para pemburu nafsu.
Merekalah yang menyebarkan bunga racun, sirup gila, dan susu yang memabukkan. 

Para pemburu nafsu, terkadang menggunakan  beragam cara untuk meluncurkan cinta palsunya. Bahkan, terkadang mereka menggunakan buhul, mantra sihir, dan puisi-puisi pengalihan pikiran dengan sugesti kekuatan gaib yang kesemuanya berasal dari bisikan setan yang menyesatkan.

Sugesti itulah yang merubah pikiran sasaran pada pikiran nyaman, senang, dan selalu terngiang dalam ingatan jika si pemburu nafsu ini tidak ada disampingnya. Padahal sebelumnya si pemburu nafsu itu bukanlah orang yang disukai. Tapi, keindahan puisi, sihir yang diluncurkan, dan bisikan setan terlanjut menggugah tempat cinta bercokol (hati) sasarannya.

Maka, berhati-hatilah dengan para pemburu nafsu, yang sering menyebarkan cinta palsu. 

Lihatlah tanda, jika mereka benar-benar seorang pecinta murni, niscaya ia akan selalu menjaga diri dari jurang kenistaan. Kalau ia cinta dengan kesahihan, maka ia akan datang ke orang tuamu dan melakukan pelamaran, dan jika ia tidak diterima, iapun bersabar dan bersimpuh kepada Rabnya.

Tanda kedua, ia tidak akan meminta untuk menemuimu, kecuali ada mahrom yang menemanimu, dan ia akan selalu waspada, sebab ia takut kepada Rabnya. 

Tanda ketiga, ia tak akan mengajakmu duduk berduaan, sebab ia tau dan ia akan mengatakan bahwa jika kita duduk berduaan maka setan akan menjadi orang ketiganya lalu menjerumuskan kita pada penyesalan abadi.

Tanda keempat, ia akan selalu berkata, "sabar", kalau jodoh Allah pasti mempertemukan kita. 

Tanda kelima, ia tidak terlalu berharap lebih dari yang seharusnya, sebab ia tau bahwa mencintai seseorang dengan lebih dari bisa berakibat pada kebencian, karena cinta yang berlebihan terkadang muncul dari hawa nafsu (bisikan setan).
Demikian tentang cinta dengan berbagai kemurniannya.

Endingnya: "Jauhi Pacaran, Udah Putusin Aja". "Jadikan diri lajang, sebab lajang akan selalu menyiapkan yang terbaik untuk pasangan halalnya kelak." "Yakinlah bahwa Allah telah menentukan jodoh yang sesuai dengan diri kita". "Serahkan kepada Allah, setelah engkau sudah berusaha, sebab, akhirnya akan ada kebaikan juga".



Thursday, 21 October 2021

Zikir Pagi: Satu Solusi Untuk Menenangkan Jiwa dan Terlindung dari Mara Bahaya





Ayat Kursi

أَ عَوْ ذُ بِاللهِ مِنَ اشَّيْطَا نِ الرَّجِيْمِ

اللّٰهُ لَاۤ اِلٰهَ اِلَّا هُوَ الْحَـيُّ الْقَيُّوْمُ ۚ لَا تَأْخُذُهٗ سِنَةٌ وَّلَا نَوْمٌ ۗ لَهٗ مَا فِى السَّمٰوٰتِ وَمَا فِى الْاَ رْضِ ۗ مَنْ ذَا الَّذِيْ يَشْفَعُ عِنْدَهٗۤ اِلَّا بِاِ ذْنِهٖ ۗ يَعْلَمُ مَا بَيْنَ اَيْدِيْهِمْ وَمَا خَلْفَهُمْ ۚ وَلَا يُحِيْطُوْنَ بِشَيْءٍ مِّنْ عِلْمِهٖۤ اِلَّا بِمَا شَآءَ ۚ وَسِعَ كُرْسِيُّهُ السَّمٰوٰتِ وَا لْاَ رْضَ ۚ وَلَا يَــئُوْدُهٗ حِفْظُهُمَا ۚ وَ هُوَ الْعَلِيُّ الْعَظِيْمُ 
 Dibaca 1x
“Allah, tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) melainkan Dia Yang Hidup kekal lagi terus menerus mengurus (makhluk-Nya); Tidak mengantuk dan tidak tidur. Kepunyaan-Nya apa yang di langit dan di bumi. Tiada yang dapat memberi syafa'at di sisi Allah tanpa izin-Nya? Allah mengetahui apa-apa yang di hadapan mereka dan di belakang mereka, dan mereka tidak mengetahui apa-apa dari ilmu Allah melainkan apa yang dikehendaki-Nya. Kursi Allah meliputi langit dan bumi. Dan Allah tidak merasa berat memelihara keduanya, dan Allah Maha Tinggi lagi Maha Besar.”

Al-Ikhlas, Al-Falaq dan An-Nas

بِسم الله الر حمن الر حيم
قل هو الله احد. الله الصمد. لم يلد ولم يولد. ولم يكن له .
كفوا احد
  Baca 3x
“Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Katakanlah: Dialah Allah, Yang Maha Esa. Allah adalah ilah yang bergantung kepada-Nya segala urusan. Dia tidak beranak dan tiada pula diperanakkan, dan tidak ada seorang pun yang setara dengan Dia. (QS. Al Ikhlas: 1-4)

بِسم الله الر حمن الر حيم
قل اعوذ برب الفلق. من شرماخلق. ومن شر غاسق اذا وقب. ومن شراالنفثت ف العقد. ومن شر حاسد اذا حسد.  3x baca
“Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Katakanlah: Aku berlindung kepada Rabb yang menguasai Shubuh, dari kejahatan makhluk-Nya, dan dari kejahatan malam apabila telah gelap gulita, dan dari kejahatan-kejahatan wanita tukang sihir yang menghembus pada buhul-buhul, dan dari kejahatan orang yang dengki apabila ia dengki. (QS. Al Falaq: 1-5)

بِسم الله الر حمن الر حيم
قل اعوذبرب الناس مالك الناس الاه الناس من شر الوسواس الخ الناس الذي وسوس في سدور الناس من الجنة والناس baca 3x

“Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Katakanlah: Aku berlindung kepada Rabb manusia. Raja manusia. Sembahan manusia, dari kejahatan (bisikan) syaitan yang biasa bersembunyi, yang membisikkan (kejahatan) ke dalam dada manusia, dari jin dan manusia. (QS. An Naas:1-6)

أَصْبَحْنَا وَأَصْبَحَ الْمُلْكُ لِلَّهِ، وَالْحَمْدُ لِلَّهِ، لاَ إِلَـهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ، لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرُ. رَبِّ أَسْأَلُكَ خَيْرَ مَا فِيْ هَذَا الْيَوْمِ وَخَيْرَ مَا بَعْدَهُ، وَأَعُوْذُ بِكَ مِنْ شَرِّ مَا فِيْ هَذَا الْيَوْمِ وَشَرِّ مَا بَعْدَهُ، رَبِّ أَعُوْذُ بِكَ مِنَ الْكَسَلِ وَسُوْءِ الْكِبَرِ، رَبِّ أَعُوْذُ بِكَ مِنْ عَذَابٍ فِي النَّارِ وَعَذَابٍ فِي الْقَب
1x baca 
“Kami telah memasuki waktu pagi dan kerajaan hanya milik Allah, segala puji bagi Allah. Tidak ada ilah (yang berhak disembah) kecuali Allah semata, tiada sekutu bagi-Nya. Milik Allah kerajaan dan bagi-Nya pujian. Dia-lah Yang Mahakuasa atas segala sesuatu. Wahai Rabbku, aku mohon kepada-Mu kebaikan di hari ini dan kebaikan sesudahnya. Aku berlindung kepada-Mu dari kejahatan hari ini dan kejahatan sesudahnya. Wahai Rabbku, aku berlindung kepada-Mu dari kemalasan dan kejelekan di hari tua. Wahai Rabbku, aku berlindung kepada-Mu dari siksaan di neraka dan siksaan di alam kubur.” 
اَللَّهُمَّ بِكَ أَصْبَحْنَا، وَبِكَ أَمْسَيْنَا، وَبِكَ نَحْيَا، وَبِكَ نَمُوْتُ وَإِلَيْكَ النُّشُوْرُ 1x baca 
“Ya Allah, dengan rahmat dan pertolongan-Mu kami memasuki waktu pagi, dan dengan rahmat dan pertolongan-Mu kami memasuki waktu petang. Dengan rahmat dan pertolongan-Mu kami hidup dan dengan kehendak-Mu kami mati. Dan kepada-Mu kebangkitan (bagi semua makhluk).
Sayyidul Istighfar
اَللَّهُمَّ أَنْتَ رَبِّيْ لاَ إِلَـهَ إِلاَّ أَنْتَ، خَلَقْتَنِيْ وَأَنَا عَبْدُكَ، وَأَنَا عَلَى عَهْدِكَ وَوَعْدِكَ مَا اسْتَطَعْتُ، أَعُوْذُ بِكَ مِنْ شَرِّ مَا صَنَعْتُ، أَبُوْءُ لَكَ بِنِعْمَتِكَ عَلَيَّ، وَأَبُوْءُ بِذَنْبِيْ فَاغْفِرْ لِيْ فَإِنَّهُ لاَ يَغْفِرُ الذُّنُوْبَ إِلاَّ أَنْتَ.1x baca
“Ya Allah, Engkau adalah Rabbku, tidak ada ilah yang berhak disembah kecuali “Engkau, Engkaulah yang menciptakanku. Aku adalah hamba-Mu. Aku akan setia pada perjanjianku pada-Mu (yaitu aku akan mentauhidkan-Mu) semampuku dan aku yakin akan janji-Mu (berupa surga untukku). Aku berlindung kepada-Mu dari kejelekan yang kuperbuat. Aku mengakui nikmat-Mu kepadaku dan aku mengakui dosaku. Oleh karena itu, ampunilah aku. Sesungguhnya tiada yang mengampuni dosa kecuali Engkau.

اَللَّهُمَّ إِنِّيْ أَصْبَحْتُ أُشْهِدُكَ وَأُشْهِدُ حَمَلَةَ عَرْشِكَ، وَمَلاَئِكَتَكَ وَجَمِيْعَ خَلْقِكَ، أَنَّكَ أَنْتَ اللهُ لاَ إِلَـهَ إِلاَّ أَنْتَ وَحْدَكَ لاَ شَرِيْكَ لَكَ، وَأَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُكَ وَرَسُوْلُكَ4x baca. 
“Ya Allah, sesungguhnya aku di waktu pagi ini mempersaksikan Engkau, malaikat yang memikul Arys-Mu, malaikat-malaikat dan seluruh makhluk-Mu, bahwa sesungguhnya Engkau adalah Allah, tiada ilah yang berhak disembah kecuali Engkau semata, tiada sekutu bagi-Mu dan sesungguhnya Muhammad adalah hamba dan utusan-Mu. 

اَللَّهُمَّ إِنِّيْ أَسْأَلُكَ الْعَفْوَ وَالْعَافِيَةَ فِي الدُّنْيَا وَاْلآخِرَةِ، اَللَّهُمَّ إِنِّيْ أَسْأَلُكَ الْعَفْوَ وَالْعَافِيَةَ فِي دِيْنِيْ وَدُنْيَايَ وَأَهْلِيْ وَمَالِيْ اللَّهُمَّ اسْتُرْ عَوْرَاتِى وَآمِنْ رَوْعَاتِى. اَللَّهُمَّ احْفَظْنِيْ مِنْ بَيْنِ يَدَيَّ، وَمِنْ خَلْفِيْ، وَعَنْ يَمِيْنِيْ وَعَنْ شِمَالِيْ، وَمِنْ فَوْقِيْ، وَأَعُوْذُ بِعَظَمَتِكَ أَنْ أُغْتَالَ مِنْ تَحْتِيْ

1x baca. 
“Ya Allah, sesungguhnya aku memohon kebajikan dan keselamatan di dunia dan akhirat. Ya Allah, sesungguhnya aku memohon kebajikan dan keselamatan dalam agama, dunia, keluarga dan hartaku. Ya Allah, tutupilah auratku (aib dan sesuatu yang tidak layak dilihat orang) dan tenteramkanlah aku dari rasa takut. Ya Allah, peliharalah aku dari muka, belakang, kanan, kiri dan atasku. Aku berlindung dengan kebesaran-Mu, agar aku tidak disambar dari bawahku (oleh ular atau tenggelam dalam bumi dan lain-lain yang membuat aku jatuh). 









اَللَّهُمَّ عَالِمَ الْغَيْبِ وَالشَّهَادَةِ فَاطِرَ السَّمَاوَاتِ وَاْلأَرْضِ، رَبَّ كُلِّ شَيْءٍ وَمَلِيْكَهُ، أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَـهَ إِلاَّ أَنْتَ، أَعُوْذُ بِكَ مِنْ شَرِّ نَفْسِيْ، وَمِنْ شَرِّ الشَّيْطَانِ وَشِرْكِهِ، وَأَنْ أَقْتَرِفَ عَلَى نَفْسِيْ سُوْءًا أَوْ أَجُرَّهُ إِلَى مُسْلِمٍ
baca 1x. 
“Ya Allah, Yang Maha Mengetahui yang ghaib dan yang nyata, wahai Rabb pencipta langit dan bumi, Rabb segala sesuatu dan yang merajainya. Aku bersaksi bahwa tidak ada ilah yang berhak disembah kecuali Engkau. Aku berlindung kepadaMu dari kejahatan diriku, setan dan balatentaranya (godaan untuk berbuat syirik pada Allah), dan aku (berlindung kepada-Mu) dari berbuat kejelekan terhadap diriku atau menyeretnya kepada seorang muslim.” 

بِسْمِ اللَّهِ الَّذِى لاَ يَضُرُّ مَعَ اسْمِهِ شَىْءٌ فِى الأَرْضِ وَلاَ فِى السَّمَاءِ وَهُوَ السَّمِيعُ الْعَلِيمُ
dibaca 3x. 
“Dengan nama Allah yang bila disebut, segala sesuatu di bumi dan langit tidak akan berbahaya, Dia-lah Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.” 
رَضِيْتُ بِاللهِ رَبًّا، وَبِاْلإِسْلاَمِ دِيْنًا، وَبِمُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ نَبِيًّا
baca 3x. 
“Aku ridha Allah sebagai Rabb, Islam sebagai agama dan Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam sebagai nabi.” 
يَا حَيُّ يَا قَيُّوْمُ بِرَحْمَتِكَ أَسْتَغِيْثُ، وَأَصْلِحْ لِيْ شَأْنِيْ كُلَّهُ وَلاَ تَكِلْنِيْ إِلَى نَفْسِيْ طَرْفَةَ عَيْنٍ أَبَدًا
baca 1 x. 
“Wahai Rabb Yang Maha Hidup, wahai Rabb Yang Berdiri Sendiri (tidak butuh segala sesuatu), dengan rahmat-Mu aku minta pertolongan, perbaikilah segala urusanku dan jangan diserahkan kepadaku sekali pun sekejap mata (tanpa mendapat pertolongan dariMu).” 
أَصْبَحْنَا عَلَى فِطْرَةِ اْلإِسْلاَمِ وَعَلَى كَلِمَةِ اْلإِخْلاَصِ، وَعَلَى دِيْنِ نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، وَعَلَى مِلَّةِ أَبِيْنَا إِبْرَاهِيْمَ، حَنِيْفًا مُسْلِمًا وَمَا كَانَ مِنَ الْمُشْرِكِيْنَ
Baca 1x. 
“Di waktu pagi kami memegang agama Islam, kalimat ikhlas (kalimat syahadat), agama Nabi kami Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam, dan agama bapak kami Ibrahim, yang berdiri di atas jalan yang lurus, muslim dan tidak tergolong orang-orang musyrik.”
سُبْحَانَ اللهِ وَبِحَمْدِهِ
Dibaca 100 x. 
“Maha suci Allah, aku memuji-Nya.” 

لاَ إِلَـهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ، لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرُ 
Dibaca 10x.  
“Tidak ada ilah yang berhak disembah selain Allah semata, tidak ada sekutu bagiNya. Bagi-Nya kerajaan dan segala pujian. Dia-lah yang berkuasa atas segala sesuatu.” 
لاَ إِلَـهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ، لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرُ
Dibaca 100x. 
“Tidak ada ilah yang berhak disembah selain Allah semata, tidak ada sekutu bagi-Nya. Milik Allah kerajaan dan segala pujian. Dia-lah yang berkuasa atas segala sesuatu.” 
سُبْحَانَ اللهِ وَبِحَمْدِهِ: عَدَدَ خَلْقِهِ، وَرِضَا نَفْسِهِ، وَزِنَةَ عَرْشِهِ وَمِدَادَ كَلِمَاتِهِ 
baca 3x. 
“Maha Suci Allah, aku memujiNya sebanyak makhluk-Nya, sejauh kerelaan-Nya, seberat timbangan ‘Arsy-Nya dan sebanyak tinta tulisan kalimat-Nya.”
اَللَّهُمَّ إِنِّيْ أَسْأَلُكَ عِلْمًا نَافِعًا، وَرِزْقًا طَيِّبًا، وَعَمَلاً مُتَقَبَّلاً
baca 1x. 
“Ya Allah, sungguh aku memohon kepada-Mu ilmu yang bermanfaat (bagi diriku dan orang lain), rizki yang halal dan amal yang diterima (di sisi-Mu dan mendapatkan ganjaran yang baik).” 
أَسْتَغْفِرُ اللهَ وَأَتُوْبُ إِلَيْهِ
Baca 100x. 
“Aku memohon ampun kepada Allah dan bertobat kepada-Nya.” 



Monday, 11 October 2021

LETAK GEOGRAFIS JAZIRAH ARAB

 



Jazirah  Arab memiliki peranan yang sangat besar karena kondisi alam dan letak geografisnya.  Gurun dan padang pasir yang mengelingi lingkungan Arab telah menjadi benteng yang kokoh dari kemungkinan adanya serangan dari luar yang ingin menjajah daerah Arab.  Kenyataan itu memang tidak dialami Bangsa Arab. Padahal Jazirah Arab diapit oleh dua imperium besar, yakni, Romawi dan Persia. Dan jika kedua imperium besar ini menyerang mungkin saja serangannya tidak bisa dihadang bila tidak ada benteng pertahanan itu. Benteng pertahanan itu telah menjadikan Bangsa Arab hidup merdeka.

Karena kondisi lingkungan arab yang dikeliligi padang pasir, gurun dan tanahnya yang gundul inilah daerah jazirah itu diberi nama arab. Olehnya itu, arab secara bahasa berarti padang pasir, tanah gundul dan gersang. Jadi, kata arab adalah gambaran sebuah daerah yang tidak memiliki air dan tanaman. Istilah ini sudah diberikan sejak lama.


Dilihat dari letak geografisnya, sebelah barat Jazirah Arab di batasi Laut Merah dan Gurun Sinai, Teluk Arab, dan sebagian besar negeri Iraq selatan di sebelah timur. Di sebelah Selatan berbatasan dengan laut arab yang bersambung dengan Samudra Hindia. Di sebelah utara berbatasan dengan negeri Syam  dan sebagian kecil dari negeri Iraq. Luas daerah Jazirah Arab membentang anatara satu kali satu koma tiga juta mil persegi.

 Jazirah Arab terletak di benua yang sudah dikenal sejak dahulu kala, hubungannya dengan dunia luar mempertautkan daratan dan lautan. Setiap benua mempertemukan laut Jazirah Arab, karenanya setiap kapal laut yang berlayar pasti akan bersandar di pinggiran wilayahnya. Di sebelah barat merupakan pintu masuk ke benua Afrika, Sebelah timur laut merupakan kunci untuk masuk ke Benua Eropa dan sebelah timur adalah pintu masuk bagi bangsa-bangsa non-arab, Timur Tengah, Timur Dekat, terus membentang ke India dan China. Atas kondisi inilah bangsa arab banyak yang menjadi pedagang dan pengusaha.

Saturday, 9 October 2021

Menggapai Kesuksesan Sholat Jum'at dengan Wudhu

Setiap manusia mengakui kalau dirinya pernah melakukan dosa. Kalau bukan dosa besar yang dilakukan, mungkin dosa kecil. Bukan sok tau, tapi hanya mau mengatakan bahwa setiap kita pasti pernah melakukan dosa. Saya bisa berkata bahwa itu pasti, pasti, dan pasti. Iyakan. pasti kita tidak memiliki alasan untuk menyangkal.
Mengenai kesalahan yang diperbuat. Itu sih barangkali perilaku yang sudah mungkin. Sebab, kesalahan sudah menjadi perkara lumrah terjadi pada manusia. Saya yakin,  anda sebenarnya tidak ingin melakukan kesalahan. Tetapi terkadang kesalahan bisa saja terjadi tanpa disengaja. Misalnya, mulut kepleset berkata kotor, tangan mengambil yang bukan hak milik, mata melihat kemaksiatan, lidah merasakan makanan yang haram mengeluarkan kata yang mengandung ucapan maksiat, akal berpikir negatif dan perasaan senantiasa mencurigai orang yang baik. Semua perbuatan bisa saja terjadi paa diri kita dan mungkin tidak sengaja kita lakukan. 
Berkaitan dengan dosa dan kesalahan ini, tentu tidak boleh kita biarkan hingga menjadi batu besar yang menghalangi jalan keselamatan kita. Kita harus mencari cara untuk mengugurkannya sedikit demi sedikit. Adapun dosa besar, ini hanya bisa digugurkan dengan taubat, sementara dosa-dosa kecil bisa dengan banyak beristighfar. Selain istighfar, cara lain untuk menggugurkan dosa-dosa kecil yakni memaksimalkan hari jum'at . Saya rasa ini termasuk perbuatan mudah dan umat  Islam siapa saja pasti bisa mengamalkannya jika ia mau. 

Pada artikel ini, https://www.aninlihi.com/2021/10/solusi-menuji-kesuksesan-shalat-jumat.html?m=1. saya sudah menjelaskan tentang "meraih kesuksesan sholat jum'at dengan Mandi"  sedangkan artikel yang sedang kalian baca ini merupakan kelanjutannya khusus menguraikan tentang meraih kesuksesan sholat jum'at dengan wudhu. Kok wudhu juga termasuk. Iya, karena wudhu adalah salah satu pintu gerbangnya. Tanpa wudhu seluruh sholat menjadi gugur, penjelasan ini bukan pengecualian kalau tidak ada air, artinya tayammum sama dengan wudhu. Walau cara dan medianya berbeda, tetapi subtansinya sama saja. Sama-sama berfungsi sebaga tata cara membersihkan diri dari hadats, sebelum melaksanakan sholat. Jadi, wudhu dan tayammum menjadi gerbang kesuksesan sholat. Baik sholat zuhur, ashar, maghrib, isya dan subuh atau sholat jum'at sendiri. 

Lantas tata cara seperti apakah yang bisa mengantarkan kesuksesan pada orang sholat jum'at dan sholat pada umumnya. Sesuai petunjuk yang diajarkan oleh Rasulullah saw. Orang yang ingin melaksanakan sholat hendaknya ia berwudhu dengan sempurna. 

Kesempurnaan wudhu menjadi titik utama kesuksesan sholat jum'at. Artinya, wudhu tidak boleh dilakukan asal-asalan. Wudhu harus dilakukan sesuai aturan yang sudah diajarkan oleh Allah swt dan Rasul-Nya. Sebagaimana  Allah berfirman:

Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:

يٰۤـاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْۤا اِذَا قُمْتُمْ اِلَى الصَّلٰوةِ فَا غْسِلُوْا وُجُوْهَكُمْ وَاَ يْدِيَكُمْ اِلَى الْمَرَا فِقِ وَا مْسَحُوْا بِرُءُوْسِكُمْ وَاَ رْجُلَكُمْ اِلَى الْـكَعْبَيْنِ ۗ وَاِ نْ كُنْتُمْ جُنُبًا فَا طَّهَّرُوْا ۗ وَاِ نْ كُنْتُمْ مَّرْضٰۤى اَوْ عَلٰى سَفَرٍ اَوْ جَآءَ اَحَدٌ مِّنْكُمْ مِّنَ الْغَآئِطِ اَوْ لٰمَسْتُمُ النِّسَآءَ فَلَمْ تَجِدُوْا مَآءً فَتَيَمَّمُوْا صَعِيْدًا طَيِّبًا فَا مْسَحُوْا بِوُجُوْهِكُمْ وَاَ يْدِيْكُمْ مِّنْهُ ۗ مَا يُرِيْدُ اللّٰهُ لِيَجْعَلَ عَلَيْكُمْ مِّنْ حَرَجٍ وَّلٰـكِنْ يُّرِيْدُ لِيُطَهِّرَكُمْ وَ لِيُتِمَّ نِعْمَتَهٗ عَلَيْكُمْ لَعَلَّكُمْ تَشْكُرُوْنَ

"Wahai orang-orang yang beriman! Apabila kamu hendak melaksanakan sholat, maka basuhlah wajahmu dan tanganmu sampai ke siku, dan sapulah kepalamu dan (basuh) kedua kakimu sampai ke kedua mata kaki. Jika kamu junub, maka mandilah. Dan jika kamu sakit atau dalam perjalanan atau kembali dari tempat buang air (kakus) atau menyentuh perempuan, maka jika kamu tidak memperoleh air, maka bertayamumlah dengan debu yang baik (suci); usaplah wajahmu dan tanganmu dengan (debu) itu. Allah tidak ingin menyulitkan kamu, tetapi Dia hendak membersihkan kamu dan menyempurnakan nikmat-Nya bagimu, agar kamu bersyukur." (QS. Al-Ma'idah 5: Ayat 6).

Berdasarkan ayat ini, maka wudhu harus  dilakukan dengan berurutan, mulai dari wajah, tangan, kepala, terakhir kaki, ini hal-hal wajib dalam wudhu, adapun perkara sunnahnya wudhu seperti mencuci tangan, kumur-kumur, istinsyak, dan telinga tetap dilakukan dengan tertib dan berurutan. Sebab, dilakukan dengan tertib dqn berurutan itu termasuk bagian dari kesempurnaan wudhu. 
Kesempurnaan lainnya yang harus diperhatikan adalah mengguyurkan ke beberapa anggota wudhu. Misalnya tangan, ia harus dibasahi dengan sempurna, boleh dimulai dari ujung jari-jari sampai siku menurut keterangan Qur'an atau sebaliknya dari siku ke jari-jari menurut keterangan hadits. Selain tangan, khususnya kaki, ini dianjurkan untuk dilakukan dari jari-jari kaki sampai mata kaki. Baik tangan, kaki dan anggota wudhu lainnya harus dijaga kesempurnaannya. Supaya wudhu tersebut bisa memberi keuntungan bagi kita. Nabi Saw bersabda:

وعن سمرة رضي الله عنه قال: قال رسو ل الله صلى الله عليه وسلم: من توضأ يوم الجمعة فبها ونعمت. رواه ابو داود والترمزي، وقال: حديث حسن
Artinya: Dari Samurah ra. berkata, Rasulullah saw bersabda: "Barangsiapa yang wudhu pada hari jum'at, maka beruntunglah ia pada hari itu. (Hr. Abu Dawud dan At-Turmudzy).


Adapun  keuntungan wudhu saat sholat jum'at, selain kebahagiaan adalah digugurkannya dosa-dosa kita. Nabi saw bersabda: 

وعن ابي هريرة رضي الله عنه قال: قال رسول الله صلى الله عليه وسلم : من توضأ فأحسن الوضوء ثم ات الجمعة فستمع وأنصت غفر له مابينه وبين الجمعة وزيادة ثلاثة أيام: ومن مس الحصى فقد لغا، رواه مسلم

Artinya: Dari Abu Hurairah ra. berkata, Rasulullahi saw, bersabda: "Barangsiapa yang berwudhu dengan sempurna kemudian mendatangi shalat jum'at lalu mendengarkan dan memperhatikan khutbah, maka diampunilah dosa-dosa yang dilakukan antara hari itu sampai pada hari jum'at berikutnya dan ditambah dengan tiga hari. Dan barangsiapa yang bermain-main kerikil maka sia-sialah jum'atnya. (Hr. Muslim).

Hadits ini menunjukkan bahwa wudhu menjadi gerbang gugurnya dosa-dosa kecil. Dosa ibarat kotoran yang menjijikkan. Sehingga ketika air dibasuh ke wajah, tangan, kepala, dan kaki kita. Maka beguguran keluar melalui pori-pori, seperti nanah dan darah yang keluar dari bisul. Itu sedikit gambaran tentang dosa-dosa.
 


Thursday, 7 October 2021

Meraih Kesuksesan Shalat Jum'at dengan Mandi

Sukses bukan sesuatu yang didapatkan dengan Instan dan gampang. Butuh usaha, kerja keras, dan keuletan. Butuh kesabaran, ilmu dan pengalaman. Sehingga saat cita-cita yang dinginkan itu didapatkan, maka orang yang sukses itu akan berkata: "jangan engkau lihat saya seperti ini sekarang, tapi tanyakanlah seperti apa saya sebelumnya. 
Artinya, kesuksesan hanya bisa diraih dengan pemenuhan syarat-syaratnya terlebih dahulu. Begitulah para pengusaha dan pedagang sukses. 

Pedagang dan pengusaha sangat senang jika kerja kerasnya membuahkan hasil yang baik. Senang jika dagangan dan usahanya laris serta menghasilkan keuntungan yang banyak. 

Kondisi yang sama, juga dirasakan petani, senang jika kebun atau sawahnya menghasilkan. Padi, coklat, cengkih, pala, dan tanaman lainnya. Apalagi kalau sekali panen menghasilkan panenan yang banyak. Artinya, usaha yang dilakukan dengan kerja keras itu tidak sia-sia. Sebaliknya, sangat menyesal, sedih dan bisa berujung prustasi serta putus asa, apabila usaha yang dilakukan tidak membuahkan hasil. 

Mereka meyakini bahwa hanya menjadi pengusaha, pedagang atau petani profesionallah yang bisa meraih kesuksesan. Pedagang, pengusaha dan petani yang tekun, penuh konsetrasi dan fokus. Artinya, tidak main-main. Kerja keras dan hasil akhirnyapun seimbang. Maksudnya input dan outputnya jelas. Itulah, ciri orang sukses dalam dunia perdagangan, usaha atau petani.

Ke empat pragraf di atas menjadi pembuka jalan pikiran pada artikel ini bahwa setiap aktifitas baik duniawi maupun ukhrawi harus dikerjakan dengan penuh ketekunan, konsetrasi dan fokus.

Nah, Jika perkara dunia saja membutuhkan konsetrasi, fokus dan ketekunan. Apalagi sholat jum'at. Tentu mestinya lebih dimaksimalkan lagi. Supaya sholat tersebut menghasilkan manfaat yang baik dan menguntungkan. Nah, diantara solusi kesuksesan sholat jumat adalah mandi. Perkara mandi telah banyak dijelaskan dalam kitab-kitab fikih. Yakni, kebersihan dan keindahan. 










Sebagai pengejewantahan dari ungkapan. ان الله جميل يحب الجمال (sesungguhnya Allah itu indah, karenanya Allah cinta terhadap keindahan). Dan اتهور شطر الامان (Kebersihan Sebagian dari Iman). Artinya, hendaknya seorang muslim yang ingin melaksanakan sholat jum'at membersihkan diri terlebih dahulu. Hal ini dapat dilakukan dengan memahami dua makna toharah. Makna yang pertama yakni thoharah maknawiyyah, yaitu thoharah yang berfungsi untuk membersihkan hati dari keyakinan kepada selain Allah (syirik), dari sombong, dari riya' (pamer), dari ujub, dari takabbur, dan dari dengki. Sebab, beberapa sifat ini termasuk najis hati yang merusak kesucian iman. Jadi, seseorang yang hendak melaksanakan sholat jumat harus mengisi keikhlasan dalam hatinya. Keikhlasan ini merupakan air yang mampu membersihkan hati dari najis-najis yang sudah saya sebutkan sebelumnya. 

وَمَاۤ اُمِرُوْۤا اِلَّا لِيَعْبُدُوا اللّٰهَ مُخْلِصِيْنَ لَـهُ الدِّيْنَ ۙ

Yakni menghususkan hati, semata-mata yang didatangi di Masjid untuk sholat jum'at hanya kepada Allah. Demikian gambaran thoharah secara maknawiyyah.
Adapun Thoharoh hissiyah yakni thoharoh untuk membersihkan anggotan badan dari najis, hadats dan kotoran lainnya yang menempel pada anggota badan. Karena perkara ini penting, maka nabi memerintahkan dan menegaskan. Artinya, seseorang yang hendak sholat hendaklah ia mandi terlebih dahulu. Nabi bersabda: 
عن ابن عمر رضي الله عنهما أن رسول الله صلى الله عليه وسلم قال: اذا جاء اححدكم الجمعة فليغتسل .متفق عليه
Artinya: Dari Ibnu Umar ra. bahwasannya Rasulullah bersabda: Apabila salah seorang di antara kamu sekalian mendatangi shalat jum'at maka hendaklah ia mandi. (Hr. Bukhari dan Muslim).
Bahkan penegasan dan perintah mandi ini bukan sekedar perintah mandi biasa, melainkan mandi  layaknya orang yang telah junub. Nabi bersabda:

وعن ابي هريرة رضي الله عنه ان رسو ل الله صلى الله عليه وسلم قال: من اغتسل يوم الجمعة غسل الجنابة. متفق عليه
Artinya: Dari Abu Hurairah ra. bahwasannya Rasulullah saw. bersabda: "Barangsiapa mandi pada hari jumat seperti mandi janabah. (HR. Bukhari dan Muslim). 

Karenanya mandi jum'at setara dengan mandi wajib. Bahkan mandi jum'at termasuk perkara yang diwajibkan oleh Nabi saw, bagi orang yang sudah dewasa. Sebagaimana beliau bersabda: 
وعن ابي سعيد الخدري رضي الله عنه ان رسول الله صلى الله عليه وسلم قال: غسل الجمعة واجب على كل مختلم، متفق عليه
Dari Abu Sa'id al-Khudry ra bahwasannya Rasulullqh saw. bersabda: "Mandi jum'at adalah wajib bagi setiap orang yang telah dewasa". (Hr. Bukhari dan Muslim).

Maka mandi pada hari jum'at seperti mandi wajib termasuk perkara yang sangat baik bagi setiap umat Islam yang hendak melaksanakan sholat jum'at. 

Akhirnya nabi menyatakan bahwa orang yang mandi pada hari jum'at, lalu berangkat ke masjid dengan wudhu yang sempurna, kemudian tidak memisahkan yang sudah datang duluan di masjid dan tenang, diam, serta mendengarkan khutbah secara seksama, berguguranlah kemudian dosa-dosa kecilnya antara hari itu dan hari jum'at berikutnya. (Hr. Bukhari).

Mandi pada hari jum'at itu penting, sebab hari jum'at memiliki banyak keutamaan. Karenanya, hari jum'at mestinya menjadi hari libur bagi seluruh umat Islam, bukan hari Ahad yang sekarang kita kenal dengan minggu ini. 

Selamat membersihkan diri dengan mandi dan selamat menunaikan sholat jum'at.  

 



Saturday, 2 October 2021

Keluasan Ilmu Allah dan Keterbatasan Pengetahuan Manusia: Menuju Kemulian dan Derajat yang Tinggi

Asma’ul husna, itulah bahasa arab untuk 99 nama-nama Allah. Diantara beberapa nama itu, ada yang disebut al-‘Alîm. Arti nama ini bermakna bahwa Allahlah yang memiliki keluasan ilmu. Bahkan dari-Nyalah seluruh ilmu bersumber, sehingga tepatnya Dia disebut yang maha mengetahui. Artinya, Dialah yang maha memiliki ilmu. Karena ilmu Allah itu luas, maka dipastikan miliaran atau triliunan manusia yang ada di muka bumi dengan tingkat kejeniusan yang tinggi pasti tidak akan habis ilmu Allah ditulisnya. Walaupun lautan dua kali lipatnya dijadikan tinta dan dua kali lipat ranting-ranting pohon yang ada diseluruh dunia ini dijadikan pena, tidak mungkin ilmu Allah habis ditulis. Atau lebih dari itu, misalnya tujuh kali lipatanya, tetap tidak akan mampu. Ilmu Allah luas tak tertandingi. Allah telah mengabadikan ungkapan seperti ini didalam al-Qur’an. Allah berfirman:

وَلَوْ اَنَّ مَا فِى الْاَ رْضِ مِنْ شَجَرَةٍ اَقْلَا مٌ وَّا لْبَحْرُ يَمُدُّهٗ مِنْۢ بَعْدِهٖ سَبْعَةُ اَبْحُرٍ مَّا نَفِدَتْ كَلِمٰتُ اللّٰهِ ۗ اِنَّ اللّٰهَ عَزِيْزٌ حَكِيْمٌ 

Artinya: dan seandainya pohon-pohon di bumi menjadi pena dan laut (menjadi tinta), ditambahkan kepadanya tujuh laut (lagi) sesudah (kering)nya, niscaya tidak akan habis-habisnya (dituliskan) kalimat Allah. Sesungguhnya Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana. (QS. Luqman/31:27). Adapun yang dimaksud dengan kalimat Allah Ialah: ilmu-Nya dan Hikmat-Nya.

Ayat ini memberikan pemahaman mengenai banyaknya ilmu Allah. Adapun al-Qur’an yang dihafal, itu hanya sedikitnya saja. Berupa qaul (firman). Inipun kalau dijelaskan detail maknanya maka begitu banyak jabaran-jabaran kalimat dari kandungan ayat al-Qur’an itu. Ini yang kelihatan menurut kasat mata manusia. Jangankan ayat-ayatnya yang ratusan ribu itu. Huruf ba pada lafadz bismillah saja jika dijelaskan kandungannya, habis umur manusia dikolong bumi ini, kandungan ilmu tentang huruf ba pasti masih banyak yang belum terulaskan. Apalagi seluruh isi al-Qur’an. Ilmu Allah sangat luas. Tidak bisa ditakar dibatasi dan diukur ujungnya.









Banyaknya ilmu Allah tidak boleh menjadikan seseorang prustasi dan menyerah untuk belajar, membaca, mengkaji, menganalisis dan menulisnya. Akal yang diberikan Allah mesti diasah dan digunakan untuk membahas ilmu-Nya. Ini termasuk perkara wajib dilakukan. Tentang ayat ini, Allah hanya ingin menunjukkan agar seseorang tidak sombong dengan ilmu yang dimilikinya. Pintar, cerdas dan jenius sangat berarti bagi manusia, tapi tidak untuk disombongkan. Dengan ilmu yang dimiliki Allah hanya ingin agar manusia memiliki derajat yang mulia dihadapan manusia dan disisi-Nya, memiliki derajat yang tinggi, tapi bukan setingi-tingginya melebihi pengetahuan-Nya dan kebaikan hidupnya diakhirat kelak.

Pola pikir manusia terbatas, karenanya pengetahuannyapun terbatas, begitupula umurnya. Semua sudah tertakar. Tidak ada yang perlu disombongkan dihadapan manusia apalagi kepada Allah. Ilmu yang dimiliki hanya titipan, jika bermanfaat bisa menyelamatkan dan jika tidak maka akan menjerumuskan pada jurang kebinasaan. Itulah sebabnya, yang ada hanyalah usaha untuk menambah ilmu yang kurang dan menambah amal kebaikan, yang ada hanya keikhlasan dan pelepasan sifat-sifat yang merusaknya dan untuk mencapai titik iman yang mantap dan derajat kemuliaan yang tinggi. Maka orang yang beriman dan berilmu akan diberikan imbalan lebih di dunia dan begitupula di akhirat.

 

يٰۤاَ يُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْۤا اِذَا قِيْلَ لَـكُمْ تَفَسَّحُوْا فِى الْمَجٰلِسِ فَا فْسَحُوْا يَفْسَحِ اللّٰهُ لَـكُمْ ۚ وَاِ ذَا قِيْلَ انْشُزُوْا فَا نْشُزُوْا يَرْفَعِ اللّٰهُ الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا مِنْكُمْ ۙ وَا لَّذِيْنَ اُوْتُوا الْعِلْمَ دَرَجٰتٍ ۗ وَا للّٰهُ بِمَا تَعْمَلُوْنَ خَبِيْرٌ


Artinya: Hai orang-orang beriman apabila dikatakan kepadamu: "Berlapang-lapanglah dalam majlis", Maka lapangkanlah niscaya Allah akan memberi kelapangan untukmu. dan apabila dikatakan: "Berdirilah kamu", Maka berdirilah, niscaya Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat. dan Allah Maha mengetahui apa yang kamu kerjakan. (Q.S. al-Mujadalah/58:11).

Nah, jelaslah bagi orang beriman yang ingin berusaha untuk bersabar menuntut ilmu, mencari dan menggalinya. Mereka akan diebrikan tempat terbaik, khusus dan terpuji. Pada tempat yang mulia dan derajat yang tinggi. Tetapi, perlu diperhatikan adalah tafssahu fil majaalis berlapang-lapang dalam majelis, membuka hati untuk bersabar duduk di majelis ilmu, ikhlas dan berusaha untuk mendengarkan ilmu yang disampaikan hingga akhir penyampaian. Tidak boleh berdiri sebelum majelis itu bubar dan tidak berpikir ingin meninggalkan majelis. Setelah diperintahkan bubar barulah mereka beranjak meninggalkan majelis. Itulah sedikit syarat bagi mereka yang ingin menuntut ilmu disuatu majelis.








Menariknya, menuntut ilmu dalam majelis butuh cinta dan rasa persatuan, guna supaya bisa saling menghargai dan menebarkan sikap berakhlak. Melapangkan dada menerima masukan dan nasehat, menumbuhkan rasa persaudaraan bersama orang-orang yang beriman itu didalam majelis. Ini hanya bisa terjadi dengan adanya Iman dan cinta. Karena itu, menuntut ilmu perlu cinta dan cinta terhadap ilmu ada ciri-cirinya. Maka dibawah ini sedikit saya jabarkan tentang perilaku orang yang cinta terhadap ilmu.

1.      Niat karena Allah saat belajar dan yakin terhadap ilmu yang dimiliki adalah rahmat Allah.

2.      Senang membaca buku.

3.      Selalu ingin mencari tahu tentang ilmu-ilmu Allah, baik Qauliyah maupun Qauniyah.

4.      Memiliki keyakinan bahwa seluruh jagat raya, baik yang nampak maupun tidak adalah ciptaan Allah.

5.      Selalu haus dengan ilmu dan berusaha belajar.

6.      Tawadhu (rendah hati) terhadap ilmu yang dimiliki dan tidak merasa rendah diri serta malu terhadap kegagalan yang dialami.

7.      Tidak berputus asa dalam belajar.

Itulah sedikit perilak orang yang cinta terhadap ilmu.

Pada poin ke delapan telah diungkapkan bahwa salah satu ciri orang yang cinta terhadap ilmu adalah usahanya untuk senantiasa belajar dan tidak berputus asa atasnya. Sedikit saya suguhkan kisa menarik dan singkat seorang ulama besar yang bernama Syaikh Ibnu Hajar al-Atsqolani, sebagai bentuk motivasi bagi seseorang yang sedang belajar dan mungkin sudah berkali-kali namun belum juga dipahami. Simak kisahnya dibawah ini.

“Suatu ketika ada seorang santri yang memiliki daya tangkap yang lemah. Meskipun sudah lama belajar, dia tak kunjung paham-paham. Ia bernama Ibnu hajar, karena lama belajar, tapi tidak paham-paham. Iapun memutuskan untuk pulang kampung. Ia memohon diri kepada gurunya supaya diperbolehkan pulang. Dengan berat hati, sang guru membolehkan Ibnu Hajar pulang, sambil berpesan agar Ibnu Hajar tidak boleh berhenti belajar.

Akhirnya Ibnu Hajar pulang ke rumah. Ditengah perjalanan, hujan turun dengan lebat. Dia terpaksa singgah untuk berteduh disebuah gua. Pada saat digua ia mendengar suara gemericik air, lalu ia mendatangi sumber air tersebut. Ternyata, itu suara gemericik air yang menetes pada sebongkah batu yang sangat besar. Batu besar itu berlubang karena bertahun-tahun terkena tetesan air. Melihat batu yang berlubang tesebut akhirnya Ibnu Hajar merenung. Dia berpikir, batu yang besar dan keras ini lama-lama berlubang hanya karena tetesan air. Kenapa aku kalah dengan batu? Padahal akal dan pikiran tidak sekeras batu ini, itu artinya aku kurang tekun dan lama belajar.

Setelah berpikir, akhirnya Ibnu Hajar kembali lagi ke tempat gurunya untuk menemui gurunya. Iapun belajar lagi dengan penuh semangat. Usaha tersebut tidak sia-sia. Dia berhasil menjadi seorang yang alim, bahkan dapat menulis beberapa kitab. Kini terkenal kitab yang ditulisnya, Fathul Baari Syarah Sahih Bukhari, Bulughul Marom, dan lain-lain. Dari cerita didalam gua itulah, ia diberi sebutan Ibnu Hajar (Anak Batu).

Kisah ini menunjukan betapa pentingnya bersabar dan berusaha, ilmu tidak mungkin bisa dikuasai dengan waktu yang singkat. Butuh waktu yang lama, modal, dan kesabaran. Sabar ketika berada dalam suatu majelis dan tidak ditinggalkan sebelum majelis itu bubar.



Hamba Allah



Harapan terbesar bagi umat Islam sekarang ini adalah semangat untuk belajar. Masyarakat Islam seluruhnya mesti membuka diri mencari tempat-tempat belajar. Terutama berusaha menambah wawasan agamanya, guna meminimalisir besarnya penerimaan ibadah yang dilaksanakannya.

Setelah membaca artikel ini, insya Allah, nyatalah keyakinan kita mengenai keluasan ilmu Allah dan keterbatasan ilmu yang kita miliki. Juga, semangat kita untuk meningkatkan iman dan menambah ilmu kita agar mendapatkan derajat yang mulia di sisi Allah.

 


Sunday, 26 September 2021

Contoh Soal PTS Bahasa Arab SD Kelas 3

 Superprof.co.id


I. PILIHAN GANDA

Berilah tanda silang (X) pada jawaban yang benar!


 1. هَلْ هَذَا Artinya adalah:

a. apakah itu c. siapa itu

b. apakah ini d. siapa ini


 2. ini pena, bahasa arabnya adalah:

a. هذا  مكنسة c. هَذَا قَلَم

b. ذلك قلم           d. هذا ممحاة٨


3. من تلك, artinya adalah:

a. Siapa dia c. apa itu

b. Siapa itu d. apa ini


4. Hal haza.....

a. كتاب         c. زهرة

a. طلاسة         d. سبورة


5. تلك سبورة, artinya adalah:

a. Itu pena             c. itu bunga 

b. Itu papan tulis d. itu jendela


6. صباح الخير dan صباح النور, artinya adalah:

a. Selamat sore c. selamat malam

b. Selamat pagi d. selamat siang


7. صباح الخير, lawan kata untuk menjawabnya adalah:

a. مساءالنور c. ليلتك السعيده

b  مساء الخير d. صباح النور


8. مساء الخير, lawan kata untuk menjawabnya adalah:

 a. سعيد المبارق             c. مساء النور

b. صباح الخير             d. ليلتك السعيدة


9. ماذا dan ما, artinya adalah:

a. Apa          c. Itu

b. Apakah d. ini


10. نهارك سعيد dan سعيد المبارك, artinya adalah:

a. Selamat pagi c. selamat siang

b  Selamat malam d. selamat sore







11. ماذلك, artinya adalah: 

a. Apa itu c. apakah itu

b. Apa ini d. apakah ini


12. ذلك dan تلك, artinya adalah; 

a. Ini c. itu

b. Apakah d. apa


13. هو, .......هم, kata yang tepat pada kolom titik-titik adalah:

a. هما         c. هي

b. هو d. هن


14. هي, هما, ......., kata yang tepat pada kolom titik-titik adalah:

a. هو c. هي

b. هم d. هن


15. ....., antuma, antum, kata yang tepat pada kolom titik-titik adalah:

a. انت                           c. انتم

b. انتن d. انت


16. انت, انتما, ......., kata yang tepat pada kolom titik-titik adalah:

a. انتم c. انتن

b. انت d. انتما


17. هم dan هن, artinya adalah:

a. Mereka (L)dan Mereka (P), c. dia (L)dan dia (P)

b. Kalian(L)dan kalian(P),d. kamu(L)danKamu(P)


18. انتم dan انتن, artinya adalah:

a. Kamu (L) dan Kamu (P)     c.  kamu berdua (P)

b. dia (L) dan dia (P) d. Kalian (L) dan kalian (P)


19. Saya dan kita, bahasa Arabnya adalah:

a. انا dan نحن c. هو dan هي

b. هم dan هن d. انت dan انت


20. انا لي........انت لك, jawaban yang tepat pada kolom titik-titik adalah:

a  هو له c. انت لك

b. هي لها d. نحن لنا








21. نحن لنا, artinya adalah;

a. Saya mempunyai    c. dia mempunyai

b. Kita mempunyai d. kalian mempunyai\


22. Dia mempunyai (P), bahasa arabnya adalah:

a. انت لك c. انت لك

b. هي لها d. انا لي


23. Dimana, bahasa arabnya adalah:

a. كيف c.  اين

b. هنا d. ذلك


24. Bagaimana, bahasa arabnya adalah:

a. اين c. كيف

b. ذلك d. تلك


25. Di sini, artinya adalah: 

a. هنا c. كيف

b. حناك                d. اين







II. ESSAY

Jawablah pertanyaan di bawah ini dengan benar.


lengkapi kosa kata dibawah ini?

.......هل هذا 

.........ذلك

............ من 


berikan jawaban pada kata di bawah ini?

............................. صبا ح الخير 

................................. مسا ء الخير 


lengkapi kosa kata dibawah ini?

.........,  انا لي,.........., .........., انت لك


lengkapi kata dibawah ini: 


هُوَ    .....   هُمْ   ...... هُمَا  هُنََّ           


Lengkapi kosa kata dibawah ini?

  انتن ......,    انتما ....... اَنْتُمْ .........اَنْتَ