Friday, 22 October 2021
Thursday, 21 October 2021
Zikir Pagi: Satu Solusi Untuk Menenangkan Jiwa dan Terlindung dari Mara Bahaya
Monday, 11 October 2021
LETAK GEOGRAFIS JAZIRAH ARAB
Jazirah
Arab memiliki peranan yang sangat besar karena kondisi alam dan letak
geografisnya. Gurun dan padang pasir
yang mengelingi lingkungan Arab telah menjadi benteng yang kokoh dari
kemungkinan adanya serangan dari luar yang ingin menjajah daerah Arab. Kenyataan itu memang tidak dialami Bangsa
Arab. Padahal Jazirah Arab diapit oleh dua imperium besar, yakni, Romawi dan
Persia. Dan jika kedua imperium besar ini menyerang mungkin saja serangannya
tidak bisa dihadang bila tidak ada benteng pertahanan itu. Benteng pertahanan
itu telah menjadikan Bangsa Arab hidup merdeka.
Karena kondisi lingkungan arab yang dikeliligi
padang pasir, gurun dan tanahnya yang gundul inilah daerah jazirah itu diberi
nama arab. Olehnya itu, arab secara bahasa berarti padang pasir, tanah gundul
dan gersang. Jadi, kata arab adalah gambaran sebuah daerah yang tidak memiliki
air dan tanaman. Istilah ini sudah diberikan sejak lama.
Dilihat dari letak geografisnya, sebelah barat Jazirah Arab di batasi Laut Merah dan Gurun Sinai, Teluk Arab, dan sebagian besar negeri Iraq selatan di sebelah timur. Di sebelah Selatan berbatasan dengan laut arab yang bersambung dengan Samudra Hindia. Di sebelah utara berbatasan dengan negeri Syam dan sebagian kecil dari negeri Iraq. Luas daerah Jazirah Arab membentang anatara satu kali satu koma tiga juta mil persegi.
Saturday, 9 October 2021
Menggapai Kesuksesan Sholat Jum'at dengan Wudhu
Thursday, 7 October 2021
Meraih Kesuksesan Shalat Jum'at dengan Mandi
Saturday, 2 October 2021
Keluasan Ilmu Allah dan Keterbatasan Pengetahuan Manusia: Menuju Kemulian dan Derajat yang Tinggi
Asma’ul husna, itulah bahasa arab untuk 99 nama-nama Allah. Diantara beberapa nama itu, ada yang disebut al-‘Alîm. Arti nama ini bermakna bahwa Allahlah yang memiliki keluasan ilmu. Bahkan dari-Nyalah seluruh ilmu bersumber, sehingga tepatnya Dia disebut yang maha mengetahui. Artinya, Dialah yang maha memiliki ilmu. Karena ilmu Allah itu luas, maka dipastikan miliaran atau triliunan manusia yang ada di muka bumi dengan tingkat kejeniusan yang tinggi pasti tidak akan habis ilmu Allah ditulisnya. Walaupun lautan dua kali lipatnya dijadikan tinta dan dua kali lipat ranting-ranting pohon yang ada diseluruh dunia ini dijadikan pena, tidak mungkin ilmu Allah habis ditulis. Atau lebih dari itu, misalnya tujuh kali lipatanya, tetap tidak akan mampu. Ilmu Allah luas tak tertandingi. Allah telah mengabadikan ungkapan seperti ini didalam al-Qur’an. Allah berfirman:
وَلَوْ اَنَّ مَا فِى الْاَ رْضِ مِنْ شَجَرَةٍ اَقْلَا مٌ وَّا لْبَحْرُ يَمُدُّهٗ مِنْۢ بَعْدِهٖ سَبْعَةُ اَبْحُرٍ مَّا نَفِدَتْ كَلِمٰتُ اللّٰهِ ۗ اِنَّ اللّٰهَ عَزِيْزٌ حَكِيْمٌ
Artinya: dan seandainya pohon-pohon di bumi menjadi pena
dan laut (menjadi tinta), ditambahkan kepadanya tujuh laut (lagi) sesudah
(kering)nya, niscaya tidak akan habis-habisnya (dituliskan) kalimat Allah. Sesungguhnya
Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana. (QS.
Luqman/31:27). Adapun yang dimaksud dengan kalimat Allah Ialah: ilmu-Nya dan Hikmat-Nya.
Ayat ini memberikan pemahaman mengenai banyaknya ilmu
Allah. Adapun al-Qur’an yang dihafal, itu hanya sedikitnya saja. Berupa qaul
(firman). Inipun kalau dijelaskan detail maknanya maka begitu banyak
jabaran-jabaran kalimat dari kandungan ayat al-Qur’an itu. Ini yang kelihatan
menurut kasat mata manusia. Jangankan ayat-ayatnya yang ratusan ribu itu. Huruf
ba pada lafadz bismillah saja jika dijelaskan kandungannya, habis umur manusia
dikolong bumi ini, kandungan ilmu tentang huruf ba pasti masih banyak yang belum
terulaskan. Apalagi seluruh isi al-Qur’an. Ilmu Allah sangat luas. Tidak bisa
ditakar dibatasi dan diukur ujungnya.
Banyaknya ilmu Allah tidak boleh menjadikan seseorang
prustasi dan menyerah untuk belajar, membaca, mengkaji, menganalisis dan
menulisnya. Akal yang diberikan Allah mesti diasah dan digunakan untuk membahas
ilmu-Nya. Ini termasuk perkara wajib dilakukan. Tentang ayat ini, Allah hanya
ingin menunjukkan agar seseorang tidak sombong dengan ilmu yang dimilikinya.
Pintar, cerdas dan jenius sangat berarti bagi manusia, tapi tidak untuk
disombongkan. Dengan ilmu yang dimiliki Allah hanya ingin agar manusia memiliki
derajat yang mulia dihadapan manusia dan disisi-Nya, memiliki derajat yang
tinggi, tapi bukan setingi-tingginya melebihi pengetahuan-Nya dan kebaikan
hidupnya diakhirat kelak.
Pola pikir manusia terbatas, karenanya pengetahuannyapun
terbatas, begitupula umurnya. Semua sudah tertakar. Tidak ada yang perlu
disombongkan dihadapan manusia apalagi kepada Allah. Ilmu yang dimiliki hanya
titipan, jika bermanfaat bisa menyelamatkan dan jika tidak maka akan
menjerumuskan pada jurang kebinasaan. Itulah sebabnya, yang ada hanyalah usaha
untuk menambah ilmu yang kurang dan menambah amal kebaikan, yang ada hanya
keikhlasan dan pelepasan sifat-sifat yang merusaknya dan untuk mencapai titik
iman yang mantap dan derajat kemuliaan yang tinggi. Maka orang yang beriman dan
berilmu akan diberikan imbalan lebih di dunia dan begitupula di akhirat.
يٰۤاَ يُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْۤا اِذَا قِيْلَ لَـكُمْ تَفَسَّحُوْا فِى الْمَجٰلِسِ فَا فْسَحُوْا يَفْسَحِ اللّٰهُ لَـكُمْ ۚ وَاِ ذَا قِيْلَ انْشُزُوْا فَا نْشُزُوْا يَرْفَعِ اللّٰهُ الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا مِنْكُمْ ۙ وَا لَّذِيْنَ اُوْتُوا الْعِلْمَ دَرَجٰتٍ ۗ وَا للّٰهُ بِمَا تَعْمَلُوْنَ خَبِيْرٌ
Artinya: Hai orang-orang beriman apabila dikatakan
kepadamu: "Berlapang-lapanglah dalam majlis", Maka lapangkanlah
niscaya Allah akan memberi kelapangan untukmu. dan apabila dikatakan:
"Berdirilah kamu", Maka berdirilah, niscaya Allah akan meninggikan
orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu
pengetahuan beberapa derajat. dan Allah Maha mengetahui apa yang kamu kerjakan.
(Q.S. al-Mujadalah/58:11).
Nah, jelaslah bagi orang beriman yang ingin berusaha untuk bersabar
menuntut ilmu, mencari dan menggalinya. Mereka akan diebrikan tempat terbaik,
khusus dan terpuji. Pada tempat yang mulia dan derajat yang tinggi. Tetapi,
perlu diperhatikan adalah tafssahu fil majaalis berlapang-lapang dalam
majelis, membuka hati untuk bersabar duduk di majelis ilmu, ikhlas dan berusaha
untuk mendengarkan ilmu yang disampaikan hingga akhir penyampaian. Tidak boleh
berdiri sebelum majelis itu bubar dan tidak berpikir ingin meninggalkan
majelis. Setelah diperintahkan bubar barulah mereka beranjak meninggalkan
majelis. Itulah sedikit syarat bagi mereka yang ingin menuntut ilmu disuatu
majelis.
Menariknya, menuntut ilmu dalam majelis butuh cinta dan rasa persatuan,
guna supaya bisa saling menghargai dan menebarkan sikap berakhlak. Melapangkan
dada menerima masukan dan nasehat, menumbuhkan rasa persaudaraan bersama
orang-orang yang beriman itu didalam majelis. Ini hanya bisa terjadi dengan
adanya Iman dan cinta. Karena itu, menuntut ilmu perlu cinta dan cinta terhadap
ilmu ada ciri-cirinya. Maka dibawah ini sedikit saya jabarkan tentang perilaku
orang yang cinta terhadap ilmu.
1.
Niat karena Allah saat belajar dan yakin terhadap ilmu
yang dimiliki adalah rahmat Allah.
2.
Senang membaca buku.
3.
Selalu ingin mencari tahu tentang ilmu-ilmu Allah, baik
Qauliyah maupun Qauniyah.
4.
Memiliki keyakinan bahwa seluruh jagat raya, baik yang
nampak maupun tidak adalah ciptaan Allah.
5.
Selalu haus dengan ilmu dan berusaha belajar.
6.
Tawadhu (rendah hati) terhadap ilmu yang dimiliki dan
tidak merasa rendah diri serta malu terhadap kegagalan yang dialami.
7.
Tidak berputus asa dalam belajar.
Itulah sedikit perilak orang yang cinta terhadap ilmu.
Pada poin ke delapan telah diungkapkan bahwa salah satu ciri orang yang
cinta terhadap ilmu adalah usahanya untuk senantiasa belajar dan tidak berputus
asa atasnya. Sedikit saya suguhkan kisa menarik dan singkat seorang ulama besar
yang bernama Syaikh Ibnu Hajar al-Atsqolani, sebagai bentuk motivasi bagi
seseorang yang sedang belajar dan mungkin sudah berkali-kali namun belum juga
dipahami. Simak kisahnya dibawah ini.
“Suatu ketika ada seorang santri yang memiliki daya tangkap yang lemah.
Meskipun sudah lama belajar, dia tak kunjung paham-paham. Ia bernama Ibnu
hajar, karena lama belajar, tapi tidak paham-paham. Iapun memutuskan untuk
pulang kampung. Ia memohon diri kepada gurunya supaya diperbolehkan pulang.
Dengan berat hati, sang guru membolehkan Ibnu Hajar pulang, sambil berpesan
agar Ibnu Hajar tidak boleh berhenti belajar.
Akhirnya Ibnu Hajar pulang ke rumah. Ditengah perjalanan, hujan turun
dengan lebat. Dia terpaksa singgah untuk berteduh disebuah gua. Pada saat digua
ia mendengar suara gemericik air, lalu ia mendatangi sumber air tersebut.
Ternyata, itu suara gemericik air yang menetes pada sebongkah batu yang sangat
besar. Batu besar itu berlubang karena bertahun-tahun terkena tetesan air.
Melihat batu yang berlubang tesebut akhirnya Ibnu Hajar merenung. Dia berpikir,
batu yang besar dan keras ini lama-lama berlubang hanya karena tetesan air. Kenapa
aku kalah dengan batu? Padahal akal dan pikiran tidak sekeras batu ini, itu
artinya aku kurang tekun dan lama belajar.
Setelah berpikir, akhirnya Ibnu Hajar kembali lagi ke tempat gurunya untuk
menemui gurunya. Iapun belajar lagi dengan penuh semangat. Usaha tersebut tidak
sia-sia. Dia berhasil menjadi seorang yang alim, bahkan dapat menulis beberapa
kitab. Kini terkenal kitab yang ditulisnya, Fathul Baari Syarah Sahih Bukhari,
Bulughul Marom, dan lain-lain. Dari cerita didalam gua itulah, ia diberi
sebutan Ibnu Hajar (Anak Batu).
Kisah ini menunjukan betapa pentingnya bersabar dan berusaha, ilmu tidak mungkin bisa dikuasai dengan waktu yang singkat. Butuh waktu yang lama, modal, dan kesabaran. Sabar ketika berada dalam suatu majelis dan tidak ditinggalkan sebelum majelis itu bubar.
Harapan terbesar bagi umat Islam sekarang ini adalah semangat untuk
belajar. Masyarakat Islam seluruhnya mesti membuka diri mencari tempat-tempat
belajar. Terutama berusaha menambah wawasan agamanya, guna meminimalisir
besarnya penerimaan ibadah yang dilaksanakannya.
Setelah membaca artikel ini, insya Allah, nyatalah
keyakinan kita mengenai keluasan ilmu Allah dan keterbatasan ilmu yang kita
miliki. Juga, semangat kita untuk meningkatkan iman dan menambah ilmu kita agar
mendapatkan derajat yang mulia di sisi Allah.
Sunday, 26 September 2021
Contoh Soal PTS Bahasa Arab SD Kelas 3
I. PILIHAN GANDA
Berilah tanda silang (X) pada jawaban yang benar!
1. هَلْ هَذَا Artinya adalah:
a. apakah itu c. siapa itu
b. apakah ini d. siapa ini
2. ini pena, bahasa arabnya adalah:
a. هذا مكنسة c. هَذَا قَلَم
b. ذلك قلم d. هذا ممحاة٨
3. من تلك, artinya adalah:
a. Siapa dia c. apa itu
b. Siapa itu d. apa ini
4. Hal haza.....
a. كتاب c. زهرة
a. طلاسة d. سبورة
5. تلك سبورة, artinya adalah:
a. Itu pena c. itu bunga
b. Itu papan tulis d. itu jendela
6. صباح الخير dan صباح النور, artinya adalah:
a. Selamat sore c. selamat malam
b. Selamat pagi d. selamat siang
7. صباح الخير, lawan kata untuk menjawabnya adalah:
a. مساءالنور c. ليلتك السعيده
b مساء الخير d. صباح النور
8. مساء الخير, lawan kata untuk menjawabnya adalah:
a. سعيد المبارق c. مساء النور
b. صباح الخير d. ليلتك السعيدة
9. ماذا dan ما, artinya adalah:
a. Apa c. Itu
b. Apakah d. ini
10. نهارك سعيد dan سعيد المبارك, artinya adalah:
a. Selamat pagi c. selamat siang
b Selamat malam d. selamat sore
11. ماذلك, artinya adalah:
a. Apa itu c. apakah itu
b. Apa ini d. apakah ini
12. ذلك dan تلك, artinya adalah;
a. Ini c. itu
b. Apakah d. apa
13. هو, .......هم, kata yang tepat pada kolom titik-titik adalah:
a. هما c. هي
b. هو d. هن
14. هي, هما, ......., kata yang tepat pada kolom titik-titik adalah:
a. هو c. هي
b. هم d. هن
15. ....., antuma, antum, kata yang tepat pada kolom titik-titik adalah:
a. انت c. انتم
b. انتن d. انت
16. انت, انتما, ......., kata yang tepat pada kolom titik-titik adalah:
a. انتم c. انتن
b. انت d. انتما
17. هم dan هن, artinya adalah:
a. Mereka (L)dan Mereka (P), c. dia (L)dan dia (P)
b. Kalian(L)dan kalian(P),d. kamu(L)danKamu(P)
18. انتم dan انتن, artinya adalah:
a. Kamu (L) dan Kamu (P) c. kamu berdua (P)
b. dia (L) dan dia (P) d. Kalian (L) dan kalian (P)
19. Saya dan kita, bahasa Arabnya adalah:
a. انا dan نحن c. هو dan هي
b. هم dan هن d. انت dan انت
20. انا لي........انت لك, jawaban yang tepat pada kolom titik-titik adalah:
a هو له c. انت لك
b. هي لها d. نحن لنا
21. نحن لنا, artinya adalah;
a. Saya mempunyai c. dia mempunyai
b. Kita mempunyai d. kalian mempunyai\
22. Dia mempunyai (P), bahasa arabnya adalah:
a. انت لك c. انت لك
b. هي لها d. انا لي
23. Dimana, bahasa arabnya adalah:
a. كيف c. اين
b. هنا d. ذلك
24. Bagaimana, bahasa arabnya adalah:
a. اين c. كيف
b. ذلك d. تلك
25. Di sini, artinya adalah:
a. هنا c. كيف
b. حناك d. اين
II. ESSAY
Jawablah pertanyaan di bawah ini dengan benar.
lengkapi kosa kata dibawah ini?
.......هل هذا
.........ذلك
............ من
berikan jawaban pada kata di bawah ini?
............................. صبا ح الخير
................................. مسا ء الخير
lengkapi kosa kata dibawah ini?
........., انا لي,.........., .........., انت لك
lengkapi kata dibawah ini:
هُوَ ..... هُمْ ...... هُمَا هُنََّ
Lengkapi kosa kata dibawah ini?
انتن ......, انتما ....... اَنْتُمْ .........اَنْتَ





