Hari jum'at adalah pimpinan para hari disetiap ahadnya. Hari ini menjadi hari yang sakral dan istimewa bagi masyarakat-masyarakat pedesaan dan kampung. Kata orang-orang tua kampung "hari jum'at tidak boleh ke hutan, tidak boleh naik pohon, tidak boleh memotong, menebang, tidak ngebut dengan kendraan baik motor atau mobil, dan lain sebagainya.
Pokoknya hari jum'at dihargai, dihormati dan dimuliakan. Terutama disaat sebelum sholat jum'at dilaksanakan. Tidak menganggu hari jum'at dengan aktifitas kebun. Masyarakat kampung bahkan biasanya libur beraktifitas untuk menghormati kesakralan hari jum'at. Begitulah sedikitnya keistimewaan hari jum'at bagi masyarakat perkampungan.
Mengistimewakan hari jum'at lebih dahulu telah dibahas didalam Islam. Bagi Islam hari jum'at sungguh memiliki keutamaan, keistimewaan dan kebaikan. Sehingga pada hari itu dianjurkan untuk memperbanyak sholawat didalamnya. Sholawat ini menjadi aktifitas penting yang harus dilakukan pada hari jum'at. Bahkan menjadi rukun khutbah pada hari jum'at. Tanpa sholawat, khutbah jum'at, bahkan sholat jum'at menjadi gugur.
Perintah sholawat ini ayatnya jelas dan sering dibaca oleh khatib ketika menyampaikan pesan dakwah di atas mimbar. Disaat khatib naik mimbarpun juga diantar dengan ayat ini dan sholawat.
اِنَّ اللّٰهَ وَمَلٰٓئِكَتَهٗ يُصَلُّوْنَ عَلَى النَّبِيِّ ۗ يٰۤـاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا
"Sesungguhnya Allah dan para malaikat-Nya bershalawat untuk Nabi. Wahai orang-orang yang beriman! Bershalawatlah kamu untuk Nabi dan ucapkanlah salam dengan penuh penghormatan kepadanya." (QS. Al-Ahzab 33: Ayat 56).
Ayat ini berisi ajakan kepada seluruh jamaah yang berada didalam masjid untuk membaca sholawat. Memberitahukan bahwa Allah dan para malaikatpun bersholawat kepada Nabi Muhammad saw.
Saking seringnya dibaca, ayat ini akhirnya menjadi populer, bahkan ada yang sudah menghafalnya. Bagaimana tidak, setiap khutbah pasti dibaca, bahkan sampai pada kalimat ya aiyyuha ramai-ramai jamaah yang ada didalam masjid mengucapkan sholawat kepada nabi. Jadi, wajar ayat ini dihafal oleh sebagian jamaah dan mungkin seluruhnya. Menariknya, sholawat kita sampai kepada nabi Muhammad Saw. Bayangkan, betapa senangnya hati ini jika sholawat kita itu Nabi Saw membalasnya.
Selain perintah untuk memperbanyak sholawat. Pada hari jum'at seseorang dianjurkan mandi, bahkan nabi menyatakan mandi sebelum jum'at termasuk wajib.
Dari Abu Sa'id al-Khudry ra. Bahwasannya Rasulullah Saw bersabda:" Mandi Jum'at wajib bagi setiap orang yang telah dewasa. (HR. Bukhari dan Muslim).
Maka yang sudah dewasa harus mandi sebelum berangkat ke masjid untuk melaksanakan sholat jum'at. Namun, sebagian ulama ada yang berpendapat bahwa mandi pada hari jum'at itu sunnah menurut pengkajian dari hadits dan al-Qur'an yang mereka pahami. Jika dikerjakan mendapat pahala, sebaliknnya tidak diamalkan tak berdosa. Tapi, setidaknya kita bisa memahami bahwa mandi pada hari jum'at termasuk perkara penting dan wajib sebagaimana wajibnya mandi ketika junub. Sebab, Nabi Saw memerintahkan untuk mandi sebelum sholat jum'at dilaksanakan.
Dari Ibnu Umar ra. bahwasannya Rasulullah Saw bersabda: "Apabila salah seorang diantara kalian mendatangi sholat jum'at, maka hendaklah ia mandi. (Hr. Bukhari dan Muslim).
Nabi Saw., pertegas bahwa mandi pada hari jum'at tidak hanya sekedar membasahi badan. Tetapi, mandi layaknya seperti orang yang telah junub. Nabi Saw bersabda.
"Barangsiapa yang mandi pada hari jum'at, seperti mandi janabah, kemudian ia segera pergi ke masjid dan disana belum ada orang, maka seakan-akan ia berkurban seekor onta. Barangsiapa yang datang saat kedua, maka seakan-akan ia berkurban seekor lembu. Barangsiapa yang datang saat ketiga, maka seakan-akan ia berkurban seekor domba. Barangsiapa yang datang saat keempat, maka seakan-akan ia berkurban seekor ayam jantan (jago). Dan barangsiapa yang datang pada saat ke lima, maka seakan-akan berkurban sebutir telur. Apabila sang imam datang untuk berkhutbah, maka datanglah para malaikat untuk mendengarkan khutbah. (Hr. Bukhari dan Muslim).
Diperintahkan untuk mandi seperti mandi janabah sebelum ke Masjid. Menunjukkan pentingnya mandi sebelum shalat jum'at dilaksanakan. Ini menjadi salah satu anjuran selain berwudhu.
Dalam hadits itu meneranggkan tentang betapa besar keuntungan orang yang datang ke masjid di awal waktu. Seseorang yang memperhatikannya mendapatkan nilai pahala dan ganjaran ibarat unta yang diikorbankan. Sementara yang terlambat mendapat ganjaran sedikit sekali. Orang yang datang di awal waktu adalah pemenang juara pertama yang berhak menerima banyak hadiah atau berhak menerima piala yang besar dan mahal.
Jika keuntungan ini terlihat seperti uang satu miliyar, dua atau tiga. Maka orang akan berebut memakmurkan masjid dan selalu datang tepat waktu. Sepertinya pikiran dan keinginan terhadap hasil yang banyak sudah menjadi keinginan yang lumrah. Kalau pedagang dan pengusaha pasti paham. Yang lebih paham lagi mungkin ibu-ibu.
Adapun keistimewaan lain bagi orang yang mandi, tentu sangat disenangi orang. Bahkan sikap ini bagian dari rasa penghormatan. Betapa senangnya orang yang berada disamping kita. Melihat kita bersih, suci dan rapi. Apalagi pakaian kita diluluri pula dengan minyak wangi, maka akan semakin disenangi. Buka hanya manusia, malaikat dan Allahpun juga ikut senang. Nah orang yang menyucikan diri kata Nabi Saw, sebagaimana disebutkan dari Salman. Nabi bersabda:
"Seseorang yang mandi pada hari jum'at dan bersuci sesuci-sucinya, terus memakai minyak wangi atau memakai harum-haruman yang ada di rumahnya. Kemudian keluar untuk melaksanakan sholat jum'at dan tidak memisahkan antara dua orang yang sudah duduk. Lantas sholat sebagaimana yang telah ditetapkan. Kemudian ketika sang imam berkhutbah ia diam dan memperhatikan, niscaya diampunilah dosa-dosa yang dilakukan diantara hari itu dan hari jum'at berikutnya. (HR. Bukhari).
Hadits ini memberi petunjuk kepada kita bahwa mandi bukan satu-satunya perkara yang harus diperhatikan. Tetapi, menyucikan diri dengan wudhu juga harus diperintahkan. Bahkan keduanya merupakan perintah ibadah yang seiring sejalan. Mandi tersempurnakan kesuciannya dengan wudhu. Artinya, mandi tambah wudhu membuat seseorang semakin bersih dan suci. Namun, wudhu harus dilakukan dengan sempurna, baik dan tertib. Nabi bersabda.
Dari Abu Hurairah ra. berkata Rasulullah saw. "Barangsiapa yang berwudhu dengan sempurna kemudian mendatangi sholat jum'at lalu mendengarkan dan memperhatikan khutbah, maka diampunilah dosa yang dilakukan antara hari itu sampai pada hari jum'at berikutnya dan ditambah dengan tiga hari. Dan barangsiapa bermain-main kerikil maka sia-sialah jum'atnya. (Hr. Muslim).
Mandi dan wudhu dua perkara yang sangat memberi keuntungan bagi seseorang yang melakukannya. Nabi bersabda.
Dari Samurah ra. berkata, Rasulullah Saw bersabda: "barangsiapa yang wudhu pada hari jum'at maka beruntunglah ia pada hari itu, dan barangsiapa yang mandi maka mamdi itu lebih baik baginya. (Hr. At-Tirmidzi).
Betapa pentingnya menyucikan diri pada hari jum'at dengan mandi dan wudhu. Dosa-dosa terampuni karena berguguran kena mandi dan wudhu. Seluruh anggota badan bersih dari kotoran dan najis lainnya. Bahkan hati ikut tersucikan karena mandi dan kesempurnaan wudhu.
Berdasarkan penjelasan ini, maka, mandi dan wudhu serta konsentrasi mendengarkan khatib saat khutbah menjadi pintu gerbang kesuksesan sholat jum'at seseorang. Sebaliknya, gagal jum'at seseorang jika tidak membersihkan diri dengan baik dan tidak mendengarkan khatib dengan seksama. Betapa ruginya orang yang datang melaksanakan sholat jum'at, namun mereka bercerita dan bermain, mereka abaikan khutbah yang disampaikan oleh khatib. Taraf ini saja sudah bahaya. Apalagi sampai pada taraf meninggalkan sholat jum'at. Jika ini menjadi kebiasaan. Maka sangat fatal.
Sekilas saja tentang orang-orang yang memiliki kebiasaan meninggalkan sholat jum'at, bagi mereka akan dikunci oleh Allah hatinya sehingga kebenaran sulit masuk ke dalam relung jiwa dan hidayah Allahpun bisa menjauh. Nabi menyampaikan.
Dari Abu Hurairah dan Ibnu Umar ra. Bahwasannya keduanya mendengar Rasulullah saw bersabda di atas mimbarnya: "orang-orang yang biasa meninggalkan shalat jum'at harus segera menghentikan kebiasaannya itu atau kalau tidak maka Allah akan mengunci hati mereka kemudian mereka termasuk orang-orang yang lalai." (Hr. Muslim).
Bahaya jika terkuncinya naik pada tataran yang disebutkan oleh Allah sebagaimana kedua ayat ini.
صُمٌّۢ بُكْمٌ عُمْيٌ فَهُمْ لَا يَرْجِعُوْنَ
"Mereka tuli, bisu, dan buta, sehingga mereka tidak dapat kembali."(QS. Al-Baqarah 2: Ayat 18).
Tentu tidak ada yang bisa mengembalikan orang yang telah dikunci hatinya oleh Allah. Melainkan Dia pula yang bisa membuka kuncinya. Maka perhatikan dan bentuklah kebiasaan sholat jum'at. Jangan sia-siakan mumpung masih kuat dan sehat. Waktu tak akan kembali, ia akan terus berlalu seiring berputarnya bumi.